Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Hati Yang Tidak Karuan


__ADS_3

"Mawar, tadi pulang seminar jam berapa?" Tanya Gina sambil mengucek pakaiannya di dalam ember..


"Jam 5 subuh Gin," Mawar menjawab pelan..


"Tumben sampai pagi lama banget, biasa jam sebelas malam udah kelar loh," sahut Gina yang masih asik dengan cuciannya..


Mawar terdiam mendengar sahutan Gina, "anuuu Gin.. tadi itu.. banyak pertanyaan dari peserta seminar sama ada doorprize plus partynya juga gitu loh," Mawar tergagap memberikan sedikit alasan untuk menghindari dari Gina..


"Ohh, biasa bu Vera minta pulang duluan klo pas acara tanya sama doorprize, tumben ya mau ikutan sekarang," Gina bertanya dengan heran ke Mawar..


"Ohh.. itu.. aku tadi perginya ga bareng sama bu Vera," jawab Mawar..


"Loooh jadi kamu pergi sendirian aja Mawar?" Gina kaget..


Kok temannya yang pemalu ini berani pergi ke acara seminar ya sendirian..


"Aku di temani sama mas Yuda.." jawab Mawar..


"Apaaaa!!.. jadi kamu semalem bareng sama mas Yuda," tiba tiba Riri sudah ada di dekat Mawar ikut nimbrung dengan obrolan mereka berdua..


"Iiih Riri ngagetin aja ahhh," Mawar sedikit kesal..


"Maaf, habis aku kalau dengar nama mas Yuda langsung ketarik gitu kayak ada magnetnya haha," Riri pun tertawa..


"Lebay loe Ri," ejek Gina..


"Apaan sih Gin, ya aku kan belum dapat pengganti mas Yuda, jadi wajar dong aku masih mengagumi dia," sahut Riri manyun..


"Siapa bilang, loe kan udah ada yang gebet sekarang," Gina sedikit berteriak..


"Oh yaa, siapa?, iihh Riri ga ada bilang bilang ya," goda Mawar..


"Siapa?, aku aja ga tahu si Gina ngarang aja itu Mawar," Riri ikut bingung..


"Nohhh.. kang somay yang lewat tiap malem, kalau gue beli sibuk nanyain loe terus itu," sahut Gina..


"Ohh kang Ujang," Mawar ikut ngeledek..


"Ihh apaan sih, gak mau ah, gue itu maunya sama yang kerjanya lumayan paling ga itu kerja kantoran lah minimal," Riri makin manyun karena gurauan teman temannya..


"Yeee.. jangan gitu lah, bisa jadi lima tahun mendatang kang Ujang jadi pengusaha somay terbesar," imbuh Gina...


"Lima tahun masih lama gile, gue kan pengen punya pacarnya sekarang," Riri masuk kamar meninggalkan Gina dan Mawar..


"Aku ke kamar dulu Gin, pengen nyetrika," Mawar pun ikut masuk ke kamarnya..


Malam ini menjadi malam panjang untuk Mawar, ia tidak bisa memejamkan matanya padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul satu malam ia teringat akan apa yang telah di lakukannya bersama mas Yuda tadi malam, Mawar merasa bersalah dan menyesal, terlebih saat ia mengingat wajah sang ibu, hatinya semakin tidak karuan..


'bagaimana kalau ibu tahu atas apa yang ku lakukan tadi malam, ibu pasti marah besar, kesal dan kecewa atas kelakuanku, Oh ibu maafkan aku, aku tidak tahu harus gimana lagi, aku sangat mencintai mas Yuda, tapi aku tahu tak semestinya aku melakukan itu sebelum waktunya,' batin Mawar terus berkecamuk menambah kegundahan hatinya..


*Keesokan harinya..


"Mawarrr.. ayoo, tumben lama banget," Eca mengetuk pintu kamar Mawar..


Mawar segera keluar dari kamarnya, akibat baru tertidur jam 3 dini hari, Mawar keteteran saat hendak berangkat kerja..


"Iya, maaf soalnya aku lupa menyetrikan baju semalam, jadinya keburu buru gini, Mawar memberi alasan..

__ADS_1


Suasana di mobil hening, Mawar terlihat diam dan tertunduk, entah karena masih mengantuk, atau karena ia tidak sanggup menatap wajah mas Yuda..


"Mas Yuda hari ini agak terlihat berbeda ya guys, wajahnya kayak berseri-seri gitu ga sih," goda Eca sambil menoleh ke arah teman teman di belakang..


"Iya loh, makin memancarkan aura kelelakiannya," sahut Riri dengan centil..


"Biasanya kalau pengusaha, target bulanannya terpenuhi, gini jadinya bersinar-sinar." sahut Gina dengan jawaban realistisnya..


"Ah kalian bisa aja nih, ini karena habis maskeran tadi malem, kan nyobain produk baru yang di promosikan di seminar kemarin, ya kan Mawar ?" mas Yuda melirik Mawar pada kaca depannya yang menangkap wajah Mawar yang terlihat sendu hari ini..


Mawar hanya tersenyum dan mengangguk, melihat kekasihnya melirik dan menyapa dirinya, tak bisa di pungkiri hatinya bahagia dan berbunga-bunga setiap melihat wajah mas Yuda..


"Lohhh emang mas Yuda kemarin nemenin Mawar?" Eca terlihat tidak suka..


"Iya Ca, beruntung banget ya Mawar, bisa di temenin mas Yuda, kenapa ga aku aja ya kan kemarin yang di suruh bu Vera hikkzz," Riri dengan centil khasnya..


"Loe kan ga akan betah duduk lama-lama dalam ruangan Ri, yang ada ntar loe ketiduran pas orang lagi jelasin," Gina menyahuti dan sudah paham betul akan si Riri..


"Kamu tau aja Gin, aku kan suka ga nyambung kalau udah ngantuk hihi," Riri terkekeh mendengar ejekan Gina..


'Hmm bisa bisanya Mawar di temenin mas Yuda, ngeduluin gue, kan harusnya gue dulu yang kencan berdua sama mas Yuda, baru mereka,' desis Eca dengan wajah kesalnya..


Seperti biasa mobil berhenti tanda sudah tiba pada tujuan, satu persatu mereka keluar, dan terakhir turun lah si Mawar dari mobil..


"Mawar.." mas Yuda memegang tangan Mawar yang hendak mendorong pintu..


"Emm ya mas Yud,'' Mawar takut teman temannya bakalan curiga...


"Jangan telat makan ya," ucap mas Yuda lembut dan tersenyum manis pada Mawar..


Mawar berjalan menyusul ketiga temannya, bisa di pastikan hati Mawar saat ini sangat bahagia, lelaki yang mencintainya memberikan perhatian dan senyuman yang bisa menjadi semangat nya hari ini..


"Mawar, loe kemarin habis dari seminar kemana aja sama mas Yuda?" Eca bertanya sambil menata rambut sebahunya..


Deg.. Deg..


Jantung Mawar berdetak kencang, apa mungkin Eca tahu kalau kemarin ia habis berkencan di kamar hotel bersama mas Yuda," ga kemana-mana kok Ca," jawab Mawar..


"Ahh masa, mas Yuda ga ngajakin kamu makan atau mungkin nonton ke bioskop kan?" goda Eca ke Mawar..


"Ohh.. itu, iya habis seminar makan malam dulu di hotel itu juga," Mawar lega akan dugaan Eca sebatas makan dan nonton saja..


"Kamu sih pemalu banget, harusnya kamu yang ajak mas Yuda nonton atau kemana jalan ke mall gitu," Eca masih sibuk dengan alat catok di tangannya...


"Aku malulah Ca, kalau dia ga mau kan malu dong,"


"Pasti mau, kamu tu sekarang dah cantik banget, lelaki itu gak akan nolak kalau di ajak cewek cantik," Eca menggurui Mawar..


"Masa sih Ca, emangnya kalau kita cantik bakal di sukai sama setiap lelaki ya Ca,"...


"Ya iyalah.. hari gini, kucing kalau di kasih ikan asin aja mau, apalagi ikan segar say.." jawab Eca bersemangat..


Mawar hanya bisa terdiam saja, ia masih sibuk meluruskan rambutnya agar terlihat lebih rapi, 'apa iya mas Yuda hanya menyukaiku karena aku cantik saat ini, apa dia ga tulus dari hati ya,' batin Mawar bertanya-tanya..


"Minggu malam ntar ikut aku yuk," ajak Eca ke Mawar..


"Kemana Ca?"..

__ADS_1


"Ikut aja dulu, Riri juga mau tu," Eca melirik Riri..


"Lohh si Gina ga di ajak ya?" Mawar melirik Gina di meja kasir..


"Gina ga mau, lagian dia kan sekarang sibuk kursus bahasa inggris, dia itu sibuk belajar terus,'' jawab Eca..


"Iya deh, kalau ga males, aku ikut deh,'' ucap Mawar pasrah, padahal sudah terbayang di benaknya minggu depan akan bertemu dengan mas Yuda dalam waktu yang lumayan lama..


Mawar ini masih lama seperti dulu seorang gadis yang polos dengan mudahnya di pengaruhi oleh orang lain, berbeda dengan Eca, dia gadis yang berani dan mempunyai jalannya sendiri, memang terkesan agresif namun ia lebih pandai dalam membawa dan menjaga dirinya, kira kira mau kemana ya mereka minggu depan, liburan ke kebun binatang atau main di taman perumahan, hmmm kayak anak kecil aja nih hehehe..


*Malam minggu pun tiba..


Binatang berkelipan memperlihatkan keindahannya, dan menghiasi langit indah malam minggu ini, di sudut kota masih dengan rumah minimalis yang menjadi tempat ternyaman bagi keempat gadis itu melepas penat sehabis bekerja, terlihat seorang gadis dengan style kemeja dan celana jeans, ya mungkin pakaian ternyaman baginya siapa lagi kalau bukan Gina, si simple dan smart..


"Gaess.. aku berangkat kursus dulu ya, sekalian pamit mau menginap ke rumah tanteku yang mengajar di sana," setia menggendong ransen pinknya, Gina pamit kepada ketiga temannya..


"Enak ya Gin punya tante di sini jadi bisa nginep," sahut Mawar..


"Iya, tanteku nikah sama orang sini, kapan kapan aku ajak ya main kesana," Gina tersenyum..


"Oke..hati-hati ya Gin, semangat belajarnya," Mawar memperlihatkan ototnya..


"Siipp," gantian Gina yang menunjukkan jempolnya..


Di dalam kamar Eca dan Riri sedang asik dengan alat tempurnya, eiits bukan pistol ya hehe.. alat tempur mereka itu make up ya guys..


"Mawar.. ayo buruan siap siap! katanya mau ikut," suruh Eca yang sudah ready dengan tampilannya..


Mawar terpelongo melihat penampilan Eca yang lebih berani malam ini, bagaimana tidak Eca memakai crop top bewarna merah, yang bagian dadanya rendah sehingga melihatkan sedikit belahan dadanya, dan memperlihatkan sebagian perut langsingnya yang pusarnya sengaja di pasangi anting kecil yang manis, di sandingkan dengan rok jeans mini yang hanya menutupi bagian bokongnya..


"Ca, kok kamu seksi banget emang mau kemana kita?" Tanya Mawar heran akan penampilan Eca..


"Apaan sih loe Rii, kaya ga pernah liad orang pake baju kayak gini aja deh, helloooww ini itu di kota say.. kayak gini itu udah biasa kali Ri," Eca khas dengan nada manjanya..


"Udah buruan gih!! ganti baju loe biar samaan kayak kita," Riri memberikan pakaian yang mirip dengan Eca kenakan ke Mawar..


"Gue pakai kayak gini juga Ca?" Mawar bengong menatap baju yang telah di pegangnya..


"Iya dong say, itu gue spesial beliin buat loe pada biar pada kompakan, di pakai dong !!" suruh Eca..


"Rok nya pendek banget say, tar gue nungging keliatan dong," Mawar tertawa dan segera masuk ke kamar..


Entah kemana tujuan ketiga gadis ini, kini mereka sudah kompak dengan pakaian seksinya dan sekilas seperti kembar tiga, ya.. karena bentuk dan tinggi badan mereka yang tidak jauh berbeda..


Kini mereka sudah menaiki mobil pribadi yang sengaja di pesan Eca secara online, Eca menikmati musik romantis yang mengiringi perjalanan mereka, sementara Mawar dan Riri masih bingung hendak di bawa kemana mereka, karena takut kedinginan mereka sudah siaga dengan jaket jeansnya masing masing..


Kini mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan bangunan yang cukup besar, yang di depannya dihiasi sama lampu warna warni yang indah saat malam hari, muda mudi terlihat berdatangan dan bau perpaduan parfun yang menyeruak di hidung bertebaran..


"Yang lewat wangi wangi banget ya say," Riri menghisap aroma parfum yang bertebaran..


"Ini tempat apaan sih Ca, kok rame banget yang datang ya," Mawar sibuk memperhatikan muda mudi yang lalu lalang..


"Ini itu tempat yang bikin senang senang, kalian pasti bakalan happy deh kalau udah ke dalam, ayoo !," Eca menarik tangan Mawar dan Riri..


Ketiga gadis ini masuk ke dalam, sekelompok mata lelaki terperangah ke arah mereka, seolah memuji keseksian dan kecantikan akan penampilan mereka malam ini..


Dentuman musik pun terdengar hingga berdentum sampai ke jantung membuat sesiapapun yang mendengar ingin menggerakkan seluruh badannya, asap rokok yang menari nari, dan gemerlap lampu menjadi pemandangan ruangan ini, terlihat muda mudi, laki-laki perempuan, tua muda, asik menggerakkan tubuh mereka mengikuti irama musik yang menggema..

__ADS_1


__ADS_2