
Hari ini merupakan hari senin, yang dimana hari ini adalah hari libur bagi mereka tapi berbeda dengan libur sebelumnya, libur kali ini terasa lebih spesial karena mereka mendapatkan dua kejutan sekaligus..
"Gaess, hari ini kita gajian full pertama kita bekerja," sorak Eca..
"Iya dan hari ini kita akan ngedate sama mas Yuda," Riri ikut bersorak..
"Ayo kita kasih penampilan terbaik buat nge date pertama kita, mana tahu kan salah satu dari kita bakalan ada yang bikin mas Yuda kepincut, heehe." goda Gina..
"Iya ya, mana tahu salah satu dari kita ada yang berjodoh sama mas Yuda," Mawar menyahuti..
"Nggak berjodoh juga pun tidak apa apa, yang penting sudah pernah pacaran sama mas Yuda, sahut Eca sambil bercanda..
"Loh kok gitu sih Ca, kan kalau pacaran aja ga jadi suami sama aja dong patah hati," tanya Gina dengan herannya..
"Aihh, kok kamu kolot banget sih Gin pemikirannya, kita itu masih muda nanti dulu mikirin punya suami yang penting kita harus happy dulu kali, pacaran itu enak banget loh,'' goda Eca kepada teman temannya..
"Iya benar ya, aku juga belum mikirin untuk menikah, maunya pacaran dulu aja sama cowok cowok ganteng, hehe." Riri sependapat dengan pemikiran Eca sambil bercanda..
Tak terasa sambil di iringi bercandaan dan obrolan kecil mereka, mereka sudah siap dengan OOTD nya masing masing hari ini..
Gina terlihat simple dengan celana jeans dan baju kemejanya..
Riri terlihat cute dengan overal di bawah lututnya..
Wah ada yang terlihat sudah mulai tahu fashion ini, Mawar gadis pemalu yang minderan sekarang terlihat aduhai dengan baju kaos feminim dan celana jeansnya..
"Eits, Eca kemana ya ?" tanya Riri..
"Ini loh aku, masih disini sama kalian sekarang," sahut Eca keluar dari kamarnya, ia terlihat begitu cantik dan seksi dengan mini dress pinknya bersama dengan motif bunga bunga, yang pas dengan tubuhnya dan memperlihatkan sebagian paha mulusnya yang putih..
"Wiidih, kamu cakep banget Ca," puji Riri..
"Ah masa sih, biasa aja dah kali," sahut Eca sambil memutar badannya seolah olah memperlihatkan kecantikannya sekarang..
"Apa kamu ga takut hitam nanti Ca?, pake baju pendek gitu di pantaikan lumayan panas loh," tanya Gina..
'Hmm kayaknya aku juga harus punya deh dress kaya gitu yang mirip sama Eca', Mawar berdesis dalam hatinya..
"Aku kan bisa cari tempat teduh aja nantinya, ga mau yang panas panas," jawab Eca..
Tit.. tiiit.. Tiiit..
Klakson mobil Yuda mengagetkan mereka, empat sejoli itu pun bergegas keluar rumah, dan seperti biasa Gina kebagian mengunci kamar asramanya, ya gina mungkin yang tidak terlalu terobsesi terhadap Yuda, baginya kalau berjodoh ya ga akan kemana dan kalau tidak jodoh kenapa juga harus terlalu di paksakan..
Mereka pun segera memasuki mobil Yuda, dan seperti biasa, Eca selalu menempati posisi di samping Yuda, apalagi hari ini ia begitu percaya diri akan penampilannya yang dapat meluluhkan hati mas Yuda, bukan hati tapi iman kali ya hehe..
"Hai semua kayaknya wajah kalian berempat pada berseri seri ya hari ini," sapa Yuda ceria..
"Iya dong kan kita mau jalan jalan ke pantai," jawab Riri dengan semangat..
"Ayo mas, nanti keburu siang loh, keburu rame terus kita ga bakalan kebagian tempat disana," ajak Eca sedikit manja..
Sepertinya Eca cukup paham trik menggoda lawan jenisnya, sehingga membuat teman temannya agak jealous melihat tingkahnya..
"Hmm Eca kok kaya udah akrab banget ya sama mas Yuda ?" tanya Mawar pelan ke Gina..
"Kamu kaya ga tau dia aja, jangankan sama mas Yuda sama tukang somai yang baru kenal aja dia bisa menyek menyek", sahut Gina dengan nada agak geli..
"Haha, masa sih Gin" Mawar pura pura ga tahu aja..
"Hmm, kaya baru kenal kemaren aja sama Eca." ucap Gina ke Mawar..
Perjalanan ke pantai kurang lebih 1 jam karena Yuda mengemudikan mobilnya dengan santai atau mungkin Yuda sedikit grogi karena melihat penampilan Eca yang cukup menawan duduk di sampingnya, apalagi mini dress yang di kenakan Eca sekarang terlihat semakin pendek saat dia duduk di sampingnya, terang saja sebagai lelaki normal Yuda merasa sedikit terpancing melihat paha mulus Eca, akan tetapi Yuda berusaha menutupi ke grogiannya di samping Eca..
Hmm, apakah Yuda menyukai cewek yang seksi dan menggoda seperti Eca, atau mungkin Yuda hanya mengikuti nalurinya sebagai lelali yang kini mulai terpana bila melihat suatu keindahan, duhh, mas Yuda jangan bikin yang lain patah hati dong..
__ADS_1
Ini baru di mulai loh mas, jangan teburu buru ya, biarkan mereka menunjukkan sisi kelebihannya masing masing, tuh liat si Mawar ga kalah manis dan cantik dari Eca, hanya saja penampilan Mawar saat ini kalah seksi sama Eca..
Mobil pun kini mulai memasuki area pantai, dan menemukan ruangnya untuk terparkir menunggu para gadis ini melepaskan kepenatan di pantai kapur ini..
"Oke ladies, kita sudah sampai semoga liburan hari ini menyenangkan ya," sorak Yuda memberikan semangat..
Pantai terlihat sepi, karena ini memang bukan hari libur pada umumnya biasanya pantai kan ramai ramainya saat weekend tapi sebenarnya lebih nyaman seperti ini tidak terlalu ramai jadi lebih merasakan keindahan pantai yang sesungguhnya apalagi buat yang hobi foto, saat sepi seperti ini akan mendapatkan gambar yang estetik..
"Kayaknya di bawah pohon itu enak deh, kesana yuk kita pergi foto," ajak Riri..
"Iya, ayo kesana yuk," ajak Mawar juga..
Mereka sepertinya sangat menikmati liburan sederhana mereka hari ini, puas berlari kesana kemari dan berfoto ria di tempat tempat yang indah..
"Ternyata mas Yuda baik ya, mau nganterin kita, fotoin kita," Yuda membuka pembicaraan..
"Iya ternyata walaupun dia adiknya Bos kita, tapi dia bisa welcome banget ya ke kita kita, kaya anggap kita itu teman aja gitu," tambah Gina..
"Iya pengen ihh lebih dari sekedar teman sama mas Yuda," sahut Riri centil..
"Jadi teman aja udah bersyukur, apalagi jadi pacarnya, tapi ga usah berharap lebih deh sekarang," cetus Gina..
Mereka kini melepaskan penat mereka di atas tikar di bawah pohon jambu, sambil menyantap beberapa cemilan yang sengaja mereka bawa dari rumah sambilĀ ngobrol ngobrol ringan..
"Eh si Riri udah molor aja," Gina terkejut melihat temannya yang sudah terlelap di tiup angin di pantai..
"Iya lelap banget, di tambah di tiup angin pantai udah deh," Mawar menyahuti..
Sedangkan Eca asik sendiri memandangi hasil selfie nya di Hp Iphone miliknya, Gina dan Mawar seakan tidak perduli akan apa yang telah Eca lakukan sekarang, yang jelas mereka sedang terlibat obrolan yang seru sampai sampai mereka tidak menyadari Eca sudah tidak bersama mereka lagi..
'Mas Yuda kemana ya? kok ga kelihatan habis foto foto tadi' aku bertanya sendiri dalam hati..
Dari kejauhan ternyata nampak mas Yuda sedang di dekat mobil sambil menerima telepon dari siapa aku pun tidak tahu, tetapi beberapa menit kemudian mas Yuda masuk ke dalam mobil sepertinya dia sudah selesai menelepon dan berbaring di dalam mobil, mas Yuda tampak agak sedikit kelelahan..
Aku mencoba mendekati mas Yuda, kulihat dia memejamkan matanya di dalam mobil sambil memiringkan kursi duduknya, kubuka pintu mobil dengan pelan pelan supaya tidak mengganggu tidur mas Yuda..
"Ehem,," eheman mas Yuda mengagetkanku, aku segera menjauhkan wajahku, beruntung mata mas Yuda masih terpejam, lalu tak lama kemudian dia terbangun dan kaget..
"Eh Eca, sudah lama disini?" Yuda segera duduk sambil menegakkan kursi yang di tidurinya..
"Baru kok mas, soalnya di sana panas banget jadi aku pengen ngadem di mobil," jawab Eca gugup..
"Oh iya, ga ap apa lanjut aja ya, saya sudah lumayan kok tidurnya," Yuda bergegas merapikan baju dan segera membuka pintu mobil..
"Ah mas tunggu," cegah Eca sambil memegang tangan Yuda..
Yuda sedikit kaget melihat tingkah laku si Eca, tapi dia berusaha tetap santai saja..
"Eh itu mas, ada hal yang mau aku tanyakan," lanjut Eca, sambil ia mengambil air mineral di kursi belakang, dan tak sengaja membuat dressnya semakin naik ke atas sehingga paha mulusnya semakin terekspos..
Jelas saja, Yuda lelaki normal yang bergetar jika melihat keindahan, apalagi keindahan benar benar di depan matanya, dan di tambah fisik Eca yang mendukung, bodinya yang sintal dan kulitnya yang putih mulus membuat dia semakin berani menggoda Yuda adik Bosnya itu..
"Iya mau tanya apa Ca?" Yuda penasaran..
"Mas, kalau aku suka sama mas, kira kira mas Yuda marah ga?" Eca bertanya dengan berani namun khas dengan nada manjanya..
"Ehemm", Yuda membersihkan tenggorokannya yang sebenarnya tidak gatal demi menutupi kecanggungannya..
Yuda tak pernah menyangka karyawan mbak Vera ini punya nyali tinggi juga, berani menyampaikan sesuatu yang ya agak sedikit tabu untuk para wanita ucapkan ke laki laki, namun tak bisa di pungkiri ibarat kucing di kasih ikan segar mana mungkin akan menolak, hanya kucing kekenyangan yang menolak dan itu pun belum bisa di pastikan..
Namun sepertinya Eca tidak terlalu mengharapkan jawaban dari Yuda, Eca mendekatkan badannya ke arah Yuda, dan dengan berani melingkarkan tangannya ke leher Yuda spontan Yuda pergerakan Eca kini wajah mereka semakin dekat nafas satu sama lain bisa di rasakan, tak hanya Eca tapi juga Yuda merasakan degupan jantung yang semakin cepat dan bergemuruh..
Mata mereka sama sama terpejam, Eca mendorong dirinya ke arah Yuda dan kini bibir mereka telah menyatu, diam dan terpaku hanya itu yang Yuda lakukan seolah olah pasrah akan sikap Eca tapi tidak dengan Eca, dia dengan lihai ******* bibir seksi Yuda dan tentu saja Yuda menikmati bibir Eca yang memanjakan bibirnya, mereka terhanyut dalam buaian ciuman tanpa ikatan apapun, ahh tak penting yang penting mereka menikmati sensasi yang tak terduga ini..
*Di lain tempat..
__ADS_1
"Gin, dari tadi kita ngobrol haus juga ya," Mawar sambil mencari cari botol minuman..
"Yah minumnya abis lagi," Gina kesal mendapatkan botolnya kosong..
"Ya udah aku ambil di mobil dulu ya, kayaknya masih ada air mineral satu botol di sana," Mawar menawarkan..
"Oke, tapi aku ga kesana ya, pengen bobo juga kaya si Riri, kayaknya enak banget tuh," sahut Gina..
"Oke deh," jawab Mawar..
"Hmmm kok aku ga lihat Eca ya, kemana dia ?" Mawar bertanya pada dirinya sendiri..
Aku berjalan menyusuri pasir pasir putih ini ya dengan namanya pantai kapur, tidak salah karena pasirnya yang putih bersih di iringi hembusan angin yang membelai tubuh ku terasa begitu sejuk namun menyenangkan, seperti kunjunganku bersama teman temanku hari ini terasa begitu menyenangkan..
Aku sudah hampir sampai di belakang mobil silver milik mas Yuda, teringat dulu di kampung aku hanya bisa melihat tetanggaku pak Husni orang terkaya di kampung yang bisa keluar masuk dari mobil mewah seperti ini, tapi sekarang hampir setiap hari aku bisa merebahkan badanku di jok mobil yang empuk itu..
"Aah nikmat tuhan manakah yang kau dustakan," aku mengucap syukur atas apa yang terjadi pada diriku saat ini, ya aku sangat bersyukur telah di beri pekerjaan yang aku sukai, di beri teman teman yang baik dan asik di anugerahi keseharian yang begitu berkesan bagiku yang dulu hanya seorang gadis kampung 'minderan' ini..
Tanganku hampir menyentuh gagang pintu mobil ini tapi entah mengapa pandanganku yang tadinya hanya terpana pada pasir pasir yang menempel di kakiku, tiba tiba memandang ke arah depan mobil dimana sudah tampak seorang perempuan dan laki laki yang posisi mereka begitu dekat bahkan sangat dekat hingga bibir mereka menyatu bahkan saling bertaut, bisa persis potongan adegan film barat yang pernah ku tonton keluargaku di kampung..
Tubuhku tiba tiba gemetar, jantungku berdegup kencang, dan telapak tanganku di banjiri keringat aku tak percaya dengan apa yang aku lihat, ya bagiku ini suatu hal yang sangat amat baru karena selama ini aku melihatnya hanya di film itu pun hanya sekali, karena aku lebih suka nonton acara dangdut ketimbang film barat soalnya capek baca artinya, maklum kamus bahasa inggrisku sekedar yes no aja hehe..
Aku mengurungkan niatku mengambil barang yang ku inginkan, aku berbalik dan berjalan pelan agar tidak mengganggu keromantisan eh, lebih tepatnya kemesuman kedua sejoli itu, setelah dua meter dari mobil aku pun berlari kencang menuju warung minuman yang kulihat tadi, aku mencoba menenangkan perasaanku sendiri sambil mengambil sebotol minuman dari sana..
'Oh tuhan, aku sakit hati aku patah hati hiks,' keluhku..
"Kenapa mas Yuda bisa ciumans ama Eca ya ?"..
"Apa mereka sudah pacaran, atau mungkin mereka memang saling cinta," OMG pertanyaan ini berdatangan di otakku yang membuat hatiku makin dongkol..
Langkahku semakin mendekati Gina dan Riri yang masih terbaring di selimuti angin angin pantai, aku merubah mimik wajah yang tadinya layu jadi agak sedikit bersemangat, biarlah hanya aku yang tahu, karena kalau aku ceritakan ke Gina dan Riri berarti aku menggosipkan Eca temanku sendiri, eh tapi ini kan bukan sekedar gosip belaka tapi ini merupakan fakta yang aktual..
*Di bawah pohon..
"Gaess bangun dong, sudah hampir jam empat ini, kita siap siap pulang yuk !!"..
Kedatangan dan suara Eca mengagetkan Mawar..
"Eh Ca, kamu dari mana aja kok baru kelihatan sih," tanya Riri..
"Ya jelas baru kelihatan, kamu aja baru melek kok hahah," ejek Gina ke Riri..
"Aku dari sana, duduk di warung itu sambil ngobrol sama tukang warung," jawab Eca tanpa kegugupan sama sekali..
"Ya udah yuk, pengen cepat nyampe rumah pegel semua ini badan," sahut Mawar dengan nada bete, ya mungkin bete habis menyaksikan kejadian yang tidak terduga di mobil tadi..
Mereka pun segera membereskan barang barang mereka, dan tidak lupa kembali memunguti sampah sampah dari bungkus cemilan serta kulit buah yang mereka santap, eiitss jangan sampai ada yang tertinggal ya gaess, karena kebersihan pantai harus di jaga agar tetap indah untuk di lihat, dan itu semua menjadi tanggung jawab semua orang bukan hanya pengelola pantai saja tapi pengunjung pun harus ikut andil serta menjaga dan melestarikan kebersihan dan keindahan pantai..
"Oke ya semua, ga ada yang ketinggalan kan ??" tanya Yuda kepada ke empat gadis penumpangnya..
"Ga ada mas, udah beres semua kayaknya," jawab Gina..
"Barang sih ga ada, tapi kalau perasaan mungkin masih ada mas hihi," goda Riri centil..
"Perasaan jangan di tinggal dong say, tapi di ungkapin," sahut Eca tanpa canggung..
Yuda hanya merespon dengan ekspresi senyum di kulum, bingung hendak berkata apa atau mungkin bibirnya masih kaku akibat ******* menggoda dari Eca setengah jam yang lalu, sementara Mawar hanya bisa terdiam dan melemparkan pandangannya keluar kaca mobil seakan beban pikiran sedang merundungnya..
'Selamat tinggal pantai kapur, hmm mungkin bagiku namanya pantai patah hati,' jerit Mawar di dalam hati nya..
Suasana hening di dalam mobil, Yuda fokus dengan setirnya sementara Eca asik dengan ponsel Iphonenya, sepertinya dia sedang sibuk mengedit foto yang akan di upload ke sosial media supaya lebih kelihatan cantik. Di jok belakang mereka tampak Mawar, Gina dan Riri menikmati perjalanan sambil memejamkan mata..
1 jam kemudian mereka sampai di asrama, ke empat gadis jomblo ini segera turun dari mobil..
"Makasih banyak ya mas Yuda," ucap mereka berempat kompak..
__ADS_1
"Iya sama sama." jawab Yuda tersenyum..
Hmmm kira kira akankah Gina dan Riri tau tentang kejadian ajaib itu, atau masihkan Mawar berharap ingin menjadi kekasih hati mas Yuda yang jelas jelas di lihat dengan mata kepalanya sendiri berbuat mesum bersama temannya sendiri..