Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Rumah Nenek


__ADS_3

Cris melajukan mobilnya menuju rumah Nenek Davina, Sepanjang jalan Davina terus tersenyum, Criss senang melihat istrinya bahagianya. Dia menebus kesalahannya dengan membawa istrinya berkunjung kerumah Nenek Davina.


Di dalam mobil.


"terima kasih mas" ucap Vina.


"Apapun demi tuan putri" ucap Cris menggoda istrinya.


Pipi Davina merona, Cris yang melihatnya tertawa puas, Davina memperhatikannya Wajah Suaminya tertawa, Davina merasa suaminya itu sangat tampan saat tertawa, Merasa di perhatikan Cris menghentikan tawanya.


"kenapa" Tanya Cris dengan wajah datar.


"Nggak mas" Jawab vina.


Kris memarkirkann mobilnya di sebuah Mall besar, lalu mengajak Davina turun dari mobil. Davina bingung lalu bertanya ke suaminya.


"mas kita kemana" . tanya Davina.


"Ikut aja" Jawab Cris sambil menarik tangan davina.


Mereka berjalan sambil pegangan tangan, Cris membawa davina menuju tempat buah-buahan segar lalu membelinya.


"Pilihlah" Ucap Cris datar.


Davina mengangguk lalu Mengambil keranjang tempat belanja yang sudah tersedia disana dan langsung memasukkan Jeruk dan Mangga kedalam keranjangnya. Cris yang sedang sibuk dengan Handphonenya memperhatikan Istrinya bingung, lalu Cris menghampiri.


"Ini aja". Tanya Cris.


"Abis Vina bingung Mas". Jawab Davina memperhatikan semua buah-buahan disana.


" Pilih buah kok bingung" Jawab Cris.


Tangannya nemasukkan Handphonnya kedalam saku celananya, Lalu mengambil alih keranjang belanjaan dari tangan Davina. Lalu memasukkan Buah Apel, Pear dan 1 pepaya ukuran Besar. Lalu Cris membawa davina ke Kasir dan membayar semua Buah yang ada didalam keranjang, Untung tidak Antri jadi bisa langsung bayar. Semua wanita yang ada di sana terpesona melihat ketampanan dari seorang Cris, termasuk Kasir di dihadapan mereka. Cris tau dirinya sedang diperhatikan para wanita disana namun Cris tidak peduli, Dia tetap fokus melihat Handphonenya. Davina tiba- tiba sadar akan tatapan para wanita itu tertuju pada suaminya, tiba- tiba Vina Kesal dan cemberut.

__ADS_1


Setelah Cris membayar, mereka keluar dari sana, menuju parkiran Mobil. Setelah tiba di parkiran Cris memasukkan buah yang tadi ke dalam bagasi belakang mobil. Sementara vina sudah masuk duluan, lalu cris mengambil alih kemudi mobil dan meninggalkan Mall tersebut.


Di dalam mobil, Cris memperhatikan wajah istrinya cemberut, Cris tau Vina kesal gara-gara wanita tadi memandanginya terus, Lalu Cris pun bertanya.


"Kenapa". tanya Cris.


"Nggak apa-apa" Jawab vina kesal.


"Kamu cemburu" tanya cris fokus menyetir motor.


"Siapa yang cemburu mas" Jawab vina bohong.


"terus kenapa mukanya gitu" tanya Cris menggoda.


"Emang muka Vina kenapa mas". tanya vina sambil berkaca di Handphonenya.


"Sini. Kata Cris.


Vina nendekat.


Vina lalu mendekatkan wajahnya mendekat ke arah Cris.


Cup


"Ih.. Mas" Ucap vina malu-malu, lalu manundukkan wajahnya, menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Pipinya panas dan merah, jantungnya berdetak kencang. Cris ternyata mencium pipi Istrinya lalu tertawa Puas, Ia senang menggoda istrinya.


Setelah melewati beberapa lampu merah dan sedikit macet akhirnya mereka tiba di rumah Nenek, Mobil Cris memasuki halaman rumah nenek yang luas, lalu memarkirkan mobil.


Mereka berdua turun dari mobil, Cris mengambil buah yang mereka beli tadi dan membawanya. Mereka sama -sama masuk ke dalam rumah karna pintu tidak di kunci.


"Nenek, Vina Pulang". Teriak vina, vina melihat kesekeliling rumah, rumahnya sangat sepi nggak ada orang.


Bi murti dan nenek sedang bersantai di belakang rumah mendengar suara Davina lalu berdiri berjalan menuju depan rumahnya.

__ADS_1


"Cucuku'. Nenek menghampiri Vina, langsung memeluk cucu kesayangannya, vina pun membalas Pelukan Neneknya dan menciumi pipi neneknya berulang kali. Cris yang melihat tingkah Istrinya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Kemudian Davina memeluk Bibi Murti sangat lama, Lalu Bi murti mencium kening Davina. Lalu Cris memberikan buah yang mereka beli tadi ke Nenek.


"nek, kita cuma bawa ini, maaf". Ucap Cris lembut.


" nggak usah repot-repot Nak, kalian datang saja sudah buat nene senang" Ucap nenek bahagia.


"Ayo duduk dulu" Ucap Bi Murti.


Mereka pun duduk di sofa, Bi murti ke dapur membuatkan Teh di bantu Davina.


"Cris Baik nggak sama kamu" Tanya Bi Murti.


" Mas Cris baik bu, suka kasih duit buat Vina buat ongkos sama jajan" Jawab Vina polos.


Dia tidak mau menceritakan kalakuan Cris di awal pernikahan mereka, toh sekarang Suaminya sudah berubah meskipun sikapnya kadang Dingin.


Mereka membawa teh ke tempat Nenek dan Cris ngobrol, lalu maletakkannya di meja, Davina memberi Teh ke suaminya.


Merekapun sampe lupa waktu, karna asik mengobrol, seharusnya sudah jam makan siang. Nenek pun mengajak mereka makan siang. Setelah makan Siang Davina naik ke atas menuju kamarnya di ikuti Suaminya untuk istirahat sebentar.


Cris masuk kekamar Vina dulu, Cris kagum melihat kamar istrinya sangat rapi. Kemudian di lihatnya Photo sepasang suami iasti di meja didekat Kasur Davina. Cris memperhatikannya cukup lama, Davina datang mendekat berdiri di samping suamiya.


"Itu Ibu dan Bapak". Ucap vina sedih.


Lalu cris melihat istrinya.


"Pantasan Istriku cantik, rupanya Ibu mertuaku juga cantik" Ucap cris menggoda istrinya.


Mendengar Cris menggodanya, davina melihat ke arah suaminya, memandangi setiap sudut wajah suaminya, Cris pun demikian. Lalu


***Cup

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷*


Maaf Kalau ada salah tulis**.


__ADS_2