Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
SEDIH


__ADS_3

Jam menunjukkan angka 20.00 WIB.


Davina bergegas mengganti seragam kerjanya dengan baju yang dia pake tadi kekampus. Jam 9 davina sudah harus nyampe di restoran tempat dia biasa kerja setelah dari minimarket. Davina bergegas ke parkiran melajukan motornya ke restoran.


Setibanya di restoran, Davina langsung ke pintu belakang restoran menuju dapur. Disana sudah ada Rudy yang merupakan Atasan yang mengurus Persedian bahan-bahan makanan di restoran tersebut. Rudi merupakan kakak dari Suci. Dari sucilah dia mendapatkan informasi pekerjaan ini. Davina hanya belanja bahan-bahan aja ke pasar, setelah itu dia mengantar bahan-bahan tadi ke Restoran. Davina di bayar 250 ribu setiap harinya.


Setelah semua belanjaan ada, Davina dan OB kembali ke restoran. Davina dan OB memasukkan belanjaan td ke dapur Restoran tersebut. Disana sudah ada beberapa karyawan yang akan membersihkan bahan2 tersebut.


Davina : Kak, Vina pulang ya, udah malam.


semuanya udah OK


Rudy : OK, kamu hati- hati ya. langsung pulang loh.


Davina : Ok Kak.


Davina menuju Parkiran mengambil motornya, Parkiran harus melewati depan restoran nenuju . Tidak sengaja Davina melihat teman-teman kuliahnya sedang nongkrong di restoran tersebut. Ada sedikit kesedihan terlihat di wajahnya, Teman-temanya sangat senang bisa tertawa bahagia ngumpul dengan teman-teman. Sementara dirinya dari Mata melek sampe tengah malam berjuang nencari duit demi biaya kuliahnya. Belum lagi Tugas kuliah yang banyak yang harus Davina kerjakan, kadang matanya tidur cuma 2 jam, habis itu bangun dan bekerja. Begitulah hari-harinya di lalui.


Tit tit tit tit tit


Suara klakson Mobil Cristian tiba-tiba membuyarkan lamunan Davina.


Cristian : Klo mau mati, sono di jalan Tol.


Davina : Maaf Pak, saya Minta Maaf.


Cristiano labgsung melajukan mobilnya keluar dari parkiran restoran tersebut.


Gila tu orang. Melamun di jalan. Nggak ada kerjaan bgt. Eh.. kyknya pernah lihat. Dimana ya? gumam Cristian dalam hati. Sambil melajukan mobilnya pulang ke Rumahnya.

__ADS_1


Sementara Davina Langsung melajukan motornya pulang, Sepanjang jalan Davina memikirkan nasibnya, di tengah jalan tiba-tiba gerimis.


Huif .. langit aja sedih dengan nasibku.


Sesampainya Davina di rumah, langsung mandi karna badannya sudah basah kuyup terkena hujan di perjalanan pulang tadi. Davina takut Hipotermianya Kumat. Buru-buru Davina masuk ke dalam selimutnya yang tebal.


Jam nenunjukan pukul 3.15 Dini hari. Baru beberapa jam dia tertidur. tiba- tiba Davina mengigau.


Ibu Hiks hiks hiks, jangan tinggalin vina hixs hixs hixs hixs...


Tiba tiba Davina terbangun. Davina Duduk di ranjangnya, Dia melihat Photonya dengan kedua Orang tuanya. Davina Menangis sesunggukan sambil meneluk Bingkai Photo tersebut. Setelah puas menangis Davina pun tertidur kembali.


Keesokan paginya, Sinar matahari sudah masuk ke celah celah kamar Davina. Ketukan pintu Membangunkannya.


Nenek : Davina, sayang bangun.


Davina nenggeliat di kasurnya.


Davina menuju Dapur, disana sudah tertata sarapan pagi. Davina kaget.. tumben?


Tiba - tiba Nenek datang.


Nenek : Makan dulu, jangan dilihatin aja.


Davina: Nenek yang masak?


Nenek : Bukan.


Davina : Terus Siapa dong Nek??

__ADS_1


Nenek : Bibi Mu Murti baru datang dari Malaysia.


Devina : Bibi Murti Pulang kah Nek?


Nebek : Ia ( tersenyum)


Davina langsung berdiri dari duduknya, dan langsung berlari ke kamar di sebelah kamar neneknya.


Davina : Bibi "Membuka pintu kamar"


Nenek tiba tiba teriak dari meja makan.


Nenek : Bibimu lagi ke Rumah sakit.


Katanya mau di Cek sebentar.


Davina : cek apa Nek?


Nenek : Nggak tau, tapi klo nggak salah katanya tadi takut Corona.


Davina mengerutkan dahinya, sambil berjalan nenuju Meja makan.


Davina : Nenek harus waspada loh, corona itu sangat bahaya. Apalagi untuk seusia nenek. Nenek tadi peluk-pelukan sama bibi nggak?


Nenek : Ya ilah lah , Masak anak sendiri baru pulang dari jauh nggak di peluk.


Davina : tetep waspada ya Nek.


Davina merasa hatinya tiba-tiba nggak enak. Seperti bakal ada kejadian, Dulu waktu Ayah sama ibunya juga Davina merasa seperti ini.

__ADS_1


Semoga tidak terjadi apa -apa. Gumam Davina dalam hati.


Maaf klo ada salah ketik šŸ˜ŠšŸ“šŸ“


__ADS_2