
Hingga menjelang sore, Davina bangun. Davina diam sejenak mengingat kejadian tadi pagi sampe siang hari. Davina melihat kedalam selimutnya dan melihat tubuhnya tanpa sehelai benang.
Cris melihat istrinya sudah bangun, kemudian berdiri menghampiri Davina.
"Kenapa". Tanya Cris duduk di tepi ranjang sebelah Istrinya.
"Nggak apa - apa Mas, tubuh ku remuk gara - gara ulah mas ini" Ucap Davina.
"Tapi kamu suka kan". Goda Cris.
"Harusnya Vina istirahat hari ini, tapi mas malah maksa Vina,". Ucap Davina malu.
"Buktinya tadi kamu menikmatinya kan" Goda Cris.
"Mas". Ucap Davina menutup wajahnya dengan selimut.
"Apa". Jawab Cris menahan tawanya melihat tingkah Davina.
Davina menggelengkan kepalanya, lalu menarik selimutnya dan bersembunyi didalam selimut.
"Kenapa". Tanya Cris tersenyum puas menggoda istrinya.
Davina terus bersembunyi di dalam selimut, namun tiba - tiba Cris menarik selimut tersebut, Tanpa pikir panjang Cris menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi.
"Mas turunin Vina mas". Ucap Davina.
Namun Cris tidak peduli dan terus menggendong Davina hingga masuk ke dalam kamar mandi.
Davina turun dari gendongan suaminya, tapi tiba - tiba kepala Davina pusing. Davina hampir jatuh, untung Cris dengan cepat menahan tubuh Davina agar tidak jatuh.
__ADS_1
"Kamu hati - hati". Ucap Cris.
"Aku tidak apa - apa mas". Ucap Davina memegangi kepalanya.
"Aku bantu mandi". Ucap Cris.
"Vina baik - baik aja Mas". Ucap Vina meyakinkan Suaminya.
"OK aku tunggu di luar, kalau ada apa - apa panggil aku". Ucap Cris mengelus pipi Davina.
Cris melangkahkan kakinya keluar kamar mandi, namun sebelum Cris keluar, Cris berbalik lagi ke arah Istrinya.
"Jangan kelamaan mandinya, nanti masuk angin" Ucap Cris.
Davina hanya mengganggukan kepalanya.
"Buruan, Aku mau ngajak kamu makan di luar". Ucap Cris lagi. kemudian meninggalkan Davina di kamar mandi.
Cris mengikuti Davina ke ruang ganti.
"Mas ngapain". Tanya Davina melihat suaminya mengikutinya.
"Nemanin kamu". Ucap Cris.
"Vina bisa kok sendiri". Ucap Vina membuka lemarinya lalu memakai kaos longgar dan celana pendek sepaha.
Cris yang melihat Istrinya pakai celana sepaha pun protes.
"Kamu mau menggodaku". Tanya Cris.
__ADS_1
"Idih Siapa yg mau menggoda Mas". Protes Davina.
Cris menghampiri Davina.
"Celana mu tidak ada yg lebih pendek dari ini". Protes Cris memeluk Istrinya dari belakang.
Vina hanya diam.
"Aku tidak mau kamu keluar pake celana sependek ini, Aku tidak mau laki - laki di luar sana meliat Paha mulus ini. Ini milik ku dan tidak akan pernah mau berbagi dengan siapapun" Ucap Cris memeluk Davina mesra, satu tangannya mengelus paha Davina.
Davina tertegun mendengar kalimat suaminya, Kemudian melepaskan pelukan suaminya dan berlalu ke lemari mencari Rok di bawah lutut lalu memakainya.
Cris tersenyum melihat Istrinya menuruti kata - katanya.
Setelah Davina selesai Cris menarik tangan Davina dan membawanya kedalam pelukannya.
"Kita sekalian ke Rumah Sakit ya". Ucap Cris.
"Buat apa Mas". Tanya Davina kaget.
Cris melepaskan pekukanya, kemudian melihat wajah istrinya.
"Sudah 1 minggu lebih Wajah ini pucat, dan kamu sering pusing, nggak ada salahnya kita periksa". Ucap Cris lalu nencium Kening Davina.
"Vina nggak mau Mas, Vina tidak apa - apa ko, Vina cuma lelah aja kemaren, tugas Vina banyak". Ucap Vina.
"Sebentar doang". Bujuk Cris.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Maaf kalau ada salah tulis