Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Maaf, Aku Tidak Bisa !!


__ADS_3

Teguh memberikan perhatian penuh kepada Mawar, ia tidak lupa untuk mengingatkan Mawar agar jangan telat makan dan terus menjaga kesehatannya, dan kalau dia tahu Mawar belum makan karena belum sempat membelinya, maka dengan siaga Teguh pasti akan mengantarkan makanan untuknya..


Begitu besar rasa cinta Teguh kepada Mawar, ia begitu benar benar menyayangi Mawar dengan tulus, namun Mawar semakin gelisah dan takut saat Teguh semakin menunjukkan keseriusannya, Mawar takut Teguh akan kecewa padanya, karena sampai detik saat ini Mawar belum bisa menyayangi Teguh, di hati nya masih utuh tertulis nama mas Yuda..


Sedangkan teman teman Mawar terlihat begitu bahagia melihat Mawar sudah tidak sendiri lagi, apalagi mereka semua mengenal Teguh, dan di mata temen temen Mawar, Teguh merupakan sosok lelaki yang baik dan sangat cocok dengan Mawar yang juga baik hati nya..


"Mawar, itu si Teguh perhatian banget ya sama loe," ucap Eca ke Mawar..


"Tau tuh Ca, gue bilang gak usah nganterin makan, eh masih juga di antar sama dia"..


"Ya enak dong Mawar, gak usah loe repot repot keluar lagi buat beli makan"..


"Iya, tapi kan gue jadi gak enak, seolah olah gue yang manfaatin dia banget"..


"Ya gak lah, cowok juga tahu dan merasa kalau dirinya di manfaatin kok"..


"Tapi kan gue malu Ca, kayak bocah aja di anterin makan mulu"..


"BIarin sih, itu kan salah satu cara Teguh mengungkapkan rasa sayangnya ke elo, gimana sih." Ujar Eca..


Mawar bukannya bahagia ataupun tersanjung saat Teguh semakin menunjukkan rasa sayangnya, justru Mawar merasa risih dan tidak nyaman, Mawar menganggap Teguh terlalu berlebihan..


Tok..tok.. suara ketukan di pintu kaca salon, Gina pun langsung membukanya, kebetulan dia yang saat ini sedang berada di dekat pintu..


"Eh ada Teguh." Seru Gina langsung menoleh ke arah Mawar yang berada di pojokan, Mawar langsung mengerutkan alisnya, dan menggerakkan tangannya memberikan sebuah isyarat kepada Gina, kalau ia sedang tidak mau untuk bertemu dengan Teguh..


"Titip ini ya buat Mawar," Teguh memberikan plastik kepada Gina..


"Oh oke tapi Mawar lagi ada customer di dalam"..


"Gak apa apa, yang penting aku udah kasih ini, biar dia gak telat makan nanti,'' ujar Teguh


"Oke ntar aku bilangin ke dia ya Teguh, thanks ya"..


"Oke makasih juga ya Gin," Teguh pun berlalu..


Gina langsung menutup pintu dengan rapat dan memastikan kalau Teguh sudah cukup jauh dari salon mereka..


"Nih bekal loe,'' Gina memberikan plastik pemberian Teguh tadi..


"Ududududu.. jangan lupa makan ya dedek Mawar,'' ejek RIRI sambil mencubit kedua pipi Mawar..


"Haha.. sebelum makan jangan lupa cuci tangan ya dek Mawar,'' Eca ikut mengejek dengan candaannya..


"Ihh.. apaan sih kalian ini, si Teguh lagian lebay banget sih pake nganterin bekal melulu lagi tiap hari." Sungut Mawar yang jadi malu kepada teman temannya..


"Kayaknya si Teguh, lebih cocok deh jadi bokap loe dari pada pacar loe Mawar," timbal Eca lagi..


"Haha.. bisa aja loe Ca." Sahut Riri..


"Lagian siapa yang pacaran sama Teguh, gue belum terima cinta dia kok !" tukas Mawar..


"Serius loe Mawar ?" tanya Eca sambil melotot..


"Iya, gue belum terima dia, cuma gue kasih kesempatan buat dia bisa dekat dan mengenal gue, kalau memang kita cocok ya jalanin aja dulu." Tutur Mawar..


"Loe jangan php in anak orang lah, kasih.. dia udah bucin banget tuh sama loe Mawar." Ucap Eca..


"Gue gak Php in dia kok, gue mah biasa aja sama dia, dasar dianya aja yang begitu berlebihan sam aku"..


"Hmm.. namanya juga cinta Mawar, gimana sih kalau orang cinta ya apapun di kasih ya kan !" sahut Riri..


"Makanya ada istilah, kalau cintai itu buta." Gina sejak tadi sibuk di depan komputer ikut nimbrung juga..




Tidak terasa besok sudah hari senin lagi, dan itu artinya Mawar dan kawan kawan akan libur sejenak dari pekerjaan mereka yang selalu bergelut dengan produk produk kecantikan..



Dan pagi pagi sekali ini Mawar sudah mendapat pesan manis dari Teguh, kalau hari ini ia akan datang menjemput Mawar dan akan mengajaknya ke suatu tempat, Mawar yang membacanya langsung malas dan kembali memejamkan matanya yang masih terasa berat itu..



Mawar pun bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dirinya tidak begitu menyukai Teguh, padahal tidak ada kesalahan yang Teguh buat, atau mungkin ada sesuatu yang buruk di diri Teguh sehingga membuat Mawar tidak menyukainya, tapi nyatanya semua yang ada pada Teguh baik baik saja..



Yang anehnya bukan Teguh tapi hati Mawar, sudah terlihat jelas ada laki laki yang menunjukkan ketulusannya namun hati Mawar seakan menolaknya, dan lebih memilih hatinya untuk tidak menerima Teguh mencoba masuk ke dalamnya..



Malah hati Mawar bisa terbuka sedikit jika Mawar mengingat sosok Ruslan, hatinya yang rapat seolah memiliki celah untuk cahaya itu masuk dan membawa Ruslan ke dalamnya hingga memadamkan api cinta Mawar yang membara untuk mas Yuda, sungguh rumit cinta yang di pilih hati Mawar, tapi ya begitu lah namanya perasaan dan cinta, ia bisa datang untuk siapapun, dengan siapapun dan bisa pergi kemanapun, tinggal diri sendiri atua kita yang mengontrol untuk memilih mana cinta yang sesungguhnya dan mana cinta yang hanya sekedar lewat saja..



Karena Teguh terus menghubungi Mawar untuk menanyakan jawaban Mawar, bersedia atau tidak untuk pergi bersamanya hari ini, maka Mawar pun menjawab panggilan Teguh yang mungkin sudah berdering untuk kesekian kalinya..



"Halo"..



"Hai Mawar, maaf ya aku gangguin kamu hari ini"..



"Gak apa apa Teguh, aku yang minta maaf, aku baru bangun tidur jadi gak terlalu denger kalau dari tadi ada yang menelpon," kilah Mawar, padahal jelas jelas dengan sengaja nya ia mengabaikan panggilan Teguh yang dari tadi mencoba meneleponnya..



"It's ok Mawar, kamu pasti capek weekend kemarin kan"..



"Iya lumayan lah"..



"Kalau kamu sudah gak capek, dan gak keberatan aku ingin ajak kamu keluar, nanti kabarin aku aja ya," pinta Teguh dengan lembut dan manis..



"Iya, nanti agak siangan aja ya." Jawab Mawar..



"Oke aku tunggu kabar dari kamu nanti." Teguh menutup teleponnya..



'Teguh.. Teguh.. kamu itu terlalu sabar ya, terlalu pengertian, kamu gak pantas dapat wanita kayak aku, kamu berhak dapat yang lebih baik dan kamu berhak dapat yang seperti kamu tapi bukan aku orangnya. Aku gak bisa terus untuk berpura pura membalas cinta kamu, kamu gak pantas sakit hati Teguh, kamu terlalu baik untukku." Mawar merasa bersalah kepada diri Teguh, dan dia ingin mengatakan yang sesungguhnya kepada Teguh, kalau sebenarnya ia tidak bisa menjalani hubungan ini lebih lama dan serius, karena sampai saat ini belum ada rasa cinta ataupun sayang untuk Teguh..



Setelah hampir dua bulan Mawar mencoba menjalani hubungan dengan Teguh, dan mencoba untuk bisa membalas perasaan Teguh, namun sayang tidak semudah itu, yang ada kini Mawar menjadi merasa bersalah karena telah mempermainkan perasaan Teguh..



Mawar menyakinkan dirinya dan mengumpulkan keberaniannya, agar nanti ia bisa menyampaikan maksud dan hatinya kepada Teguh lalu mengatakan yang sejujurnya perasaannya terhadap Teguh..



Berat memang, tapi Mawar tidak bisa mengulurnya lagi, semakin lama makan akan semakin menyakitkan hatinya Teguh. Mawar sungguh tidak tega kepada Teguh, harus menjadi korban cinta palsu darinya..



"Oke, pokoknya hari ini aku harus bilang ke Teguh, aku gak mau semua ini semakin jauh, dan Teguh semakin mencintai aku lebih dalam akan sulit untuk melepaskan ku nanti." Mawar menyemangati dirinya sendiri..



"Kok udah sepi sih, pada pergi apa ya ?" Mawar menoleh ke kiri dan ke kanan melihat sudut rumahnya dan pintu kamar teman temannya masih tertutup semua..



Mawar melirik jam dinding masih pukul sepuluh pagi, masa iya teman temannya sudah pergi semua sepagi ini, kecuali Gina ia selalu bermalam di rumah kakaknya saat pulang di hari minggu..



"Mandi ah biar seger." Mawar mengambil handuk yang tergantung di balik pintu kamarnya dan menyelendangkannya di bahu..



Ternyata Eca dan Riri baru bangun tidur, pantas saja tadi sepi dan hening, toh manusianya masih pada asik di atas tempat tidur..



"Udah mandi aja loe pagi pagi ya." Ucap Eca masih dengan muka bantalnya dan rambut berantakan duduk di karpet sambil nonton televisi..



"Habisnya gerah Ca, gue kira loe udah berangkat pergi rupanya baru bangun juga toh"..



"Gue keluarnya ntar siang nanti, doi masih ada meeting pagi pagi gini"..



"Si Riri mana ya ?" Mawar mencari sahabatnya yang imut itu..



"Noh lagi telponan di kamarnya, sambil selimutan"..



"Hmm.. Riri.." teriak mawar memanggilnya, baru juga ia beranjak menemui Riri ke kamarnya, suara klakson mobil di depan memanggil..



Tit.. tit..



"Mawar, siapa itu ?" teriak Eca..



"Gak tahu, cowok loe kali Ca"..



"Masa iya, kan gue belum nyuruh dia ke sini"..


__ADS_1


"Mana gue tahu Ca, mungkin mau kasih kejutan gitu kali Ca"..



"Eca pun beranjak dan mengintip dari jendela untuk melihat mobil siap yang ada di depan sana"..



"Siapa ?" tanya Mawar kepada Eca..



"Bu Vera kayaknya deh"..



"Oh ya, ngapain ya kesini ?"...



Tit.. tik.. klakson kembali berbunyi..



"Gak tau deh, sana loe samperin aja, kan loe ini dah mandi juga"...



"Loe ajalah Ca,'' pinta Mawar..



"Gue belum mandi Mawar, gak enaklah sama bu bos, keliatan banget gue malesnya nanti." Pungkas Eca..



"Hm.. ya udah deh gue yang kesana, Mawar membuka handuk yang membungkus kepalanya sejak tadi, dan kini terurailah rambut panjangnya yang sedikit berantakan..



Untung saja Mawar memang telah mengenakan home dress yang cukup sopan, dress kuning bermotif bunga dan berkerut di bagian dada panjangnya menutupi dengkul Mawar..



Mawar membuka pintu dengan segera menghampir mobil Bosnya yang sudah menunggunya sejak tadi..



Vera membuka kaca mobil, namun belum sempat ia berbicara kepada Mawar, ponselnya berdering dan Vera langsung menjawab panggilan itu..



Ada Ruslan di samping Vera, entah kenapa Mawar sangat ingin melihat wajah Ruslan, karena memang sudah lama Mawar tidak bertemu dengan suami Bos nya itu, terakhir Mawar melihatnya saat pamit pulang dan mendapati Ruslan sedang bertelanjang dada dan membuatnya salah tingkah setengah mati..



Mawar memberanikan diri mengangkat wajahnya dan ingin menatap Ruslan walaupun hanya dari samping, tapi rupanya pandangan mata Ruslan dan Mawar bertemu, mereka saling menatap beberapa saat dan itu cukup membuat hati Mawar jadi deg deg an..



Mawar menutup teleponnya, Mawar pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Bos perempuannya itu, tentu Mawar takut kalau Vera akan tahu kalau dirinya baru saja memandang wajah suaminya itu..



Vera memberikan paper bag kepada Mawar..



"Ini Mawar, ada baju kaos seragam untuk kalian, di pakai ya hari minggu nanti karena ada pameran di mall dan salon kita akan ikut serta ke dalamnya." Ujar Vera..



"Oh ok bu siap, makasih." Jawab Mawar seraya menunduk sedikit..



Walaupun hanya sekejap, namun bisa membuat hati Mawar sedikit bahagia karena telah melihat wajah Ruslan pagi ini, tenyata hati Mawar masih menyimpan rasa untuk Ruslan yang sudah jelas jelas memiliki istri itu, sulit di mengerti kenapa hati Mawar lebih memilih Ruslan dari pada Teguh untuk menjadi pengganti mas Yuda di hatinya..



Teguh pun datang menjemput mawar, sama seperti biasanya Teguh selalu memperlihatkan wajah yang ceria dan bersemangat saat ia akan bertemu Mawar, karena memang sesuai dengan suasana hatinya yang selalu berbunga bunga bila ia akan bertemu dengan pujaan hatinya Mawar..



Mawar pun menyambutnya dengan baik dan ramah, meskipun Mawar tidak memiliki rasa yang sama seperti yang di rasakan oleh Teguh saat ini, namun Mawar tetap bersikap baik, lembut dan sopan kepada Teguh, karena memang Mawar pembawaan pribadinya seperti itu kepada semua orang..



"Udah lama nungguin ya?" tanya Teguh, ternyata hari ini Teguh menjemput Mawar menggunakan mobil, kebetulan Mawar hari ini memang mengenakan dress, jadi sangat sangat pas apabila Teguh membawa mobil jadi tidak usah repot repot Mawar memikirkan posisi duduknya agar tetap nyaman..



"Gak kok, pas aku keluar, kamu nya malah datang,'' jawab Mawar..



"Oh ya, silahkan," Teguh membukan pintu mobil untuk Mawar, Mawar tersenyum atas Teguh lelaki yang sangat menghargai dan memuliakan wanita..



Namun semakin Teguh memperlihatkan kebaikannya dan kelebihannya, maka Mawar semakin tidak sanggung menjalani hubungan ini, Mawar merasa semakin bersalah dan tidak pantas untuk menjadi wanita pilihan Teguh, maka Mawar semakin yakin untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Teguh, sebelum semuanya terlambat dan Teguh terlalu dalam mencintainya..




"Kamu cobain deh masakan disini, juara deh pokok." Tawar Teguh kepada Mawar sambil memarkirkan mobilnya..



"Oh ya, wah pasti enak nih." Sahut Mawar..



"Gak akan mengecewakan kamu deh, sekali mencobanya pasti ketagihan." Seru Teguh..



"Ah yang bener, masa iya?"..



"Iya, buktiin aja deh ntar ya." Ajak Teguh, kembali membuka kan pintu mobil untuk Mawar, membuat Mawar merasa segan karena terlalu memanjakannya..



"Gak usah di bukain, aku bisa kok buka sendiri,'' pinta Mawar..



"Iya, kan akunya yang mau." Ujar Teguh..



Teguh pun mengajak Mawar untuk segera masuk ke dalam rumah makan sederhana pilihannya itu, mereka berjalan berdampingan dan tanpa pegangan tangan, Teguh sangat menjaga Mawar dan tidak ingin lancang terhadap Mawar walaupun hanya memegang tangannya..



"Hai teh," sapa Teguh kepada salah satu pekerja yang entah pemilik rumah makan ini, kelihatannya Teguh sudah sangat sering kesini, ia terlihat akrab sekali dengan orang orang disini..



"Eh Teguh, sama siapa tuh ?" tanya perempuan yang di panggil Teguh teteh itu..



"Sama temen teh, kenalan namanya Mawar." Ucap Teguh dan mengenalkan Mawar pada wanita itu..



"Panggil aja teteh ya, tumben si Teguh bawa temen cewek ke warung, biasanya temannya cowok cowok semua"..



"Si teteh, jangan bongkar kartu dong, ketahuan banget aku gak punya teman cewek." Ujar Teguh..



"Hehe, justru bagus kan, jadi yang dekat sama kamu gak perlu khawatir kamu punya banyak teman cewek, jadi aman gak perlu cemburu"..



"Ya juga ya teh"..



"Ya sudah, jadi mau makan apa nih ?" tanya teteh..



"Kasih yang paling enak teh, biar Mawar ketagihan datang kesini lagi." Pinta Teguh kepada si Teteh..



"Ok siap"..



Mawar suka dengan suasana rumah makan ini, sederhana dan nyaman rasa makanannya pun tidak mengecewakan sesuai dengan perkataan Teguh. Mawar melahap semua makanan yang di hidangkan karena semua terlihat sangat menggiurkan dan menggoda..



"Eh mas Teguh,'' sapa seorang gadis muda saat melewati tempat  duduk Mawar dan Teguh. Gadis yang usianya mungkin sama dengan Mawar, ia terlihat begitu anggun dan manis dengan kerudung nya yang menutupi kepalanya dan juga baju gamis modern nya yang sangat sesuai dengan bentuk tubuhnya..



"Iya Nana, baru kelihatan nih." Sahut Teguh tersenyum pada gadis itu..



"Iya mas, tadi ada kerjaan dikit di dalam"..



"Oh.. ayo makan Na,'' ajak Teguh..



"Iya mas, di lanjut aja ya," jawab Nana dengan lembut dan dengan nada khas sundanya, sebelum berlalu Nana menyempatkan dirinya melirik Mawar dan tersenyum, Mawar pun membalas senyumannya..

__ADS_1



"Itu siapa ?" tanya Mawar ke Teguh..



"Oh itu Nana, anak nya teteh tadi yang punya rumah makan ini"..



"Oh, cantik ya dan anggung banget." Puji Mawar..



Teguh hanya tersenyum mendengar pujian Mawar, sebenarnya Teguh setuju dengan apa yang di katakan Mawar, tapi tidak mungkin ia langsung menyahuti ucapan Mawar, walau bagaimana pun wanita tidak suka bila ada lelaki di depannya memuji wanita lain..



"Dia itu anak kesayangan si teteh, maklum anak tunggal"..



"Oh.. kamu kayaknya udah kenal banget ya sama orang orang disini"..



"Iya, semenjak aku merantau ke kota ini dan coba beli makanan disini ternyata cocok banget sama aku sampai sekarang, jadi ya udah lama memang kenal sama orang orang disini." Terang Teguh..



"Oh gitu ya, kalau sama si Nana tadi juga sudah lama kenal gak ?"..



"Nana itu jarang keluar, baru baru ini aja dia sering di warung, anaknya sangat pemalu, jadi lebih suka di dalam rumah..



Tidak sengaja mata Mawar bertemu dengan mata Nana yang ternyata sejak tadi memperhatikan Mawar dan Teguh yang sedang asik ngobrol sambil makan itu, Nana pun jadi malu, ia langsung mengalihkan pandangannya..



Mawar tidak merasa risih dengan apa yang Nana lakukan, hanya saja Mawar menangkap tatapan yang lain dari mata Nana, sebagai perempuan Mawar tahu apa yang di pikirkan Nana saat melihat ke arahnya dan juga Teguh..



Mawar langsung bisa menebak kalau Nana sangat menyukai Teguh dan menaruh perasaan ke Teguh, hanya saja Nana memendamnya, dan hanya bisa menyimpannya dalam hati dan saat ini Nana sedang bertanya tanya siapa perempuan yang sedang bersama Teguh saat ini..



"Umi itu siapanya mas Teguh ya ?" tanya Nana kepada ibu nya..



"Kata Teguh itu temannya nak"..



"Oh bukan pacara mas Teguh ya mi ?"..



"Kayaknya bukan deh, tadi umi tanya katanya temannya"..



"Oh," ada sedikit ketenangan di hati Nana namun ia belum terlalu yakin sebelum mendengar langsung dari Teguh, siapa perempuan yang bersamanya itu..



Mawar terus mengamati gerak gerik Nana dari kejauhan, wajah Nana memang tenang namun Mawar tahu ada sedikit kegelisahan di hati Nana sekarang, karena saat ini melihat Teguh bersama dengan Mawar..



Mawar berpikir bagaimana caranya agar dia bisa bicara dengan Nana dan memberitahu kepada Nana kalau di antara ia dan Teguh tidak ada hubungan apa apa dan memang hanya sekedar teman..



'Kayaknya Nana memang menyukai Teguh, Terlihat dari sorot matanya kalau Nana merasa sedikit cemburu saat melihatku tadi,' desis Mawar dalam hatinya..



Walaupun belum mengenal Nana dan hanya melihat sekilas saja, tapi Mawar sudah sedikit bisa menebak kepribadian Nana, yang terlihat anggung, baik, pendiam dan menjaga kehormatannya lihat saja di usianya yang masih sangat muda, ia sudah mau mengenakan baju yang menutupi seluruh lekuk tubuhnya dan juga menutup aurat di kepalanya..



Sepertinya Nana lebih cocok deh jika bersanding dengan Teguh, lelaki sebaik Teguh haruslah mendapat perempuan baik baik, yang belum tersentuh oleh siapapun, bukan perempuan seperti Mawar yang sudah lalai menjaga kesuciannya, sehingga membuat dia terasa amat buruk saat ini..



Rencananya hari ini Mawar akan mengatakan isi hatinya kepada Teguh, bahwa ia tidak bisa melanjutkan hubungan ini, karena sampai saat ini hati Mawar belum bisa menerima Teguh lebih dari seorang teman dan juga Mawar sekali-kali merasa tidak pantas menjadi wanita pilihan Teguh, ia yakin Teguh pasti kecewa saat tahu dirinya yang sebenarnya dan Mawar tidak ingin hal itu terjadi nanti, dari pada semakin jauh dan semakin bertambah serius, Mawar harus segera menghentikan nya..



"Teguh, aku mau kesana dulu ya, pengen bungkusin buat teman teman nanti, mereka pasti suka, masakan si teteh enak banget, apalagi si Riri dia yang paling doyal dengan jengkol." Ucap Mawar..



"Oh boleh, mau sama aku atau ?''..



"Gak usah, aku sendiri aja ya." Mawar sengaja beralasan agar bisa mendekati Nana yang sedang berada di dekat meja kasir..



Sementara ibu Nana menyiapkan makanan yang di pesan untuk teman temannya, Mawar sengaja duduk mendekati Nana, yang tengah sibuk membaca majalah di dekat meja kasir..



"Disini rame terus ya mbak ?" tanya Mawar basa basi..



"Iya mbak, apalagi jam makan siang, kadang penuh," sahut Nana..



"Iya soalnya masakannya enak enak, pas banget rasanya di lidah"..



Nana tersenyum mendengar pujian Mawar, ''makasih mbak''..



"Oh iya, kalau misalnya mau pesan antar bisa ?" tanya Mawar lagi..



"Bisa mbak, langsung telpon aja"...



"Emm telpon kemana ya ?"...



"Ke nomor yang ada di depan juga boleh"..



"Kalau saya minta nomor kamu aja, boleh ga ?" tanya Mawar..



"Oh boleh, nanti kalau mau order bilang aja, nanti aku sampaikan ke umi..



Akhirnya Mawar berhasil mendapatkan nomor ponsel Nana, karena memang itu lah yang Mawar mau, alih alih sampai order makanan untuk teman temannya..



"Oke makasih ya, eh.. siapa ?" Mawar seolah lupa dengan nama Nana..



"Nana, mbak"..



"Oke..makasih ya"..



"sama sama mbak",,



Mawar benar untuk bisa menjadi teman Nana, dan mengetahui perasaan Nana yang sebenarnya kepada Teguh, karena Mawar begitu melihat jelas kali di mata Nana tersirat rasa sayang untuk Teguh yang sudah lama ia pendam..



Mawar ingin membantu Nana agar cinta nya di ketahui oleh Teguh dan juga Mawar tidak sabar ingin menjelaskan bahwa tidak ada hubungan spesial antara ia dan Teguh, sehingga membuat Nana tidak gelisah lagi..



Dengan begitu, maka tidak sulit untuk Mawar agar bisa mengatakan kejujurannya pada Teguh. Dan Teguh pun tidak akan merasakan sakit hati karena ada Nana yang setiap menunggunya dan sudah lama memendam cinta padanya..



Mawar sangat bersemangat untuk menyatukan cinta Teguh dan Nana, karena menurut Mawar mereka berdua sangatlah cocok jika bersatu, Teguh sosok lelaki yang sangat baik dan memuliakan wanita, dan Nana perempuan yang baik bisa menjaga diri dan kesuciannya..



Mawar sangat berharap kalau Teguh membalas perasaan Nana, karena dengan begitu akan mudah bagi Mawar untuk menghentikan Teguh agar tidak lagi berusaha memberi perhatian padanya, karena sudah jelas jelas ada wanita yang mencintainya, jadi tidak perlu ia repot repot untuk mencari wanita lain..



Mawar mengurungkan niat nya hari ini yang akan menyampaikan kejujuran perasaannya kepada Teguh, Mawar ingin memastikan dulu kalau Nana memang benar menyukai Teguh, dengan begitu Teguh tidak akan kecewa bila nanti Mawar mengungkapkannya, Karena Mawar akan membuat Nana menjadi penawar bagi luka Teguh nanti..



'Semoga Teguh dan Nana berjodoh, mereka sangatlah serasi, Nana sangat anggung dan manis, cocok dengan Teguh yang baik dan penyayang ini.' Gumam Mawar dalam hatinya sambil tersenyum membayangkan kebersamaan Teguh dan Nana kelak..



Mawar bahagia karena hari ini ia telah mendapatkan teman baru yaitu Nana, entah mengapa Mawar merasa kalau Nana adalah sosok yang sangat enak di ajak berteman, dan juga Nana  sangat murah senyum yang membuat Mawar biasanya pendiam jadi begitu super saat bersama Nana..

__ADS_1


__ADS_2