
Davina Tidak menduga hidupnya seperti ini, keluarga wijaya menyampaikan Pernikahan Anaknya dengan Davina harus saat ini juga membuat, membuat Davina seperti di sambar petir, tatapannya Kosong seketika. Air matanya kembali jatuh dengan sangat deras.
hiks hiks hiks
Salah hamba apa Ya Tuhan.
hiks hiks hiks hiks
Davina terus menangis meratapa nasibnya, seketika itu semuanya berubah, hidupnya seakan - akan hancur dan masa depannya pun tidak akan lagi. Sampai akhirnya pintu kamar Davina di ketok.
tok tok tok
Bi murti masuk, melihat Davina menangis, hatinya sangat sakit melihat Davina seperti ini. Davina masih saja sesenggukan,Davina menatap Bi Murti dengan dalam, tatapan seolah - olah minta tolong.
Davina : Bi, hiks hiks Tolong hiks hiks hiks Davina hiks hiks
Davina dengan susah payah menarik nafasnya sambil sesenggukan, Bi murti tidak tega melihat Davina. Akhirnya Bu Murti nemeluk Davina, Davina mencari kenyamanan di dalam pelukan Bu Murti, Davina seperti Anak bayi yang baru ketemu Ibunya setelah lama di tinggal. Dan seketika itu tangis Davina pecah dan terdengar pilu, Bu Murti tidak kuat mendengarnya, sehingga air mata Bu murti pun jatuh di atas kepala Ponakan kesayangannya tersebut.
Bi Murti : Udah yah Nak hiks hiks Bibi yakin kamu pasti bahagia. Bibi tiap malam menyebut nama mu di dalam Doa Bibi. Sabar Ya Nak... Bi Murti berurai air mata memeluk Davina sampe akhirnya Davina Tenang. Bi murti tau sifat ponakannya sedari kecil kalau menangis Davina tidak akan diam sebelum ada yang memeluknya. Pelukan merupakan senjata pamungkas untuk menenangkannya.
Akhirnya semua keluarga inti disibukkan dengan pernikahan dadakan Criss dengan Davina. Toni sang Asisten sudah wara - wiri mengurus pernikan ini, ia baru kembali dari butik mengambil baju penganten yang sebelumnya sudah di Pesan Yanti wijaya, Toni mengantarkan Baju tersebut ke Rumah Davina, Untung bajunya Pas di tubuh Davina. Sementara Davina di rias oleh Perias pengantin terkenal, Nenek dan Bi Murti juga sudah mempersiapkan segala keperluan Daviba. Tidak terlihat sedang diadakan pernikah yang dirias cuma Davina sementara yang lainnya hanya memakai baju biasa.
Tadi setelah Cris menyetujui permintaan Papanya, dia kembali kekantor sebentar banyak berkas yang harus di tanda tangani. Selesai dari kantor Criss kembali kerumahnya, Masuk ke kamar mandi dan mandi. Kemudia ia bergegas memakai Kemeja putih di padukan dengan Jas, tak butuh lamah untuk Criss, sekarang Diapun langsung melaju ke RS. Di dalam ruangan VVIP tempat Papanya di rawat, disana sudah ada Pak Pendeta untuk memberkati pernikah mereka, Cris duduk di bangku yang sudah disiapkan. 10 menit kemudian Davina tiba di rumah sakit di dampingi Bi Murti dan Neneknya, Merekapun masuk disambut oleh Pak Pendeta, Wijaya, Yanti wijaya. Mereka tersenyum melihat calon menantunya sangat cantik, Criss hanya melihat wajah Davina sekilas lalu kembali melihat Hpnya.
Akhirnya Pemberkatan pernikahan pun selesai, Pak Pendetapun sudah kembali ke rumahnya, Tinggallah Nenek dan Bi Murti beserta keluarga Wijaya. Mereka memberikan nasihat - nasihat ke kedua pengantin Baru tersebut, setelah itu Bi Murti dan Nenek pulang ke Rumah. Mereka pun pamit dan memeluk Davina . Davina berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh, sekuat mungkian ia menahannya. Ia tidak ingin memperlihatkan wajahnya sedih di depan seluruh keluarganya.
Sore Harinya
Didalam mobil Hening, Sore ini Criss membawa Davina pulang ke rumahnya, rumah yang ia beli dengan hasil keringatnya sendiri. Rumah ini sudah lama ia persiapkan untuk di tempati setelah menikah dengan Helena, Rumah ini jarang di tempati karna ia sering pulang ke rumah utama Sesekali saja Cris menginap. 2 kali seminggu ada orang yang membersihkannya. Jarak RS ke rumah ini memakan waktu 1 jam setengah, Jarak kantor ke Rumah ini 40 menit, jarak kantor ke rumah sakit 40 menit. Kantor dan Kampus Davina ada di tengah- tengah antara Rumah sakit dan Rumah criss yang sekarang.
Akhirnya mereka tiba di rumah Cris, Cris pun turun membukakan gerbang, kemudian Criss masuk lagi ke mobil dan memasukkan mobil ke garasi, cris Turun menutup gerbang rumahnya kembali. Cris mengangkat koper milik Davina ke dalam rumah. Davina turun susah payah dengan kebaya yang masih dipakenya dari RS, sesampainya didalam rumah.
Criss : Duduk dulu.
Davina hanya menggangguk. Davina takjub melihat rumah itu, lumayan cantik dan cukup besar. Davina melihat criss membawa kopernya ke salah satu kamar di dekat tangga rumah itu.
Criss : Ini kamar kamu, kita tidur terpisah.
Mendengar itu hati Davina lega, setidaknya dia aman untuk sekarang. Davina masuk kedalam kamar tersebut, dia ingin cepat-cepat mandi, sedari tadi badannya sudah lengket, belum lagi kebayanya bikin gerak susah. Sementara Criss juga langsung naik ke atas masuk kemarnya untuk Mandi.
__ADS_1
Setelah selesai Mandi, Davina duduk dia atas tempat tidurnya, perutnya sedikit perih, dia belum makan siang, Ia memutuskan mencari dapur rumah ini. Davina keluar dari kamar, ia menuju dapur dan membuka kulkas, didalam kulkas hanya ada Mie Instan dan telor. Dia sebebarnya sudah di anjurkan Dokter untuk tidak makan Mie Instan. Tapi karna tidak ada lagi bahan makanan di kulkas dan perutnya sangat lapar, Davinapun
lupa dan memasak Mie instan. Tak lama Criss turun dari kamarnya, Dia melihat Davina masak mie instan. Cris menghampirinya dan duduk di meja makan.
Cris : Masakin 2 ya, aku juga lapar. Dengan muka datar
Davina hanya mengangguk, ia pun memasak Mie Instan untuk mereka berdua. Mereka pun makan dengan lahapnya tanpa suara. Setelah makan Davina kembali kekamarnya, begitu juga dengan Criss. Karna sudah malam dan lelah mereka pun tidur ke kamar mereka masing-masing.
Keesokan Paginya, Davina bangun sangat pagi sekali, Dia sudah terbiasa bangun pagi. Davina membuka kulkas dan dia melihat isi kulkas Kosong. Akhirnya Davina kembali kekamarnya dan mengambil dompet miliknya. Davina keluar menuju gerbang utama perumahan. Disana ada security peruman, Davina pun menanya pasar dekat perumahan. tersebut.
Davina : Selamat Pagi Pak, anu.. saya pembantunya Pak Criss yang Rumah No 33, Disini pasar terdekat dimana ya Pak. Tanya Davina dengan sangat sopan.
Security : Oh ia neng, ada neng. Keluar gang Utama agak nyebrang dikit, disana ada pasar.
Davina akhirnya pergi dan mengucapkan terimakasih ke pada security tadi. Dia mengikuti arahan security tadi, tidak butuh waktu lama Akhirnya Davina tiba di pasar. Davina membeli bumbu, ikan dan sayuran untuk kebutuhan seminggu. Davina sudah biasa ke pasar, Dia sering melakukan ini sebelum Bi Murti pulang. Setelah belanja Davina pulang kerumah, di tengah jalan menuju gerbang utama perumahan tiba - tiba hujan sangat Deras.
Kok hujan ceh.Gumam Davina. Mukanya kwatir dan setengah berlari pulang membawa belanjaanya.
Davina sangat takut hujan, takut kedinginan, takut Hipotermianya kumat. Dia melihat kiri kanan tidak ada tempat berteduh. Ya namanya juga di perumahan elite, semua pagar rumah tinggi - tinggi Boro - boro neduh. Akhirnya Davina memutuskan menerobos hujan pulang ke rumah.
Sementara Di Rumah, Cris bangun dari tidurnya, Dia turun ke bawah, melihat meja makan kosong. Perutnya sangat lapar, Semenjak Papanya bolak balik rumah sakit, dia tidak pernah teratur makan. Cris mengengetuk kamar Davina. Tapi tidak ada sahutan, cris menutuskan untuk masuk, dilihatnya kamarnya kosong dan sudah rapi.
Kemana Anak itu pergi, kamarnya juga kosong. Gumam Cris.
Cris : Kamu dari mana hujan- hujanan? setengah berteriak.
Davina : Anu, Vina ke pasar belanja. jawab davina gemetaran karna kedinginan.
Mendengar Cris sedikit marah, Davina langsung bergegas masuk rumah menuju dapur. Cris mengikuti Davina ke dapur dan melihat Davina gemetaran kedinginan, Bibirnya sedikit Membiru.
Cris : Biar aku saja yang bereskan, kamu masuk mandi Nanti kamu sakit, Nanti Saya lagi yang repot. Cris menekan kalimat terakhirnya.
Davinapun buru -buru ke kemar tanpa sepatah katapun, Dia sudah tidak kuat menahan Dingin, Davina masuk ke kamar mandi dan mandi air hangat. Sementara Cris membereskan semua belanjaan Davina, menyusun semua sayur ikan ke dalam kulkas, setelah itu Ia membuat Kopi dan duduk di tempat nonton Tv.
Cukup lama Criss menunggu Davina keluar dari kamar, perutnya sudah cukup keroncongan, ia ke meja dapur melihat roti tawar dan coklat, Cris memakan roti tersebut. Lumayanlah untuk sementara nunggu Davina masak. Pikir Cris Dan kembali ke Tempat nonton Tv dan meminum kopinya lagi.
Sementara Davina keluar dari kamar mandi, badannya gemetar, bibirnya membiru. Davina buru - buru memakai bajunya dan mematikan AC dan masuk ke dalam selimut menghangatkan badannya.
Di tempat nonton TV, Criss sudah mulai kesal DaVina belum keluar kamar dan memasak untuk mereka. Akhirnya Cris memutuskan untuk memanggil Davina. Cris mengetuk Pintu kamar Davina, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Cris memutuskan masuk dan membuka pintu kamar Davina.
__ADS_1
ceklek
Cris : Kamu nggak masak? tanya Cris.
Davina membuka selimut yang menutupi wajahnya, Cris melihat Davina gemetaran dan bibirnya membiru. Cris menghampiri Davina dan menarik selimutnya.
Cris : Kamu kenapa? tanya cris panik
Davina hanya diam, tubuhnya menggigil dan terus menggigil, matanya sayu melihat criss.
Cris meraba kaki Davina dan memegang tangan Davina sangat dingin. Tanpa mikir panjang Criss naik ke atas Kasur milik Davina dan Masuk ke dalam selimut Davina. Cris memeluk Davina, Membawa davina ke dalam pelukannya, Cris berpikiran bahwa Davina kena Hipotermia. Sambil memeluk Davina Cris meraba Saku celananya dan mengambil Hp miliknya. Buru - buru Dia melakukan panggilan.
Cris : Kerumah ku sekarang.
Di sebrang sana : Siap Pak, saya segera kesana.
Cris mematikan panggilannya, Davina terus menggigil tidak ada perubahan sama sekali, Cris bangkit berdiri mencari kaos kaki dan Jaket tebal milik davina di lemari Davina dan tidak menemukannya. Cris berlari ke dalam Kamarnya, mencari kaos kaki dan Jaket tebal dengan wajah Panik. Buru - buru Cris kembali ke Kamar Davina yang sudah mulai lemas, badan bibirnya terus menggigil, Cris tidak tega melihatnya. Cris memakaikan kaos kaki dan Jaket di tubuh Davina dan menyelimutinya, cris berbaring di samping Davina dan meneluknya, memberi kehangatan kepada Davina dan tanpa sadar Cris mincium ubun-ubun Davina.
Kurang lebih 20 menit, Davina masih menggigil hebat, Tiba - tiba bel rumahnya Bunyi. Buru - buru Cris bangun dan membukanya. Dokter yang dia panggil tadi sudah tiba dan membawanya masuk kedalam Kamar Davina untuk melihat kondisi Davina. Dokter memeriksa Denyut jantung Davina, Perut, dan mata davina. Dokter meraba Kening, Telapak kaki dan tangan Davina. Dokter tadi tersenyum.
Cris : Istri saya kenapa Dok. Tanya Cris kwatir.
Dokter : Istri? Dokter mengerutkan keningnya, Dia bingung sejak kapan Bos nya yang dingin ini menikah.
Cris : Jangan kaget, saya sudah nenikah, baru kemaren, atas permintaan Papa. Kami di jodohkan. Cris menjelaskan.
Dokter tadipun mengerti maksud dari Bosnya.
Dokter : Istri Bapak Hipotermia. Apa dia habis terkena Hujan?
Cris : Ia Dok, tadi dia kehujanan pulang dari pasar. Jawab Cris.
Dokter : Ok.. untuk saat ini kondisinya masih Baik, saya akan meresepkan Obat untuknya.
Cris : Oh. Ok. Terimakasih Dok.
Dokter : usahakan kondisinya selalu hangat.
Cris : Baik Dok. Terima kasih.
__ADS_1
Dokterpun pulang setelah meresepkan Obat untuk Davina, Cris mengantarnya sampai ke depan gerbang rumah. Setelah itu Cris masuk meraih Hpnya dan memesan makanan buat Mereka, tidak butuh waktu lama pesanannya pun datang, dan membawanya ke kamar. Cris menyuapi Davina Makan, tubuhnya masih menggigil, setelah makan Cris memberikan Obat untuk Davina, setelah itu Cris menyimpan peralatan makan tadi ke dapur dan kembali ke Kamar Davina dan tidur di samping Davina dan Memeluknya. Davina hanya Pasrah karna dia tau tubuhnya butuh Kehangatan, Tidak butuh waktu lama akhirnya Davina tenang dan tertidur di dalam pelukannya. Sekilas Cris melihat wajah Davina berkeringat, Cris pun tersenyum meraih remote AC dan menyalakannya dengan suhu tidak terlalu dingin, kemudian mengeratkan pelukannya dan tertidur sambil memeluk Davina.
Maaf Kalau ada tulisan Yang salah ššš