
Setelah tiba di rumah, Davina langsung mandi, Lalu gantian dengan suaminya. Setelah mandi Davina merebahkan tubuhnya lau sibuk dengan Ponselnya.
Cris mengambil laptopnya lalu pergi ke ruangan kerjanya.
"Mas mau kemana" Tanya Vina.
"Ruang kerja, ikut". Tanya Cris.
Davina langsung loncat dari tempat tidurnya berhambur menuju suaminya. Mereka masuk ke ruang kerja Cris, disana ada Meja kerja suaminya, sofa dan sebuah perpustakaan mini. Cris langsung ke meja kerjanya, lalu menyalakan laptopnya.
Davina rebahan di sofa, lalu memandangi suaminya.
"Bisa - bisa nggak jadi kerja kalau di lihatin terus begini" Gumam Cris dalam hati lalu pura - pura fokus ke laptopnya.
"Mas" Ucap Davina.
"Hmmm..". Jawab Cris fokus melihat laptopnya.
"Besok Vina boleh jalan ya" Tanya Vina.
"Sama siapa". Tanya Cris masih fokus ke laptopnya.
"Tina sama Suci Mas". Jawab Vina.
"Kalau nggak penting- penting, nggak usah keluar dulu, lagi rame virus Corona sekarang". Ucap Cris melihat istrinya lalu melanjutkan pekerjaannya.
Dani memanyunkan bibirnya, lalu memainkan ponselnya, membalas Chat group antara Dia, Suci dan Davina.
π© Tina : Gimana, Boleh nggak Sama Kakak.
π¨Davina : nggak di Acc.
π©Suci : Kenapa nggak di Acc, bentaran doang gitu.
π©Tina : Kamu rayu dong.
π¨ Davina : Tetap tidak boleh, katanya Virus Coron.
π©Tina : Kaka aku memang nyebelin.
π© Suci : Itu kan Kaka loe Tin dan Suami kamu Vin. Ha ha ha.
Chat mereka pun berakhir, Cris memperhatikan istrinya dari tadi. Vina meletakkan ponselnya di meja sofa, lalu memandangi suaminya.
"Mas". Ucap Vina pelan.
"Hmmm.." Jawab Cris.
"Boleh ya". Bujuk Vina.
"Sekali nggak boleh tetap tidak boleh" Tegas Cris lalu fokus ke laptopnya.
Lalu Davina keluar dari tempat kerja suaminya berjalan menuju Kamar mereka.
"Mas Cris nyebelin, pokoknya nyebelin" Ucap davina sambil menghentak - hentakan kakinya, Davina masuk ke kamar lalu tidur.
Cris hanya menggeleng - gelengkan kepalanya " Udah kuliah kelakuan masih kayak Anak SMA". Gumam Cris dalam hati.
Malam sudah larut, Davina sudah terlelap dalam mimpinya. Cris merapikan meja kerjanya, memegang tengkuk lehernya yang sangat lelah. Cris keluar dari ruang kerjanya lalu berjalan menuju kamarnya.
ceklek
Cris membuka pintu kamarnya, lalu masuk kemudian mengunci kamarnya.
Cris naik ke atas ranjang dan berbaring di sebelah istrinya. Mencium kening Davina lalu menutup badan Davina dengan selimut.
__ADS_1
"Maafkan aku, Aku nggak mau kamu kenapa-napa". Ucap Cris.
Mencium keningnya sekali lagi lalu terlelap.
Besok harinya di meja makan.
"Mas'. Ucap Davina.
"Hmmm...". Ucap cris lalu memasukkan nasi kemulutnya.
"Vina boleh pergi ya" Bujuk Davina lagi.
Cris meletakkan sendoknya, lalu berhenti makan.
"Davina, coba kamu dengar berita, Di Indonesia kurang lebih seribu orang positive Corona. Tidak menutup kemungkinan Kamu, Aku bahkan Nenek sekalipun bisa kena". Ucap Cris
Davina menundukkan kepalanya.
"Maaf" Ucap Davina.
"Ya sudah lanjutin sarapanmu" Ucap Cris lalu melanjutkan makannya.
Mereka melanjutkan makannya.
Davina mengantarkan suaminya sampe depan rumah. Cris memeluk Istrinya lalu mencium keningnya.
"Jangan cemberut lagi, nanti aku bawain pohon Mawar sama pot - pot nya sekalian" Ucap Cris memeluk Davina.
"Benaran Mas" Tanya Davina, matanya berbinar senang.
"Ia, tetap di rumah jangan ke mana-mana". ucap Cris.
"Ok Mas". Jawab Davina senang.
Cris melepaskan pelukannya, lalu masuk ke dalam Mobilnya.
Davina masuk ke dalam rumah, membereskan meja makan, mencuci piring kotor lalu pergi ke kamarnya.
Davina turun ke bawah, lalu duduk di sofa ruang keluarga. Davina membukan ponselnya, Davina melihat pesan masuk dari suaminya.
π© Cris : Buka lemari mu.
Davina naik ke atas, lalu masuk ke kamar lalu pergi ke ruangan khusus penyimpanan baju mereka, Davina membuka lemarinya.
Davina menemukan sebuah kotak ukuran besar, lalu mengambilnya membawanya ke atas kasur.
Davina membuka kotak tersebut. Davina tersenyum lalu mengeluarkan isi kotak tersebut, Sebuah dress warna kuning selutut lalu mencobanya.
Davina meraih ponselnya lalu Selfi, kemudia mengirim photo tersebut ke suaminya.
π¨
π© Cris : Cantik.
π¨ Davina : Terima Kasih Mas.
π©Cris : Nanti di pake, makan malam romantis.
Davina kegirangan loncat - loncat sambil tertawa.
Sementara Cris tersenyum bahagia.
Hari ini Davina sengaja menyibukkan dirinya di rumah, membantu Bi Sum membersihkan rumah, nyuci piring dan bahkan merapikan taman bunga miliknya hingga pukul 17 : WIB.
__ADS_1
Davina mendengar suara mobil suaminya, lalu keluar menghampirinya. Cris membawa satu pot bunga mawar merah seperti janjinya tadi lalu memberikanya ke Istrinya.
Cris madi duluan, baru Davina. Setelah mandi Davina memakai baju kuning pemberian suaminya. Cris memakai jas warna Biru.
Dibawah tanpa sepengetahuan Davina, Toni dan Bi Sum sibuk. Meja makan di rumah Cris di sulap menjadi restoran bintang lima.
Tidak butuh lama Toni dan Bi Sum akhirnya selesai. Bi Sum langsung pergi ke kamarnya, Sementara Toni pulang ke rumahnya.
Di dalam Kamar Davina dan Cris.
Cris mengambil sapu tangannya untuk menutup mata Davina.
Mata Davina pun di tutup menggunakan sapu tangan tersebut.
"Ikuti aku" Ucap Cris berjalan keluar kamar.
"Pelan - pelan mas" Ucap Davina memegang tangan suaminya.
Cris menuntun Davina turun ke bawah menuju meja makan mereka yang sudah di sulap Bi Sum dan Toni.
Davina berjalan perlahan mengikuti suaminya.
Cris menarik bangku untuk Davina, lalu Davina duduk. Cris membuka penutup mata Davina, lalu membuka matanya pelan - pelan.
Davina menyisir sekitar, lalu mengerutkan keningnya.
"Mas Tunggu, Ini kan di rumah". Ucap Vina.
"Ia". Ucap Cris dengan muka tak berdosa.
"Lah.. terus". Ucap Vina bingung.
"Kan makan malam romantis" Jawab Cris tersenyum.
Sebenarnya Cris pengen ketawa kencang, namun di tahannya, takut istrinya marah.
"Aku pikir makan di restoran, kayak kebanyakan orang pacaran, mereka pergi makan malam romantis bersama pacarnya di restoran gitu". Ucap Vina.
"Kita kan nggak pacaran" Jawab Cris santai.
"Masss ih". Ucap Davina memanyunkan bibirnya.
"Kenapa, Nggak suka". Tanya Cris santai.
"Bukannya gitu, buat apa coba Vina tadi dandan cantik kalau makan malamnya ujung- ujungnya di rumah juga" Ucap Vina sedikit kesal.
"Terus maunya kita keluar, gitu". Tanya Cris.
Davina menganggukan kepalanya.
"nggak boleh" Ucap Cris.
Davina cemberut, Makan malam yang ada di pikirannya bukan seperti ini. Cris menperhatikan Istrinya cemberut.
Cris mengeluarkan sebuat kotak kecil dari saku jasnya, lalu memberikannya ke Istrinya.
"Buka". Ucap Cris.
"apa ini mas". Tanya Davina.
"Buka saja, nanti juga tau" Ucap Cris.
Davina membuka kotak tersebut, Davina melihat sebuah kalung cantik, lalu melihat Suaminya.
Cris berdiri berjalan menuju bangku Davina. Cris mengambil kalung tersebut lalu memakaikannya ke leher istrinya.
__ADS_1
"Terima Kasih Mas". Uap Davina.
βββββββββββ