
Masih di Restoran.
"Masih lapar". Tanya Cris.
"Udah kenyang Mas". Jawab Davina sambil mengunyah cemilan di tangannya.
"Aku pikir mau nambah lagi". Ledek Cris
"Jangan kencang- kencang Mas, Malu". Jawab Davina.
Cris sedikit heran dengan porsi makan Istrinya siang ini, habis makan nasi minta mie goreng, lalu ngemil beberapa cemilan. Tidak biasanya Davina makan banyak.
Sambil menunggu Istrinya selesai makan, Cris mengirimkan pesan ke adiknya Tina, semalam lupa mengabarinya karna terlalu asik berduaan bersama istrinya.
šØ Cris : Aku dan Vina baik- baik saja, Jangan menghawatirkannya, Kalian boleh pulang, takut di cariin Mamah sama Papah.
š© Tina : Wah...main nyuruh pulang aja. Vina nggak tenang sebelum lihat wajah Kaka Ipar.
šØ Cris : Kamu pengen cepat - cepat dapat ponakan kan? Makanya itu pulang, karna Kakak nggak mau konsentrasi Davina ilang gara - gara kalian berdua.
š© Tina : Kaka š¤Ŗš¤Ŗš¤Ŗ
šØ Cris : Pokoknya Pulang
š© Tina : Ia
Cris melihat Istrinya sudah selesai makan.
"Sudah, ayok pulang". Ucap Cris beranjak berdiri.
Davina mengikuti suaminya dari belakang, Cris menggenggam tangan Davina.
__ADS_1
"Mas". Panggil Davina.
"Hmm..". Jawab Cris
"Bibit mawarnya jangan lupa". Ucap Davina.
"Sudah, ayok jalan". Ucap Cris.
Setibanya di mobil Davina langsung masuk lalu memasang sabuk pengaman, wajahnya terlihat sedikit cemberut.
Cris duduk di sampingnya, Cris memasang sabuknya dan melihat wajah Davina cemberut.
"Bunganya ada bagasi belakang, jangan cemberut begitu". Ucap Cris tersenyum lalu melajukan mobilnya.
"Benaran Mas?". Tanya Davina bahagia lalu tanpa sadar tiba - tiba mencium Pipi Suaminya.
Cris bahagia namun di tahannya, Cris hanya tersenyum sekilas lalu fokus melajukan mobilnya.
"Dulu aja malu - malu, sekarang nyosor tanpa aba - aba". Gumam Cris dalam hati lalu tersenyum.
"Nnggak apa - apa". Ucap Cris.
"Nggak apa - apa tapi ko senyum". Ucap Vina lalu sibuk mihat ponselnya.Vina melihat photo - photo saat di taman tadi.
"Aku senang karna Istriku juga senang". Ucap Cris mengelus Pipi Davina lalu kembali fokus menyetir.
Davina hanya tersenyum, pipinya kini merah merona mendengar ucapan Suaminya.
Dalam perjalanan, Davina ketiduran karna kecapekan mengelilingi taman bunga. Cris hanya tersenyum melihat Istrinya sudah tertidur pules lalu mengelus kepala Davina dan kembali fokus menyetir mobilnya.
Hari sudah menjelang sore, Akhirnya Cris dan Davina tiba di rumah mereka. Davina masih tertidur, Cris mengelus - elus Pipi Davina, entah kenapa hal itu sudah jadi kebiasaan barunya.
__ADS_1
"Sayang, Bangun sudah nyampe". Ucap Cris masih terus mengelus pipi istrinya.
Davina membuka kedua matanya pelan dan melihat suaminya tersenyum.
Davina merasa kepalanya sedikit berat.
"Mas, gendong". Ucap Vina manja.
"Tumben". gumam Cris dalam hati lalu tersenyum.
Cris keluar dari mobil, dan menuju pintu mobil di mana Istrinya duduk. Cris membuka pintu mobil tersebut.
"Ayo". Ucap Cris.
Davina keluar dari mobil dan berdiri, Cris menutup pintu mobil dan langsung menggendong tubuh Istrinya masuk ke kamar mereka.
Setibanya di kamar,
"Langsung mandi ya". Ucap Cris mencium bibir Davina sekilas yang masih berada digendongannya.
Cris membawa Davina masuk ke dalam kamar mandi.
"Mau ngapain mas". Tanya Davina panik turun dari gendongan suaminya.
"Kan mau mandi". Jawab Cris.
Davina sudah tau akal - akalan suaminy, bisa sejam mereka di kamar mandi klo sampai mandi bersama.
"Mas duluan aja mandinya, Vina belakangan". Ucap Davina.
"Nggak, aku tidak akan melakukannya". Ucap Cris membuka baju Istrinya, lalu membuka bajunya. Mereka akhirnya mandi bersama, Sesuai dengan janjinya tidak akan melakukannya saat ini.
__ADS_1
š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„
Maaf kalau ada salah tulis