Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Meeting


__ADS_3

Langkah nya pasti dan begitu percaya diri menaiki lift ini, hingga sampai ke lantai di mana usaha ya ia banggakan semakin banyak di kenal orang, di bukanya pintu kaca yang sudah seminggu ini tidak di lihat nya, dan memperhatikan seisi ruangan yang sangat di rindukan nya, hanya ada satu karyawan yang di lihat nya di meja kasir depan itu yaitu Gina..


"Selamat pagi Gina, kemana yang lain ?'', sapa Vera ramah pada Gina yang sedang sibuk mengoperasikan komputer, memasukkan data tentang harga treatment terbaru..


"Selamat pagi juga bu Vera, mereka semua sedang berada di ruangan istirahat, dan saya sudah memberikan katalog terbaru yang harus mereka pahami untuk produk terbaru ini bu.'' Jawab Gina..


"Oke, sebentar lagi kamu panggilkan mereka ya untuk kita meeting sebentar lagi, hanya satu jam saja, soalnya saya gak bisa lama lama karena saya masih banyak urusan lain hari ini." Vera menyuruh karyawan kepercayaan nya itu..


"Baik bu, nanti saya akan panggilkan mereka, tunggu sebentar ya bu,'' Gina pun langsung bergegas memanggil teman teman nya yang sedang membaca kertas yang di berikan oleh Gina tadi..


Disaat Gina memanggil teman teman nya itu di ruang karyawan, Vera pun melihat data komputer di meja kasir itu, ia ingin mengecek bagaimana proses salon selama seminggu ini di tinggalkan nya, karena di komputer itu terlacak jelas berapa pengunjung di perharinya, apa saja produk yang habis perhari nya, dan juga bagaimana absensi karyawan nya di setiap hari nya..


"Hah, Mawar tidak masuk dua hari ?" Vera mengerutkan kening nya saat mulai membaca absen tentang karyawan nya dan mendapatkan Mawar tidak masuk dua hari..




"Teman teman, bu Vera sudah datang tuh, cepat katanya sebentar lagi kita mau meeting tapi hanya satu jam saja, soalnya beliau lagi buru buru mau pergi juga, kita siap siap sekarang ya, jangan lupa juga merapikan penampilan kalian !" Gina mengingatkan ketiga teman nya itu..



Mereka semua langsung beranjak dan merapikan penampilan masing masing, apalagi Eca yang memang belum menata rambut nya saat ini, ia sibuk menyisir rambut nya agar terlihat lebih rapi, ada juga yang menambah polesan lipstik pada bibir nya agar lebih merona, dan juga Mawar yang saat ini merapikan seragam nya, agar tidak terlalu kelihatan kusut akibat setrikaan yang tidak panas pagi tadi sehingga hasil nya tidak terlalu rapi ini..



Kini ke empat gadis itu sudah duduk di hadapan Vera, Bos mereka sudah siap dengan laptop nya akan memberikan arahan kepada ke empat karyawan nya ini, dia akan menjelaskan tentang produk yang akan di bawa nya ini, dan juga kelebihan serta keuntungan pengunjung jika menggunakan produk ini..



Mereka semua begitu mendengarkan dengan seksama, dan pasti nya harus fokus menyimak serta mengingat dan juga mencatat apa apa saja point yang di terangkan oleh Bos nya Vera itu, karena mereka sangat tahu betul kalau Bos nya itu tidak suka untuk mengulang penjelasan untuk kedua kali nya, jadi saat ia menjelaskan maka karyawan nya harus paham..



Di situlah letak kelemahan Riri, sangat sangat tidak suka bila di suruh mengingat semua itu, selalu saja dia merasa kelabakan mencatat semua nya, untuk saja ada Mawar yang selalu bersedia di mintai tolong oleh nya, untuk memberikan contekan dan bantuan dari penjelasan Bos nya itu..



'Aduh bete banget sih gue ! bu Vera nih ya ngomong nya cepat banget sih, pakai bahasa inggris lagi segala istilah istilah nya, gue kan jadi gak ngerti ya !' gerutu Riri di dalam hati yang kesal saat ini, karena ia tidak tahu harus menulis apa tentang produk yang di luncurkan ini, banyak istilah bahasa inggris nya sehingga membuat dia begitu pusing..



"Oke ya, ngerti gak dengan apa yang saya jelaskan hari ini ?, kalau kalian gak mengerti tolong segera bertanya, saya gak mau kalian ada yang salah di dalam penyampaian nanti dengan customer, Vera memberikan arahan kepada ke empat karyawan nya itu"..



Mereka semua terdiam, seperti nya tidak ada yang ingin bertanya, apa lagi si Riri dia memang sangat tidak ingin bertanya, dia hanya akan bertanya kepada ketiga teman nya nanti, dari pada harus bertanya kepada Bos nya itu, karena bagi nya melihat wajahnya itu cukup menakutkan bagaikan melihat guru killer di sekolah nya dulu..



"Gimana, apakah ada salah satu orang disini yang mau bertanya, sudah paham kah semua nya, apakah semua nya sudah jelas, saya gak mau nanti malah ada yang bertanya ke teman nya, sedangkan teman nya sendiri pun belum paham, jadi lebih baik di tanyakan sekarang kepada saya langsung !" tegas Vera..



"Untuk saat ini kami belum ada pertanyaan dulu bu, karena kami masih mempelajari apa saja kandungan yang ada di dalam produk baru ini, dan juga kan kami belum mendapatkan respon dari customer yang nanti menggunakan nya, jadi nanti kalau sudah ada customer yang mencoba produk baru ini, dan dia memberikan review atas hasil nya, baru lah kami bisa bertanya dengan ibu, apa saja sih solusi dalam mengatasi keluhan costumer nanti nya'' Gina menambahkan, Gina memang terlihat selalu paling pintar di antar ke empat teman teman nya ini..

__ADS_1



"Oke, baiklah Gina, saya rasa kamu yang paling paham ya dengan penjelasan saya, jadi kalau ada teman teman yang kurang paham tolong kamu bisa nanti luruskan dan jelaskan kepada mereka, mungkin mereka lebih nyaman jika kamu yang menjelaskan ketimbang saya, saya minta kamu bisa memberikan yang terbaik untuk salon ini, karena saya sudah mempercayaimu dengan baik ya Gin.'' Pinta Vera..



"Baik bu,'' jawab Gina singkat yang tidak lupa di sertai dengan senyuman yang manis..



Mendengarkan apa saja perintah Vera, dan juga tentang kenaikan harga serta perubahan macam macam item treatment di salon itu, menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, dan seperti nya sebentar lagi meeting pun akan berakhir..



"Oke ya semua nya, sampai di sini aja dulu hari ini meeting kita tentang produk baru ini, saya berharap produk baru ini bisa laris di pasaran, banyak di minati oleh pengunjung karena hasilnya memang memuaskan"..



Setelah selesai meeting maka salon pun di buka kembali dan baru boleh mulai menerima customer, namun saat teman teman yang lain mulai melayani customer, Vera pun mulai memanggil Mawar secara pribadi ke ruang istirahat dan saat ini mereka sedang berdua di sana..



"Mawar kamu ikut saya sebentar ya ke ruang karyawan, saya ada yang mau di bicarakan dengan kamu !" perintah Vera..



"Baik bu,'' hati Mawar bertanya tanya apa yang akan nanti di bicarakan oleh Vera, tentu saja membuat jantung nya kembali berdegup kencang, ia sangat takut kalau ia telah melakukan kesalahan..




"Oh itu, iya bu, saya memang dua hari gak masuk kerja,'' jawab Mawar sedikit terbata tentu nya di iringi rasa takut nya kepada Vera..



"saya bukannya tidak memberikan izin ke pada kalian, tapi saya juga punya aturan, kalian boleh minta izin itu dalam sebulan maksimal dua kali ya, bukan dalam seminggu !, jadi tolong deh di pahami !" Vera berkata dengan tegas tanpa melihat wajah Mawar, ia terus memunggungi Mawar..



Mawar hanya bisa terdiam saja mendengar kata kata Vera Bos nya itu, dari tadi ia tidak tahu harus menjawab apa, tidak tahu kenapa bila berhadapan dengan orang yang seakan mengintimidasi nya ini lidah Mawar begitu terasa kaku, dan dia bingung harus mengatakan apa..



"Mawar, bisa kamu kasih penjelasan dan alasan kenapa bisa gak masuk selama dua hari, coba jelaskan kepada saya biar saya gak jadi marah sama kamu !" pinta Vera sinis..



"Iya ibu, saya minta maaf selama seminggu ibu pergi, saya sudah mengambil cuti selama dua hari ini, yang pertama saya pergi menemani Fiqi ujian karena hati itu Indah gak bisa ikut, karena Indah pengasuhnya Fiqi pergi pulang kampung untuk merawat orang tua nya yang lagi sakit, dan yang kedua..'' Mawar menggantungkan kalimat nya, karena ia tidak mungkin meneruskan kalimat ini, rasanya alasan dia pingsan kurang begitu logis jika di dengan oleh Vera Bos nya itu..



"Yang kedua apa Mawar, kenapa kamu berhenti tiba tiba begitu saja ?"..


__ADS_1


"Oh yang kedua saya izin juga bu, karena saya hari itu gak enak badan, saya merasa lemas, kepala saya pusing, jadi saya minta izin untuk tidak bekerja kemarin,'' jawab Mawar ia memang tidak bisa untuk berbohong..



"Oke baiklah, kalau sekali lagi kamu izin dalam bulan ini, mohon maaf saja saya bukan nya bertindak kasar ya, tapi saya sudah tidak bisa mempekerjakan kamu lagi di sini, karena saya sudah kurang suka dengan orang yang tidak bisa disiplin dan juga orang pemalas !, karena bagi saya waktu itu adalah uang.'' Tekan Vera..



"Baiklah, karena kamu alasan nya menemani Fiqi, bisa saya  maafkan, tapi untuk yang hari keduakamu tidak bisa memberikan alasan yang tepat kepada saya, maka jika kamu izin lagi, saya katakan lagi mohon maaf kamu harus angkat kaki dari salon ini ya !, maaf saja saya tidak bisa menerima kamu lagi !" Vera mengulangi peringatannya kepada Mawar..



"Baik bu, saya tidak akan melakukan nya lagi saya janji.'' Jawab Mawar..



"Oh ya Mawar, kamu sudah tahu belum kalau adik saya Yuda sudah tunangan di singapura di sana ?" tiba tiba Vera mengatakan hal lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan..



Mawar pun terkejut mendengar pertanyaan dari Vera Bos nya itu, namun ia tidak ingin memperlihatkan kekalutan nya itu, maka ia pun berusaha untuk bersikap biasa saja, ''sudah bu, kebetulan saya sudah tahu, semoga mereka bisa menjadi pasangan yang bahagia selalu sampai akhir hayat." Harap Mawar..



"Ya tentu saja, mereka pasti akan bahagia, karena mereka pasangan yang serasi, sama sama berpendidikan dan sama sama dari keluarga terpandang dan juga sama sama memiliki usaha dan bisnis yang banyak. Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak bahagia, bukan begitu Mawar ?" kesempatan Vera untuk memanas-manasi Mawar, karena Vera begitu tahu kalau Yuda itu dulu begitu menyukai Mawar dan sempat akan menjalin hubungan..



"Ibu benar, mereka memang sangat serasi"..



"Ya tentu saja dong, untung saja ya saya bisa cepat kirim Yuda ke singapura, sebelum dia semakin naksir berat sama kamu ya Mawar !, saya akui adik saya itu memang menyukai kamu, dia bilang dengan saya, tapi mohon maaf saja saya tidak bisa menyetujui hal itu, saya rasa kamu paham akan alasan nya kan"..



Mawar hanya bisa terdiam saja, mendengar celotehan Vera yang membuat kuping nya panas pagi pagi ini..



"Karena kamu dekat dengan putra saya Fiqi, dan Fiqi pun merasa nyaman dengan kamu, maka saya gak akan memperpanjang masalah kamu izin selama dua hari itu, dan saya gak tahu percaya atau tidak dengan alasan yang kamu berikan tadi, tapi saya minta tolong kamu usahakan kedepan nya jangan pernah datang telat dan jangan mencoba untuk izin lagi tanpa adanya alasan yang tepat atau karena sesuatu hal yang penting, saya mohon ya kepada kamu !, jika kamu melakukan hal itu lagi, maaf saya gak akan mau mempekerjakan kamu lagi, silahkan saja kamu untuk kerja di salon salon yang lain !"..



'Kenapa bu Vera jadi membicarakan mas Yuda ya, padahal kan itu tidak ada hubungan nya dengan pekerjaan, apa dia memang sengaja atau gimana, bikin mood aku rusak pagi pagi gini' keluh Mawar di dalam hati nya..



"Memang nya kamu tidak cemburu ya Mawar !" suara Vera masih terdengar sinis..



"Cemburu kenapa bu !, ah maaf maksud saya, saya gak ada hubungan apa apa dengan beliau, jadi tidak mungkin kan saya untuk cemburu bu.'' Jawab Mawar..


__ADS_1


Mawar merasa tegang berada satu ruangan dengan Vera Bos nya ini, yang merupakan istri dari Ruslan dan juga kakak kandung dari mas Yuda, tidak bisa di bayangkan kalau memang ia benar benar menjadi istri nya mas Yuda, tentu saja hidup Mawar akan di bawah naungan kakak nya itu, akhir nya Mawar sedikit menyadari keuntungan nya di tinggalkan oleh mas Yuda..


__ADS_2