
Eca dan Mawar telah sampai ke tempat karaoke, yang menjadi tempat di mana malam ini mereka akan merayakan ulang tahun nya kekasih Eca itu, kekasih Eca itu memang lelaki yang kayak raya, dia merupakan pengusaha sukses dan Eca adalah simpanan nya. Malam ini ia akan merayakan ulang tahunnya, namun perayaan ulang tahun ini bersifat pribadi, hanya untuk nya dan teman temannya yang memiliki hobi sepertinya, yaitu bersenang senang dengan wanita muda yang biasa di sebut kekasih gelap..
Aril telah menyewa satu ruangan VIP, di mana ruangan itu merupakan ruangan yang paling bagus dan mahal, tentu saja fasilitas di dalamnya pun sangatlah memadai, ia mau teman temannya menikmati dan bersenang senang akan malam kejayaan nya ini..
Ternyata tidak banyak teman teman Aril yang akan hadir, ia hanya mengundang beberapa pengusaha yang memang saat ini sedang dekat dengannya, dengar dengar mereka semua sudah memiliki kekasih yang usianya tidak jauh dari Eca dan Mawar. Ruangan ini baru di datangi beberapa orang saja, masih sepi dan terasa cukup nyaman..
Mawar baru pertama datang ke tempat karaoke seperti ini, matanya menyala dan bola matanya berputar putar memandangi segala sesuatu yang ada di ruangan ini, Mawar merasa asing dengan layar televisi yang begitu besar, dan juga tersedianya beberapa mikrofon di meja kaca yang di lengkapi dengan monitor di permukaannya..
Dan satu lagi, ruangan ini sangatlah dingin, ya.. untung saja Mawar mengenakan celana jeans dan juga membawa jaket jeans nya, jadi ia tidak terlalu terganggu dengan hawa dingin di dalam ruangan besar ini..
"Hai sayang, happy birth day.. semoga kamu makin sayang sama aku ya, dan aku semakin sayang sama kamu, usahamu semakin berkembang serta kamu dan aku selalu bahagia." Eca memberikan ucapan kepada kekasihnya itu, dan tidak lupa juga ia memberikan kecupan kecupan mesra pada wajah lelaki itu, dan juga pada bibir yang di atasnya di tumbuhi bulu bulu tipis..
Mawar yang berada di samping Eca hanya bisa terdiam melihat perlakuan manis Eca kepada kekasihnya, ada perasaan senang karena Eca memiliki tambatan hati yang sangat menguntungkan nya, tapi ada juga perasaan sedikit risih di hati Mawar, saat melihat Eca tanpa malu mengecup bibir kekasih nya itu depan Mawar..
"Itu siapa ?" bisik Aril pada Eca kekasihnya..
"Kenalin sayang, ini temanku nama nya Mawar, dia lagi gak ada acara kemana mana, jadi aku ajakin aja ke sini, boleh kan sayang ?, meskipun kamu gak ngundang." Tanya Eca kepada Aril dengan nada manjanya..
"Oh boleh dong baby, boleh.. kamu bilang aja ke teman kamu ada tiga orang di sana, tapi kenapa hanya Mawar saja yang kamu ajakin, kenapa yang dua orang lagi gak kamu ajak ?" tanya Aril balik kepada Eca..
"Yang dua nya punya acara sendiri sayang kebetulan si Mawar kan masih menjomblo ya, makanya aku ajak dia kesini aja." Eca sedikit berbisik kepada Aril..
"Oh begitu, semoga bisa bersenang senang ya di acara ulang tahun ku yang sederhana ini, semoga teman teman ku yang hadir di sini bisa membuat mu menjadi lebih bersemangat." Ucap Aril kepada Mawar..
"Iya terima kasih ya, selamat bertambah nya usia ya mas," semoga semakin sukses." Jawab Mawar sambil tersenyum, ia bingung harus memanggil apa kepada kekasih nya Eca ini..
"Silahkan di nikmati ya kalau mau makan ataupun minum apa saja, ambil saja di meja itu, tempat ini sudah menyiapkan semuanya, kalau ada yang kurang tinggal pencet saja tombol ini, maka pelayan akan mengantarkan apa yang di minta," Aril mempersilahkan Mawar sebagai tamu, sementara ia kini tengah merangkul mesra pinggan Eca dan Eca pun bergelendotan manja pada kekasihnya..
"Terima kasih, kalau begitu aku kesana dulu ya, pengen duduk sambil minum agak haus,'' ucap Mawar sedikit malu malu kepada pasangan kekasih di depannya ini, Mawar sangat paham pastilah Eca membutuhkan waktu untuk berdua menikmati kemesraan mereka malam ini, apalagi malam ini malam ulang tahunnya Aril..
"Have fun ya Mawar !, semoga loe bisa melupakan kesedihan loe ya, ingat masih banyak laki laki lain yang lebih baik, yang akan mencintaimu dengan tulus atau mungkin loe akan mendapatkannya malam ini, dan di tempat ini gak ada yang tahu kan ?" bisik Eca kepada Mawar sebelum ia pergi bersama Aril meninggalkan ruangan ini, mungkin mereka juga sudah menyewa ruangan privasi untuk mereka berdua agar lebih nyaman..
__ADS_1
"Mau ke mana Ca ?" tanya Mawar sedikit khawatir..
"Gak kemana mana kok Mawar, gue mau ke mobil sebentar sama dia, loe disini aja ya sebentar lagi rame juga kok, nikmati aja kalau loe loe malu, cuek ajalah.. ngapain kek main HP atau ngapain gitu biar happy ok, bye Mawar." Eca melambaikan tangannya segera berlalu meninggalkan Mawar..
Mawar berjalan menuju kursi sofa yang ada di sudut ruangan itu, sementara layar Tv besar itu sudah menyala dan menyuguhkan gambar gambar menarik yang di depannya sudah ada pasangan yang memegang mikrofon terpajang sejak tadi, menyanyikan lagu sesuai dengan tulisan di layar itu, Mawar hanya melewati mereka, kini Mawar duduk sendiri di sudut dekat meja, ia mengambil satu gelas minuman untuk menamni kesendiriannya..
"Eca sama pacarnya kemana sih ?, acaranya kapan juga ya di mulai, masa iya yang ulang tahun gak ada di ruangan ini," tanya Mawar sementara teman temannya terus berdatangan dan sepertinya semakin ramai aja, semakin banyak orang yang datang, maka perasaan Mawar semakin tidak nyaman..
Mawar mencoba menikmati suasana yang ada di ruangan ini, kebetulan suara pasangan yang sedang menyanyikan lagu itu cukup enak untuk di dengar, sehingga Mawar pun ikut terhanyut menikmati lantunan demi lantunan nada dari bibir mereka, dan kini Mawar tengah menikmati kue brownies yang menjadi pilihannya. Mawar memang menyukai kue kue yang manis..
"Hai.. sendirian aja nih, boleh ikut bergabung gak sama kamu ?, seorang lelaki menghampiri Mawar dan bertanya dengan sopan kepadanya..
"Boleh aja silahkan,'' Mawar menjawab dengan ramah..
"Habis ngobrol sama teman teman ternyata haus juga ya, kamu mau minum apa ?" tanya laki laki itu kepada Mawar..
"Ini jus jeruk,'' Mawar memperlihatkan minuman di gelas nya yang tinggal setengah..
"Kayaknya seger ya, boleh deh aku ambil jus jeruk juga." Laki laki itu pun mengambil satu gelas jus jeruk dari meja hidangan itu, dan kembali duduk di sofa samping Mawar..
"Saya temannya Eca pacarnya Aril," jawab Mawar ragu ragu karena iya masih bingung harus menyebut Aril dengan panggil pak, abang, atau mas..
"Ternyata teman pacarnya Aril memang masih muda ya, dan tidak kalah cantik dengan pacarnya Aril,'' ucap lelaki itu lagi tanpa basa basi kepada Mawar..
Lelaki di samping Mawar saat ini mungkin usianya pun tidak jauh berbeda dengan Aril, dan perawakannya pun sama keren nya dengan Aril, rata rata semua laki laki yang ada di pesta ini berkisar umuran 35 hingga 40an ke atas, namun mereka semua memiliki bentuk tubuh yang masih sangat oke, atau mungkin karena faktor mereka para pengusaha yang kaya, sehingga mereka bisa menjaga penampilan dan bentuk badan mereka..
"Kenalin saya Gery," laki laki itu mengulurkan tangan kanan nya kepada Mawar..
"Saya Mawar,'' Mawar membalas uluran tangan laki laki itu..
"Nah gini kan enak jadinya, udah saling tahu nama jadi gak bingung manggilnya apa nanti, masa iya kan ngobrol gak kenalan,'' ujarnya lagi mencoba mencairkan suasana, sepertinya ia paham betul kalau Mawar bukanlah tipe wanita yang banyak bicara, seperti saat ini Mawar hanya bisa membalas perkataannya dengan senyuman sambil meneguk jus jeruknya..
__ADS_1
"Datang ke sini sama pasangan atau.." tanya laki laki itu tanpa meneruskan kalimatnya..
"Tadi saya datang ke sini sama Eca kebetulan saya satu rumah sama dia." Jawab Mawar..
"Oh satu rumah dengan kekasihnya Aril, memangnya kalian kerja di mana, kenapa bisa tinggal satu rumah begitu ?" lelaki itu sangat ingin tahu..
"Kami kerja di salon kecantikan, dan kebetulan di sediakan asrama untuk karyawannya tinggal"..
"Oh begitu ya," sahut laki laki itu singkat, mungkin dia pun bingung harus membuka obrolan apalagi, karena sejak tadi Mawar hanya menjawab singkat saja apa yang di tanyakan, tanpa ada niat untuk bertanya balik kepada nya..
"Salon kecantikan ya, sepertinya istri dari salah satu teman saya juga memiliki usaha tersebut, tapi saya tidak tahu nama salon kecantikannya apa, karena di kota ini begitu banyak usaha yang sama, ya kan ?" Gery tidak membiarkan adanya keheningan antara mereka berdua..
"Oh ya," Mawar hanya memberikan respon singkat, Mawar memang tidak terbiasa terlalu banyak bicara dengan laki laki maupun orang yang baru ia kenal..
Kring.. kring.. ponsel lelaki itu pun berdering, ia merogoh kantong celanan nya, mengambil ponsel miliknya itu dan segera menjawab panggilan ponsel miliknya..
"Ya, halo.. aku sedang di luar di acranya Aril nih, memang nya kamu gak di undang ya ?"..
"Oke, aku kirim lokasinya ya, kamu temui aku di sini !" Gery menutup sambungan teleponnya..
"Baru saja di omongin, orangnya sudah nelpon." Ujar Gery setelah memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya..
"Siapa ?" tanya Mawar, dia bingung akan ucapan Gery..
"Itu yang tadi saya bilang, teman saya yang istrinya juga punya usaha salon kecantikan, saya lupa kalau saya mau mengembalikan barangnya hari ini, untuk saja dia menelpon dan sebentar lagi dia akan kesini," jawab Gery, sepertinya ia tipe lelaki yang suka berbicara, dan mudah sekali untuk berbaur dengan orang lain..
"Oh iya." Untuk kesekian kalinya, itu lagi yang keluar dari mulut Mawar, mungkin dia bingung harus menjawab apa, karena memang dia belum mempunyai bahan untuk obrolan malam ini..
Namun Gery tidak masalah dengan hal itu, ia terus mencairkan suasana dan terus mengajak Mawar berbaur, untuk bisa masuk ke dalam obrolan nya. Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya kini mereka mulai terlibat obrolan yang cukup seru, Mawar mulai bisa merespon dengan kata kata yang lebih banyak lagi..
"Sebentar ya, sepertinya teman saya sudah di depan sana, saya mau ke bawah dulu, mau ajak dia ke sini biar dia bisa ikut menikmati pesta malam ini, karena dia orangnya sangat rumahan bahkan bekerja pun dia lebih memilih di rumah." Gery pamit kepada Mawar dan berlalu meninggal Mawar..
__ADS_1
'Baguslah, lebih lama ia menemui temannya itu akan jadi lebih baik untukku, aku lebih nyaman sendiri deh dari pada ngobrol dengan orang lain. Lagian mulut aku capek juga harus menjawab setiap obrolan nya. Tapi siapa ya, teman yang katanya istrinya itu punya usaha salon kecantikan juga, pasti bu Vera kenal dengan orang itu dan istrinya,' Mawar jadri penasaran dan ingin tahu siapa teman lelaki yang baru di kenalnya itu, Mawar hanya sekedar ingin tahu saja..
Mawar kembali menikmati kesendiriannya di sudut ruangan ini, ia melihat orang orang begitu menikmati segala hiburan yang di suguhkan di dalam sini..