Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
CALON ISTRI ??


__ADS_3

Mawar telah bersiap dengan tampilannya, dress sabrina putih di sertai dengan beberapa sentuhan benang emas sebagai ukirannya, membuat Mawar terlihat begitu cantik dan mempesona, penampilannya hari ini sangat cocok untuk datang ke acara pernikahan, tidak lupa juga ia mengenakan sandal high heels nya yang juga berwarna puith dan juga tas glossy berwarna putih senada dengan outfit nya hari, tidak tau kenapa hari ini Mawar begitu sangat percaya diri dengan warna yang terlihat begitu suci ini..


Sementara untuk tampilan rambut nya, Mawar memang sangat menyukai gaya rambut yang sangat simple, ia hanya mengikat rambut nya menjadi satu dan memberikan kesan curly di ujung rambut nya, serta tidak lupa juga dengan dua poni yang mengias sisi di dahi nya, agar terkesan lebih anggun dan lebih feminim..


Penampilan Mawar hari ini sangatlah memukau, ia terlihat sangat anggun. Kalung rantai halus dengan mata berkilau itu sangat cantik menghiasi lehernya, dan juga anting berkilau satu mata itu melengkapi serta menambah kesan mewah pada penampilan nya hari ini yang bisa di katakan nyaris sempurna..


"Oke deh ya, kayaknya udah rapi sih, waktu nya aku keluar dan kayak nya Eca sama Riri juga udah pada siap deh.'' Mawar melangkahkan kaki nya keluar dari kamar nya..


"Mawar, astaga.. loe cakep banget deh, ya ampun !, loe itu ya kalau udah dandan emang bener bener deh ah, udah kayak artis tau gak sih !" Riri memuji penampilan temannya itu..


"Bisa aja ah Ri, sesekali boleh lah kali ya Ri kayak gini kan jarang jarang juga dapat undangan pernikahan, jadi pas di undang ya di manfaatin dong tampil beda dikit,'' ujar Mawar yang kini sangat percaya diri dengan penampilannya hari ini..


"Ya haru dong Mawar, gue yakin sih kalau loe nanti pulang dari sana, loe pasti bakalan udah gak jomblo lagi, pasti semua mata akan tertuju pada loe sih, yakin gue.'' Eca ikut menimpali omongan Riri..


Sedangkan Eca hari ini memilih warna merah, ia memilih warna yang terang seolah mengekpresikan diri nya yang begitu agresif dan pemberani. Sedang kan Riri malah memilih krem, karena memang pada sejati nya Riri itu memiliki sifat yang pemalu jika belum mengenal orang tersebut dengan akrab, ya tidak jauh berbeda dengan Mawar..


Kini mereka pun sudah sampai ke pesta pernikahan Teguh, Mawar berjalan di samping Riri, meskipun Riri bersama dengan pasangan nya, namun Riri tidak mungkin mengabaikan sahabat terbaik nya itu si Mawar, ia terus menggandeng tangan Mawar, karena ia pun tidak mau Mawar akan berkecil hati karena hari ini ia datang tidak membawa pacar seperti diri nya dan Eca..


Di pelaminan itu terlihat Teguh bersama istri nya, mereka berdua terlihat begitu gagah dan cantik, pasangan yang sangat serasi ya, Mawar begitu bahagia melihat mereka berdua pada akhirnya bisa bersatu menjalin cinta, dan sebentar lagi mereka akan bertemu dan bersalaman di pelaminan itu, Mawar mengucapkan selamat kepada Teguh dan istri nya atas pernikahan mereka, dan tidak lupa mereka mengambil foto foto sebagai kenang-kenangan..


"Gue duduk di sini aja deh, kalau kalian gak apa apa di sana aja, soalnya gue mau lihat penyanyi nya dulu, lagi pengen nikmatin musik,'' Mawar mengambil posisi kursi di barisan depan..


"Serius loe Mawar, gak apa apa kan disini ?, gak kesepian ?, ya udah kita bareng aja deh, gak apa apa kok, gue juga gak keberetan sama sekali,'' ujar Riri..


"Santai aja lah Ri, loe nikmatin aja dulu ya berdua sama cowok loe itu, makan di sana sama mereka,'' suruh Mawar kepada Eca dan Riri..


Kini mereka pun berpisah, Eca bersama pacar nya dan begitu juga Riri bersama kekasih nya, sementara Mawar sekarang sedang menikmati santapan duduk di kursi berwarna biru langit itu, sambil menikmati musik dangdut yang di nyanyikan oleh penyanyi itu dengan suara yang sangat merdu mengalun di telinga nya..


"Kayknya orang tua nya istri Teguh ini teman nya pengusaha semua ya, kok dari tadi aku lihat yang datang baju nya keren keren semua ya, di depan juga mobil nya pada bagus bagus semua, ternyata orang tua istri nya Teguh itu bukan orang sembarangan juga ya, meskipun dia hanya berjualan makanan saja tapi para tamu undangan nya hari ini orang orang berkelas semua,'' mata Mawar menatap sekitar, ia mengagumi dekorasi pernikahan Teguh..


'Kenapa aku seperti melihat ada pak Ruslan ya saat bersalaman di panggung tadi, tapi masa iya pak Ruslan datang ke acara ini, memang nya pak Ruslan kenal ya sama Teguh,' Mawar menghentikan kunyahan makanan nya, lalu mata nya tiba tiba menangkap sosok Ruslan yang di kenal nya baru saja naik ke panggung memberikan selamat kepada kedua pasangan pengantin itu, dan juga berfoto bersama keluarga pengantin di panggung itu..


"Gak mungkin deh, kayak nya aku salah lihat atau mungkin orang itu mirip aja dengan pak Ruslan, masa iya sih pak Ruslan ada di acara yang kayak begini, pak Ruslan itu kan pengusaha yang besar dan sukses banget, pastilah dia mau datang ke acara yang memang sudah istimewa, tapi kan ini bukan di hotel, mereka hanya merayakan nya di gedung serba guna biasa seperti ini saja"..


Mawar meminum air nya ia pun lalu menyudahi kegiatan makan nya dan mengelap bibir nya yang terkena minyak makanan, serta mengangkan tangan nya, Mawar mengamati orang orang yang hadir di pesta pernikahan Teguh, dan ia masih mencari sosok yang di kira nya mirip dengan Ruslan itu, mata nya tidak berhenti berputar mencari wajah Ruslan..

__ADS_1


"Kamu cari siapa Mawar ?" suara bariton tiba tiba berada di belakang nya, Mawar langsung menoleh..


"Pak.. Ruslan," Mawar merasa tidak percaya, kalau memang benar benar ada Ruslan di belakang nya saat ini..


"Kamu di undang juga ya di sini ?" tanya Ruslan..


"Ya pak, soal nya di undang sama Teguh, dulu itu Teguh pernah bekerja di samping salon kita"..


"Oh begitu ya"..


"Bapak kenal juga sama Teguh atau sama istri nya ?, kok bapak bisa datang juga ke acara pesta pernikahan mereka hari ini ?" Mawar balik bertanya..


Saya itu teman orang tua nya pengantin perempuan, kebetulan salah satu kantor saya sering cathering makanan sama dia, karena memang masakan nyaitu enak banget, jadi tidak mungkin juga saya tidak ikut berpatisipasi atas pernikahan anak nya ini..


Jadi saya usahakan untuk datang walaupun hanya sendiri aja, karena Vera kan gak mungkin juga mau datang ke acara pernikahan seperti ini apalagi tidak di laksanakan di hotel, lagi pula juga ia sedang menemani Fiqi hari ini..


Entah suatu kebetulan atau bagaimana hari ini baju yang digunakan Mawar pun terlihat begitu serasi dengan Ruslan, Ruslan juga mengenakan kemerja berwarna putih tulang dan celana abu abu, bila mereka duduk berdampingan seperti ini begitu sangat serasi, pasti orang akan mengira kalau mereka adalah sepasang kekasih atau mungkin sepasang suami istri..


Ruslan begitu terpana melihat penampilan Mawar hari ini, Mawar benar benar terlihat anggun dan mempesona sehingga Ruslan tidak bisa berkedip memperhatikan Mawar dari arah samping, sementara Mawar tidak menyadari nya karena terlalu menikmati nyanyian merdu yang di lantunkan oleh penyanyi di atas panggung..


"Sama teman teman aja pak, ada Eca dan Riri"..


"Lalu dimana mereka sekarang ?" kenapa kamu sendirian aja dari tadi"..


"Mereka sedang bersama pasangan nya masing masing, kebetulan mereka hari ini membawa kekasih nya jadi saya memilih untuk duduk sendiri aja pak di sini"..


"Oh begitu ya, terus nanti kamu pulang nya sama siapa ?''..


"Rencana nya sama mereka juga pak, tadi pun saya pergi dengan mereka"..


"Kamu tidak iri ya dengan mereka ?, yang hari ini menggandeng pasangan nya masing masing, lalu sementara di sini masih sendiri ?"..


"Biasa aja sih pak, mau bagaimana lagi juga kan memang keadaan nya seperti ini, saya memang belum memiliki pasangan, jadi di nikmati saja.'' Jawab Mawar pelan..


Kenapa sih makin aku ingin menghindar ini dari sosok Ruslan malah semakin waktu yang mempertemukan terus aku dengan nya, seperti hari ini sesuatu yang tidak mungkin terjadi, sesuatu yang di luar dugaanku, aku bisa bertemu dia di pesta pernikahan yang sederhana ini, yang bagi ku tidak mungkin seorang pengusaha sukses, orang kaya ternama datang ke acara seperti ini, tapi kenyataan nya memang iya terjadi, bukti nya saat ini aku sedang duduk berdampingan dengan nya..

__ADS_1


"Ya Tuhan, jika memang rasaku ini salah, maka jangan pertemukan aku dengan nya lagi, tapi kalau memang rasa ini harus terbalaskan, aku mohon jangan sulit kan jalan ku, tidak sanggup aku menahan rasa ini.'' Desis Mawar dalam hati nya sambil meratapi apa yang di rasakan nya saat ini..


"Hai Ruslan, siapa sangka kita bisa bertemu di sini, apa kabar ?" seorang laki laki menyapa Ruslan..


"Halo pak Endang, kabar saya baik, bapak sendiri gimana kabar nya ?"..


"Kabar baik juga, sudah lama nih kita tidak bertemu ya.. hampir sepuluh tahun loh, gue gak menyangka kita bakalan bisa bertemu di sini"..


"Kemana aja loe sepuluh tahun ini, loe udah pergi ke negara mana saja ?" tanya Ruslan pada teman nya itu..


"Gue kemarin kan di australia, tapi berhubung sudah bosan gue di sana, jadi gue coba aja kembali ke Indonesia, gue gak nyangka juga malah bisa bertemu loe di sini,'' ujar teman ruslan kembali memeluk nya..


"Oh begitu, loe kenal juga dengan yang mengadakan pesta ini ?" tanya Ruslan..


"Tentu saja, itu kan pengantin perempuan kebetulan keponakan gue bro, jadi gue coba menyempatkan diri untuk hadir walaupun pekerjaan gue saat ini begitu padat"..


"Oh jadi keponakan loe ya, memang dunia itu terkadang sangat sempit ya, kita bisa bertemu di sini, gue sangat senang akhirnya.. gue bisa bertemu lagi dengan teman lama,'' mereka saling berpelukan lagi..


"Siapa perempuan cantik yang ada di samping mu itu bro ?" bisik teman Ruslan saat mereka berpelukan, Ruslan pun kembali melirik ke arah Mawar, ya memang penampilan nya Mawar hari ini tidak diragukan lagi keacantikan nya, sehingga membuat Ruslan begitu bangga bila duduk berdamping dengan nya..


"Tenang bro, pasti gue akan kenalin dengan loe, lebih baik kita duduk aja dulu,'' balas Ruslan juga berbisik kepada teman nya itu..


"Gue di Indonesia gak bakalan lama bro, hanya dua minggu aja, seminggu setelah itu gue akan berangkat lagi ke afrika, kebetulan ada pekerjaan di sana." Ujar Endang kepada Ruslan..


"Loh.. jadi loe gak menetap di Indonesia ya, cepet banget bro, gue pikir sekarang udah menetap di Indonesia"..


"Gak lah bro, soalnya kan anak istri juga masih di australia kan, hanya gue aja ini yang kembali ke sini, tadi itu gue hanya bercanda aja, kebetulan gue kan kembali kesini karena memang menghadiri undangan pernikahan keponakan gue aja, bukan karena bosan tinggal di sana itu hanya bercanda bro, hehe"..


"Loe ya !!, gak pernah berubah dari dulu suka banget bercanda,'' sahut Ruslan..


"Ngomong ngomong nih bro, di samping loe itu siapa sih ?, kenalin dong dengan aku ini, biar tahu kan siapa itu ?" teman Ruslan melirik Mawar..


"Oh ini maksud loe bro ?, iya kenalin dulu ini bro, ini Mawar namanya dia itu calon istri gue,'' ucap Ruslan tegas tanpa ragu ragu..


Mawar pun langsung berdiri saat Ruslan memperkenalkan diri nya kepada teman nya, namun seketika ekspresi Mawar menjadi bingung, ia melirik kepada Ruslan, ia tidak percaya dengan apa yang Ruslan katakan barusan, kenapa bisa ya pak Ruslan mengatakan kalau diri nya adalah calon istri nya..

__ADS_1


'Hah.. calon istri ? apa maksud pak Ruslan dengan ucapan nya barusan ?' desis Mawar bingung di dalam hati nya, ia tidak berani menatap mata Ruslan karena salah tingkah..


__ADS_2