
2 bulan kemudian, Davina kembali menjalani hari - harinya.
Bi Murti juga di panggil Tuhan dua minggu setelah kepergian Nenek.
Cris dengan setia mendampingi, mendukung dan memberi semangat untuk istrinya.
Kurang lebih 3 bulan liburan semeter ini merupakan libur kuliah yang tidak akan pernah di lupakan Vina dalam hidupnya.
š·š·š·š·š·
Pagi ini Davina dan Cris memulai aktifitas mereka, Setelah mengantar Davina ke kampus Cris langsung berangkat ke kantor.
Seperti biasa Cris sibuk dengan setumpuk berkas yang harus di tanda tanganinya. Tiba - tiba ponselnya bergetar dilihatnya no baru, Cris tidak mengangkatnya.
Sampai panggilan kedua, ponselnya bergetar lagi.
Cris mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Mas, apa khabar". Ucap seorang wanita di sebrang sana.
"Ini siapa?" Tanya Cris.
"Masak mas tidak kenal suara Ku".
Cris merasa tidak asing dengan suara tersebut, Sejenak cris mengingat - ingat suara tersebut.
"Sinta" Ucap Cris.
"Apa khabar Mas". Tanya sinta.
"Baik". Jawab Cris.
"Aku sudah kembali Mas". Ucap Sinta.
"Kamu dimana sekarang". Tanya Cris.
"Aku masih di Apartemen Mas, lagi beres - beres koper". Ucap Sinta.
__ADS_1
"Hmmmm..". Jawab Cris.
"Mas, nanti ketemuan ya". ajak Sinta.
"Hmmmm...".
"Di Cafe tempat biasa ya". Ucap Sinta.
"Iya". Jawab Cris lalu memutuskan panggilan tersebut.
"Kamu tidak pernah berubah Mas". Ucap sinta tersenyum.
KAMPUS
Davina bejalan menuju ruangan asinten dosennya untuk mengumpulkan tugas makalahnya. Sesudah itu Davina langsung pulang, Davina menunggu supir menjemputnya.
Semenjak Davina masuk kuliah semester ini, Cris tidak mengijinkan Davina naik angkutan umum, Cris menggunakan jasa Sopir pribadi untuk mengantar jemput istrinya kemana pun.
Davina menunggu mang dudung di depan gerbang kampusnya, Tidak berapa lama Mang Dudung datang.
"Gpp Mang, Vina juga baru keluar kampus". Ucap Davina masuk kedalam mobil.
Vina duduk du bangku penumpang.
Mang Dudung melajukan mobilnya.
Setibanya di rumah, Davina langsung ke kamarnya, mandi dan langsung menyelesaikan beberapa tugas - tugas kuliahnya.
Hingga sore, Davina bangun dari tidurnya, Davina ketiduran di Sofa. Davina bangun dan cuci muka. Di lihatnya jam sudah pukul 17 : 15 WIB.
Damina turun ke dapur untuk masak makan malam untuk Suaminya.
Bibi yang baru selesai nyetrika baju langsung membantu majikannya.
"Bi Sum, Vina aja ya". Ucap Vina.
"Tapi nyonya". ucap Bibi.
__ADS_1
"Bibi ngerjain yang lainnya aja ya Bi, biar Vina yang masak". Ucap Vina tersenyum.
Bibi Sum pun meninggalkan dapur dan melanjutkan pekerjaannya yang lain.
KANTOR CRISTIAN WIJAYA.
Cris merapikan pekerjaanya, melihat jam tangannya sudah Pukul 17:40 WIB. Cris melihat ponselnya tidak ada pesan masuk.
Cris keluar dari perusahaannya menuju kafe yang telah di janjikan sinta tadi.
Cris memarkirkan mobilnya di parkiran Cafe, lalu masuk ke dalam Kafe, Cris mencari Sinta.
Sinta melihat Cris masuk ke kafe lalu melambaikan tangannya.
Cris menghampiri Sinta.
Sinta langsung berdiri dan memeluk Cris.
"Aku sangat merindukanmu". Ucap Sinta.
"Sudahlah, aku lapar". Ucap Cris.
Sintapun melepaskan pelukannya.
Mereke memesan makan dan minum. Sebelum pesanan mereka datang Cris dan Sinta saling mengobrol.
"Kapan pulang". Tanya Cris.
"Sudah 2 hari, aku ke rumah ibu dulu baru ke Apartemen". Ucap Sinta.
"Buat apa kembali". Tanya Cris.
"Aku masih mencintaimu Cris". Ucap Sinta.
š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„
Maaf kalau ada salah - salah tulis.
__ADS_1