Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Rindu


__ADS_3

2 bulan setelah Kejadian itu, Cris berubah menjadi lembut ke Davina. Tidak seperti di awal - awal mereka menikah. Cris sangat Dingin dan Angkuh, Gampang Emosi dan Kasar.


Cris juga sudah mulai membuka hatinya untuk Davina, setelah Cris tau Helena selingkuh di belakangnya. Sementara Davina masih ragu terhadap perasaanyan yang sekarang, Meskipun masih ragu Dirinya tidak pernah menolak perlakuan Cris, Dirinya ingin menjadi Istri yang baik Buat Cris.


Cris sudah sangat jarang tidur di kamarnya, Sekarang mereka tidur di kamar Davina, Meskipun tidak melakukan hubungan selayaknya suami Istri. Davina sudah terbiasa tidur di pelukan Suaminya, begitupun Cris sudah terbiasa tidur memeluk Davina istrinya. Davina sudah berhenti kerja di restoran demi Suaminya. pulang kerja Davina selalu menyiapkan makan malam untuk suaminya, Cris menyukai masakan Davina, Sekarang Cris hampir tiap hari makan di rumah masakan Davina.


Di meja makan pagi ini, mereka berdua sarapan tanpa suara.


"Besok Aku ada urusan ke luar kota. Kamu nggak apa - apa kan di rumah sendiri" Ucap cris.


"Berapa lama mas" Tanya Davina


Mungkin sebulanan disana. Jawab cris.


Nanti aku telp Tina biar tidur disi nemanin kamu, Hari ini Semua barang-barang mu pindahin ke kamarku, biar nanti Bibi yang nyusun. Kamu siap-siapin aja apa aja yang harus di bawa ke kamar kita. Ucap Criss.


Mendengar kata 'Kita' DaVina merasa bahagia setidaknya Criss mulai menerimanya sebagai Istrinya. Sebenarnya Davina sangat sedih mendengar suaminya Pergi selama sebulan. begitu juga dengan Cris, Sebenarnya Cris Tidak tega meninggalkan Davina ingin rasanya ia membawa Davina pergi, tapi tidak mungkin, karna Cris harus menyelesaikan masalahnya sendiri.


Cris berbohong bilangnya keluar Kota, sebenarnya Dia ke Hongkong menyelesaikan urusannya dengan Helena, Sebenarnya Cris cuma seminggu ke luar negeri, Cris sengaja bilang sebulan disana, ia ingin mengerjai Istrinya. Dan Cris tidak mau Istrinya tau di sebenarnya ke hongkong, takut Davina marah.


Davina keluar dari kamarnya, Cris melihatnya dan memanggilnya.


mau kemana. Tanya cris.


Mau bantu Bibi mas. jawab Vina.


Nggak usah, biar bibi yang beresin, sini . ucap cris.


Davina menurut dan duduk disebelah Cris. Cris membawa davina kedalam pelukannya. Davina merasa nyaman di pelukan Cris, Pelukan suaminya sudah seperti candu baginya. Ini lah yang selalu mereka rindukan, sekedar duduk bersama pelukan.


Malam harinya, Cris mengajak Davina ke kamar mereka tepatnya ke Kamar Cris, sesampainya di kamar Cris langsung Ke kamar mandi untuk mandi.


Kamu susun Baju mas ke koper, Tolongin mas .ucap cris sambil berlalu


Davina suda selesai mengemasi barang bawaan suaminya. Cris keluar dari kamar mandi menggunakan handuk memperlihatkan Dadanya yang ber otot, rambutnya masih basah menetes begitu saja, Terlihat sangat Seksi. Dafina yang melihatnya pun memalingkan wajahnya.


Mas pake bajunya. Malu ih. ucap Davina.


Kenapa, kamu malu. nanti juga biasa. He he he he. Cris Senang menggoda Istrinya. Davinapun berlari ke kamar mandi, lalu mandi. Di atas Kasur ukuran besar itu, Cris sibuk dengan laptopnya. Tiba - tiba Davina memanggilnya dari kamar mandi.


Mas, Mas. Tetiak Davina.


Cris yang mendengar menghampirinya.


Kenapa. Tanya Cris.


Vina lupa bawa handuk sama baju Mas. mas keluar dulu ya, vina malu. Jawab Vina


tunggu bentar. jawab Cris.


Cris pergi ke arah lemari Vina, disana dia mencari baju i tidur istrinya, tidak lupa dengan Bra dan Celana dalam Vina, Lalu mengambil handuk dan pergi kekamar mandi.


Buka. Ucap cris.


Davina membuka pintu kamar mandi dikit, Cris memberikan Semuanya ke Istrinya lalu pergi ke ranjang sambil tersenyum bahagia.


Dikamar mandi Davina Malu, pipinya merah merona, memakai bajunya lalu keluar dan sisiran. Davina tidak suka memakai bedak seperti gadis pada umumnya. Davina tanpa make up pun sudah cantik. Setelah sisiran Davina naik ke Kasur dan rebahan di samping Cris.


sudah ngatuk. Tanya cris.


Davina hanya mengangguk, lalu menarik selimut. Cris sudah selesai dengan laltopnya lalu menyimpanya di Meja samping Kasurnya.


Sini, ucap cris.

__ADS_1


Istrinya pun mendekat, Lalu cris memeluk Davina.


Selama mas tidak di rumah, kamu harus makan teratur ya, Kata Nenek perutmu selalu kumat klo nggak makan dengan benar. ucap cris


Davina hanya menggangguk lalu mengeratkan pelukannya. Cris pun Geram melihat tingkah istrinya.


Tiba-tiba cris melapaskan pelukannya lalu menindih Istrinya.


Mas ngapain. Tanya vina gugup.


Tanpa aba-aba, Cris mencium Davina lembut, Davina melotot dan mendorong suaminya, Tenaga criss lebih Kuat, akhirnya Davina Pasrah. Cris terus menciumi bibir Davina, lagi lagi dan lagi sampai akhirnya Davina membalas ciuman suaminya. Seketika Cris melepas ciumannya karna Davina nyaris kehabisan Oksigen.


Davina dan Cris nenyatukan Kening mereka lalu menarik Nafas ngos ngosan. Cris mencium Davina lagi, Kali ini sangat lembut, Vina pun membalasnya. Makin lama makin dalam dan akhirnya Panas. Ciuman cris perlahan - lahan mulai turun ke leher, sampai akhirnya Desahan Vina keluar.


Hmm.... Ah


Terus sayang, lepaskan jangan malu. Ucap cris.


Aktifitas mereka semakin memanas, sampai akhirnya Cris membuka kancing piama milik istrinya, Bibirnya terus mencium Davina. Sekarang Cris bermain - main di dada istrinya dengan lembut, Davina tiba- tiba tersadar apa yang sedang mereka lakukan, Davina mendorong Suaminya, Cris bingung melihat sikap Davina.


Ada apa? tanya cris.


Vina belum siap . Jawab Vina sambil menutup Wajahnya dengan kedua tangannya.


Cris mengerti dengan sikap Davina, tidak seharusnya Dia memaksa Davina melakukannya sekarang.


Ya udah Gpp, nunggu kamu siap saja. jawab cris sambil menutup tubuh istrinya dengan selimut.


Aku mandi dulu, kamu Pake baju. Ucap cris.


Davina pun mengangguk lalu memakai bajunya. Cris masuk kekamar mandi lalu mandi mendinginkan Sesuatu.


Setelah Cris selesai dengan urusannya, mereka pun tidur. Davina masuk ke dalam pelukan Cris lalu Tertidur pulas. Cris sangat bahagia melihat tingkah istrinya. Tidak butuh waktu lama Cris pun tertidur Lelap.


Pagi harinya, Bunyi alaram Davina berbunyi, Davina bangun lalu cuci muka. Vina turun ke Dapur lalu menyiapkan Sarapan untuk suaminya. Bibi Yang mendengar sesuatu di dapur buru- buru ke dapur dan kaget melihat Majikannya Masak Disana.


Nggak usah Bi, ini juga udah selesai. Jawab Davina.


Setelah selesai Davina Naik ke atas lalu mandi, selesai mandi Davina Berpakain laly keluar dari kamar mandi. Sementara Cris masih terlelap tidur, Davina takut suaminya telat akhirnya diapun membangunkannya.


mas Mas.. Bangun


Cris Bangun, lalu menarik Davina kepelukannya. Lalu meneluknya dengan erat.


Mas.. ngapain. teriak Vina kaget.


Biarkan seperti ini sebentar saja. Ucap Kris.


Davina menurut, Dia membalas pelukan suaminya. Setelah cukup dirasa, Cris Bangun lalu mandi dan berpakaian. Semua Keperluannya sudah di siapkan Istrinya.


Mas, Sarapan dulu. Ucap Vina.


Cris yang nendengar pun langsung turun, dan sarapan bersama tanpa suara. Setelah sarapan Davina mengganti Pakaiannya, ia ingin mengantarkan Suaminya ke Bandara.


Mas, aku iku ke bandara. Ucap Vina


Cris menganggukan kepalanya setuju.


Tidak berapa lama Supir pribadi mereka datang untuk Membawa Koper Cris, Dan mereka pun berangkat ke bandara.


Sesampainya di bandara, tangan Davina tidak mau lepas dari genggaman Cris seakan -akan tidak mau berpisah. Rasa Cinta Cris sudah tumbuh di hatinya, tapi egonya masih kuat sehingga tidak mengungkapkannya. Davina rasa hatinya sudah tidak ragu lagi setelah melihat perlakuan Suaminya akhir-akhir ini.


Akhirnya Cris harus segera berangkat, mendengar Panggilan untuk penerbangannya. Ada sedikit keanehan di hati Davina.

__ADS_1


" Bukannya ke hongkong panggilan barusan" Gumam Vina di dalam hati. Tapi di buang jauh-jauh pikirannya.


Aku berangkat, Baik-baik dirumah, Makan teratur. Ucap Cris lalu memeluk Istrinya dan Mencium Keningnya.


"Mas hati - hati disana" Ucap Davina membalas pelukan suaminya.


Sebenarnya Davina pengen nangis cuma di tahannya karna malu di lihatin orang.


"Kamu langsung berangkat kuliah" ucap Suaminya, Davinapun menggangguk. Cris ingin Davina pergi Duluan, setelah Istrinya pergi Cris masuk ke dalam dan berangkat ke Hongkong.


3 hari sudah Cris di Hongkong, akhirnya Hubungannya dengan Helena berakhir, Cris menangkap Basah Helena dan Selingkuhannya. Helena tidak bisa berbuat apa - apa setelah Dirinya dan selingkuhannya ketahuan.


Selama di hongkong Cris sama sekali tidak menghubungi Istrinya, hari ini Cris pulang ke Indonesia, Sebelum berangkat Dia membeli oleh-oleh untuk istrinya, Dia benar - benar telah Jatuh Cinta. Setelah membeli oleh - oleh Cris langsung berangkat ke Bandara.


Hari ini Davina sengaja tidak kuliah dan tidak masuk kerja, Dia benar - benar bolos karna suasana hatinya sedang tidak Baik, Jam sudah nenunjukan pukul 18:50 WIB. Davina Bangun dari tidurnya, Davina benar - benar tidak semangat saat Ini. Dilihatnya seluruh ruangan kamarnya, air matanya jatuh, Benar - benar merindukan suaminya saat ini.


Davina pergi mandi ke kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah berpakaian Davina memesan Makanan malamnya lewat aplikasi di Handphone nya.


Davina turun ke Bawah setelah mendengar Bel rumahnya berbunyi, makanannya sudah datang. Setelah membayar Davina langsung masuk dan Makan. Davina melirik Hp nya, tidak ada satupun pesan masuk. Akhirnya Dirinya memutuskan naik Ke kamar. Davina memcoba mengalihkan pikirannya dengan belajar dan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.


Jam 21.30 WIB, Davina selesai dengan tugas kampusnya, Sesekali menguap. Entah kenapa Sekarang dia ngantuk padahal tadi tidur siang cukup lama. Davina merapikan Buku - bukunya lalu Cuci muka sikat gigi, Davina memggati baju dengan baju tidurnya lalu Naik ke kasur dan tidur.


Sementara Di Bandara Cris baru tiba, Dia di jemput Supir pribadinya, Criss sudah tidak sabar bertemu istrinya. Cris masuk ke mobil, merekapun meninggalkan bandara dan Pulang.


Setibanya di rumah, Criss langsung keluar, diikuti oleh Mang Didin yang membawa barang - barang Bosnya. Mang Didin meketakkannya pelan-pelan di depan kamar Bosnya. Kemudian Cris mengangkat barang-barangnya pelan masuk ke dalam kamar, agar tidak menggagu Istrinya tidur.


Cris segera mandi dan berganti pakaian, Diapun naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah Istrinya, Memeluk Istrinya dan mencium aroma rambut istrinya yang di rindukannya beberapa hari ini. Yang pasti Davina tidak merasakannya karna Pules.


Jam 5 pagi Alaram Handphone Davina berbunyi, Davina pun bangun membuka matanya pelan- pelan. Dia mencuim wangi parfum suaminya sangat dekat di hidungnya. Matanya terbuka sempurna dan melihat wajah suaminya tidur meneluknya.


Aku pasti mimpi. ucap Davina.


Cris yang mendengar istrinya bicara langsung mengeratkan pelukannya,Tubuh kecil istrinya ini sangat di rindukannya.


Mas kapan pulang. Tanya Davina


Tadi malam. Suara serak baru bangun Cris, matanya masih merem.


Kok nggak bangunin Vina Mas? tanya Istrinya.


Kamu pules jadi mas nggak banginin. Jawa Cris.


Kok mas nggak kasih khabar ceh? tanya Vina lagi.


Cris tidak menjawab, dia bingung harus kasih slasan apa. Akhirnya cris membuka matanya lalu Duduk di Sofa di kamarnya.


Mas Sibuk, makanya nggak sempat nelp. Jawab Cris sekenanya. Dia pun mandi menghindari pertanyaan Davina.


Davina bangun lalu merapikan Tempat tidur, menyiapkan Pakaian suaminya. Cris keluar dari kamar mandi menggunakan handuk, otot - otornya sungguh sangat seksi membuat pipi Davina merah merona, Cris sengaja melakukannya Dia ingin menggoda istrinya.


Davina mengambil handuk dan pakaiannya dengan cepat berlari kekamar mandi, takut suaminya menggodanya lagi.


Cris yang melihat tingkah istrinya tertawa puas.


15 menit kemudian Davina keluar dari kamar mandi. Dia melihat suaminya memakai baju santai di rumah.


Mas nggak kerja? tanya Davina.


Cris yang sedang duduk di sofa melihat istrinya lalu tersenyum. Cris berdiri menghampiri istrinya, mencum bibir istrinya sekilas lalu meneluknya.


"Aku pengen sama kamu saja" Jawab Cris.


lagi- lagi Cris mencium Bibir merah Davina, semakin lama semakin dalam, Davina mulai membalasnya lalu mengalungkan tangannya di leher suaminya. Mereka terus saling membalas, perlahan tangan Cris turun membuka kancing Baju Davina, Davina tersadar lalu mendorong suaminya pelan.

__ADS_1


Maaf. ucap Cris. lalu memeluk Istrinya dengat erat.


Maaf kalau ada salah tulisa. 😊😊


__ADS_2