Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Hmmmmmm


__ADS_3

Selasa Ceria, Davina sedang mengikat tali sepatunya, lalu masuk ke dalam mobil. Cris melajukan mobilnya menuju ke kantor.


Di mobil, Davina memainkan Handphonenya, membalas pesan kedua sahabatnya. Cris sesekali melirik ke arahnya.


"Pulang jam brapa" tanya cris memecah keheningan mereka namun tetap fokus mengemudikan mobilnya .


"Jam 8 mas" Ucap Davina masih terus memainkan Handphonenya.


"Aku jemput" Jawab Cris.


Davina hanya mengangguk.


20 menit kemudian mereka tiba di kampus, Cris sengaja parkir di parkiran kampus, Dia tidak ingin Pria itu (Josua) dekat - dekat dengan istrinya.


Cris mencium Kening davina, kemudian Davina turun, lalu melambaikan tangannya, Davina langsung pergi menuju Kelasnya.


Cris tersenyum, melihat Davina sampai menghilang, kemudian Cris melajukan Mobilnya menuju kantornya.


Dikantor Cris Gedung perusahan berlambangkan huruf C sangat besar di ding-ding pencakar langit itu. Seorang wanita menghampiri recepsionist. Wanita itu adalah Helena, mantan kekasih Andrew Cristian Wijaya.


"Selamat pagi, saya ingin bertemu CEO Cristian". Ucap helena.


" Oh silahkan" ucap recepsionist tersebut mempersilahkan. Karna mereka tahu Helena adalah kekasihnya, Masih banyak yang tidak tau pernikahan Cris dan Davina.


Helena langsung naik ke lantai 33 menggunakan Lift umum.


Di perusahan C Lift khusus karyawan berbeda, begitu juga lift tamu dan Lift pribadi CEO.


Lantai 33, setelah pintu lift terbuka Helena langsung keluar, Toni saat itu keluar dari Ruangannya menuju ruangan Cristian. Toni sangat terkejut melihat kedatangan Helena. Sepengetahuan Toni Cris suda berakhir dengan Helena, sementara sekarang Cris sudah memiliki istri yaitu Davina.


"Ada apa nyonya kesini" Tanya Toni.


Safira yang merupakan Sekretari Cris kaget dengan kedatangan Helena, lalu berdiri menghampiri Helena dan Toni.


Helena memaksa untuk masuk kedalam ruangan Cris, namun di halangi oleh Toni dan Safira. Safira berlari ke arah telephone di mejanya lalu menyambungkannya ke ruangan BOS nya.


"Ada apa" tanya cris dingin.

__ADS_1


"Anu Pak, ada nyonya Helena". Ucap safira takut.


"suruh masuk" Ucap Cris dingin.


Safira menutup telepon lalu menghapiri Toni dan membisikkan sesuatu.


"Silahkan masuk nyonya" Ucap Toni.


Helena pun masuk di ikuti oleh Toni dan Safira. Kemudian Cris menyururuh Toni dan Safira keluar, Safira kembali ke mejanya dan Toni kembali ke ruangannya.


Didalam ruangan Cris, Helena duduk di sofa, sementara Cris duduk di seberang Helena.


"Ada apa" Tanya Cris Dingin.


"Aku masih mencitai mu, tolong maafkan aku" . Ucap Helena.


"Hubungan kita sudah berakhir, Ku harap kamu mengerti" Ucap Cris.


"Ku mohon maafkan Aku, aku tau aku salah" Ucap Helena Memohon.


"Aku sudah memaafkan mu, tapi maaf aku tidak bisa kembali kepadamu" Ucap Cris.


"Lepaskan Helena, Jaga sikapmu" Cris berdiri lalu melelas pelukan Helena dengan paksa.


"Kumohon Cris" Bujuk Helena berderai air mata Bersujud di hadapan Cris.


"Maaf, aku sudah menikah" Ucap Cris lalu Pergi.


"Tolong maafkan aku,kasih aku kesempatan" Ucap Helena sambil menahan Kaki Cris.


Cris menarik paksa Kakinya lalu meraih Tas, Jas dan kunci mobilnya, Cris meninggalkan Helena di dalam ruangannya sendirian menangis menyesali perbuatannya.


Cris melajukan mobilnya menuju Kampus Davina, setelah tiba di parkiran Cris diam di mobil memejamkan matanya sebentar, kepalanya sakit nemikirkan sikap Helena. Lalu Ia meraih Handphonnya mencari nama Istrinya lalu melakukan panggilan.


"Halo Mas" Ucap Davina.


"Dimana" Tanya Cris Dingin.

__ADS_1


"Ini mau keluar kelas" Ucap Cris.


"Aku di parkiran kampusmu" Ucap Cris datar.


tut tut tut tut tut


Cris memutuskan panggilannya lalu meletakan handphonya sembarangan.


Sementara Davina mukanya tiba - tiba kesal dengan suaminya, belum selesai bicara sudah main putusin telp, Lalu Davina menghampiri Suci dan Tina.


"Maaf Aku duluan ya, Mas Criss sudah jemput" Pamit Davina ke kedua sahabatnya.


Tina dan Suci menggangguk setuju, mereka paham posisi Davina yang sudah menjadi Istri Orang. Suci dan Tina berlalu ke kantin makan siang, Davina langsung pergi menuju parkira. Davina bingung Suaminya parkir dimana, karna Parkiran kampus sangat luas. Lalu davina menghubungi suaminya.


"Halo mas, Mas parkir dimana" Tanya Davina.


"Dekat pintu gerbang" Jawab Cris lalu menutup panggilannya.


Davina harus berjalan kaki lumayan jauh dari tempatnya sekarang, Dia berlari kecil menuju parkiran mobil suaminya takut Suaminya marah terlalu lama menunggu.


Davina mencari mobil Suaminya dan akhirnya ketemu dan langsung masuk.


"Gerah" Ucap Davina lalu merubah AC mobil menjadi lebih dingin, lalu memasang sabuk pengaman.


"Awas Hipotermiamu kambuh" Ucap Cris memperhatikan Istrinya. Davina cuma diam.


Cris melajukan mobilnya keluar dari parkiran kampus menembus jalan raya yang padat merayap. Di dalam mobil Cris memulai pembicaraan.


"Udah makan" Tanya Cris.


"Belum mas" Ucap Davina.


"terus gimana, makan dulu atau langsung pulang. Tanya Cris.


"Kok pulang, Vina kan msh harus kerja" Jawab Davina.


"Kan sudah Ku bilang berhenti, Jangan menbantah Suami, kwalat baru tau" sambung Cris.

__ADS_1


Davina diam, mukanya terlihat kesal.


__ADS_2