Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Sibuk


__ADS_3

Pesanan mereka akhirnya datang, mereka mulai makan tanpa suara. Sampai akhirnya Cris membuka suara.


"Buka mulut mu" Ucap Cris.


"Ha.. malu". Jawab Vina.


"Buka atau aku cium neh". Ancam Cris.


Davina akhirnya membuka mulutnya, Lalu menyuapi Davina.


"Enak " Tanya Cris.


"Ia Enak" jawab davina.


Mereka menghabiskan makanannya, lalu keluar dari restoran, Cris dan Davina masuk ke Dalam mobil.


"Ada yang mau debeli, mumpung di luar?" tanya cris.


"Hmm... nggak ada mas". Jawab Vina.


"Ok" ucap cris lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah.


Setibanya di rumah, Davina duluan mandi, baru gantian dengan suaminya. Cris melihat istrinya bersandar di kasur sambil membaca bukunya lagi.


"kapan ujian" Tanya Cris sambil duduk disamping istrinya.


"Senin depan mas" Ucap Davina.


"Habis itu libur panjang" Tanya Cris.


"ia mas". Jawab Cris.

__ADS_1


Cris meraih buku davina lalu meletakkannya di atas nakas, Davina bingung melihat sikap suaminya.


"Tidur" Ucap cris.


"tapi mas". Jawab Davina.


"Udah malam" ucap Cris.


"Vina kan..."


Belum selesai Vina bicara cris ******* bibir istrinya lembut, Davina pasrah melawan pun percuma.


"Kamu tidur atau kita begadang malam ini" Ucap Cris menghentikan ciumannya.


Davina Menggelengkan kepalanya langsung Buru-buru merebahkan badannya, cris menarik selimut lalu merebahkan badannya disamping istrinya, Cris membawa Davina kedalam pelukannya lalu mereka terlelap.


Seminggu telah berlalu.


"Lepas rambutmu" Ucap Cris dengan tatapan aneh membuka ikat rambut istrinya.


" Lah..kok di lepas?". tanya Davina.


"Kamu mau menggoda lelaki di kampusmu" Jawab Cris.


"Apaan ceh mas, aneh deh". protes Davina.


Davina berdiri Lalu mengambil dasi dari tangan Suaminya, memasang dasi tersebut ke leher suaminya. Cris terlalu tinggi membuat Davina harus jinjit dan kesusahan, Cris sadar akan hal itu lalu duduk di atas kasur agar tinggi mereka sejajar.


"Abis Mas tinggi bgt ceh". Ucap Davina.


"Salah siapa Kamu yang terlalu pendek". Jawab Cris.

__ADS_1


"Kan mas yang mau" Ucap Davina, dasinya sudah selesai di pasang. Kemudian Davina hendak mengambil sisir untuk merapikan rambutnya. Tiba - tiba Cris menarik Tangan davina, lalu mencium Davina lembut dan cukup lama.


"Nanti kita telat mas" Ucap Davina.


"Diam dan nurut" Ucap Cris tegas.


Cris memcium istrinya sangat dalam, lama kelamaan menjadi ciuman panas, Davina sadar apa yang mereka lakukan lalu mendorong Cris. Tapi cris menahannya, davina meronta berusaha lepas dari pelukan suaminya.


"Diam jangan bergerak" Ucap Cris.


"Mas lepas" Jawab Davina.


"Kamu membangunkan sesuatu di bawah sana" Ucap Cris.


Refleks Davina diam lalu melirik kebawah, Tiba- tiba davina sadar apa yang dia lakukannya membuatnya malu. Pipinya merah merona lalu masuk kedalam pelukan Suaminya.


"Ih..malu". Ucap Davina.


"Gpp, nanti kamu juga biasa". Jawab Cris lalu mencium Kening istrinya.


"Sarapan yuk mas nanti telat" ucap Davina manja.


Cris menggangguk lalu tersenyun melihat istrinya, mereka pun turun sarapan.


Di gerbang kampus, Davina turun dari mobil lalu melambaikan tangannya, suaminya membalas dengan senyum dan langsungan melajukan mobilnya.


Satu minggu ini Davina tengah melaksanakan Tugas Akhir Semester, Davina sangat sibuk. Sementara Cris mendapatkan proyek baru yang sangat besar, yang membuatnya sibuk bahkan jarang bertemu dengan Istrinya. Pagi - pagi sekali Cris harus berangkat karna harus meeting dulu dengan beberapa Klien, belum lagi ia harus turun langsung melihat sudah sampai mana Proyeknya berjalan. Setelah dari lapangan ia kembali ke Kantor, memeriksa setiap laporan yang sudah menumpuk.


Asisten Toni juga ikut- ikut sibuk, Kemana Bosnya pergi dia pun pasti ikut. Kadang panggilan Davina pun jarang di angkat.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


Maaf kalau ada salah -salah tulis.


__ADS_2