
Cris membawa Davina ke sebuah restoran, Sepanjang perjalanan Davina terus meminta suaminya untuk makan di rumah.
Cris tetap pada pendiriannya tetap makan di restoran.
Sampai akhirnya mereka tiba di parkiran restoran, Cris melihat Istrinya cemberut.
Cris yang melihatnya pun tidak tega.
"Ya sudah ia di bungkus, makan di rumah". Ucap Cris tersenyum mengelus pipi Istrinya.
Davina melihat ke arah Suaminya dengan senyum manisnya.
"Ya sudah, kamu tunggu di mobil, Aku pesan dulu". Ucap Cris melepas sabuk pengamannnya, kemudian keluar dari mobil lalu masuk ke dalam restoran.
Hampir setengah jam Davina menunggu Suaminya belum juga datang, Davina sudah merasa bosan.
Sementara di dalam restoran Cris berjalan menuju kasir membayar pesanannya, namun tiba - tiba ada yang memeluknya.
"Mas". Ucap Sinta.
"Sinta lelasin". Ucap Cris setelah mengenali suara Sinta.
"Nggak mau". Ucap Sinta.
"Lepasin". Ucap Cris, Mukanya sudah mulai memerah menahan amarahnya.
Davina masuk kedalam restoran, menyapu seisi ruangan restoran mencari Suaminya. Davina melihat suaminya sedang di peluk seorang wanita.
"Mas". Ucap Davina sendu.
__ADS_1
Sinta yang melihat Davina datang semakin mengeratkan pelukannya.
Cris melihat Davina keluar restoran.
"Davina". Gumam Cris.
"Sinta lepaskan". Ucap Cris.
"Nggak mau" Ucap Sinta.
Kesabaran Cris mulai habis, akhirnya dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan sinta secara paksa.
Cris kemudian memanggil satpam.
Satpam tersebut membawa Sinta. Sinta hanya diam tak berkutik.
Davina melihat Cris datang, buru - buru Davina menghapus air matnya.
"Davina, yang kamu lihat tadi itu salah paham, sebenarnya aku sudah berusaha melepaskan pelukannya, bisa saja aku melepaskannya tadi tapi tidak enak sama pengunjung restoran pada ngelihatin". Ucap Cris menjelaskan ke Istrinya.
Davina hanya diam.
Cris melajukan mobilnya pulang. Sesampainya di rumah Davina langsung turun dari mobil dan buru - buru masuk ke dalam kamar.
Cris keluar dari mobil mengambil makannan yang mereka beli tadi. Cris melihat Istrinya berlari buru - buru masuk ke dalam rumah.
Cris menuju dapur, kemudian memindahkan makanan yang mereka beli tadi ke mangkok, kemudian meletakkannya di atas nampan kemudian membawa makanan tersebut ke kamar untuk istrinya.
Cris masuk ke dalam kamar dan meletakkan nampan tadi di atas meja sofa.
__ADS_1
Davina keluar dari kamar mandi dan langsung mengganti bajunya dengan baju santai.
"Kamu masih marah?". Tanya Cris.
Davina hanya diam lalu mengambil tas kuliahnya dan mulai menyibukan diri dengan tugas - tugas kuliahnya.
Cris tau istrinya sedang marah, Cris mengusap wajahnya kasar lalu menarik nafasnya dalam.
Kemudian Cris keluar dari kamar menuju ruang kerjanya.
Hingga malam menunjukkan pulul 20.20 WIB, Davina masih menuntaskan tugas kuliahnya. Tiba - tiba perutnya serasa di aduk - aduk, Davina langsung berlari menuju kamar mandi.
"Hoek hoek hoek". Davina memuntahkan isi perutnya berjongkok di kloset.
Setelah dirasa cukup Davina membersihkan mulutnya dan mencoba untuk berdiri, belum sempat berdiri Davina merasa perutnya di aduk - aduk lagi.
"Hoek hoek hoek"
Semua yang keluar cuma cairan bening.
"Nggak enak banget" Gumam Davina dalam hati.
Keringat dinginnya mulai bercucuran segede biji jagung, Davina merasa lemas tidak punya tenaga untuk berdiri.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Maaf kalau ada salah tulis
Jangan lupa Vote
__ADS_1