
Davina hari ini tidak masuk kerja, karna dalam seminggu Davina dapat jatah libur 2 kali. Stelah keluar dari Kelas, Suci, Davina dan Tina makan di kantin sebelum mereka pergi Jalan belanja Dan Nonton. Josua baru tiba di kanti tidak sengaja melihat mereka bertiga lalu menghampirinya.
"boleh gabung". tanya Josua.
"silahkan Kam". Ucap Davina.
Josua mengambil duduk di samping Davina, melihat hal itu Davina sedikit kurang nyaman takut Tina berpikiran Dia dan Josua punya hubungan. Mereka melanjutkan makan, setelah selesai mereka Siap-siap pergi nonton.
"mau kemana, kok buru-buru" tanya Josua.
"Mau nonton Ka". Jawab Suci.
"Aku ikut ya" Jawab Josua.
Josua menyelesaikan makannya, berdiri lalu mereka berangkat, Davina, Tina dan Suci Pake mobil Tina, Sedangkan Josua naik motor Sportnya. Tidak butuh waktu lama mereka tiba langsung menuju parkiran lalu masuk ke lokasi mereka nonton. Josua dan Suci yang beli Tiket, sementara Davina dan tina beli Cemilan dan minum untuk mereka ber empat.
Setelah terdengar panggilan, mereka berempat masuk kedapam ruangan tersebut duduk di tempat masing- masing sesuai yang ada di tiket masing- mading lalu Film pun mulai mereka pun Nonton .
Film selesai mereka pun keluar membawa bekas makanan masing-masing dan membuangnya ke tempat sampah.
"Habis ini kemana lagi" tanya Josus.
"Kita mau belanja" jawab Suci.
Merekapun belanja, setelah puas belanja mereka mampir ke restoran tidak jauh dari tempat merja belanja tadi. Mereka duduk di tempat kosong, saat mereka duduk tiba-tiba Josua tidak sengaja melihat jari manis Davina ada cincin, Merasa di perhatikan Davina pura - pura ngambil Handphpone di dalam tasnya. Dia baru ingat dia harus beli Buku pendukung kuliahnya. Sementara Josua penasaran itu cincin apa, yang dia tahu itu seperti cincin kawin.
"Aku ke toko buku bentar ya, aku mau beli buku buat tugas minggu depan" Jawab Vina.
Suci dan Tina menggangguk setuju, sementara Josua ikut berdiri.
"Aku temanin ya" tanya Josua.
Davina hanya menggangguk ragu tidak enak menolak Lalu mereka pergi.
Sementara itu Cris Baru saja menemui rekan kerjanya sekalian makan di Mall yang sama dengan Istrinya, Cris tau Istrinya disini karna tadi istrinya sudah Ijin. Cris baru turun dari lantai atas hendak kembali ke kantornya, tidak sengaja melihat Davina dan Josua di dalam toko buku tersebut. Mukanya kesal dan berubah jadi dingin, ingin rasanya Cris menarik Istrinya dari sana tapi dia tidak ingin membuat keributan disana dan memutuskan untuk kembali ke kantornya.
Setelah menemukan buku yang di cari, Davina membayarnya di Kasir, lalu pergi menemui teman-temannya di restoran tadi. Suci dan Tina sudah mulai makan, sementara Josua dan Cris baru memesan makan. Jam sudah 19.00 WIB, tiba - tiba Handphonnya Bunyi lalu melihat siapa yang menghubunginya, ternyata itu suaminya.
"pulang". Ucap cris di telp lalu memutuskan panggilannya.
Davina merasa Suaminya itu sedang marah, terdengar dari suaranya. Davina pun memutuskan untuk pulang tidak menunggu pesanannya datang.
"teman-teman, aku pulang dulu, aku sudah di telp" Ucap Vina.
__ADS_1
"Kok buru-buru" tanya suci.
"ia, mendadak" ucap Vina.
"Aku antar ya" tanya Josua.
"Nggak usah Ka, aku dah pesan ojek online" ucap Vina.
Tina yang sedang makan paham siapa yang menelp Davina barusan, Davina pamit pulang dan keluar dari Mall tersebut, di Depan Mall suda ada abang ojek online menunggu. Tak butuh lama Ojek pun melaju dengan cepat dan akhirnya tiba di rumah. Davina membayar ongkosnya lalu masuk ke dalam rumah. Di lihatnya mobil suaminya sudah ada dan buru -buru masuk ke dalam. Sementara Cris duduk sambil menonton TV, mukanya dingin dan kesal. Davina yang melihatnya pun sedikit takut.
"Mas udah pulang" tanya Vina
'Hmmm" Ucap Cris.
Melihat suaminya tidak seperti biasanya, Davina buru-buru memasukan barangnya bawaannya ke kamar. Sebelum Davina masuk Ceris mencegahnya.
"Dari mana tadi" Tanya Cris dingin.
"Habis nonton mas,beli baju sama beli Buku" ucap Davina Jujur.
Cris berdiri menghampiri istrinya, lalu menarik belanjaan yang ada di tangan Istrinya melemparkannya ke lanti dan berhamburan.
"Kamu jalan sama Dia kan" tanya Cris
"Udah berapa kali aku bilang, aku tidak suka" Bentak Cris.
Davina gugup dan sangat takut.
"Maaf" Ucap Davina.
"Maaf" Bentak Cris dengan kuat lalu menarik tangan Davina kasar dan melemparnya ke dalam kamar bawah.
"Berapa kali aku bilang, tapi kamu tidak mengerti mungkin harus menghukum mu biar jera" Teriak Cris.
Air mata Davina keluar sangat deras, dia bingung mau ngejelasin karna Suaminya sudah Emosi duluan. Cris menindih Davina lalu menciumnya Paksa, Davina berontak dan terus memukul dada bidang milik suaminya, Davina berusaha mendorong sekuat tenaga. Tapi Suaminya tidak peduli, Cris menciumi Davina, merobek baju Davina dengan paksa hingga tidak tersisa satu pun.
Davina sesenggukan pasrah, Cris melakukan apapun Davina Diam. Melihat Davina diam Cris Bangun memungut semua bajunya lalu memakainya. Kembali bibir Davina berdarah dan tangannya biru akibat cengkaraman suaminya. Leher dan dadanya biru-biru, bahkan luka akibat tidak sengaja kena kuku Davina sendiri. Cris keluar berlalu ke kamarnya lalu mandi tanpa sepatah kata pun.
"hiks hiks hiks hik hiks hiks hiks hiks hiks"
Davina sesenggukan, tidak berhenti air matanya keluar, bibirnya tertutup rapat.
"hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks"
__ADS_1
Terdengar begitu pilu, ingin rasanya ia cerita ke Neneknya dan Bi Murti, tapi dia tidak berani dan tidak mau menyusahkan Keluarganya.
"hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks"
Davina sudah memakai kembali bajunya, Suara davina masih terdengar sesunggukan, entah sudah berapa jam davina menangis. Davina menutup matanya, memegangi perutnya yang perih, tadi dia tidak sempat makan karna buru-buru di telp suaminya.
Davina berdiri sekuat tenaga menuju kamar mandi, bolak - balik Davina memuntahkan isi perutnya, cairan kuning ke hijauan keluar dan rasanya sangat pahit bercampur Asam, Perutnya sungguh begitu Perih dan sakit, keringat dinginnya mulai bercucuran, Air matanya tidak berhenti sama seki.
Davina sekuat tenaga berdiri sempoyongan menuju Kasurnya.
hiks hiks hiks hiks hiks hiks.
Cris turun dari kamarnya menuju meja makan, Bibi sudah masak, cris mulai makan malamnya tanpa peduli keadaan Davina. Cris mendengar Isakan pilu tangis Davina dari kamar bawah, Sedikit menyesal telah nemperlakukan Davina Kasar. Selesai makan Cris hendak naik ke kamarnya, dia melihat pintu kamar bawah sedikit terbuka lalu sedikit penasaran apa yang sedang dilakukan istrinya di dalam, Karna dari tadi isak tangis Davina tidak berhenti sama sekali.
Cris menghampiri Davina, dilihatnya istrinya memegangi perutnya, mukanya pucat, bibirnya kering. Keringat dinginnya bercucuran, air matanya mengalir, bibirnya di tutup rapat.
hiks hiks hiks hiks hika
Cris langsung memeluk Davina yang sudah sangat lemas, mengangkat kepala davina kepelukannya.
"Sayang buka matamu, lihat mas" Davina berusaha mengakat Davina.
"Sayang, jangan bercanda, lihat mas sekarang" Cris menepuk pelan pipi Istrinya lalu memeluk kepala istrinya, menciumi ubunn-ubun kepalanya, mencium kening istrinya.
Davina masih sesenggukan, air matanya terus mengalir meskipun terpejam, Wajahnya yang pucat membuat Cris sangat Kwatir.
Cris menggendong tubuh istrinya naik ke kamar mereka, lalu meletakkan Davina di atas tempat tidur mereka.
Buru-buru Cris menghubungi Dokter Bobi sahabatnya,
"Tolong kerumahku sekarang, buruan" telp pun terputus begitu saja.
Cris mengambil air dan handuk, membersihkan tubuh Davina lalu mengganti pakaiannya.
Tidak berapa lama Dokter Bobi datang memeriksa keadaan Davina.
"Sepertinya Asam lambungnya tinggi, apa dia sudah makan" Tanya Bobi.
Cris pun menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kasih obat ini sebelum makan dan sesudah makan, Kalau bisa Istrimu makan bubur dulu, Jangan makan pedas dan Asam" ucap Dr Bobi.
Setelah Dr Bobi pergi, Cris kembali ke kamar. Dilihatnya istrinya dalam -dalam. Air mata istrinya belum berhenti, matanya masih tertutup tidak mau melihat Suaminya.
__ADS_1
Maaf kalau ada salah tulis š·š·š·š·