Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Operasi Papa


__ADS_3

Pagi ini Cris dan Davina ke RS melihat Papanya, Hari ini Papanya di jadwalkan operasi pemasasangan Ring Jantung, setelah Dokter menyatakatan Kondisi Papanya Cukup Baik untuk menjalankan Operasi.


Sesampainya di RS Cris dan Davina langsung menuju Ruangan Wijaya, Cris membuka pintu kamar Papanya lalu masuk.


' Kalian datang Nak? " tanya wijaya.


Cris hanya menunduk lalu mendekat ke arah Papanya, duduk di dekat papanya.


"Vina bawa apa Nak" Tanya Yanti wijaya.


"Ini sarapan mah, tadi Davina masak sebelum kesini, Mamah dan Tina makan dulu ya". Ucap Davina tersenyum.


Yanti wijaya pun Sarapan, Sementara suaminya di anjurkan puasa sebelum operasi.


"Jam berapa operasinya Pa" Tanya Cris.


'Katanya jam 11, kita tunggu saja" Jawab Wijaya.


Tibalah waktunya Cristofer Wijaya Di bawa keruang Operasi, sebelum dibawa, Wijaya memeluk satu - satu Istri, Anak dan menantunya.


"Mah..Papa pasti baik-baik saja, Dokter sudah bilang Papa baik-baik saja" Ucap Wijaya sambil memeluk istrinya yang sedang menangis. Begitu juga Tina anak perempuannya, merasa sangat Kwatir.


Setelah itu memeluk Cris dan Davina.


"Setelah Papa sembuh, Papa pengen cucu" Ucap Wijaya tertawa pelan meledek Anaknya.


"Yang terpenting Papa sembuh dulu" Ucap Cris memeluk Papanya memberikan semangat selama menjalankan operasi.


Sedangkan Davina pipinya merah menahan Malu, lalu memeluk Papa mertua dan memberikan semangat juga.

__ADS_1


Setelah Wijaya di bawa ke dalam ruang operasi, Mereka menunggu duduk di bangku depan ruang operasi. Bi Murti dan Nenek Davina datang lalu memeluk mereka satu - satu dan ikut duduk bergabung menunggu sampai operasi selesai.


sudah empat jam lebih 15 menit, entah kenapa lampu pertanda sedang operasi masih berwarna merah, sementara perkiraaan waktu operasi tidak sampai memakan empat jam. Cris bolak- balik berdiri gelisah, lalu kembali duduk, Davina yang duduk di sampingnya memperhatikannya lalu Pandangan mereka saling bertemu.


"Duduk dulu mas" Ucap Davina.


"Huifh" Cris menarik nafasnya panjang lalu duduk di sebelah Davina.


"Berdoa, biar papa cepat selesai operasinya dan cepat pulih, biar kumpul lagi bersama kita" Ucap Davina melihat ke arah suaminya.


Cris melihat istrinya lalu menggangguk. Tiba-tiba lampu tanda ruang operasi tiba-tiba jadi warna hijau. Bebera dokter keluar bersama dua orang perawat. Lalu Cris berdiri menghampiri mereka.


" Bagaimana keadaan Papa saya Dok" Tanya Cris gelisah.


"Semua berjalan lancar, Bapak Wijaya sedang di persiakan untuk masuk ICU, Karena harus di awasai dulu untuk melihat hasil kerja Ring yang sudah kita pasang tadi, sampai saat ini kondisinya Normal dan baik- baik saja". Ucap Dokter tadi sambil menjelakan.


"Sama-sama Pak" Ucap Dokter tadi.


Mereka berjabat tangan, Dokter tersebut pergi Sementara Cris duduk kembali. Hatinya sedikit tenang mendengar penjelasan Dokter tadi. Tidak beberapa lama Pintu ruang operasi di buka, beberapa perawat membawa Bapak Wijaya menuju ruang ICU, Cris beserta kekuarganya mengikuti dari belakang Sampai ke ruang tunggu ICU, mereka melihat Wijaya masih tidak sadarkan diri, banyak alat terpasang di tubuhnya.


Hari sudah semakin sore, mereka masih setia menunggu di ruang tunggu ICU menunggu Wijaya sadar. Cris sibuk dengan Handphonenya melihat beberapa email yang masuk. Sementara Davina duduk di sampimg Tina Sahabat sekaligus Adik Iparnya, Kepala Tina bersandar di Bahu Davina.


" Sepertinya Kalian pulang saja Nak, Biar mamah disini yang menunggu Papa, Nggak bagus buat Nenek lama- lama di Sini takut banyak virus". Ucap Yanti Wijaya kepada Cristian Anaknya.


"Tapi kita gpp Nak, kita juga pengen melihat Nak Wijaya sadar". Ucap Nenek Davina.


"Tapi Bu,virus Corona suda ada di Negara kita, disini sudah ada Pasien yang terjangkit Covid-19". Ucup Yanti Wijaya.


"Ia Nek, Sebaiknya Nenek dan Bi Murti pulang, tidak bagus untuk Nenek lama-lama di RS" Ucap Cris.

__ADS_1


Akhirnya Nenek Davina Menggangguk setuju, Mereka semua yang disana tersenyum.


"Kalian juga harus pulang Nak, Davina harus banyak-banyak Istirahat biar Cucu mamah cepat ada" Ucap Yanti Wijaya kepada Anaknya.


Davina yang mendengar Mertuanya bicara seperti itu malu, pipinya merona.


" Ya sudah, biar Cris yang nganter Nenek sama Bi Murti pulang, kita juga pulang biar sekalian". Ucap Cris.


Nenek dan Bi murti siap-siap meninggalkan Rumah sakit, begitu juga dengan Davina segera mengemasi tasnya, setelah itu Mereka pamit dan berjalan menuju Lobi Rumah Sakit.


"Kamu tunggu disini, temanin Nenek sama Bibi, aku ambil mobil dulu" Ucap Cris ke Davina, Davina pun menggangguk.


Mereke menunggu di depan Lobi, sementara Cris pergi ke arah parkiran, Tidak butuh waktu lama Cris melajukan mobilnya menuju lobi Rumah sakit.


Cris berhenti di depan Lobi, lalu turun dan membukakan pintu untuk Nenek dan Bi Murti. Mereka duduk belakang di bangku penumpang. Sementara Davina sudah masuk dan Duduk di depan di samping suaminya yang akan mengemudikan Mobil. Setelah semua masuk Cris melajukan mobilnya menuju Rumah Nenek Davina. Hampir tiga puluh menit perjalanan mereka tiba di rumah lalu Mereka turun bersamaan.


"Nek, Kita nggak mampir ya, sudah malam, besok Davina kuliah pagi" Ucap Davina.


Nenek dan Bi murti setuju, lagian mereka sudah seharian di Rumah Sakit pasti lelah. Mereka saling berpelukan, Cris dan Davina pamit. Cris melajukan mobilnya menuju jalan arah ke rumah.


Sepanjang perjalanan lumayan macet, Cris Fokus mengemudikan mobilnya, Butuh waktu satu jam perjalanan kalau macet seperti ini, Davina terlihat lelah, sesekali menguap menahan ngantuk lalu menghapus air matanya yang keluar gara - gara menguap.


Cris memperhatikan Davina sudah tidur, Cris merasa kasihan melihat istrinya tidur dengan posisi kurang nyaman, Tiba - tiba di depan sedang lampu merah, Cris menghentikan mobilnya, membuka sabuk pengamannya, kemudian pelan - pelan membetulkan posisi Jok Davina agar bisa tidur rebahan. Tangannya meraih sesuatu di tempat duduk penumpang , tangannya menarik selimut kecil lalu menutup tubuh Davina agar tidak kedinginan, Dia tau istrinya tidak kuat hawa dingin, Cris memperhatikan wajah istrinya sebentar, lalu tersenyum manis kemudian mencium kening istrinya.


Cris kembali Memasang sabuk pengamannya, lalu kembali ke posisi semula. Tidak butuh waktu lama Lampu hijau menyala dan segera melajukan mobilnya agar cepat tiba di rumah.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Maaf kalau ada salah tulis.

__ADS_1


__ADS_2