
Mawar mencoba hati nya untuk Teguh, ia akan memberikan Teguh kesempatan untuk bisa mengisi relung hatinya yang sudah lama kosong itu, siapa tahu Teguh berhasil dan Mawar pun mampu melupakan mas Yuda sepenuhnya..
Namun Mawar tidak akan menceritakan tentang dirinya kepada Teguh, ia akan membiarkan Teguh mengenalnya sebagai gadis yang baik baik dan belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun, karena Mawar tidak ingin jika Teguh tahu dirinya nanti akan di remehkan..
Maka Mawar akan menutup pintu rapat rapat tentang dirinya yang sudah tidak perawan lagi, biarlah semua ini menjadi sebuah rahasia pahit akan diri nya, dan akan di ketahui oleh laki laki yang kelak akan mencintainya dengan tulus dan siap untuk menjadi pendamping hidup akhir nanti..
Meskipun setengah hati, namun Mawar berusaha tidak memperlihatkan ke engganan nya untuk mengenal Teguh lebih jauh lagi, ia tidak mau memberi kesana yang tidak baik di depan Teguh, karena sesungguhnya Teguh adalah lelaki yang sopan dan baik, hanya saja hati Mawar yang terlalu sulit untuk menerima kehadiran orang baru dan berusaha untuk masuk ke dalam hati nya..
Mawar pun memberikan kepada Teguh kalau dia mau berkencan dengan Teguh di saat libur nanti, sebenarnya Teguh sudah menanyakan itu sudah empat hari yang lalu dan Mawar baru membalasnya di hari sabtu, setelah ia tahu kalau teman temannya telah memiliki acaranya masing masing saat hari libur nanti..
Dari pada jenuh di rumah seharian, dan kebetulan memang tidak ada kegiatan lain yang akan Mawar lakukan di rumah, maka ia pun menerima saja ajakan dari Teguh, sekalian membuang rasa bosan nya yang selalu diam di rumah di saat hari libur..
Sebenarnya Mawar berharap kalau hari libur nanti bisa kembali menemani Fiqi lagi, dengan begitu otomatis Mawar jadi bisa melihat Ruslan yang tidak lain merupakan ayahnya Fiqi dan suami dari Bos nya Vera itu..
"Apa-apaan sih aku ini, gak jelas banget deh mikirnya," Mawar menepis keinginan hatinya itu, ia berusaha menyadarkan hatinya yang berkeinginan tak wajar itu..
Mawar pun tidak mengerti ada apa dengan hatinya saat ini, memang seluruh hatinya masih milik mas Yuda seutuhnya dan ia pun tahu kalau ia sangat sulit untuk melupakan mas Yuda hingga sampai saat ini. Tapi tidak tahu kenapa, saat dirinya mengingat Ruslan ada sedikit cahaya yang menerangi hatinya yang gelap itu, seolah sedikit cahaya itu akan menerangi hidupnya yang suram saat ini, tapi cahaya itu semakin terang sehingga jika semakin dekat maka akan menyakiti mata Mawar, dan Mawar tidak akan sanggup untuk menatapnya terus menerus lagi..
Kenapa harus Ruslan yang di pilih hati Mawar yang akan menghapus nama mas Yuda di hati Mawar. Padahal raga Mawar jelas menolak karena tahu jika luka yang akan di dapatnya akan menjadi lebih parah..
"Mawar.. kumohon, jangan Ruslan, jelas jelas ada Teguh, ayo dong berpikir waras dong Mawar !" Mawar menekan kan dirinya sendiri..
Mumpung belum terlalu jauh, Mawar harus bisa mengendalikan dirinya agar tidak terlalu berharap, mengingat serta menginginkan Ruslan menjadi pengganti mas Yuda di hati nya..
"Ok Mawar, ada Teguh sekarang dan Teguh yang akan menghapus nama mas Yuda di hati loe, dia yang akan menggantikan mas Yuda di hati loe, dan dia merupakan seorang laki laki yang baik dan wajahnya juga enak untuk di pandang, please.. coba buat buka hati loe buat Teguh !" lagi lagi Mawar menegaskan untuk dirinya sendiri..
Mawar pun mengalihkan ingatannya agar berpaling ke Teguh, ia mengingatkan dirinya bagaimana sosok Teguh di mata nya. Teguh laki laki yang baik, memiliki tubuh tinggi dan juga wajah yang cukup manis, selain itu Teguh sangat sopan santun kepada orang lain, hanya kalau dari segi kemapanan dan kekayaan, Teguh memang belum mencapainya, ia juga berasal dari keluarga sederhana yang mencari peruntungan kerja merantau ke kota..
Teguh sosok pekerja keras, terlihat dari kesehariannya ia sangat disiplin dalam melakukan pekerjaannya, dan ia juga laki laki yang sangat memikirkan keluarga, karena memang dia merupakan anak pertama yang juga membantu menopang perekonomian keluarganya, yang kedua orang tuanya hanyalah seorang petani di kampung..
Tidak banyak kekurangan Teguh, mungkin jika Mawar tidak pernah mengenal mas Yuda sebelum nya tentu lah Mawar tidak akan menolak seorang Teguh, karena memang Teguh tidak memiliki sisi yang buruk yang bakal mengecewakannya..
Mawar berusaha membalas perasaan Teguh, meskipun itu tidak akan mudah, namun Mawar akan terus berusaha, agar nama mas Yuda benar benar menghilang dari dirinya dan nama Ruslan tidak jadi masuk ke dalam daftar hati Mawar..
Setelah sekian lama dirinya tidak mengenakan koleksi dari outfit kecenya, dan hari ini adalah kesempatan Mawar untuk kembali bergaya dengan style kesukaannya, semenjak sudah bekerja, Mawar sangat mengikuti tren baju yang sedang hits dan yang pasti sangat nyaman di tubuhnya..
Hari ini Mawar ingin tampil simple, karena ia tahu kalau Teguh akan mengajaknya berkencan menggunakan kendaraan roda dua nya, maka celana jeans menjadi pilihannya sekarang, ia memadukan jeans itu dengan baju kaos putih polos dan tidak lupa blazer santai yang melengkapi penampilannya..
Mawar mengikat rambutnya menjadi satu, ia membawa ransel kecilnya sebagai pelengkap untuk membawa barang barangnya, dan tidak lupa sepatu sneakers putih kesayangannya..
"Eh ada yang udah rapi aja nih,'' Riri yang sedang merapikan bajunya langsung melihat Mawar yang sudah siapa untuk berangkat..
"Sekali-skali, boleh dong pagi pagi keluar juga Ri." Sahut Mawar..
"Jangankan sesekali, sering sering juga boleh kok Mawar." Goda Riri..
"Ya semoga aja deh Ri, berlanjut"..
"Harus dong, kasihan si Teguh udah lama memendam rasa sama kamu"..
"Rasa apa dulu nih Ri, manis, asam, apa asin haha"..
"Ya kalau loe membalas cintanya dia ya udah pasti manis lah"..
"Menurut loe Teguh gimana Ri, cakep ga ?" tanya Mawar..
"Lumayan lah, wajahnya enak aja untuk di lihat ada manis manisnya gitu"..
"Haha.. udah kayak iklan minuman aja Ri"..
Eca yang baru keluar kamar langsung berlari menuju ke arah Mawar, ia menatap Mawar dari bawah hingga atas membuat Mawar jadi sedikit risih..
"Kenapa sih loe Ca ?" tanya Mawar bingung..
"Gini dong, temen gue itu kece, bukan yang sering murung sendirian aja di kamar." Sambung Eca..
"Bisa aja loe." Jawab Mawar sambil mengibaskan rambut panjangnya..
"Mana si Teguh, udah dateng belom dia ?" tanya Eca..
"Bentar lagi deh kayaknya Ca,'' Mawar melirik jam tangannya..
"Tuh kayaknya suara motor Teguh deh," ujar Riri..
Eca bersemangat melebihi Mawar yang akan berkencan, ia langsung berlari menghampiri Teguh ke depan..
"Semangat banget, kenapa dia Ri ?" Mawar bertanya langsung ke Riri..
"Tau tuh, yang di ajak jalan siapa, yang girang malah siapa"..
"Gue duluan ya Ri,'' pamit Mawar..
"Ok Mawar, hati hati ya''..
Mawar menghampiri Eca yang sedang asik ngobrol dengan Teguh, tidak tahu apa yang mereka bahas, wajah Eca terlihat sangat serius..
"Seru banget, pada ngomongin apa nih ?"..
"Gue habis kasih tahu Teguh, gimana caranya nembak cewek yang bener biar ga di tolak"..
"Serius loe Ca ?" tanya Mawar..
"Ya iya lah, ngapain gue bohong ke elo sih Mawar"..
"Ada ada aja loe nya Ca, ya udah lah gue jalan dulu ya Ca." Pamit Mawar..
"OK, have fun ya kalian berdua, hati hati di jalan"..
Mawar pun berangkat bersama Teguh, ia tidak tahu kemana Teguh hendak pergi mengajaknya, tapi yang jelas ia sangat menikmati perjalanan di atas motor sambil merasakan hembusan angin segar sepanjang jalan, sudah lama sekali Mawar tidak merasakannya..
Tubuhnya saat ini memang sedang bersama dengan Teguh, namun pikirannya sama sekali tidak ada di sini bersama Teguh, ia merasa sangat hampa dan kosong, tidak merasakan kehangatan dari Teguh..
__ADS_1
Teguh berusaha mencairkan suasana agar Mawar bisa ceria dan bahagia berkencan dengannya. Dan akhirnya Mawar pun mencair dan mulai menikmati kebersamaannya dengan Teguh, ternyata Teguh adalah tipe lelaki yang sangat humoris, terbukti ia mampu membuat Mawar tertawa gembira akan candaannya..
Teguh sangat berharap agar Mawar mau menerima cintanya, karena dia begitu tertarik kepada Mawar dan sudah memperhatikannya sejak dulu..
Mawar pun memberikan kesempatan kepada Teguh untuk bisa menempati ruang hatinya yang masih penuh dengan sosok yang bernama Yuda itu, memang Mawar tidak memiliki rasa apapun kepada Teguh, tapi Mawar ingin mencoba sekali ini, mana tahu kan Teguh bisa membantunya untuk melupakan sosok mas Yuda itu..
Teguh begitu bahagia saat Mawar menerima cintanya dan mengatakan akan mencoba dengan seiring berjalannya waktu, meskipun Mawar tidak mengatakan kalau ia begitu menyukai Teguh, tapi setidaknya Mawar tidak mencoba untuk menolak ungkapan cinta Teguh..
''Terima kasih ya Mawar karena kamu sudah mau memberikan kesempatan untuk ku agar bisa mengisi hari harimu, semoga dengan berjalannya waktu kamu juga bisa membalas perasaan ku ini." Ucap Teguh penuh harap dan kegembiraan di sorot matanya..
"Iya, maaf kalau aku hanya bisa memberi jawaban itu, aku juga berterima kasih karena kamu bisa mengerti aku dan maunya aku." Balas Mawar..
Hari ini mungkin menjadi hari bahagia untuk Teguh, ya siapa yang tidak bahagia bisa menghabiskan waktu bersama hampir seharian dengan orang yang akan di sayanginya nanti, ya.. meskipun belum banyak hal seru yang mereka lalui hari ini, karena mereka masih dalam tahap malu malu dan baru mencoba mengenal satu sama lain..
Teguh tidak bisa menyembunyikan rasa sayang nya, sedari tadi ia selalu tersenyum dan bersemangat, ia sangat lembut dan spesial memperlakukan Mawar..
"Kamu senang gak hari ini aku ajak jalan ?" tanya Teguh..
"Senang,'' jawab Mawar dengan singkat, memang menyenangkan tapi ia tetap tidak bisa mengalahkan perasaan senangnya di kala ia bersama mas Yuda dulu..
"Besok besok kalau kamu pengen ke tempat yang lain, kamu bilang ya sama aku, biar gak bosan kita kalau keluar," pinta Teguh..
"Iya, aku sih kemana saja mau kok, asal tempatnya tenang dan nyaman"..
"Oh ya, kalau begitu kapan kapan kita ke pantai yu, di sana pasti nyaman banget kalau hari senin, gakĀ banyak pengunjung jadi bisa menikmati pemandangan serasa milik sendiri." Ajak Teguh..
"Hah.. ke pantai ?"..
"Iya, kamu belum pernah ke sana ya ?"..
Mawar terdiam, ia teringat kalau disana lah tempat pertamanya merasa kecewa saat tahu kalau mas Yuda sedang bercumbu mesra dengan Eca temannya itu..
Dan disana jugalah tempat dimana ia mencurahkan semua kesedihannya saat mas Yuda pergi meninggalkannya tanpa penjelasan apapun, sanggup kah mawar mendatangi tempat itu lagi, dan apakah Mawar merasakan kecewa lagi untuk yang kesekian kali nya, Mawar berharap Teguh tidak akan mengecewakannya, dan tidak akan menorehkan luka seperti yang di lakukan mas Yuda, ada sedikit ketakutan di hati mawar kalau nanti ia bisa benar benar mencintai Teguh, ia tidak mau Teguh meninggalkannya apalagi saat ia sedang sayang-sayangnya, Mawar tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja..
Semoga Teguh bisa mendapatkan hati Mawar seutuhnya, dan semoga Mawar bisa menghapus seutuhnya juga nama mas Yuda di hati nya, dan mulai mengukit nama Teguh yang akan memberikan warna yang lebih indah di dalam hidupnya..
\*Perasaan Teguh\*
Akhirnya aku bisa mengungkapkan rasa yang kumiliki pada gadis itu, gadis yang telah mencuri hatiku ini, aku selalu memperhatikannya dalam diam ku, namun baru sekarang aku berani untuk mendekatinya, semoga dia juga merasakan apa yang kurasakan pada selama ini..
Yang kutahu dia merupakan gadis yang baik, pemalu dan sedikit pendiam. Ya.. aku menyukainya, aku menyukai gadis seperti itu, apalagi selama aku memperhatikannya, aku tidak pernah melihat ia berjalan ataupun dekat dengan lelaki lain, oleh karena itu aku masih menunggu waktu yang tepat untuk bisa menyampaikan perasaanku ini padanya..
Dan akhirnya kemarin aku sudah mengungkapkan isi hatiku padanya, tentu saja jantungku berdebar saat mengatakan itu, dan badanku gemetar, tapi aku berusaha untuk santai dan menutupi semua kecanggungan di depannya..
Tapi Mawar tidak seperti itu, dia memang gadis yang tepat menjadi pilihanku, ia begitu menyimak dan menghargai atas apa yang ku utarakan padanya. Meskipun aku tahu dari ekspresinya ia memang tidak sebahagia wanita pada umumnya yang sangat gembiar saat ada lelaki yang menyatakan cinta padanya..
Ia menanggapi ucapan cintaku dengan sangat lembut dan bijak, memang ia tidak berkata seperti yang kuharapkan, misalnya 'ya, aku juga suka sama kamu Teguh', bukan begitu ya..
"Teguh, terima kasih ya karena sudah menyampaikan apa yang kamu rasakan padaku, tapi maaf mungkin aku tidak bisa langsung membalas, kalau aku juga menyukai kamu tapi bukan berarti juga aku menolak kamu, jadi aku memberi kesempatan untuk kita saling mengenal lebih jauh satu sama lain, karena kita kan belum lama kenal, jadi kita jalani saja dulu kedekatan ini, semoga kedepannya kita cocok ya." Itu kata Mawar yang cukup menenangkan hatiku saat itu..
Walaupun dia belum secara resmi menjadi kekasihku tapi setidaknya dia tidak untuk menolakku, aku tetap bisa menaruh perhatian padanya, aku yakin seiring berjalannya waktu nanti dia pasti akan menerima aku, karena aku akan membuktikan kalau aku benar benar serius menyukainya, bukan hanya sekedar basa basi bahkan kalau bisa aku ingin menikah dengannya..
"Haduh.. kok keinginanku jauh sekali ya, baru saja memulai udah pengen nikah aja, ada ada aja aku ini"..
Kalau nanti seandainya aku dan Mawar jadi serius betulan, berarti aku harus siapin mulai dari sekarang dong buat kedepannya, aku harus menabung untuk aku dan Mawar kelak nanti, meskipun bukan acara mewah ya, aku mau pernikahanku dan Mawar di rayakan walaupun secara sederhana, aku yakin ibu pasti suka dengan Mawar, dia itu cantik dan juga sopan, sesuai dengan kriteria calon menantu untuk ibunya..
Aku semakin terhanyut akan khayalannya untuk masa depan aku bersama Mawar..
"Oalah, kok aku jadi mikirin Mawar terus ya, sampai lupa waktu kali sekarang sudah hampir tengah malam, waktunya tidur kalau gak, bisa bisa kesiangan aku besok"..
\*Ungkapan hati Teguh berakhir\*
Teguh pun mulai mematikan lampu kamar kost sederhananya, ia tinggal disini semenjak ia bekerja di mall itu, Teguh tipe lelaki yang memikirkan hari esok dan masa depan, jadi meskipun dia hanyalah karyawan biasa namun gajinya tetap cukup untuk kebutuhan sehari harinya, memberi ibunya dan juga menyisihkan sedikit pendapatannya untuk tabungan pribadi..
Teguh ini sebenarnya tipe menantu idaman bagi ibu ibu yang memiliki anak gadis, tapi sayangnya Teguh bukan lelaki yang terlalu suka dekat dengan wanita, jika dia telah menaruh hati pada satu wanita, maka ia akan mencari tahu temannya tentang satu wanita itu saja, seperti saat ini ia hanya fokus kepada Mawar seorang..
"Duh.. aku kok malah ngasih kesempatan sih buat Teguh, jelas jelas aku kan emang punya rasa sama dia, kenapa aku malah bilang jalani aja dulu, aduh.." gerutu Mawar sambil sesekali menepuk jidatnya..
__ADS_1
Mawar tidak ingin memberikan harapan palsu pada Teguh, karena ia tahu kondisi hatinya saat ini yang sangat sulit melupakan mas Yuda, saat bersama Teguh saja yang Mawar bayangkan hanya wajah mas Yuda, gimana bisa Mawar jatuh cinta juga sama Teguh, kalau pandangan Mawar sudah tertutup semua oleh wajah mas Yuda..
"Bisa gak ya aku membuka hatiku untuk Teguh, ya semoga saja lah dengan hadirnya Teguh keadaan hatiku bisa lebih membaik saat ini." Harap Mawar..
Mawar pun menjalani hubungan barunya dengan Teguh, sudah berjalan lebih dari tiga minggu, namun tidak tahu kenapa perasaan suka ataupun tertarik akan diri Teguh belum juga muncul dari dalam hati Mawar. Padahal selama tiga minggu ini Teguh selain memberikannya perhatian banyak, dan juga kasih Teguh sangatlah begitu terlihat di matanya Mawar..
Tidak ada debaran hati Mawar saat melihat dan bertemu Teguh, dan juga tidak ada rasa kagum ataupun bahagia layaknya seorang kekasih melihat kekasih menghampirinya. Rasa itu tidak muncul sama sekali..
Berbeda dulu saat ia menjalin hubungan dengan mas Yuda, ia sangat bersemangat jikalau mas Yuda yang datang menemuinya, rasa bahagia, berdebar, tidak sabar ingin bertemu selalu di rasakan Mawar, dan ia selalu merindukan akan hal itu lagi, namun tidak di dapatnya saat menjalin hubungan dengan Teguh hingga sampai saat ini..
Bahkan saat Teguh menghubunginya, Mawar juga tidak terlalu menggubrisnya, jika sedang ingin menjawab, maka ia jawab, tapi jika sedang tidak mood maka Mawar akan mengabaikannya..
"Duh.. kenapa sih hati aku kok tega banget sih kayak gitu sama Teguh, padahal Teguh itu baik banget, perhatian dan gak ada kurangnya, tapi kenapa ya aku malah mengabaikannya sih !"..
Mawar terkadang tidak mengerti dengan isi hatinya sendiri yang sangat sulit terlepas dari rasa sayang dan cinta pada lelaki yang telah membuatnya kecewa dan tidak peduli sama sekali dengannya..
Mawar meraih ponselnya dan kembali melihat kenangannya bersama mas Yuda, beberapa pesanan mereka yang saling berbalas, belum di hapus oleh Mawar, ia sangat suka membaca balasan pesan dari mas Yuda, seolah mas Yuda masih menghubunginya..
Kata kata manis yang mas Yuda tuliskan di layar ponsel itu seakan menjadi betadine bagi luka Mawar, mengobati, tapi cukup perih dan belum tentu juga menyembuhkan. Mawar juga masih menyimpan nomor ponsel mas Yuda di kontaknya..
"Pangeranku" begitulah nama mas Yuda tertulis di ponsel kontaknya Mawar..
Tidak ingin terus tenggelam mengingat mas Yuda, maka Mawar segera menghapus kontak nama mas Yuda yang memang sudah lama tidak aktif lagi, jadi percuma Mawar memilikinya karena nomor tersebut juga sudah tidak bisa di hubungi nya lagi..
"Mas Yuda, kumohon.. pergilah dari hatiku segera, jangan siksa aku seperti ini lagi, aku gak bisa terus seperti ini, aku juga berhak untuk bahagia, aku mohon jangan menyiksaku dengan perasaan ini, buatlah aku benci akan dirimu mas"..
Lagi Mawar merintih bersedih karena rasa cinta, sayang dan rindu yang selalu melandanya. Sementara disana Yuda tidak lagi mengingat dan tidak akan memikirkannya, bahkan Yuda sudah memiliki kekasih yang baru dan kabarnya akan segera menikahi kekasihnya itu..
Kring.. kring.. sedang asiknya membaca pesan pesan dari mas Yuda dahulu, panggilan masuk dari Teguh mengganggu aktivitas Mawar. Walaupun memang sedang memang ponsel, namun Mawar tidak langsung menjawab panggilan Teguh, Mawar membiarkannya untuk beberapa saat, hingga Teguh mengulangi panggilan hingga tida kali, barulah Mawar menjawabnya..
"Hai Mawar, lagi sibuk ya ?" tanya Teguh..
"Hai juga, oh itu aku dari kamar mandi"..
"Oh kirain lagi sibuk, aku ganggu kamu gak sekarang ?"..
"Gak kok, ada apa Teguh ?" tanya Mawar..
"Gak apa apa, aku pengen nelpon kamu aja, mana tahu kamu belum tidur"..
"Oh iya belum nih, aku biasa tidurnya jam sepuluh"..
"Oke, berarti satu jam lagi ya.'' Sebenarnya Mawar saat ini sedikit malas bercengkrama dengan Teguh melalui telepon, Mawar lebih suka bermain ponsel sambil melihat media sosial, dan tentunya gosip gosip artis terbaru. Tapi demi menjaga perasaan Teguh, Mawar tidak mungkin mengatakan itu semua..
"Teguh, kayaknya aku sudah mulai ngantuk deh, ngobrolnya di sambung kapan kapan lagi ya, gak apa apa kan ?"..
"Oh iya Mawar gak apa apa, selamat istirahat ya." Teguh menutup sambungan teleponnya..
Akhirnya Mawar bisa menghentikan obrolannya dengan Teguh juga, padahal belum lama Teguh meneleponnya tapi Mawar sudah merasa jenuh, karena Mawar belum menemukan kecocokan dan keseruan saat berbicara dengan Teguh makanya Mawar jadi semakin pendiam bila di depan Teguh..
Saat menghapus nomor nomor yang ada pada daftar panggilan masuknya, Mawar kembali melihat nama yang belum lama bergabung di kontaknya..
"Pak Ruslan," ucap Mawar pelan melihat kontak nama itu..
Sudah hampir sebulan Mawar tidak melihat Ruslan lagi, ada sesuatu yang hilang sedikit untuknya, namun juga ada kelegahan di hatinya. Akhirnya setelah tidak melihat Ruslan, rasa yang dulu sempat mengusik hati dan kehidupan Mawar, kini menghilang dan sirna. Mawar bersyukur akhirnya perasaan rumit itu telah pergi..
Masih saja penasaran, Mawar kembali melihat kontak Ruslan yang telah ia simpan itu dan Mawar melihat foto profil bersama Vera dan juga Fiqi di sana, mereka tampil dengan baju yang sama, terlihat harmonis dan bahagia sekali, Mawar tersenyum melihat foto itu..
"Semoga mereka selalu harmonis,'' desis Mawar memandangi foto keluarga bosnya itu..
Hari semakin larut, Mawar yang berkata pada Teguh akan tidur di jam sepuluh malam, bisa jadi itu hanya alasan, sebab saat ini jarum jam sebentar lagi sama sama menuju ke angka dua belas malam namun mata Mawar masih terjaga..
Tidak ingin besok jadi terlambat bangun, Mawr segera mematikan ponselnya, dan memulai ritualnya sebelum tidur, yaitu memakai rangkaian produk skincare di wajah mulusnya, dan juga memakai rangakaian body care untuk kecerahan dan kehalusan kulitnya. Serta tidak lupa vitamin rambut, agar rambutnya tetap sehat, hitam, lembut dan juga berkilau..
__ADS_1
"Selamat malam Mawar, semoga hari esokmu lebih menyenangkan dan lebih berarti, ayo lupakan masa lalu, karena ia hanya akan menjadi penghambat perjalanan masa depanmu, ingat ada ibu dan juga adik yang menaruh harapan besar padamu. Kamu telah membuat ibumu kecewa dengan kesalahanmu, namun tuhan masih menutup aibmu, jadi tolong jangan buat kesalahan lagi, sebab jika terjadi lagi, maka belum tentu kali ini kesalahanmu akan tertutupi !" Mawar memberi motivasi kepada dirinya sendiri..