Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Menemukan Mu


__ADS_3

Cris menghubungi Toni dan beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan Istrinya. Namun merekapun tidak bisa menemukan Davina.


"Kamu dimana Ceh". Ucap Cris mengusap wajahnya kasar, karna ini sudah jam 11 malam, namun istrinya belum juga ketemu. Anak buahnya puh tidak bisa menemukan jejak Davina.


Cris semakin gelisah dan mikir macam - macam jemungkinan terburuknya, kemudian membayangkan tubuh Istrinya berdarah - darah penuh luka.


Cris menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan khayalannya.


Tiba - tiba Ponsel Cris bergetar, di lihatnya Suci memanggil.


"Hallo Kak Cris, ini Uci Kak". Ucap Suci.


"Ada apa Ci, katakan". Ucap Cris.


"Vina ada di rumah Uci sekarang, Kakak tolong kesini ya, Vina pucat banget". Ucap Suci.


"Apa kamu bilang barusan". Ucap Cris panik.


"Vina Pucat banget Kak, Vina nggak mau makan, dan nggak mau di bawa ke RS". Ucap Syci.


"Ok, aku segera kesana, kamu tenang dulu, tolong jaga Vina sampai aku tiba disana ya". Ucap Cris panik dan buru - buru melajukan mobilnya menuju rumah suci, Cris tau rumah Suci karna dulu sering mengantar Adiknya kesana.


Setibanya di rumah Suci, Cris menekan bel rumah Suci. Tiba - tiba Ibu separuh baya keluar dari balik pintu.

__ADS_1


"Eh Nak Cris, masuk". Ucap Ibu Suci.


Tanpa basa basi Cris masuk ke dalam rumah di ikuti ibu Suci.


"Kamarnya itu nak, langsung masuk saja, ada Suci dan Istrimu di dalam". Ucap mama Suci menunjukkan kamar dimana Istrinya berada.


Cris masuk kedalam kamar Suci tanpa mengetuk pintu dulu.


"Davina". Ucap Cris melihat Davina tiduran di kasur.


Cris melihat wajahnya Istrinya sangat pucat.


"Kak Cris" Ucap Suci.


"Sayang". Ucap Cris duduk di tepi ranjang lalu meraba kening Istrinya.


Davina merasa ada yang menyentuh keningnya dan mendengar suara suaminya, dan mencoba membuka matanya dengan sekuat tenaganya.


"Mas". Ucap Davina pelan, air mata Davina keluar begitu saja.


Saat Davina turun dari mobil, Davina sangat takut. Davina takut Cris benar - benar akan meninggalkannya. Davina sangat takut karna hanya Cris lsh yang dimilikinya saat ini.


"Maaf" Ucap Davina pelan lalu sesenggukan menangis di hadapan Suaminya.

__ADS_1


"Sstttt, jangan menangis. Maafkan aku". Ucap Cris memeluk tubuh Istrinya yang begitu sangat lemas.


Cris mengucapkan terima kasih banyak ke Ibunda Suci dan mengucapkan terima kasih banyak telah menjaga Davina sebelum Cris datang.


Cris menggendong tubuh Davina, membawanya menuju mobil, Davina duduk besandar di dalam mobil. Cris membenarkan posisi Bangku mobil dimana Davina duduk agar bisa rebahan. Cris mencari selimut di bangku penumpang yang selalu dia sediakan kemanapun pergi. Kemudiam menutup tubuh Davina.


Sepanjang jalan Cris merasa bersalah melihat kondisi Istrinya saat ini. Cris sesekali memegangi tangan Davina dan menciumnya.


Cris membawa Davina ke Rumah Sakit, namun Davina nggak mau. Cris berusaha membujuk Istrinya agar mau di periksa. Namun Davina benar - benar tidak mau, hingga akhirnya Cris mengalah.


"Vina mau pulang". Ucap Vina cemberut.


"Ia, kita pulang. Jangan cemberut gitu". Ucap Cris mengelur kepala Davina.


Akhirnya Cris menurti kemauan Istrinya dan membawa Davina pulang. Setelah mereka tiba di rumah Cris melepaskan semua baju Davina, Cris membersihkan tubuh Davina dengan handuk kecil, Setelah selesai Davina tidur.


Diam - diam Cris menghubungi dokter Pribadinya untuk memeriksa keadaan Istrinya.


Tidak butuh waktu lama Dokter datang memeriksa tubuh Davina.


Dokter hanya mengatakan bahwa Davina kelelahan. Dokter memberikan obat dan Vitamin untuk Davina. Kemudian Dokter tersebut pulang, Cris mengantarkan dokter tersebut pulang sampai depan rumah. Kemudian Cris kembali ke kamar menemani Istrinya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


Maaf kalau ada salah tulis


__ADS_2