Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Suami Rese


__ADS_3

Jam menunjukkan Pukul 13: 30, Davina mematikan TV, meraih ponselnya dan berlari kecil menaiki tangga, masuk ke kamar lalu mandi.


Davina memakai Dress selutut berwarna Hitam tanpa lengan, Punggungnya sedikit terbuka.


Sesuai pesan suaminya "Dandan Cantik".


Davina mememakai riasaan tipis dan memakai lipstik warna agak sedikit terang, Rambutnya di gerai.


Jam 17: 00, Sesuai pesan suaminya. Ckalson mobil Cris bernbunyi dua kali.


tin tin


Davina bergegas turun memakai sepatu hitam dengan hak Lima Centi, Kemudian Davina keluar.


Di luar Cris menunggu bersandar di mobil, tangannya satu memainkan ponselnya, tangan satu lagi Masuk saku celanya.


Davina berjalan menghampiri suaminya.


"Mas ayo" Ucap Vina.


Cris melihat ke arah Istrinya tanpa berkedip lalu masukkan ponselnya ke saku celananya.


"Cantik" Ucap Cris spontan.


Membuat Davina merona, Cris tersenyum lalu membukakan pintu untuk istrinya.


"Silahkan Nyonya Cristian Wijaya" Ucap Cris membungkukan kepalanya.


"Apaan ceh mas" Ucap Davina malu - malu masuk ke mobil lalu duduk.


Cris menutup pintu mobil lalu memutari setengah mobilnya lalu masuk, Cris menyalakan mesin mobilnya.


Davina bingung Dirinya mau di bawa kemana.


"Kita mau kemana mas" Tanya Davina.


"Nanti juga tau" Ucap Cris tersenyum.


Cris terus melajukan mobilnya, Davina memperhatikan arah jalan yang mereka lalui, Davina mengerutkan keningnya, Jalan di depan merupakan arah menuju Mertuanya.


"ini kan jalan kerumah Mamah Mas" Tanya Vina bingung.


"Ia, betul" Ucap Cris melihat Istrinya.


"Kalau tau kesini nggak perlu dandan kayak gini, Nyebelin ih" Ucap Davina kesal.


" Ha Ha Ha Siapa suruh pake baju kayak gini" Ucap cris tertawa.


"Kan tadi Mas bilang dandan cantik, aku pikir mas bakalan ngajak Vina makan malam romantis". Ucap Davina kesal.


"Kamu mau makan malam romantis?" Tanya Davina.


"Mas kan belum pernah ngajak Vina makan malam romantis" Ledek Vina.


Cris menghentikan mobilnya di tepi jalan, melepas sabuk pengamannya, Lalu mengambil ponselnya, Cris mengetik pesan lalu mengirimkannya ke seseorang.


"Ngapain Mas" Tanya Davina


"Mau makan malam romantiskan" Tanya Cris.


Davina hanya mengangguk.


Cris kemudian melajukan mobilnya menuju arah rumah orang tuanya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama, mereka sampai.


Mereka masuk, Disana sudah ada Ayah mertua dan Ibu mertuanya.


"Ya Ampun, Menantu mama" Ucap Yanti Wijaya memeluk Davina.


"Mamah" Ucap Davina membalas pelukan Ibu mertuanya.


Mereka masuk, Cris mencium tangan Papanya lalu Tangan Ibunya kemudian duduk di sebelah Papanya.


Davina mencium tangan Papa mertuanya lalu duduk di sebelah Cristian.


Tina tiba - tiba muncul.


"Vina" Teriak Tina berlari memeluk sahabatnya tersebut.


Davina membalas pelukan Tina.


"Panggil Kakak Ipar" Ucap Cris.


"Apaan ceh Kak" Ucap Tina kesal. kemudian melepaskan pekukan Davina sahabatnya sekaligus kakak iparnya.


"Sudah- sudah, Ayo kita makan malam, nanti makanannya keburu dingin". Ucap Yanti Wijaya.


Mereka pun makan malam bersama dengan hikmat, Davina duduk di sebelah Cris.


Saat mereka sedang makan Cris memperhatikan wajah istrinya, Cris merasa Istrinya malam ini sangat cantik, tiba - tiba tangan Kiri Cris menarik tangan Kiri Davina lalu meletakkannya di Pahanya. Davina merasa terganggu akan hal itu, lalu menarik tangannya, tapi kemudian di tahan Suaminya. Suaminya menunduk pelan seolah- olah mengatakan agar istrinya Diam.


Sambil makan Cris terus memegangi tangan istrinya, dan mengeles - elus tangan istrinya. Davina hanya pasrah dan melanjutkan makannya.


Mereka terus makan, tiba - tiba Wijaya membuka pembicaraan.


" Gimana, Davina sudah ada tanda - tanda belum?". Ucap Wijaya.


"Hamil" Sambung Yanti Wijaya.


"uhuk uhuk uhuk" Davina tiba - tiba batuk mendengar Ibu mertuanya menyebut kata "Hamil".


Cris melihat istrinya batuk - batuk langsung meraih gelas berisi air dihadapannya dan memberikannya ke Istrinya.


Davina mengambilnya lalu meminumnya, setelah minum Davina meletakkan gelasnya.


" Sabar Pa, Ini Cris juga lagi Usaha". Jawab Cris.


"Pokoknya lakukan terus, bila perlu tiap malam" Ucap Yanti wijaya pelan namun masih kedengaran, membuat pipi Davina memerah menahan malu mendengar kata - kata Mertuanya.


Cris melihat istrinya lalu tersenyum.


Setelah selesai makan malam, Davina dan Cris pamit pulang Karna sudah larut malam.


"Mah, Pa, Kita pulang ya" Ucap Cris lalu memasukkan ponselnya ke saku celanya.


"Loh..kok nggak nginep". Tanya Yanti Ibunya.


"Nggak Mah, besok Cris ada Meeting pagi - pagi". Jawab Cris.


" Ok, sering- sering bawa Menantu Papa ke sini". Ucap Papanya.


"Ok" Jawab Cris.


Akhirnya merekapun pulang setelah berpamitan, Tina mengantar Kakaknya dan Sahabatnya itu sampai ke depan.


"Aku pulang ya" Ucap Davina.

__ADS_1


"Ok, Kasih aku segera keponakan". Ucap Tina sambil berbisiki.


"tin tin tin" suara klakson mobil Cris.


" Ya sudah, sana masuk, Kakak ku sangat menyebalkan sekali" Ucap Tina.


Davina mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.


Cris melajukan mobilnya, di perjalanan tiba - tiba hujan sangat deras. Cris mengecilkan suhu AC mobilnya, Dia sangat tau istrinya tidak kuat dingin. Cris meraih selimut kecil di bangku penumpang.


"Pake" Ucap Cris memberikan selimut tersebut ke istrinya lalu melajukan mobilnya.


Davina menutup badanya dengan selimut tersebut.


"Makasih mas" Ucap Davina.


"Hmmmm" jawab Cris.


Cris terus melajukan Mobilnya sambil sesekali melihat ke arah istrinya.


"Dingin" Tanya Cris.


" Sedikit" Jawab Davina.


Kemudian Cris mengecilkan sedikit lagi AC mobilnya.


"Hm.. Kamu harus cepat- cepat Hamil" Ucap Cris.


"Tapi Mas". Jawab Davina.


" Papa dan Mama sangat menginginkan Cucu dari mu, Usia mereka suda tua. Mereka ingin melihat cucunya sebelum meninggalkan dunia ini, Lagian usiaku juga sudah sangat cukup untuk memiliki anak". Ucap Cris.


"Tapi Vina kan masih kuliah mas" Jawab Vina.


"Gpp, Tidak masalah". Jawab Cris.


"Lagian Vina juga belum siap memiliki anak". Ucap Vina.


"Siap nggak siap harus siap, itu sudah resiko kamu menikah denganku". Ucap Cris


Davina hanya diam mendengarkan penjelasan suaminya, Yang di katakan suaminya itu benar.


"Kenapa" Tanya Cris.


"Gpp mas, Cuman Kuliah vina nati gimana". Tanya Vina.


"Sudah, jangan di pikirkan, tenang saja". Ucap Cris melajukan mobilnya.


Cris terus melajukan mobilnya dengan hati - hati karna beberapa jalanan tergenang air.


Davina sesekali menguap menahan ngantuknya. Cris memperhatikannya.


"Tidur gpp". ucap Cris.


Davina mendorong mundur posisi joknya agar bisa sedikit rebahan, Davina membenarkan posisinya dan Akhirnya Davina tidur.


Cris melihat istrinya sudah tidur, lalu tangan kirinya mengelus pipi istrinya Tersenyum sambil terus fokus menyetir mobilnya.


Cris tidak menyangka bisa menikahi Davina Istri kecilnya, Jauh dari Kriterianya dulu menilai seorang wanita.


Cris melajukan mobilnya ke arah Pom Bensin terdekat, mengisi Bensin mobilnya lalu membayarnya. Tiba - tiba Davina bangun dan mencari suaminya.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


Maaf Kalau ada salah Tulis.


__ADS_2