
Setelah meyakinkan kedua sahabatnya, Davina meninggalkan mereka dan berlalu keparkiran.
Sementara di mobil, Cris uring- uringan menunggu Istrinya datang.
"Lama banget ceh". Ucap Cris melihat jam tangannya.
Di perjalanan menuju parkiran mobil suaminya, Aldo tiba - tiba melihat Davina.
"Davina". Panggil Aldo.
Davina melihat ke arah sumber suara yang memanggil namanya.
"Eh Pak Aldo, ada apa Pak". Tanya Davina.
"Mau kemana". Tanya Aldo.
"Mau pulang pak". jawab Vina.
"Kamu lagi sakit ya". Tanya Aldo meraba Kening Davina.
Davina mundur selangkah, karena merasa tidak nyaman dengan perlakuan Dosennya tersebut.
"Maaf". Ucap aldo menarik kembali tangannya.
"Tidak apa - apa Pak". Ucap Vina tersenyum merasa tidak nyaman.
"Kamu pulang kemana, Biar aku antar,". Ucap Aldo.
"Jangan Pak, saya sudah ada yg jemput". Ucap Vina.
Sementara di mobil Cris sudah cukup lama menunggu Istrinya datang, Akhirnya Cris keluar dari mobil dan pergi menyusul Istrinya.
Tiba - tiba Cris melihat Istrinya dengan Aldo, Hatinya tiba - tiba memanas mendengar Aldo menawarkan diri megantar Davina pulang.
__ADS_1
"Davina". Teriak Cris.
Davina, Aldo dan beberapa mahasiswa yg lewat melihat ke arah Cris.
"Mas". Ucap Davina kaget.
"Apa? Mas?". Gumam Aldo terkejut dalam hati.
Cris berjalan cepat menghampiri Istrinya, dan tiba - tiba
Bugg
Cris menonjok perut Aldo.
"Jangan pernah mendekati Davina, ini yang pertama dan terakhir Aku peringatkan kamu". Bentak Cris Mengancam Aldo.
Cris menarik paksa tangan Davina dengan kuat dan membawanya paksa ke mobil.
"Mas, Sakit". Ucap Vina.
Cris membuka pintu mobilnya, menarik tas kuliah dan buku Davina, kemudian melemparkan Tas dan Buku tersebut ke bangku penumpang, dan memaksa Davina masuk, kemudian membanting pintu mobilnya dengan kencang.
Davina kaget melihat tas dan bukinya di lempar begitu saja ke bangku penumpang di belakangnya, cairan bening lolos begitu saja dari kedua matanya. Davina bingung kenapa Suaminya sampai semarah ini.
Beberapa orang yang melihat kejadian tersebut hanya bingung, bahkan ada yang berbisik - bisik.
Cris masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan kampus tersebut.
Sepanjang perjalan Davina hanya diam dan mengurut tangannya yang sakit, air matanya terus jatuh begitu saja.
Cris memperhatikan Istrinya yang menangis memegangi pergelangan tangannya.
"Berhenti menangis". Ucap Cris ketus.
__ADS_1
Davina hanya melihat keluar jendela mobil tanpa memperdulikan ucapan Suaminya.
"Aku bilang berhenti menangis". bentak Cris sekali lagi.
Akhirnya Davina memberanikan diri bertanya dengan beruari air mata.
"Mas kenapa ceh? Salah Vina apa? Mas tiba - tiba nonjok Dosen Vina, Mas narik tangan Vina, Mas marah nggak jelas, Vina MALU di lihatin banyak orang". Teriak Davina menangis kencang muluapkan Emosi dan Kekesalannya pada suaminya, Davina tidak tau ada masalah apa antara Aldo dan suaminya, Hingga Suaminya memukul Dosennya begitu saja.
"Aku bilang berhenti menangis". Bentak Cris tidak mau kalah.
"Turunin Vina Sekarang Mas". Ucap Vina.
Namun Cris tidak peduli dan melajukan terus mobilnya.
"Turunin Vina Mas". Teriak Vina kencang.
Cris pun masih tetap fokus menyetir mobilnya dengan sangat Cepat.
"Vina nggak mau punya Suami jahat kayak Mas, Vina nggak mau punya suami yg seenaknya, Vina benci Mas, Mas Jahat". Ucap Vina ter isak - isak.
Hatinya saat ini sangat sakit dan kesal melihat perbuatan Suaminya yang semena - mena.
"Vina minta Cerai aja". Ucap Vina pelan namun masih bisa didengar Suaminya.
Cris tiba - tiba ngerem mendadak.
"Keluar". Bentak Cris.
Davina sangat Kaget mendengar suaminya menyuruhnya keluar dari mobil.
Davina keluar tanpa melihat ke arah suaminya dan menutup pintu mobil pelan.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Maaf kalau ada salah tulis