Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Memilih Kamu


__ADS_3

Mawar tidak menyangka kalau hari ini perjalanan nya begitu panjang, dan di luar dugaan nya sama sekali kalau hari ini ia juga bertemu dengan Ruslan, padahal sama sekali tidak terbesit sedikit pun di hatinya akan berjumpa dengan laki laki yang memang di sukai nya ini, di pesta pernikahan tadi..


'Kenapa ya, aku selalu bertemu dengan pak Ruslan ?, apakah ini yang dinamakan jodoh, tapi masa iya sih aku berjodoh dengan suami orang, ' Desis Mawar dalam hati nya sambil melirik Ruslan sekilas..


Setelah mendapatkan apa yang di cari nya, Mawar dan Ruslan pun kini kembali menuju mobil mereka, tidak terasa ternyata hari memang sudah sore menunjukkan pukul 5 sore. Kenapa saat bersama pak Ruslan waktu begitu cepat sekali berlalu, tapi kenapa saat bekerja waktu sangat terasa lama, menunggu jam pulang yang hanya tinggal beberapa jam saja, aku terkadang sampai bosan harus melakukan apalagi, kalau sudah tidak ada customer masuk ke salon..


Ruslan mengeluarkan mobilnya dari parkiran, ia melakukan mobil cukup kencang, karena baru saja ia telah menerima pesan dari Vera, yang mengatakan kalau ia mulai lelah bermain dengan Fiqi seharian ini, dan meminta Ruslan agar segera pulang untuk menggantikan nya bermain bersama Fiqi..


'Ada ada saja baru pun satu hari dia menemani Fiqi, dia bilang sudah bosan !, tapi kalau menyangkut masalah pekerjaannya yang berhari hari itu, tidak ada sedikit pun kata capek. Dia begitu semangat sampai ia lupa dengan anak dan suami nya, aku lama lama semakin bosan pada Vera !' kekesalannya sangat terlihat di wajah Ruslan saat ini..


Mawar melirik Ruslan sekilas ia menangkap ekspresi wajah Ruslan saat ini, namun Mawar tidak mungkin lancang bertanya, tidak mungkin juga sok tahu membahas apa yang Ruslan rasakan sekarang, Mawar lebih memilih diam dan tidak berkata apapun, karena menurut Mawar lebih baik diam diam bandingkan harus bicara namun tidak berbobot, ataupun memberikan solusi kepada permasalahan seseorang..


Saat di dalam Mall tadi, Mawar sempat membelikan minuman dingin dalam cup, ia pun mengambil dan membuka minuman yang merupakan sari perasan jeruk, namun sebelum Mawar meminumnya, ia berinisiatif untuk menawarkan kepada Ruslan terlebih dahulu..


"Pak Ruslan, mau minum ?" tanya Mawar sambil menyodorkan cup itu kepada Ruslan..


Ruslan yang hatinya dongkol menoleh ke arah Mawar, memang kerongkongan nya terasa kering, ia merasa sangat haus, jadi momen pas bila Mawar menawarkan itu padanya, tapa ragu sedikit pun Ruslan meraih cup minuman itu dari tangan Mawar, dan langsung meminum dari sedotan besar yang sudah di sediakan dalam cup itu..


"Terimakasih Mawar, kebetulan saya memang lagi haus, terakhir minum di pesta tadi, " ucap Ruslan singkat kepada Mawar..


"Ya pak sama sama, " Mawar pun mengambil kembali cup itu dari tangan Ruslan, dan kembali menyimpannya disamping tempat duduk..


"Minuman itu untuk saya ya ?" tanya Ruslan yang pandangannya terus fokus ke depan mengemudikan mobilnya..


"Oh ini, tadi saya beli di dalam, kalau pak Ruslan mau boleh diminum lagi kok pak," Mawar akan mengambil cup itu lagi..


"Bukan, maksud saya.. memang kamu memberikan minuman itu ke saya, atau kamu tidak mau meminumnya, karena minuman itu sudah saya minum duluan ?" tanya Ruslan..


Mawar langsung terdiam mendengar pertanyaan Ruslan..


"Oh.. iya pak, saya habis ini kok, saya baru aja mau meminumnya pak," Mawar terbata menjawabnya..

__ADS_1


Tentu saja Mawar merasa canggung harus meminum di satu cup yang sedotannya sudah bekas mulut Ruslan, saat ini kan mereka belum terikat hubungan apa apa. Tapi karena ia merasa segan, dan merasa tidak enak kepada Ruslan, Mawar terpaksa akan meminumnya agar Ruslan tidak tersinggung..


Saat Mawar akan menempelkan bibirnya ke sedotan minuman itu, tiba tiba Ruslan menutup bibir Mawar dengan tangan kiri nya..


"Jangan terpaksa, kalau memang tidak mau minum bekas mulut saya, saya tidak masalah kok Mawar, saya kan hanya bertanya,"..


Mawar di buat terkejut dengan gerakan tangan Ruslan yang refleks saat ini menempel di bibirnya yang masih terpolesi lipstik berwarna pink itu, dan Mawar pun tidak bisa berkata apa apa..


"Maaf saya gak sengaja Mawar," Ruslan menyadari kalau tangan nya masih menempel di sana, dan ia langsung segera menariknya mengembalikan posisi tangan pada kemudi mobilnya..


"Aku harus bagaimana ini, sebenarnya aku sangat ingin meminumnya, tenggorokan ku sangat kering dan minuman ini sangat begitu menggoda, kalau aku minum nanti pak Ruslan berpikir kalau aku mau saja minum bekas sembarang orang, kalau tidak minum, bisa bisa pak Ruslan tersinggung," Mawar dilema saat ini..


"Minumannya untuk bapak saja ya, saya minum air mineral saja, pak Ruslan pasti punya air mineral kan di mobil ini ?" tanya Mawar..


"Ada di belakang, kamu ambil saja Mawar," nada bicara Ruslan datar..


Mawar merasa tidak enak hati dan takut Ruslan tersinggung atas sikapnya barusan, namun justru sebaliknya Ruslan salut dengan Mawar, yang tidak mau minum di bekas bibirnya, itu tandanya Mawar bukan wanita yang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan dirinya, jadi sangat wajar jika Mawar menolak minum di satu tempat yang sama dengan Ruslan..


"Oh ya Mawar, tidak usah cerita dengan teman teman kamu ya, kalau kamu menemani saya menghadiri undangan pernikahan di hotel tadi," pinta Ruslan kepada Mawar..


"Baik pak," Jawab Mawar..


Tanpa Ruslan minta pun, Mawar pasti akan melakukan nya, Mawar juga tidak ingin teman temannya tahu kalau ia sekarang ini sangat dekat dengan Ruslan, atau mungkin bisa di katakan hati mereka saat ini sama sama saling menyukai, hanya saja mereka masih diam satu sama lain..


"Sudah sampai nih Mawar, silahkan kamu istirahat ya, Terima kasih loh karena sudah mau menemani saya hari ini," Ruslan menghentikan mobilnya..


"Iya pak, saya juga terima kasih karena bapak sudah mau mengantar saya kerumah untuk kesekian kalinya, Mawar kini bersiap untuk turun dari mobil, ia pun merapikan bajunya, dan menyandang tas kecil miliknya, tangannya meraih pegangan pintu mobil, dan juga akan melangkahkan kaki kirinya..


"Mawar," Panggil Ruslan..


Tiba tiba kaki Mawar terhenti, saat pergelangan tangannya di raih oleh Ruslan, ia pun langsung menoleh ke arah suami Bosnya itu..

__ADS_1


"Iya pak, ada apa ya ?" tanya Mawar..


"Sampai jumpai lain waktu ya," Jawab Ruslan sedikit tergagap, kelihatannya kali ini dirinya lah yang salah tingkah di hadapan Mawar..


"Iya pak, sampai jumpa kembali, salam ya untuk Fiqi pak," Mawar pun kini meninggalkan mobil Ruslan berjalan menuju pintu rumahnya..


Ruslan kembali menginjak pedal gas mobil nya, mobil berjalan menuju rumah nya, dimana seseorang sangat bersemangat bila ingin pulang ke rumah, namun tidak dengan Ruslan, meskipun ia memiliki seorang istri yang sangat cantik dan menawan, bahkan tidak ada kurang apapun dari fisiknya, namun tidak membuat Ruslan bersemangat untuk memijakkan kakinya di rumah mewahnya saat ini..


Hanya karena ada buah cintanya disana yaitu Fiqi, tentu Ruslan sangat sadar akan kewajibannya, ia harus menemani Fiqi dan ia harus ada untuk Fiqi sampai dewasa kelak, jadi mau tidak mau Ruslan harus tetap mempertahankan pernikahannya dengan Vera, meskipun sudah tidak ada yang namanya kehangatan di antara mereka berdua..


"Kenapa aku tidak bisa menghalau bayangan gadis itu di otakku ya, apakah diriku benar benar sudah jatuh hati padanya, atau aku hanya sedang merasakan cinta sesaat saja, mungkin ini efek karena aku sedang bosan dengan istriku," pertanyaan itu berkecamuk di pikiran Ruslan..


Yang jelas saat ini Ruslan merasakan bahagia bila sedang bersama Mawar, ia juga merasa lebih bersemangat bila ada Mawar di dekatnya, dan juga tidak tahu kenapa ia merasa kalau Mawar bisa menghilangkan perasaan lelah dan kesal yang ada di hatinya..


'Aku harus mendekatinya secara perlahan, aku tidak ingin ia terkejut akan maksud yang akan aku sampaikan nanti, aku sudah tidak bisa menahan rasa ini, aku harus segera mengungkapkannya. Tapi apa mungkin ya ia akan bersedia menjadi pendamping simpanan ku, memang terdengar sangat tidak enak, tapi percayalah dia gadis baik baik, maka aku akan menyiapkan gadis sebaik dia'..


Lihatlah sudah timbul niat di hatinya untuk mengungkapkan, kalau ia memang menyukai Mawar dan ingin gadis itu menjadi bagian dari hidupnya. Namun ia bingung bagaimana cara mengungkapkan nya kepada Mawar, karena Mawar masih berusia sangat muda, Ruslan takut Mawar tidak mengerti, dan tidak menerima dengan apa yang Ruslan minta nanti nya..


Ruslan ingin Mawar jadi istrinya, namun tanpa menceraikan Vera, tentu saja itu sangat berat. Tapi besar keyakinan di hati Ruslan, kalau Mawar akan bersedia dan menerimanya dengan tulus, hanya saja Ruslan masih mencari waktu yang tetap untuk mengatakan semuanya..


'Aku rasa ini bukan cinta gila, karena aku menyukai nya dengan alasan yang tepat, yang pertama dia gadis yang baik dan juga sangat penyayang terhadap Fiqi anaknya, yang kedua dia sangat begitu menghargai ku dan juga dia gadis yang sangat jujur apa adanya, yang ketiga aku merasa nyaman di dekatnya, dia bisa meredakan rasa kesal dan emosi di hatiku, wanita seperti itulah yang aku cari selama ini'..


Tapi kenapa saat kutemukan sosok itu di saat aku sudah menikah dengan Vera, bahkan aku sudah memiliki buah cinta dengan Vera, yaitu Fiqi. Dia sekarang bahkan sudah berusia lebih dari lima tahun, aku tidak mungkin menghancurkan kebahagiaan Fiqi anakku, yang mana kebahagiaannya terletak di antara keharmonisan aku dan Vera..


Sebenarnya Ruslan sudah tidak bisa bersandiwara untuk bermanis manis dengan Vera, hanya karena memikirkan Fiqi anaknya. Ruslan terpaksa melakukannya, ia tetap mempertahankan pernikahan ini demi Fiqi, demi kebahagiaan anaknya Fiqi buah hati tercintanya..


'Aku harap dia mengerti akan keinginanku, aku harap dia juga bisa bahagia bersama ku kelak, tidak ada niatan di hatiku memanfaatkan nya sama sekali. Justru aku ingin menjaga nya, karena dia gadis yang baik, gadis seperti dia sangat mudah di sakiti oleh laki laki, dan sangat mudah dimanfaatkan oleh laki laki yang tidak bertanggung jawab..


Ruslan masih terpikir akan sosok Mawar, bayangan Mawar terus menari nari di pikirannya, sulit baginya untuk mengusirnya. Ruslan berusaha untuk meluapkan nya, namun bayangan Mawar semakin datang dan mengajak nya bersenda gurau di dalam khayalan..


'Mawar aku memilih kamu !, aku yakin kamu bisa menjalani nya, mungkin fisik dan wajahmu tidak kuat, tapi aku yakin kalau kamu mempunyai hati yang kuat dan tidak mudah rapuh. Aku yakin dan percaya kamulah yang cocok di posisi ini, tunggu aku mengungkapkan semuanya, aku harap kamu akan menerimanya,' desis Ruslan di dalam hatinya memikirkan bayangan Mawar yang begitu anggun dan mempesona..

__ADS_1


"Kenapa belum tidur !, biasanya jam segini sudah memejamkan mata, apakah kami sedang memikirkan seseorang ?" tiba tiba pertanyaan itu terdengar di telinga Ruslan..


__ADS_2