Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Sayang


__ADS_3

22.00 WIB


Cris duduk di samping Istrinya, Cris mengelus kepala Davina, Menghapus air matanya yang masih jatuh, mencium kening Davina.


"Maaf" Ucap Cris


Lalu mengelus kepalanya Davina lembut. Hatinya sakit melihat keadaan Davina seperti ini. Penyesalan selalu datang terlambat, kalimat itulah yang cocok untuknya saat ini.


"makan dikit ya" bujuk Cris.


Davina masih seperti tadi, menutup mata dan bibirnya sesenggukan. Dia sangat takut membuka matanya, Dia takut sama suaminya sendiri. Cris berusaha membujuknya dengan cara memeluknya, tiba - tiba Tangis pecah Vina memenuhi Kamar tersebut. Melihat Davina seperti itu membuat Cris mengeratkan pelukannya, Hatinya sakit melihat Davina menangis seperti ini.


"Maafin mas" Ucap Cris mencium ubun-ubun Davina.


"Vi..... na... hiks hiks hiks, maaf hiks hiks" ucap Vinaa terputus putus sesenggukan.


Cris yang melihatnya berusaha menenangkan Istrinya, memeluknya erat dan nenciumi Ubun-ubun Davina.


"Mas yang Salah, Maaf". Sambil memeluk Davina.


Setengah jam kemudian Davina pun tenang, terdengas sesekali senggukannya tapi air matanya sudah berhenti. Cris mencium kening Davina.

__ADS_1


"Makan ya" bujuk Cris.


Davina menggangguk, Cris menyuapi Davina dengan telaten, memberinya Obat. Setelah itu Cris rebahan di samping Davina, Memeluk Davina, Davina masuk kedalam pelukan Suaminya, Mencium aroma tubuh suaminya, disana dia mendapatkan kenyamanan dan akhirnya Tidur pules.


Cris merasakan hembusan nafas Davina teratur, Lalu menciumi kepala Davina pelan. Lalu akhirnya terlelap, posisi mereka seperti itu sampai pagi.


Keesokan harinya, Cris bangun duluan, langsung turun ke bawah mencari Bi Sum. Bi Sum sedang memotong - motong sayuran.


"Bi, buatin istri saya Bubur ya" Ucap Cris.


"Baik tuan" Jawab Bi Sum.


Kemudian Cris kembali ke kamarnya, Dia melihat istrinya sebentar, mencium keningnya lalu mandi. Setelah mandi Cris dudu di sofa menyalakan laptopnya, dan menghubungi Asistennya Toni.


Setelah sarapan Cris kembali ke kamarnya, Duduk disamping istrinya memegang tangan istrinya lembut. Davina bergerak dari tidurnya, perlahan membuka matanya, Dilihatnya Suaminya duduk disampingnya tersenyum.


"Sudah bangun?" tanya Cris.


Vina hanya menggangguk pelan.


"mandi ya" Ucap Cris.

__ADS_1


Vina menggangguk, bangun lalu mandi. Cris nenyuruh Bi Sum merapikan kamarnya, Setelah rapi Bi Sum membawa bubur untuk Istri Tuannya tersebut.


Davina keluar dari kamar mandi sudah berpakaian, Rambutnya di sisir. Setelah itu Cris menghampuri davina dan membawanya ke sofa.


"Duduk, aku suapin" Ucap Cris.


Davina makan pelan- pelan sampai habis, Cris memberikannya Obat. Setelah itu Cris membereskan piringnya lalu mengantarnya ke dapur. Cris kembali ke kamar duduk di sebelah Istrinya.


"mulai besok tidak perlu kerja lagi" Ucap Criss.


"Tapi mas". protes Davina.


"Pokoknya jangan" Jawab Cris tegas.


"Vina harus tetap kerja mas, nanti setelah mas cerai in aku, siapa yang biayayan in Vina. Jadi Vina harus tetap bekerja". Jawab Vina menangis, entah kenapa hatinya sangat sedih ngebayangin suatu saat mereka cersi.


"Aku nggak akan ceraiin kamu, kamu tetap jadi istriku satu-satunya, makanya nurut sama Mas" Jawab Cris lalu memeluk Davina.


"Tapi mas" Bantah Cris.


"nggak usah dipikirin, sekarang kita Ke rumah Nenek Yuk, Nenek pasti rindu" Ucap Cris.

__ADS_1


Davina senang banget lalu mereka siap-siap ke rumah Nenek Davina.


__ADS_2