
Mawar tidak menyadari sama sekali kalau saat ini dirinya tengah di perhatikan oleh laki laki yang membuatnya ingin cepat cepat pulang pagi ini, ya karena memang tubuhnya lelah akibat kejadian semalam, dan ia juga masih merasa malu karena Ruslan yang telah tidak sengaja menjatuhkan badannya tepat di atas tubuhnya, tidak tahu kenapa Mawar malu sendiri mengingat kejadian itu..
Seperti biasa Mawar langsung membuka pintu rumah yang di tempatinya dan kawan kawan, kunci cadangan selalu di bawa nya bila bepergian, jadi saat salah satu dari mereka sedang keluar, ketika pulang mereka tidak perlu membangunkan teman yang lain..
"Mawar, pulang juga ya loe, gak ketemu sehari aja rasanya sebulan, kangen gue sama loe Mawar." Cercah Riri saat melihat Mawar yang baru saja masuk..
"Sama, gue juga kangen sama loe Ri, apalagi sama mulut loe yang bawel itu." Sahut Mawar sedikit terkekeh..
"Bukannya semalam loe bilang gak bakalan nginep ya Mawar, kok jadi nginep sih !, kayaknya loe betah banget ya di sana." Ujar Eca yang juga ada di depan Tv, menunggu giliran untuk mandi..
"Iya memang tadinya gitu Ca, gue gak mau nginep cuma semalam pak Ruslan lagi banyak kerjaan di kantor, jadi gak bisa nemenin Fiqi tidur lagi, ya terpaksa lah gue lagi yang nemenin Fiqi..
"Kemarin customer langganan loe pada nyariin, dia pengennya di servis sama elo Mawar, hari ini katanya dia bakalan datang lagi." Seru Gina yang baru saja keluar dari kamar mandi dan langsung memberitahukan kepada Mawar..
"Oh ya, hari ini gue masuk kok Gin, gue mau mandi dulu ya takut telat"..
Mawar masuk ke dalam kamarnya, padahal baru dua hari ia tidak tidur di kamarnya ini namun ia sungguh merindukan pemandangan kamar kecil nya ini, walaupun kecil dan sederhana tapi sudah cukup nyaman bagi Mawar..
"Akhirnya.. ketemu lagi sama kamar kecil ku yang cantik ini,'' mata Mawar berbinar menatap sekeliling kamarnya, sebelum mandi Mawar menyempatkan dirinya untuk bermanja manja dengan kasur busa tipis miliknya..
Mandi ah, dari sore kemarin aku gak mandi, mana seharian aku aktivitas di luar, pasti daki aku udah banyak banget nih, Mawar mengambil handul yang tergantung di belakang pintunya, segera melakukan ritual wajib nya setiap pagi itu..
"Hai mbak makin cantik aja nih, kok tumben sih.. biasa setiap bulan kesini tapi bulan kemaren kenapa abses ?" Mawar menyapa pelanggannya itu dengan ramah tamah dan pasti di sertai senyum manisnya yang mempesona..
"Hai juga mbak Mawar, kemarin kemana sih ?, aku ke sini loh kemarin,'' balas wanita itu terdengar sangat akrab dengan Mawar..
"Maaf mbak, kemarin ada urusan sedikit penting, jadi izin dulu gak masuk kerja"..
"Oh gitu, aku kemarin itu keluar negeri liburan sama keluarga, jadi gak sempat kesini deh, makanya hari ini aku mau seharian di sini mau servis dari atas sampai bawah, sama mbak Mawar dong pastinya." Ucap perempuan itu yang ternyata ia adalah orang kaya langganan Mawar, yang selalu ingin di handle oleh Mawar bila datang untuk melakukan perawatan di salon itu..
"Beres mbak, kalau yang itu pasti aku kasih pelayanan terbaik buat mbak yang paling spesial deh." Mawar langsung mengajak customer nya itu pergi ke ruangan khusus..
Setelah lebih dari empat jam di dalam ruangan itu bersama customer nya, dan melakukan semua perawatan tubuh. Kini Mawar mengajak customer nya beralih ke ruangan depan, karena akan memulai treatment rambut. Mawar yang begitu lincah memainkan shower air di kepala wanita itu dengan memberikan rasa nyaman, terlihat wanita itu memejamkan mata merasakan sentuhan sentuhan air yang Mawar berikan..
Kini mereka berdua sudah sama sama berhadapan dengan cermin jernih besar, yang pinggirannya di hiasi ukiran bunga begitu menambah kesan estetik pada ruangan itu..
"Mbak Mawar, kok aku lihat agak kurusan sih, makin langsing aja jadi ngiri deh,'' wanita itu melihat penampilan Mawar di pantulan cermin..
"Ah mbak bisa aja ya, ini bukan langsing tapi kurus mbak,'' ucap Mawar merendah, sambil ia mulai mengolesi cream ke setiap lembar rambut customer nya itu..
"Gak kurus, itu tuh pas banget mbak Mawar !, kamu itu badannya langsing tapi berisih loh, cakep tahu !. Dulu aku masih muda kayak kamu gini, makanya suamiku naksir berat waktu aku masih gadis"..
"Sekarang juga masih oke loh mbak, juga cantik banget." Puji Mawar..
"Bisa aja deh mbak Mawar, tapi kan badannya udah melar ya, lihat aja nih lemaknya pada nonjol di mana mana." Wanita itu memegang bagian lengan dan perutnya yang memang lebih berisi di banding bagian tubuh yang lain..
Seperti biasa Mawar selalu terlibat obrolan bila sedang bersama dengan customer nya, pribadi Mawar yang pendiam bisa mendadak berubah menjadi orang yang ramah tamah terhadap kliennya, Mawar begitu sangat profesional saat sedang bekerja..
"Memangnya liburannya dalam rangka merayakan apa tuh mbak, kalau aku boleh tahu ?". Mawar kembali bertanya kepada customer nya..
"Liburan sekalian menghadiri acara pertunangan temannya anak saya, kebetulan tanggalnya itu pas dengan kami sekeluarga lagi di sana, jadi sekalian aja datang." Jawab wanita itu..
"Oh bisa kebetulan gitu ya mbak, emm.. kalau anaknya mbak beberapa bulan yang lalu kan mbak bilang mereka udah tunangan, gimana kabarnya sekarang ?, siapa namanya mbak, Yuta.. ya kalau gak salah ?" tanya Mawar lagi..
"Iya Yuta, dia akan menikah tapi tiga bulan lagi, karena masih sibuk persiapan, pengen resepsinya di singapura, teman temannya kan banyak ya disana, biasalah.. Yuta pasti pengen teman temannya hadir semua." Wanita yang bernama Tari itu menjelaskan..
"Oh begitu ya mbak, iya sih.. kalau menikah itu kan memang paling seru ya kalau semua teman teman kita juga pada datang semua kan mbak." Sahut Mawar..
Mawar kini tengah memijat mijat lembut punggung wanita di depannya ini, ia memainkan jari jari nya yang lentik dan lembut itu di tubuh wanita itu, dan sepertinya wanita itu memang sedang lelah, sehingga kulit punggungnya memerah akibat pijat Mawar, namun ia memang sangat menikmati sentuhan tangan Mawar saat ini, hingga matanya terpejam dan ponsel yang di pegangnya sejak tadi terabaikan tergeletak di atas meja..
Tidak lama kemudian ponsel wanita itu berdering, di sana terlihat kontak dengan nama Yuta anakku, Tari langsung meraih ponselnya, ''baru aja kita omongin.. eh orangnya langsung nongol, memang panjang umur ya." Tari menjawab panggilan dari putrinya..
"Ya.. halo sayang, mami lagi di salon nih, lagi di pijat pijat punggung dan kepala, enak banget sayang ! sama si Mawar langganan mami di salon. Ya nanti telepon lagi aja ya, kalau sudah nanti mami kabarin lagi, dah.. sayang," Tari mengakhiri sambungan ponselnya..
Tari menutup teleponnya, namun karena tangannya sudah terlanjur memegang ponsel, maka Tari pun membuka galeri galeri fotonya, ia bermaksud memperlihatkan foto foto anaknya di singapura itu kepada Mawar..
"Ini dia nih, teman anak saya yang tunangan itu, ini anak saya dan ini calonnya Yuta, mereka berdua ini temannya yang tunangan itu, Tari memperlihatkan foto itu kepada Mawar..
Betapa terkejutnya Mawar saat melihat orang yang ada di dalam foto itu, seketika perasaan sesak memenuhi dadanya, seakan udara di dunia ini begitu sedikit, membuatnya harus berusaha agar mendapatkan asup oksigen yang dapat membuatnya untuk terus bernafas..
Mawar sempat terdiam mengamati foto itu, ia menahan perih hatinya yang ia rasakan sekarang, seketika air mata di pelupuk matanya menumpuk, namun Mawar harus menghalau itu semua dan ia tidak boleh lemah apalagi tidak profesional di depan customer nya saat ini..
"Oh.. itu temannya ya mbak ?, tapi saya kenal ya sama laki laki ini,'' Mawar mengamati foto itu..
"Oh iya, kamu kenal ?, jangan jangan.. dia mantan pacar kamu ya ?'' Tari dengan spontan menggoda Mawar..
"Oh, gak mbak.. gak, bukan, bukan kok !" seketika Mawar tergagap menjawab candaan mbak Tari..
"Bercanda kok mbak Mawar, jadi kenal dimana ?"..
"Iya, itu kalau gak salah adiknya bu Vera pemilik salon ini." Ucap Mawar..
__ADS_1
"Oh ya ?, oh.. jadi kakaknya itu pemilik salon ini ya, memang sih dia ada bilang katanya kakaknya itu punya usaha di bidang kecantikan, cuma aku gak mikir kalau ternyata kakaknya itu yang memiliki salon ini"..
"Iya mbak, itu adiknya bu Vera yang merupakan adik kandungnya sendiri." Mawar memberitahukannya lagi..
"Aku pikir.. tadi dia itu mantan pacar kamu, heheh.." wanita itu kembali bercanda..
"Ya gak mungkin lah mbak, masa iya adiknya Bos pacaran sama karyawan kayak saya sih mbak." Sangkal Mawar pelan..
"Loh memangnya kenapa juga ?, kamu tuh cantik banget kok !, suamiku aja dulu waktu nikahin akun tahu gak aku siapa nya ?, aku ini cuma anak pembantu di rumah mereka, tapi karena dia memang cinta sama aku, ya dia memperjuangkannya sampai bisa nikah deh sekarang aku sama dia," cerita wanita itu..
"Masa sih mbak !, wah beruntungnya mbak dapat laki laki yang begitu tulus menyayangi mbak", puji Mawar akan cerita wanita itu..
"Iya, itulah yang namanya cinta ya gak ada yang tahu !, betul kata orang cinta itu buta, jadi kalau sudah cinta semua nya akan di perjuangkan agar bisa bersama. Jadi kalau ada laki laki yang dengan mudahnya meninggalkan kita, ya berarti dia belum cinta dong sama kita, ngapain kita sibuk sibuk mikirin dia, ya kan mbak Mawar ?" ujar mbak Tari..
Mawar merasa tertampar dengan ucapan pelanggannya ini, seolah tepat sasaran. Ia merasa tersindir oleh kata katanya, namun ada baiknya dari situ Mawar sedikit sadar kalau ternyata ia memang lah bodoh dan polos, masih saja mengingat mas Yuda yang memang tidak mencintai nya lagi..
"Iya benar tuh mbak." Mawar memasang alat pemanas uap di kepala Tari. "biarkan dulu ya mbak, agar obatnya meresap ke rambut, agar hasil rambutnya semakin halus." Mawar merapikan handuk yang melingkar di kepala, Mawar ingin sekali cepat cepat mengakhiri obrolan hari ini yang membuat hatinya begitu sakit, gara gara penampakan foto yang di perlihatkan oleh mbak Tari tadi..
"Ternyata benar apa yang di ucapkan oleh mbok Inem, kalau mas Yuda akan segera menikah, sekarang saja mereka sudah tunangan, itu artinya pernikahan mereka tidak mungkin akan di batalkan. Aku berharap pernikahan itu masih lama, dan aku juga berharap di saat aku menyaksikan pernikahan itu kelak, aku juga telah memiliki seseorang yang menjaga hatiku dan menerima diri ku dengan tulus," harapan hati kecil Mawar..
Tidak tahu kenapa terkadang dunia ini terasa begitu sempit, Mawar berusaha untuk melupakan semua tentang mas Yuda. Tapi apa mungking ya ini cara Tuhan utnuk membantu Mawar segera menghapus mas Yuda di hatinya, sedikit demi sedikit kabar tentang mas Yuda yang tentu semakin melukai hati nya terus terungkap, dan terus terdengar di telinganya, inilah pertanda kalau Mawar memang harus melupakan semua kenangan bersama mas Yuda, karena semua itu sudah tidak ada artinya, bahkan lelaki di sudah tidak ada artinya, bahkan lelaki di seberang sana tidak mengingatnya sedikit pun..
'Ayo Mawar buka telingamu, buka mata mu dan buka hati mu !, yakin lah akan ada seseorang yang menyayangimu, dan menerima apa adanya di rimu !', Mawar memberikan semangat untuk dirinya yang saat ini sedang terpuruk, karena baru saja melihat lelaki yang menjadi perusak hatinya gitu sekarang tersenyum bahagia dengan wanita nya..
"kenapa loe Mawar ?, keliatan bete banget gue perhatiin dari tadi,'' tanya Eca kepada Mawar..
"Masa sih, gak kok biasa aja ini, maklum kan kecapean." Kilah Mawar..
"Capek fisik apa capek sama hati ini ?" tanya Eca dengan nada yang mengintimidasi..
"Capek fisik lah, loe tahu kan kalau mbak Tari datang ke salon, satu harian gue harus melayani dia"..
"Iya sih, tapi kan sesuai bonusnya." Sahut Eca,,
"Iya juga sih, makanya agak berkurang gini capeknya, kalau gak sih.. udah tepar gue sekarang Ca"..
"Bukannya hati loe yang capek, habis ngeliat foto seseorang ?" sindir Eca..
"Ya tahulah, gue kan di sana, masa gue gak denger sih !, biarpun kuping gue ketutup rambut, tapi pendengaran gue jangan di ragukan." Ujar Eca..
"Emang apaan Ca ?, kalau loe emang beneran dengar ?" tanya Mawar sedikit meremehkan..
"Foto mas Yuda kan, sama tunangannya, meremehkan gue loe ya, keahlian mata mata gue itu melebihi dari intel Mawar !" gurau Eca..
"Iya.. iyaa.. gue percaya deh Ca"..
"Sakit sih memang, tapi ngapain juga sih di pikirin !, cuma menyiksa diri loe sendiri deh, gak ada manfaatnya yang ada malah tambah sakit hati loe nya gak bisa sembuh sembuh !" tegas Eca kepada Mawar..
"Gue gak mikirin, cuma agak aneh aja ternyata dunia itu begitu sempit banget ya Ca"..
"Ya begitu lah Mawar, eh tapi siapa tahu.. nanti loe punya pacar dan tenryata pacarnya juga kenal sama mas Yuda, memang dunia itu sempit banget kalau sampai kejadian"..
"Ya gak mungkin lah !, gue aja gak ada kenal sama teman temannya mas Yuda, masa iya.. tiba tiba gue pacaran, tuh orang kenal sama mas Yuda,'' kilah Mawar..
"Ya kan mana tahu say, hari esok dan ke depan kan kita gak ada yang tahu, siapa tau loe kenal cowok di jalan, eh ternyata cowok itu kenal dengan mas Yuda, atau mungkin ternyata cowok itu rekan bisnisnya mas Yuda, bisa jadi kan !" Eca masih dengan perandaiannya..
"Mungkin, tapi gak mungkin deh !", tekan Mawar..
"Udah deh, dari pada bete, sedih kalau ingat itu cowok, maksud gue si Yuda yang ganteng, tapi udah nyakitin hati loe itu, mending malam minggu nanti loe ikut gue aja deh !" ajak Eca..
"Kemana ?, jangan bilang loe mau ngajakin gue ke diskotik lagi !" Mawar langsung negatif thinking terhadap Eca..
"Kalau loe mau, gue langsung oke." Eca malah sengaja membuat Mawar kesal..
"Ogah !, gue gak mau ke tempat itu." sungut Mawar..
"Gak kok, itu om gue lagi ngadain acara ulang tahunnya, tapi yang datang itu cuma teman teman satu frekuensi sama dia, yang ada punya sugar baby"..
"Sugar baby ?, apaan tuh... bayi gula ?" ucap Mawar dengan sangat polos..
"Ya ampun Mawar !, loe itu polos apa bego sih !" Eca nampak menepuk pundak Mawar..
__ADS_1
"Maksud loe apaan sih, kok malah di bilangin gue kayak gitu, ya.. gue kan gak tahu hal yang begituan, apalagi apaan tu sugar baby ?" Mawar sedikit cemberut..
"Sugar baby itu, ya gue. Jadi om om yang punya simpanan cewek muda kayak gue, kayak loe gitu, namanya sugar baby. Dan sebaliknya, gue yang punya pacar kayak om om itu, om itu sebutannya sugar daddy, gitu." Jelas Eca dengan nada centik khasnya...
"Oh begitu, tapi.. om loe sama temen temennya pada punya pasangan, terus gue ngapain dong Ca ?, nungguin kalian gitu, kayak kambing congek dong !" titah Mawar sedikit ngotot..
"Haha.. lucu banget sih loe Mawar, ya gak lah !, loe jadi obat nyamuk buat kita semua." Eca memang senang membuat Mawar terlihat kesal dengan kepolosannya..
"Enak aja !, mending gue tidur di rumah dari pada jadi obat nyamuk buat kalian, gila !" ketus lagi, wajahnya semakin masa dan cemberut..
"Jadi.. ntar malam tuh dia ulang tahun, terus dia nyewa kayak satu ruangan VIP gitu, dan yang di undang itun teman teman yang satu frekuensi sama dia, baik yang punya pasangan atau yang belum punya pasangan, gitu loh." Eca kembali menjelaskan..
"Terus.. kalau semuanya emang udah punya pasangan, gue bisa apa Ca ?" tanya Mawar lagi..
"Pasti ada yang gak punya pasangan, loe lihat aja deh nanti !, makanya mendingan loe ikut aja, dandan yang cantik siapa tau aja loe bisa dapat sugar daddy kayak punya gue, kaya raya, tajir melintir, bisa jadi penghasil uang buat kita." Rayu Eca terdengar begitu menggiurkan di telinga Mawar..
"Ntar deh, gue pikirin dulu, gue rasa rasa dulu badan gue Ca capek apa gak, soalnya semalam kan gue habis nemenin Fiqi ya." Jawab Mawar..
"Ya ampu, loe nemenin Fiqi kayak loe habis kerja lembur aja, emangnya Fiqi harus di gendong kayak bayi gitu, bada loe bisa capek capek, aneh loe Mawar !" giliran Eca yang sepele dengan ucapan Mawar, Eca memang sangat pandai mematahkan omongan lawan bicaranya..
"Ya gak gitu kali Ca, tapi kan namanya tidur di tempat orang itu, gak senyaman tidur di kamar sendiri, jadi badan gue kayak sakit sakit gitu deh !" kilah Mawar, padahal sesungguhnya badannya sakit, di karenakan ia habis menopang tubuh Ruslan semalam, dan sekarang sendi sendinya memang masih terasa sedikit ngilu..
"Loe pikirin aja dulu deh Mawar, kalau loe mau ikut bilang aja ke gue !, biar gue juga kabarin tuh sugar daddy gue, biar bisa undang temannya yang belum punya pasangan, ya mana tau bisa jodoh sama loe , ya kan Mawar ?"..
"Eca, customer manggil loe tuh, katanya rambutnya minta di cuciin." Gina memanggil Eca yang sedang asik mengobrol dengan Mawar di ruangan istirahat..
"Oke bos." Eca beranjak dari ruangan itu..
Mawar memikirkan ajakan Eca, memang ia merasakan capek, tapi pikirannya sangat suntuk, ia butuh hiburan untuk bisa melupakan mas Yuda di otaknya, dan juga untuk bisa menyingkirkan Ruslan yang mengusik sedikit hatinya akhir akhir ini..
'Kayaknya boleh juga nih tawaran dari si Eca, sekali kali kan buat hiburan diri sendiri, biar gue gak stress, kelamaan di rumah setiap malam ming.' Gumam Mawar di dalam hati nya..
"Eca, kayaknya gue terima deh tawaran loe tadi, gue ikut deh dari pada gue suntuk, terus biar kelihatan anak mudanya gitu, gue ikut ya malam mingguan"..
"Nah gitu dong, sekali kali menikmati malam minggu di masa muda ya kan ?", Eca tersenyum karena Mawar tergoda akan rayuannya..
"Sampai jam berapa Ca ?, tapi kan hari minggu ya.. kita mesti kerja, ntar gue ngantuk lagi gara gara kemalaman pulangnya." Ujar Mawar sedikit khawatir..
"Ya biasa lah, sampai jam 12 paling malam, loe minum kopi aja biar gak ngantuk siangnya biar tetap bisa kerja. Tapi gue bisa kok, walaupun sering malam mingguan, tapi hari minggunya gue seger seger aja tuh kerjanya !", Eca memberikan semangat kepada Mawar..
"Itu kan elo Ca, bedalah sama gue, loe kan burung hantu." Canda Mawar kepada temannya yang memang kalau malam sering keluar bersama pacarnya itu..
"Sialan loe !, eh burung hantu tuh mahal tau, kayak gue mahal, hahah.. " Eca selalu tidak mau kalah dalam bicara..
"Jadi.. nanti malam kita pakai baju apa nih Ca ?, gue gak mau terlalu terlihat seksi kayak waktu ke diskotik, malu gue begitu Ca, dingin ntar masuk angin," Mawar mengingatkan Eca pada kejadian waktu di diskotik dulu..
"Pakaian mah bebas bebas aja Mawar, suka suka loe aja deh !, gimana loe nyamannya aja gitu"..
"Oh.. oke deh Ca, kita berangkatnya nanti jam berapa ?"..
"Jam delapan dari rumah, sampai sana jam sembilanan lah"..
"Riri gak loe ajakin juga Ca ?, makin seru kalau kita bertiga." Tanya Mawar..
"Riri kan gak jomblo kayak loe Mawar, dia kan udah punya cowok juga, gak mungkin lah gue ajakin dia, gue gak mau merusak hubungan orang, walaupun gue nakal gini tapi gue tuh gak suka merusak hubungan orang, apalagi hubungan sahabat gue." Jelas Eca..
"Mantap !, gue suka gaya loe Ca." Puji MAwar sambil menunjukkan jari jempolnya kepada Eca"..
"Mawar.. sudah siapa belum ?, gue udah siap nih." Teriak Eca dari depan pintu kamar Mawar yang masih tertutup..
"Gue udah siap kok dari tadi, bentar ya.. gue lagi cari parfum gue nih, terselip di tas satunya." Sahut Mawar dari dalam..
"Oke, buruan ya.. gue udah pesan taksi online nih, bentar lagi datang taksinya"..
"Oke.. oke.. tunggu gue di depan, gue gak lama kok"..
Mawar mengenakan parfum aroma vanilla kesukaannya, malam ini ia mengenakan crop top bewarna hitam dengan kancing dua di bagian dadanya, dan juga Mawar mengenakan celana jeans high waist andalannya, Mawar memang sangat menyukai jeans untuk melengkapi penampilannya jika ia pergi bersama temannya..
Malam ini ia mengenakan sandal santainya yang bewarna coklat, senada dengan tas kecilnya yang juga bewarna coklat. Mawar mengurai rambutnya dan juga ia selalu tidak lupa jika bepergian di malam hari, Mawar selalu membawa jaket jeansnya agar ia tidak kedinginan..
"Gue pakai baju kayak gini aja ya Ca, gak apa apa kan ?" tanya Mawar kepada Eca sambil memperlihatkan penampilan nya malam ini..
"Oke kok, kan gue bilang.. suka suka loe aja deh, gak ada yang larang asalkan jangan pakai bikini aja, bisa bisa ntar semua teman om om gue itu pada mengeroyok loe nantinya haha." Canda Eca..
"Gila aja loe Ca !, masa iya gue pakai bikini, berenang aja gue gak mau tuh pakai bikini." selah mawar cepat..
"Ih gue malah malu banget tuh pakai bikini, kayak bule bule berenang di pantai gitu seandainya saja di pantai itu di perbolehkan, atau mungkin gak banyak orang di sana ?" tanya Mawar asal..
"Ya gak lah, ngapain gue malu !, badan guekan mulus, putih, bersih seharusnya ya.. kita yang punya badan bagus kayak gini harus bangga dan memperlihatkan kelebihan kita kepada semua orang, biar orang orang pada iri sama kita Mawar," ucap Eca sedikit nyolot..
"Dasar loe ya Ca !, emang beda dari yang lain nya"..
"Tuh taksinya sudah datang, ayo buruan kita naik biar gak telat datang kesana, gue udah sabar nih pengen nikmatin ruangan karaoke itu, sambil minum kan, pastinya bakalan asik banget dan yang pasti malam ini om gue ngasih duit banyak banget. Bisa banget buat kirim orang tua gue nanti di kampung, mereka pastinya bangga banget sama gue." Eca berkata sedikit sombong..
__ADS_1
"Loe sering ya ngasih orang tua juga di kampung Ca, uang dari pacar loe ?" Mawar jadi ingin tahu..
"Jelaslah Mawar, loe gak tahu kan kalau orang tua gue di kampung sekarang lagi bangun rumah buat gue disana, dua lantai.. keren gak ?, ya.. itu semua dari om gue dong." Eca begitu bangga memamerkan hasil jerih payahnya menjalin hubungan dengan laki laki yang lebih tua dari nya itu, ia berharap Mawar akan mengikuti jejak nya saat ini..