
Jam menunjukan 04.30 dini hari, Cris ketiduran di samping Davina. Tiba - tiba Davina mengigau.
***hiks hiks Ampun Mas
Hiks hiks Ampun
hiks hiks Ampun mas***
Davina Nangis nengigau, matanya terpejam dan menangis. Keringatnya bercucuran, wajahnya Pucat. Cris terbangun mendengar seperti ada yang menangis, Cris bangun dan melihat Davina menangis mengigau. Cris Merasa bersalah, Ulahnya sampe kebawa mimpi Davina. Cris memegangi Kening Davina betapa Kagetnya Dia, Davina demam nya naik lagi.
Cris Turun ke bawah mengeluarkan Mobil dari garasi, dan sengaja membuka pintu sebelah kiri samping kemudi. Cris kemudian naik ke kamarnya meraih Hp, dompet dan jaketnya, kemudian berlalu ke kamar Davina. Cris menggendong Davina yang masih mengigau ke dalam Mobil lalu menutupnya. Cris Membuka pagar gerbang rumahmya, kembali ke mobil dan melajukan Mobilnya membawa Davina ke Rumah Sakit terdekat milik keluarganya
Di dalam Mobil, butuh waktu 20 menit menuju rumah sakut, Sepanjang jalan cris memegangi tangan Davina yang tertidur. Keringat Davina bercucuran. Cris merasa bersalah atas perbuatannya, Cris sangat takut sesuatu terjadi pada Davina.
Akhirnya tiba di depan UGD rumah sakit, beberapa perawat turun membantu membawa Davina ke UGD, Cris menggam tangan Davina, hingga akhirnya Cris tidak di ijinkan masuk ke dalam.
Suster: Maaf Pak, silahkan tunggu disini, Dokter akan memeriksa pasien.
Cris : Dia istriku Sus, tolong.
Peraturan RS seperti itu Pak, saya harap Bapak Mngerti, dan silahkan ke bagian Administrasi untuk pendaftaran. ucap perawat tersebut.
Setelah urusan Administrasi selesai, Cris duduk bersandar dibangku ruang tunggu UGD, Sudah setengah Jam Davina di periksa tapi belum ada satupun yang keluar dari ruangan tersebut. Dan tiba - tiba Pintu terbuka dan Keluarlah Dokter.
Ctistian, Sapa Dokter tersebut.
Bobi, apa khabar, lama tak bertemu. balas Cris.
Seperti yang kau lihat, ucap Dr Bobi.
Ada apa, siapa yg sakit. Tanya Dr Bobi.
Istriku yang tadi masuk UGD. jawab David.
Dr Bobi mengerutkan keningnya.
Sejak kapan kamu menikah? tanya Dr Bobi.
Sudah 2 minggu, Eh.. bagamina Keadaan Istri saya Bob. Tanya Cris mengalihkan.
Istri mu mau di pindahkan ke ruang prawatan, Kita perlu bicara sebentar. ini menyangkut Istri mu. Ucap Dr Bobi.
Raut Muka cris tiba-tiba berubah, dan mengikuti Bobi sahabatnya itu keruangannya.
Istri mu cuma Demam saja, selainnya baik-baik saja. Ucap Dr Bobi.
Cris terlihat sangat lega mendengar penjelasan Sahabatnya tersebut.
Apa kamu yang membuat tangannya biru-biru? tanya Dr Bobi.
Cris hanya menggangguk.
Dr Bobi hanya geleng-geleng sambil senyum.
Aku harap kamu mengerti, Istri mu itu masih muda dan tergolong msh remaja, jangan terlalu memaksanya atau menekannya.
Dia demam mungkin karna syok akibat perbuatanmu.
Cris hanya menggangukkan kepalanya.
Cris masuk ke ruangan VVIP Davina di rawat dan duduk di kursi Samping tempat tidur Davina, Cris memperhatikan tangan Kiri Davina biru dan ada Selang infus menempel disana. Cris menatap Wajah Davina yang Pucat, Cris merasa bersalah dengan tindakannya, Cris tidak menyangka Akan berakhir seperti ini. Cris menarik Nafasnya dalam-dalam, menarik tangan kanan Davina dan menggenggamnya. Tak butuh waktu lama Akirnya Cris tertidur di samping Davina sambil memegang tangannya.
Jam menunjukan 10.15 Pagi.
Cris terbangun dari tidurnya, Melihat Davina masih tertidur. Cris beranjak mengabil Hp nya dan menghubungi Asistennya Toni.
Ton, Kamu gantikan aku hari ini ya, Davina di rawat. Jangan bilang Papa atau Mama, Tolong sekalian bilang Bibi siapin baju ku dan Davina, terus kamu antar ke RS ya. Ucap Cris
__ADS_1
Baik Pak. Jawab Toni.
Setelah menelp Asistenya Toni, Cris beranjak ke kamar mandi dan cuci muka. Setelah cuci muka Cris melihat Davina Bangun, Cris menghampirinya Dan memegang Keningnya.
Kamu sudah bangun? tanya Cris
Davina hanya Diam ketakutan melihat Cris, melihat itu Cris menggenggam tangan Davina.
Maafin. Ucap Cris sekilas.
Davina hanya Diam. cris mengambil air minum untuk Davina.
Minum dulu. Ucap Criss.
Davina pun minum.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Masuk. Ucap Cris.
Ternyata Asistennya Toni. Toni Masuk membawa perlengkapan Davina dan Cris, Toni juga bawa sarapan Bubur dan Nasi Uduk buat Bos dan Istri Bosnya itu.
Saya pamit ke kantor dulu Pak. Pamit Toni.
Baiklah, terimakasih sudah bawa sarapan. ucap Cris.
Sama-sama pak, Semoga Ibu cepat Sembuh. Ucap Cris dan keluar dari ruangan itu.
Cris melihat bubur yang di bawakan Toni, lalu memindahkan ke wadah dan membawanya ke Davina.
Sarapan dulu ya, biar minum Obat. Ucap Cris.
Davina hanya mengganguk. Cris menyuapi Davina dengan telaten, lalu MinumObat. Setelah itu Cris makan Nasi yang tadi di bawa asistenya, selesai makan Cris sibuk dengan Hp nya, memeriksa email yang masuk.
Tiba- tiba Davina pengen ke kamar kecil. Davina turun perlahan, kepalanya masih pusing. Cris yang melihat lanngsung menghampiri.
Kekamar mandi Mas, mau buang air kecil. Jawab Davina.
Sini ucap kris sambil memegang tangan Davina dan Membawa botol infus di tangannya.
Sesampainya di kamar mandi, Cris diam berdiri dan memegang Botol Infus Davina.
Tapi mas. Ucap davina.
Aku ini suamimu, ngapain malu. Ucap Cris.
Davina diam mematung mendengar ucapan Cris.
Ya udah, Aku tutup Mata. ucap Cris menutup matanya.
Akhirnya Davina pun Buang air kecil. Setelah selesai Davina berjalan ke Tempat tidur dibantu Suaminya.
Klo Masih pusing Rebahan aja? Ucap Cris.
Davina hanya mengangguk.
Jam menunjukan pukul 13.27. Davina akhirnya Tidur pules setelah minum Obat, Sementara Cris menyalakan laptopnya yang di antarkan Toni tadi dan memeriksa semua laporan - laporan hingga pukul 17.00.
Akhirnya selesai. Ucap Cris sambil mematikan laptopnya. Kemudian beranjak menuju Ranjang Davina. Cris melihat Davina terlelap, bibirnya tersenyum.
Cepat sembuh istriku. Ucap Cris lalu mengecup kening Davina.
Keesokan Paginya, Davina di periksa Dr Bobi,,
Infus Davina sudah di lepas, Demamnya sudah normal, Biru-biru di tangannya juga sudah mulai hilang.
Sudah bisa pulang hari ini. Ucap Dr Bobi
__ADS_1
Cris tersenyum bahagia.
Cris mengemasi semua barang-barangnya dengan Davina, kemudian satu- satu di antarnya ke Mobil sekalian mau bayar Administrasi RS. Semantara Davina duduk menunggu Suaminya datang.
Setelah menunggu, suaminya pun datang.
Udah yuk Pulang. Ucap cris.
Davina mengangguk dan berdiri menuju pintu keluar. Tiba - tiba Cris menggenggam tangannya. Davina mematung.
Kok diam aja.... ayo jalan. Ucap Cris dengan muka datar. Mereka pun berjalan menuju parkiran.
Akhirnya mereka pulang ke Rumah. Sesampainya Di Rumah, Cris mengantar Davina masuk ke kamar.
Mulai besok tidak usah kerja lagi. Ucap Cris datar.
Nggak bisa Mas,Vina harus kerja. Jawab Vina.
Tidak ada tapi-tapian. ucap Cris tegas.
Tapi Mas, Vina tetep harus Kerja, Untuk jaga-jaga. setelah mas cerai in Vina, Vina harus mandiri, cari duit sendiri buat biaya kuliah Vina, Vina nggak mau nyusahin Nenek sama Bi Murti. Meskipun nanti Vina sudah Janda Vina tetap harus melanjutka Kuliah Vina. Jawab Vina berderai air mata.
Mendengar jawaban Vina, Cris merasa tersentuh, Dia menghampiri Vina dan memeluknya.
Siapa yang mau cerai in kamu, Jangan terlalu dipikirkan, yang penting kamu sembuh dulu. Udah Jangan nangis lagi. Sekakalipun kita cerai aku akan membantu biaya kuliahmu sampai kamu lulus Kuliah. Ucap Cris sambil memeluk Davina, tangannya mengelus Kepala Davina.
Sekarang kamu istirahat ya, nanti aku bangunin klo sudah jamnya minum obat. ucap Cris melepas pelukannya.
Davina hanya mengangguk dan langsung naik ke Kasurnya lalu masuk kedalam selimutnya.
Cris keluar dari kamar Davina, Sebelum cris keluar, Cris masuk lagi ke kamar Davina.
Klo ada apa-apa Mas, Panggil mas aja di atas. Ucap Cris.
vina menggangguk, cris kemudian keluar dan berlalu ke kamarnya di atas.
Di dalam kamar, Cris menelp seseorang.
Kamu sudah selidiki belum? tanya Cris.
Sudah Tuan. Jawan seseorang di sana.
Hm.. kirimkan ke Email saya. Ucap Cris.
Cris bergegas membuka laptopnya dan melihat Emailnya, Tangannya mengepal menahan kemarahannya.
Sial. Jadi selama ini kamu bermain di belakangku. Ucap Cris Dingin.
Jam 13.40. Cris keluar dari kamar mandi, kemudian memakai pakaian santainya. Cris turun ke bawah ke kamar Davina, Cris masuk tanpa mengetuk. Dilihatnya Davina masih tertidur lelap lalu mencium keningnya, Cris duduk di samping Davina dan menbabagunkannya.
***Davina.... Vina Bangun.
Davina Davina***
Davina pun bangun lalu duduk. Ia melihat Criss duduk di sebelahny.
Sekarang minum obat dulu ya. ucap Cris.
lalu mengambil obat vina di meja kecil samping ranjang Vina. Vina pun meminum obatnya.
Mau makan apa? tanya cris.
Apa aja Mas, jawab vina.
Cris meraih Hp nya dan memesan Makan siang mereka.
Sana cuci muka dulu, baru turun ke bawah, kita makan sama-sama. Ucap Cris.
__ADS_1
Cris keluar dari kamar, intan pun cuci muka.