Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Mendadak


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu keluarga wijaya, tapi bukan untuk Davina. nanti sore keluarga wijaya akan datang ke rumah keluarga Davina. Pagi ini Davina bangun seperti biasanya, setelah beres membantu Bibinya, Davina bergegas masuk kamar, mandi dan ganti baju, Hari ini ada satu mata kuliah Davina di jam 8.00. Selesai berpakaian, Davina merias wajahnya tipis, terlihat sangat cantik dan manis. Davina bergegas turun sarapan, Dia tidak melihat Neneknya. Davina melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan Davina berangkat dengan sepeda Motornya. Hari ini Davina ingin cerita ke kedua sahabatnya tentang masalahnya yang sekarang, siapa tau ada Jalan keluar dari permasalahannya tersebut.


Kampus.


Suci dan Tina sudah menunggu Davina di parkiran motor, Tidak menunggu lama Davina pun muncul. Davina memarkirkan motornya dan menghampiri kedua sahabatnya.


Tina : Kok mukanya di tekuk? tanya Tina.


Davina : Ke ruangan dulu yuk, nanti aku ceritain ya. Jawab Davina.


Ketiga sahabat tersebut berjalan menuju ruangan, Banyak mata yang melihat mereka bertiga. Ketiga sahabat tersebut cuek saja. Setelah tiba di ruangan mereka, terlihat sepi, Cuma mereka ber tiga di ruangan tersebut. Tiba - tiba salah satu Asisten Dosen datang menghampiri mereka.


Asdos : Selamat Pagi, saya mau memberitahukan Hari ini Dosen mata kuliah Ekonomi tidak masuk. Tapi sebagai penggantinya saya kasih tugas. Pertemuan berikutnya di kumpulin ya. Sambil membagikan tugas ke mereka bertiga. Ternyata Teman-teman kelasnya sudah duluan tadi pagi datang dan langsung pulang pulang setelah menerima Tugas dari Asdos.


Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kantin beli Minum. setelah bayar minuman mereka mencari bangku kosong dan duduk sambil meminum minuman yang mereka beli tadi.


Tina : Vin, katanya mau cerita.


Davina mengangguk, sementara Suci mendekat ingin mendengar cerita Davina.


Davina : Aku mau menikah. Jawab Davina.


Suci dan Tina : Apa?? teriak mereka serentak dan kuat, sampai semua mata tertuju ke mereka. Mereka bertiga hanya mengangguk minta maaf. Kedua sahabatnya cukup kaget dan nggak nyangka Sahabatnya Davina mau menikah.


Suci : Calon kamu siapa?


Tina : Calon kamu Baik nggak?


Davina pun menggeleng, dan memang benar seperti itu.


Tina : Pokoknya Aku nggak rela klo Kamu nikah sama orang yang nggak benar. Kamu bisa tolak perjodohan ini. Ucap Tina tegas.


Suci : Ia Vin, kamu tolak aja. Pikirkan masa depan mu sayang. Aku nggak mau kamu sakit. Ucap Suci.


Davina hanya menggelengkan kepalanya.


Davina : Tidak semudah itu, kalau Aku bisa menolak Perjodohan ini aku akan menolak, tapi nggak bisa di tolak. Karna ini sudah perjanjian Almarhum Papa aku sama sahabatnya. Setidaknya dengan menerima perjodohan ini aku bisa berbakti ke Papaku. ucap Davina sedih. Air matanya pun keluar begitu saja. Kedua sahabatnya itu pun menenangkannya dan memberikannya Semangat.


Sementara di Rumah Wijaya.


Yanti Wijaya : Nak, kamu sudah siap kan. Tanya Yanti ke Anaknya.


Cris hanya mengguk tanpa sepatah katapun, Semua acaranya sudah di atur oleh mamahnya. Criss hanya pasrah dan mengikuti permintaan orang tuanya. Dia berharap semoga semua baik - baik saja.


Cris masuk ke kamarnya, sambil mengusap wajahnya Kasar, berkali - kali Ia menghubungi Kekasihnya Helena, untuk memberitahu masalah ini, tapi nonya tidak aktif. Hal ini nembuat Criss semakin frustasi, Baru kali ini dia menghadapi masalah serumit ini.

__ADS_1


Kembali ke Kampus, Setelah ketiga sahabat tadi selesai dengan urusan Davina, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, mereka menuju Parkiran.


Tina : Hari ini aku nggak bisa hadir di acara lamaran mu nanti malam, kebetulan Kakak ku juga melamar ke rumah calon istrinya. Dia juga di jodohkan Papa. Kamu jangan marah ya sama Aku. Ujar Tina.


Davina : Ia Gpp, Setidaknya Doain aku ya. Jawab Davina dengan muka sedih.


Suci : Sepertinya Aku yang akan menemanimu sayang, celutuk Suci dengan senyumnya.


Davina mengucapkan terimakasih ke kedua sahabatnya, dan akhirnya mereka berpisah dan pulang ke rumah masing - masing.


Setibanya Davina di depan rumah, Davina nemarkirkan motornya di samping rumah agar tidak menghalangin mobil para keluarganya yang akan datang masuk ke halaman rumah. , Davina langsung nasuk ke rumah, keluarganya sudah ada sebagian yang datang. Salah satunya Pamannya, Kakak dari Papanya. Davina bersalaman dengan semua keluarganya. Setelah selesai Davinah Naik dan masuk kekamarnya, Matanya berkaca - kaca membayangkan perjodohan ini. Dia berpikir ini terlalu cepat, setidaknya tunggu Davina lulus kuliah dulu. Tapi sungguh di luar Dugaan Davinah, dia tidak menyangka hidupnya seberantakan ini.


Davinah terus menangis sesenggukan. Dia melihat photo Kedua orang tuanya, Papa Mama tolong Davina hiks hiks hiks, Davina nggak kuat Bu hiks hiks hiks.


Tiba - tiba Bi Murti dan Istri Pamannya mengetuk pintu kamar Davi. Tapi tidak ada jawaban.


hiks hiks hiks Ibu


***hiks hiks hiks


Celkelek***......


Pintu kamar Davina terbuka, Bi Murti dan Istri Pamannya Terkejut melihat Davina menangis sesenggukan. mereka masuk dan menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Bi murti langsung menghampiri Davina dan memeluknya. Seketika Tangis Davina pecah pilu, Istri pamannya pun ikut nenangis melihat keadaan Davina hancur seperti ini. Mereka berdua menenangkan Davina.


Bi Murti : Udah sayang, Bibi sayang sama Vina, Bibi sedih lihat Vina nangis seperti ini. Bibi Yakin Vina bahagia dengan pernikahan ini. Bibi janji akan berdoa buat Vina agar Vina Bahagia. Ucap Bibi murti.


Bibi murti dan istri pamannya memberi semangat pada Davina, Davina akhirnya tenang dan tertidur pules. Terlihat kesedihan di Wajah Bi murti dan Istri pamannya tentang keadaan Davina. Akhirnya mereka berdua turun bergabung dengan keluarga besar davina di ruang tamu.


Jam 16.00, Davina dibangun kan Bi Murti untuk mandi, Davina akan di dandani tukang rias Artis pilihan Ibu mertuanya, ibu mertuanya sengaja melakukan ini agar Calon mantunya nanti terlihat Cantik luar biasa, dan itu nggak tanggung-tanggung.


Davina pun selesai di rias, sebenarnya tanpa tukang rias kiriman ibu mertuanya pun Davina bisa dandan sendiri. Karna Davina tidak suka dandan tebal- tebal, tanpa di bedakin pun wajah Davina sudah cantik. Davina memakai Baju kiriman dari keluarga Wijaya di bantu sahabatnya Suci Davina sungguh sangat cantik luar biasa, suci pun heran dengan kecantikan Davina malam ini. mereka berdua duduk di kamar Ber Photo-photo Ria. Suci mengirim Photo Davina ke Tina. Saat tina membuka photo tersebut, tina mengerutkan dahinya, kegetnya minta Ampun, antara mau nangis atau bahagia. Tina berlari ke kamar Mamahnya, Sampe mamahnya kaget.


Tina : Mah, calon istri kak Cris Namanya Davina ya Mah. tanya Tina


Yanti wijaya : Kok Tau, jawab mamahnya heran.


Tina pun menunjukan photo yang di kirim suci tadi, Tina menjelaskan hubungannya denga Davina. Dan menceritakan sedikit tentang Davina. Yanti wijaya tersenyum bahagia, Dia tidak salah menjodohkan anaknya dengan Davina, begitu juga dengan Tina, dia bahagia dan senang, setidaknya sahabatnya itu masih di dekat - dekat juga. Tina tidak membalas Pesan Suci, Dirinya ingin memberikan kejutak ke kedua sahabatnya tersebut.


Di dalam Kamar Criss,


Cris mondar mandir gelisah di dalam kamarnya. Sambil mencoba menelp Helena yang tak kunjung di angkat. Akhirnya Dia menelp seseorang.


Cris : Tolong selidiki ucap Cris dingin.


Pintu kamarnya di ketuk

__ADS_1


tok tok tok


Masuk. Jawab Cris dari dalam.


Yanti wijaya masuk, dan kaget melihat anaknya belum siap -siap. Akhirnya Yanti wijaya memaksanya siap-siap, membantu menyiapkan keperluannya agar cepat, takut telat ke rumah calon mantunya. Tidak butuh waktu lama Cris sudah rapi dengan stelan Jasnya. Cris pun turun dari kamarnya ke bawah, di bawah sudah ada beberapa keluarga dari Papa dan Mamanya. Merekapun Akhirnya berangakat dengan rombongan mobil.


Rombongan pun akhirnya tiba di rumah Davina, satu persatu Rombongan keluarga Cris masuk ke dalam rumah Davina.


Davinapun di panggil, Davina berjalan pelan di dampingi Suci sahabatnya menuruni tangga. Semua mata tertuju pada Davina, kecuali Criss yang sibuk dengan hp nya. Tina sudah melihat kedua sahabatnya turun perlahahan di tangga, senyumnya terus mengembang. Setelah Suci mengantar Davina duduk di samping Neneknya, suci mundur perlahan dan betapa kagetnya dia Melihat Seseorang di sana. Sementara Wijaya nenyikut Anaknya dengan tangan, agar anaknya Fokus ke acara lamarannya. Cris tidak sengaja melihat Wajah Davina, Matanya tanpa berhenti melihat kecantikan Davina, Sampai MC memanggilnya untuk Maju.


Suci : Kok. sambil menutup matanya nggak nyangka.


Tina : Aku aja nggak nyangka,pas kamu kirim photo aku sama Mamah juga kaget. ujar tina sambil senyum lucu.


Serangkaian acarapun berjalan dengan Hikmat, tibalah saatnya Criss memasangkan cincin ke jari manis Davina di iringi tepuk tangan seluruh keluarga di dalam ruangan itu. Criss tersenyum kaku, dia tidak menyangka calon istrinya Cantik, Davina hanya diam menunduk.


Setelah acara selesai seluruh Rombongan keluarga Wijaya sudah pulang, begitu juga dengan keluarga Davina.


Setibanya di rumah wijaya, Tiba - tiba dada Wijaya sakit, dengan sigap Criss dan asisten Wijaya membawa Wijaya ke mobil dan melarikannya ke RS milik keluarga Wijaya . Tina dan mamanya nenyusul mengunakan mobil Tina, tina dengan cepat tiba menyusul kakanya di RS. Tina melihat kakaknya duduk di ruang tunggu UGD, muka cris terlihat sangat berantakan.


Tina : Gimana kondisi Papa Kak. tanya tina.


Criss : Lagi di tangani Dokter. Sabar kita tunggu Dokter sampe keluar.


Yanti Wijaya datang menghampiri kedua anaknya, air matanya jatuh begitu saja. Criss memeluk Mamahnya dan menguatkannya. Setengah jam kemudian, Dokter keluar.


Dokter yang menangani Pak Wijaya.


Cris : Bagaimana Dok? tanya cris kwatir.


Dokter : ikut saya ke Ruangan.


Sesampainya di ruangan tersebut,Dokter menjelaskan kondisi Wijaya, harus segera pasang Ring. Setelah cukup Dengan penjelasan Dokter, Criss keluar dan menemui Mamah dan adiknya. Wijaya di pindahkan ke Ruangan VVIP, Wijaya belum sadarkan diri. Cris duduk di sofa bersandar dan memejamkan matanya. Nafasnya sungguh berat. Yanti Wijaya masuk kekamar bersama Tina untuk istirahat. Sementara Criss yang menjaga Papanya.


Keesokan Paginya, cris bangun dari tidurnya setelah ada yg mengelus elus kepalanya. Ternyata papanya sudah sadar, Tina dan Yanti wijaya pun sudah bangun dan menghampiri Wijaya.


Wijaya : Nak, menikah lah sekarang, papa sudah tidak kuat.


Cris : Papa jangan banyak mikir dulu, papa harus istirahat. jawab Cris


Wijaya : Tidak nak, menikahlah sekarang.


mama dan adinya sudah menangis, melihat kondisi Wijaya, melihat itu Cris tidak tega. Cris menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


Cris : Ya sudah. Aku setuju menikah sekarang, tapi papa harus janji Sembuh.

__ADS_1


Wijaya ; Papa akan sembuh Nak.


Maaf klo ada salah tulis 😊


__ADS_2