
Cris berjalan menuju lobi, matanya tiba- tiba tertuju pada istrinya yang dicarinya dari tadi, Cris berjalan menghampirinya.
"Davina" Ucap Cris langsung segera memeluk Istrinya.
Davina nenejamkan matanya, Diam tanpa sepatah kata pun, Sepatu di genggamannya jatuh begitu saja, Davina seketika lemas dan pingsan di pelukan suaminya.
Cris sadar istrinya tidak sadarkan diri dipelukannya lalu panik, lalu teriak menepuk - nepuk pipi istrinya.
"Davina, hei..bangun." Cris terus menepuk pipi istrinya.
"Davina, Davina Davina, Jangan bercanda, lihat aku". Masih terus berusaha membangunkan istrinya.
"Bertahanlah". Cris menggendong istrinya masuk ke mobil lalu segera melarikannya menuju Rumah Sakit.
Selama di perjalanan Cris mengutuki Dirinya sendiri memukul setir mobolnya terus - menerus, menyesali dirinya telah mengabaikan istrinya satu minggu ini, hingga istrinya datang ke perusahaan menemuinya.
Sesampainya di Rumah Sakit, Davina dilarikan ke UGD, Davina langsung di tangani oleh Dokter Bobi. setelah di periksa Bobi keluar menghampiri Cris.
"Istri Ku gimana" Tanya Cris lemas. Jantungnya masih berdegub kencang mengingat kondisi istrinya tadi.
"Cuma kekurangan cairan, Perut istrimu sepertinya mengalami masalah dari tadi istrimu memegangi perutnya menahan rasa sakit, Apa dia teratur makan". Tanya Dr. Bobi.
Mendengar Kata - kata Dr Bobi, Cris merasa bersalah, Dirinya terlalu sibuk hingga mengabaikan Istrinya.
"Apa aku boleh melihatnya" Tanya Cris.
"Ia, nanti setelah istrimu di pindahkan ke Ruang Perawatan". Jawab Dr. Bobi. lalu pergi ke UGD memeriksa pasien lainnya.
Davina di pindahkan ke ruang perawatan VVIP,
Cris mendampinginya terus. menggenggam tanngan Istrinya.
"Maaf, telah mengabaikanmu" Ucap cris dikuping Davina, mencium keningnya lalu tertidur di samping Davina sambil memeluk istrinya.
Besok paginya di Rumah sakit, Davina bangun dari tidurnya. Melihat suaminya di sampingnya tidur memeluknya, lalu melihat Jarum infus di tangannya.
Selama di tangga Kemaren, sepanjang menuruni anak tangga Davina sudah memutuskan akan menutup rapat - rapat hatinya, mengubur kembali rasa cinta yang mulai tumbuh terhadap suaminya. Ketika Cris nanti menceraikannya hatinya tidak terlalu Sakit.
Davina bangun, lalu mencoba untuk duduk. Cris merasakan tubuh istrinya bergerak, Cris membuka matanya lalu bangun.
"Kamu sudah bangun" Tanya Cris lalu memeluk tubuh kecil Davina, mencium ubun-ubun Davina dan mencium kening Davina.
"Lepas mas" Ucap Davina lemas.
"Kamu kenapa" Tanya Cris melepaskan pelukannya.
Davina tidak menjawab, Davina turun dari tempat tidur lalu berdiri pelan, karna kepalanya masih pusing Davina berhenti sebentar mengumpulkan keseimbangannya, lalu Melepas paksa jarum infus di tangannya, sehingga mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Davina, hentikan". cegah Cris , lalu menahan tangan Davina.
"Lepasin". ucap Davina pelan
"Nggak" . Jawab Cris.
Cris memeluk davina sekuat- kuatnya, agar isttinya tidak melakukan apapun yang menyakiti tubuhnya.
"Vina bilang lepasin mas" Ucap Vina berderai air mata.
"Nggak tetap nggak" Jawab Cris terus memeluk Istrinya.
"Lepas hiks hiks hiks".
Davina masih berusaha melepas pelukan suaminya. Namun apa daya tenaga suaminya lebih kuat darinya.
"Davina lihat aku" bisik Cris di telinga istrinya.
Davina hanya Diam di pelukan Suaminya sesenggukan.
Setelah Davina Tenang Cris menggendong Davina ke atas tempat tidurnya, lalu memanggil perawat memasang infus istrinya dan membersihkan darah di tangan Davina.
Setelah perawat pergi, Tinggallah Davina dan Suaminya di ruangan tersebut. Cris menghampiri istrinya yang duduk di tepi ranjang istrinya, Davina hanya diam duduk bersandar ranjangnya.
"Makan ya". Bujuk Cris.
"Ayo buka mulutnya, Makan dulu nanti perutmu sakit" Ucap Cris.
Davina hanya diam dan menutup rapat - rapat mulutnya.
"Davina mau apa, biar aku pesanin" Tanya Cris.
Davina hanya diam, tiba - tiba Davina menangis sesenggukkan, kedua tangannya menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara. Cris menghampirinya, membawanya ke dalam pelukannya.
"hiks hiks hiks" Davina sesenggukan.
" Ssst, Aku minta maaf". Ucap Cris memeluk istrinya.
"Nanti... hiks hiks Kalau mas udah.... hiks hiks ceraiin Vina...hiks hiks hiks pasti Vina akan sendirian.... hiks hiks hiks pasti orang - orang pada ngejauh karna Vina janda.....hiks hiks hiks" Davina sesenggukan di pelukan suaminya.
"Aku sudah pernah bilang tidak akan menceraikan mu". Ucap Cris sambil mengelus rambut Davina.
"hiks hiks hiks hiks " isak Davina
"Maaf untuk satu minggu ini Sku sibuk sampe lupa sama Istriku, kemaren yang kamu lihat itu salah pahan" Jawab Cris.
"hiks hiks hiks hiks hiks"
__ADS_1
"sudah ya, kamu nggak capek nangis terus" Tanya Cris menaangkap wajah Davina. Cris mencium Kening, mata hidung pipi dan terakhir Bibir Davina.
Davina diam atas perlakuan suaminya.
"Menjaga dan melindungimu tanggung jawab ku, Aku tidak akan membuatmu jadi janda, Aku akan menyayangimu" Ucap cris lalu menghapus air mata istrinya.
Davina pun tenang di dalam pelukan Suamimya.
"Sekarang makan ya, mas suapin" Bujuk Cris.
Davina mengangguk, Cris dengan sabar memasukkan bubur kemulut Istrinya pelan- pelan, Setelah bubur habis Cris memberinya obat.
"Sekarang kamu bobo ya, Mas peluk OK" bujuk Cris.
Davina mengangguk, Davina menggeser tubuhnya, Cris naik dan merebahkan tubuhnya disamping istrinya, membawa Davina ke dalam pelukannya sampai tidur.
Dua hari sudah Davina di Rumah sakit, selama dua hari itulah Cris terus mendampinginya. Cris bekerja dari Rumah Sakit Toni asistenya bolak balik datang ke Rumah sakit.
Hari ini Davina sudah di perbolehkan pulang kerumah, Davina sangat bahagia. Cris melihat istrinya sangat senang, akhirnya senyum istrinya kembali lagi ceria.
Setelah mengurus semua administrasi Cris mengajak Davina pulang.
"Pengen beli sesuatu" Tanya Cris.
"Ham, Vina pengen Es Cream mas" Jawab Davina.
"nggak, kamu baru sembuh, yang lain". Jawab Cris .
"Apa ya, terserah mas aja deh" Jawab Davina.
Cris berhenti di sebuah mini market pinggir jalan menuju rumahnya.
"Kamu di mobil aja ya". ucap cris.
"Ikut " Bujuk Vina.
"Ya udah ayok turun". Jawab cris.
Mereka masuk kedalam mini market tersebut, Cris mengambil keranjang belanjaan. mengambil kentang, wortel, labu, ikan dan daging. Sementara Davina mengambil buah dan susu. Setelah selesai mereka kekasir membayar semua belanjaan mereka, Tangan Cris menggenggam tangan Davina sampai ke mobil. Davina masuk duluan dan meraih ponsel miliknya melihat beberapa pesan masuk.
Cris melajukan mobilnya menuju rumah, Davina masuk duluan ke kamar, Cris membawa belanjaan Mereka masuk dan memberikannya ke Bi Sum.
"Bi, nanti tolong nanti masakin sop untuk makan siang Istri saya". Ucap Cris.
"Siap Tuan" Ucap Bi Sum lalu pergi menuju Dapur dan menulai masak.
Cris naik ke atas menyusul Istrinya ke kamar mereka, Setelah masuk Cris melihat Istrinya sedang duduk di sofa, lalu Cris duduk di sampingnya memeluk pinggang istrinya.
__ADS_1