Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Masa lalu 2


__ADS_3

Suci dan Tina mengejar Davina dari belakang. Davina berlari terus keluar dan mencegat taxi yang melintas.


Suci dan Tina terus mengejar Davina tapi Davina secepat mungkin masuk ke dalam taxi.


"Buruan jalan Pak". Ucap Vina.


"Kita kemana Neng". Ucap Supir taxi.


"Kejalan Mawar Pak". Ucap Davina.


Davina duduk bersandar dan memejamkan matanya. Sekuat tenaga Davina menahan air matanya agat tidak jatuh.


Akhirnya Davina sampai di Jln Mawar, no 23, Davina membayar taxinya lalu turun.


Setelah Taxi pergi Davina langsung berjalan menuju sebuah rumah.


Davina berdiri di hadapan rumah tersebut, ya rumah itu rumah peninggalan Neneknya.


Davina mencari sebuah kunci di dalam tasnya, kunci yang selalu Vina bawa ke mana - mana.


Davina membuka pagar rumah Neneknya, melihat sekekeliling rumah tersebut, seolah berputar di memorinya semua kenangan bersama Nenek dan Bi Murti.


Davina menarik nafasnya dalam - dalam, lalu membuka pintu utama rumah tersebut dengan kunci yang di bawanya.


Davina masuk dan menyapu semua ruangan tersebut dan melihat barang - barang neneknya sangat rapi dan di tutup kain putih warna putih.


Davina naik ke atas dan membuka kamarnya, Davina masuk kedalam,menyalalan lampunya dan menutup kembali kamarnya.


Davina Duduk di lantai kamarnya, Wajahnyanya tertunduk dan menangis pelan menutup kedua mulutnya. Air matanya terus mengalir.


hiks hiks hiks hiks hiks


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


Cris mengantarkan Sinta ke apartemennya.


"Mampir dulu ya". Ucap Sinta


"Ok". Ucap Cris turun dari mobilnya dan mengikuti Sinta menuju lift.


Sinta membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Cris masuk.


Cris duduk di sofa, Sinta menuju dapur membuatkan teh untuk Cris.


Setelah Sinta membuatkan teh, Sinta pamit mandi.


" Mas aku mandi bentar ya". Ucap Sinta.


Cris hanya mengangguk.


Sinta masuk ke kamarnya untuk mandi.


Cris kaget melihat Sinta seakan - akan ingin menggodanya.


"Kenapa Mas". Tanya Sinta.


"Ngapain pake baju seperti itu". tanya Cris.


"Mas". Ucap Sinta mendekat.


"Jangan aneh - aneh kamu sinta". Bentak Cris lalu berdiri.


"Mas, aku masih mencintaimu". Ucap Sinta.


"Cukup, Aku sudah memberitahumu kalau aku sudah menikah, aku sudah memiliki Istri". Bentak Cris lagi.


Sinta hanya menunduk menangis mendengar Cristian sudah menikah.

__ADS_1


Tiba - tiba ponsel Cristian begetar, di lihatnya nama Tina memanggil.


"Iya". Ucap Cris Kesal.


"Kaka dimana sekarang". Tanya Tina.


"Ada apa". Tanya Cris.


"Kaka sedang bersama Kak Sinta kan di Apartemennya, sebelum Tina selesai bicara jangan putus sambungan ini seenaknya". UcapTina Kesal.


Cris mengerutkan Keningnya.


"Ada apa". Tanya Cris lagi.


"Kakak tau di mana Istri Kakak sekarang? Apa kakak tau Vina pergi kemana?, Apa kakak tau Vina tidak pulang kerumah, Apa kakak tau Vina udah makan apa belum, Pasti Vina sangat sedih menangis sedih saat ini setelah melihat Suaminya bahagia tertawa dan tersenyum makan romantis dengan wanita lain, Pasti Vina saat ini sedang menangis meratapi Nasibnya, Pasti Vina sendiri saat ini sesenggukan tidak ada satupun yang menemaninya". Ucap Tina menangis.


Bagai di sambar petir, Cris melihat jam tangannya sudah pukul 11.30 Malam. Cris tergesa - gesa keluar dari apartemen Sinta dan memutuskan panggilan Tina.


"Mas". Teriak Sinta.


Cris tidak peduli dan berlalu masuk ke dalam lift, setelah tiba di parkiran Cris langsung masuk dan melajukan mobilnya sekencang mungkin menuju rumahnya.


30 menit kemudian Cris tiba di rumahnya, dan buru - buru masuk ke dalam rumah.


Disana sudah ada Suci dan Tina duduk di sofa. Suci terus menghuhungi Davina dengan muka gelisah, Sementara Suci menangis bingung harus bagaimana.


Cris langsung berlari menuju kamar dan mencari Istrinya, Namun tidak ada.


"Bodoh bodoh bodoh". Ucap Cris menjambak rambutnya. Cris duduk di sofa memejamkan matanya sejenak dan menarik nafasnya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Maaf kalau ada kata - kata salah tulis.

__ADS_1


__ADS_2