Kesucianku Terbuang

Kesucianku Terbuang
Wanita Penggoda


__ADS_3

Beberapa bahan makanan sudah siap dimeja dapur, semalam sebelum pulang mereka menyempatkan diri berbelanja kebutuhan masak hari ini, iya 'ikan kakap asam pedas' yang menjadi menu masakan mereka hari ini..


"Bahannya sudah lengkap semua kan?" Gina membuka plastik belanjaan di atas meja makan..


"Aku sih ga paham ya, tanya Riri yang ahlinya!" sahut Mawar yang masih mencuci piring..


Iya ternyata tukang masak kita hari ini Riri, waw diam diam Riri punya bakat terpendam pandai sekali memasak loh..


"Udah lengkap kok," Riri memulai aksinya...


Mawar dan Gina takjub melihat kesigapan Riri menyiapkan dan mencampur bahan demi bahan..


"Kamu kok jago banget si Ri masaknya, kan kamu orang jawa?" Tanya Mawar...


"Iya aku memang jawa, tapi mbok ku orang melayu jadi aku sering di ajakin bikin makanya aku paham". jelas Riri..


"Keren bisa jualan ini kayaknya," goda Gina..


Eca terlihat baru keluar dari kamarnya dengan penampilan rapi, tak lupa juga parfum melati khas yang sangat di sukainya..


"Mau kemana Ca?" Tanya Riri..


"Pergi ada janji sama teman dari seminggu yang lau," jawab Eca..


"Loe ga bantuin kita masak gitu Ca?'' Tanya Gina..


Eca tersenyum, "Maaf ya bukannya ga mau bantu, tapi aku ga bisa kan aku mau pergi, sisain aja nanti ya hehe," Eca segera pergi..


"Hati hati kalau gitu Ca," Mawar berteriak..


Ini kesempatan langkah untuk Eca, saat teman temannya asik memasak ia akan berjumpa dengan mas Yuda, sesuai janjinya menemani Eca berenang..


Ternyata Eca sudah menyusun rencana, kalau ketiga temannya itu berkunjung ke rumah saudara Gina sehingga tidak bisa ikut berenang bersamanya dan mas Yuda..


Tidak sulit bagi Eca, karena tidak mungkin Mawar menghubungi mas Yuda, karena Eca tau betul sifat Mawar yang pemalu dan pendiam..


'Mas Yuda kemana ya, kok lama banget sih,' gumam Eca yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan mas Yuda..


Dengan wajah sumringah Eca segera menaiki mobil mas Yuda yang menjemputnya, ia merasa senang karena rencananya berduaan dengan mas Yuda hari ini berhasil..


*Di kolam renang..


Eca begitu percaya diri tampil dengan bikini marun yang menempel di tubuhnya kini, ia mengikat rambutnya menjadi satu agar tak mengganggunya saat berenang kelak..


Suasana kolam renang terlihat nyaman dan tenang, karena memang mereka memilih tempat yang cukup pribadi agar tidak terganggu oleh keramaian orang lain..


Eca menikmati matahari pagi yang memanjakan dirinya, sambil ia memainkan sebagian kakinya yang tergenang air. Takjub..mungkin itu yang Eca rasakan saat ini, terperangah akan keindahan laki laki yang hanya memakai celana renang di depannya ini..


Ia tak berkedip saat mas Yuda melihatkan dirinya di depan matanya, tubuh atletis dan warna kulit eksotis begitu indah untuk di lihat, Eca hanya menelan air ludahnya..


"Eca kenapa yang lagi ga ikut?" Tanya mas Yuda..


"Mereka pergi ke rumah saudaranya Gina mas Yud, udah ku ajak tapi mereka ga mau ikut?" jawab Eca berbohong..

__ADS_1


Mas Yuda sedikit kecewa karena Mawar ga jadi ikut, namun ia tidak ingin mengekang kemana Mawar hendak akan pergi, selagi itu masih bersama teman temannya dan tidak mengganggu hubungan mereka...


"Mas Yuda, ayo kita berenang yuk!" ajak Eca menarik tangan mas Yuda..


Kini mereka asik berenang di kolam yang jernih itu, namun mas Yuda asik dengan dirinya sendiri, sepertinya ia memang suka berenang terlihat ia sangat menikmati dan memanfaat kesempatannya bisa bermain air hari ini...


Wajah Eca mulai bosan, ia merasa di acuhkan oleh mas Yuda, memang ia sudah berhasil pergi bersama mas Yuda, namun ia belum berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, Eca pun mulai memikirkan bagaimana caranya agar bisa berdekatan dengan mas Yuda..


"Mas Yuda minum dulu yuk," ajak Eca membawakan nampan yang berisi dua orange jus dan beberapa cemilan yang bisa menemani mereka di saat santai..


Eca memilih tempat menyerupai pondok di sudut dekat kolam itu, mas Yuda pun menghampirinya dan menyeduh minuman yang di siapkan oleh Eca..


'Apa apaan si Eca ini, ga bisa dia memakai handuknya saat duduk bersamaku gitu,' desis mas Yuda dalam hati...


Tanpa di minta, Eca kini tengah memijat mijat pundak mas Yuda dengan lembut. Mas Yuda terlihat menikmati senyuhan Eca hingga tidak sadar kini ia telah terbaring di pondok itu...


Sentuhan Eca semakin tidak jelas, kini ia menyentuh bagian leher dan wajah mas Yuda, dan tidak lama berselang Eca sudah terbaring di samping mas Yuda dan memeluk tubuh mas Yuda yang di hiasi bulir bulir air bening..


"Mas pasti dingin kan, aku peluk ya biar," Eca berbisik tepat di telinga mas Yuda...


Mas Yuda yang merasakan hembusan nafas Eca di telinganya tiba tiba terasa bergetar, belum sempat menjauhkan dirinya, Eca lebih dulu membungkam bibir pucatnya dengan hangat..


"Kenapa mas?" Eca terlihat sangat kesal akan hasratnya yang menggantung..


"Maaf Ca, aku hilang kendali."


Mas Yuda membuang pandangannya ke arah langit, ia terbayang wajah Mawar saat ini, tapi untung dia segera sadar kalau yang di depannya ini bukan lah Mawar. Sementara itu Eca menatap sinis pada punggung mas Yuda, 'sial padahal sedikit lagi,' Eca dengan keadaan yang kesal...


Tok..tok..Eca mengetuk pintu kamar Mawar, ia mempersilahkan Eca untuk masuk, walaupun kadang ia kesal dengan tingkah Eca, tapi Mawar tetap bersikap ramah dan asik kepada Eca, ia tidak ingin hubungan nya dengan mas Yuda menjadi perusak pertemanan dengan teman temannya, jadi sebisa mungkin ia menyingkirkan rasa cemburunya itu..


"Aku lagi berenang bersama mas Yuda"..


Mata Mawar sedikit membesar mendengar nama mas Yuda, namun ia tetap berusaha tenang seolah itu tidak masalah baginya Eca pergi dengan siapapun..


"Mas Yuda itu romantis banget ya Ri, dia ngajakin aku berenang di kolam yang bagus banget, dan itu hanya kita berdua," Eca memulai aksinya memanasi hati Mawar..


Deg...dada Mawar terasa sesak, ia merasa mas Yuda hanya mempermainkannya, ia berusaha membendung air mata yang memenuhi pelupuk matanya..


"Sekarang aku udah ga penasaran lagi mas Yuda, soalnya aku udah tau gimana rasanya mesraan sama dia haha," Eca menceritakan kemenangannya...


"Maksud kamu Ca gimana ?" Mawar bingung..


"Ia kemarin aku sempat kesal karena kamu bisa dekat duluan sama mas Yuda, dan aku ga terima donk, jadinya aku gas aja deh biar tau rasanya bercinta duluan sama dia," kali ini tertawa Eca lebih keras..


Mawar terdiam kesal, tidak habis pikir kenapa temannya ini begitu mudah bermesraan dengan laki laki termasuk laki laki tak di kenal di diskotik dulu, tapi ada sedikit perasaan legah karena Eca tidak menginginkan hubungan lebih bersama mas Yuda..


*Ke esokan harinya*


Mawar memandang kosong ke arah kaca jendela mobil, perasaannya yang tidak karuan ia hanya bisa diam dan memendam kekecewaan ini sendiri..


Mas Yuda melirik Mawar dari kaca kecil di depannya, ia tahu kalau Mawar sedang tidak baik baik saja, namun ia juga berusaha menjaga sikapnya saat ini..


'Sepertinya dia sedang kesal,' guma mas Yuda, ia risau gadis manisnya sekarang itu tidak seperti biasa, walaupun Mawar pendiam tapi bisa di bedakan kala ia sedang kesal atau tidak..

__ADS_1


"Hai Mawar," sapa seorang lelaki dengan pakaian rapinya. menyambut Mawar turun dari mobil..


Mawar yang memang lebih dahulu keluar dari mobil segera mulai menghampiri lelaki yang memanggilnya itu tadi, "hai juga Yud," Mawar tersenyum padanya..


Mawar terlihat akrab dengan lelaki itu, ia terlibat obrolan yang menciptakan gelak tawa Mawar, Mawar yang tadi hanya diam kini menjadi ceria. Keakraban Mawar masih terlihat oleh mas Yuda di balik kaca hitam itu..


Ting.. 'besok kita ketemu lagi ya,' pesan singkat itu di lirik oleh Mawar..


Lelaki dengan kaos putih dan celana selutut santainya sudah menunggu Mawar di tepi taman itu, Mawar segera menghampirinya. Namun Mawar tidak menyapanya sama sekali..


"Kok diam saja," mas Yuda membuka pembicaraan..


Mawar masih diam saja, tidak ingin semakin banyak orang di taman ini, mas Yuda menggandeng tangan Mawar menuju mobilnya..


"Kamu kenapa sih, lagi kesal ya?" Tanya mas Yuda lagi..


"Menurutmu?" jawabnya singkat..


"Ehem.. kalau manyun gitu manisnya berkurang loh,'' goda mas Yuda lagi..


"Biarin"..


"Ehem.. jelek ahh manyun gitu, senyum dong," mas Yuda mencubit kedua pipi Mawar..


"Ihh.. apaan sih mas Yud, lepas ga... sakit tau," ucap Mawar dengan manjanya kepada mas Yud..


"Ya habisnya kamu malah cemberut terus," sahut mas Yuda..


"Cewek mana sih yang ga bakalan cemberut, kalau kekasihnya bermesraan dengan temannya sendiri,'' kesal Mawar..


Mas Yuda tersentak, ternyata Eca menceritakan kejadian kemarin di kolam renang, mas Yuda segera menjelaskan kepada Mawar apa yang sebenarnya terjadi, dan Mawar pun percaya akan penjelasan mas Yuda..


"Mas.. jangan bikin aku kecewa lagi ya," pinta Mawar yang menyandarkan kepalanya ke pundak mas Yuda..


"Iya mas janji, mas ga akan bikin kamu kecewa lagi,'' Mas yud mengelus lembut kepala Mawar..


Kini mereka sudah saling menatap, entah kapan itu mulai kedua insan itu telah asik bercumbu di dalam mobil milik mas Yuda, Mawar bahkan lupa akan penyesalannya dan tidak ingat sama sekali akan pesan ibunya..


Mawar tidak sanggup menahan godaan yang mas Yuda luncurkan bila bersamanya, ia dengan suka rela memberikan seluruh miliknya kepada laki laki yang ia pikir adalah cinta sejatinya..


Beruntung mobil mas Yuda terparkir di lapangan yang sepi dan jauh dari keramaian, tanpa takut dan was was mereka mengulang perbuatan yang pernah mereka lakukan sebulan yang lalu..


Ini lah kebodohan yang mengatas namakan ketulusan cinta, pembuktian cinta, mereka termakan rayuan setan yang membawa pada kenikmatan dunia sesaat, tapi tidak bagi mereka yang sedang di kuasai oleh birahi, melakukan apapun demi memuaskan mereka..


"Kamu tidak menyesalkan memberikan ini padaku," tanya mas Yuda tengah memakai kaosnya..


Mawar menggeleng dan tersenyum, tidak bisa di pungkiri kini Mawar juga menginginkan mas Yuda jadi tidak ada sedikit pun paksaan dan penyesalan di lubuk hati Mawar yang terdalam..


"Kamu minum ini ya setiap kali kita habis gituan," mas Yuda memberikan benda kecil yang berwarna putih...


Mawar mengambilnya, dan membaca tulisan yang di sisi kotak tersebut 'pil kontrasepsi' itu yang tertulis di baris utamanya..


*Di kampung..

__ADS_1


Praakkk.. gelas beling jatuh dari tangannya, tangan yang sudah layu dan berkerut, ia memungut pecahan pecahan gelas itu, entah mengapa ia teringat akan putrinya yang jauh di sana, 'Mawar.. semoga kamu baik baik saja ya nak,' tetesan air bening itu mengalir menyusuri wajahnya yang kering dan menghitam di beberapa bagian..


__ADS_2