Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Hukuman


__ADS_3

Malah hatinya Davina menggeliat dan merasakan ada yang menimpa tubuhnya, Davina perlahan membuka matanya melihat ke arah perutnya, dia kaget melihat tangan Seseorang melingkar di perutnya. Davina melihat ke samping, dan kembali kaget melihat Wajah suaminya terlelap di sampingnya.


mas Bangun. Davina membangunkan Cris


Cris hanya bergerak sedikit dan kembali tertidur pules.


Mas mas Bangun. Davina sedikit mengeraskan suaranya sambil menggoyangkan badan suaminya tersebut.


Merasa ada yang membangunkannya, Cris Membuka matanya perlahan dan berusaha mengumpulkan nyawanya agar tersadar. Lama kelamaan dia tersadar dan melihat tangannya melingkar di perut Istrinya tersebut. Betapa kagetnya Dia dan langsung Duduk.


Maaf, aku nggak sadar menelukmu tidur. Jawab Cris dengan suara serak baru bangun.


nggak Apa Apa. Jawab Davina pelan.


Kok Mas tidur di kanar Vina. Tanya Davina.


Kamu tadi pagi menggigil, sepertinya kamu Hipotermia, jadi aku memelukmu agar tubuhmu hangat. Jawab Cris dengan muka Datar, Kemudia turun dari tempat tidur Davina dan keluar naik ke tangga lalu masuk ke kamarnya.


Davina bangun, merapikan tempat tidurnya dan bergegas mandi. kemudian ke dapur masak untuk makan malam mereka.


Davina sibuk menyiapkan makan malam, tiba - tiba Cris turun ke dapur dan mencium aroma masakan Davina dan duduk di meja makan.


Kamu dah enakan badannya. Tanya Cris.


Davina hanya mengganguk sambil menata makan malam mereka di meja makan. Davina mengisi nasi ke piring untuk Cris dan memberikannya ke Cris. Kemudian mereka malam bersama dengan hening.


Masakannya enak juga. Gumam cris dalam hati dan melahap terus makannannya hingga nambah. Setelah itu Cris ke tempat menonton Tv dan Davina membersihkan meja makan dan menyuci piring kotor.


Davina hendak kekamarnya, Tiba - tiba Cris memanggilnya.


Mau kemana, duduklah. sambil menepuk sofa di sampingnya.


Davina Duduk di samping Criss dan menundukkan Kepalanya.


Kamu kerja di Minimarket itu kan. Tanya Cris.


Davina hanya mengangguk. Sebenarnya Davina udah tau Cris sudah mempunyai Kekasih, karna Cris sering belanja di Mini market tempatnya bekerja bersama kekasihnya . Semenjak acara lamaran kemaren Davina hanya diam karna takut untuk bertanya ke Suaminya.


Aku harap kamu paham dan tau kalau Aku sudah punya Kekasih, Yang biasanya bersama saya ke mini market itu kekasih Ku. Namanya Helena. Sekarang Helena lagi di luar negeri dan Aku harap kamu paham.


Davina hanya diam.

__ADS_1


Jangan pernah berharap lebih dariku dan jangan jatuh cinta padaku. Karna aku tidak akan pernah menyukaimu. Setelah 6 bulan pernikahan ini mari kita cerai. Cris menjelaskan semua ke Davina.


Davina hanya diam dan tidak menjawab, dia hanya menundukan kepalanya. Dia paham dan mengerti pernikahan ini tidak berdasarkan cinta. Davina hanya manunduk tidak berani menatap Criss.


Setelah cris Selesai bicara, Cris mematikan Tv dan berlalu kekamarnya meninggalkan Davina di sana sendiri.


Setelah di rasa cukup Davina masuk kekamarnya dan menutup pintu kamar, kemudian masuk kekamar mandi menutup pintu kamar mandi dan menyalakan Kran air. Davina duduk di Kloset dan tangisnya pecah pilu, Air matanya tak mau berhenti dan sesenggukan di kamar mandi.


1 jam kemudian.


Davina masi diam duduk dikamar mandi, masih sesenggukan. Sesudah dirasa kakinya kedinginan, Davina keluar mengganti bajunya dan naik ke atas tempat tidur. Davina mencoba menejamkan matanya tapi tidak bisa. Bolak balik Davina mencari posisi nyaman dan akhirnya setelah pukul 02.00 dini hari Davina terlelap.


Keesokan Paginya, Seperti biasa Davina sudah bangun dan masak untuk sarapan pagi. Criss turun dan langsung duduk tanpa sepatah katapun, Davina mengambilakan nasi untuk suaminya, Mereka sarapan hening tanpa suara.


Disela - sela makan, Cris memperhatikan wajah Davina, Matanya sembab dan memerah. Wajahnya sedikit Pucat dan terlihat kurang sehat.


Sepertinya semalam dia menangis, apa kata-kataku keterlaluan. Gumam Cris.


Selesai makan Davina membereskan piring Kotor, sementara Cris naik ke kamar buru - buru mandi, pagi ini Dia ada janji dengan rekan bisnisnya. setelah rapi Cris turun dan melihat Davina.


Aku hari ini kekantor, Kamu hari ini Kuliah atau tidak. tanya Cris dengan muka datar.


Aku Kuliah mas, setelah kuliah aku kerja. Jawab Davina menundukan kepalanya.


Ini Untukmu, pake sesuka mu, beli semua kebutuhan mu dan kebutuhan rumah.


Apa ini mas, jangan.. aku mau uang chas aja. Kata Davina.


Cris menarik dua lembar duit dari dompetnya, Cris memberikan 2 lembar 50 ribuan untuk Davina.


Ini teralu banyak mas, Satu lembar aja. Ucap Davina sambil mengambil 1 lembar 50 an.


Cris meraih tangan Davina dan memberikan 2 lembar duit tadi. ini Buat 2 hari. ucap Cris.


Ya sudah Aku Ke kantor Dulu ya. Cris meraih tangan davina untuk Salim cium tangan.


Davina pun melakukan salam cium tangan Cris, Davina mengantarnya sampai depan Rumah.


Setelah mobil Cris berlalu, Davina masuk ke kamar, mandi dan berangkat ke kampus. Seperti hari - hari biasanya, Davina kuliah dan Bekerja. Hari ini setelah Kuliah Davina kembali bekerja di Mini market setelah cuti 14 hari. Tidak satupun yang tau Davina sudah nenikah dengan Anak orang kaya se Asia kecuali keluarga mereka.


2 minggu pernikahan Cris dan Davina, mereka tidur di kamar masing -masing. Semenjak Davina Hipotermia kemaren Cris selalu Kwatir keadaan Davina, kadang Criss masuk diam-diam ke kamar Davina tidur disampingnya. Pagi harinya Cris bangun duluan dan pindah ke kamarnya tanpa Davina sadari, begitulah kebiasan baru Cris sekarang.

__ADS_1


Setelah Bekerja di minimarket, Davina lanjut ke restoran dan belanja kebutuhan restoran. Tidak ada yang berubah dari dirinya meskipun sudah menikah dengan orang Kaya. Tiap hari Davina pulang tengah malam, Cris selalu duluan pulang sebelum Davina. Cris kadang kesal dan sedikit takut, takut istrinya kenapa - napa di jalan. Akhirnya Cris sudah cukup menahan kekesalannya terhadap Davina yang selalu Pulang malam. malam ini cris harus memberi tahu istrinya agar jangan pulang malam. Cris tidak tau Davina juga kerja di restorannya sebagai tukang beli bahan- bahan makanan ke Pasar, makanya selalu pulang malam.


Sementara di Kantor Cris sudah menunjukan pukul 21.30. Cris siap - siap pulang kerumah, Setelah selesai mebereskan mejanya, Cris langsung pulang dengan melajukam Mobil Mahalnya.


Sesampainya di rumah, Cris melihat rumahnya gelap, Dia sudah terbiasa melihat rumah gelap seperti ini tiap pulang kerja. cris masuk dan menyalakan lampu kemudian meletakkan tas dan Hp di sofa ruang tamu. Cris menuju meja makan tapi tidak ada apa - apa, Cris menuju kamar Davina, dibukanya ternyata Kosong. Cris melihat ke kamar mandi ternyata kosong juga. Ternyata Davina belum pulang.


Selalu seperti ini, Suami pulang dia belum pulang. Malam ini aku harus menghukum mu. Dasar perempuan murahan sudah malam masih keluyuran. Gumam cris dalam hati. Muka Cris kesal dan berlalu naik ke kamarnya untuk mandi.


Sudah 30 menit Cris menunggu Istrinya Pulang, Dia duduk di sofa dan menonton Tv dengan wajah yang sangat kesal dan marah karna Davina belum pulang juga. Bolak balik Cris memperhatikan pintu rumah berharap Davina pulang.


Davina sampai di depan rumahnya dengan naik Ojol, Davina membuka gerbang rumah dan menguncinya, kemudian masuk ke dalam perlahan takut Cris bangun. pelan - pelan Davina berjalan ke kamarnya. Melihat itu Criss murka dan dan sangat marah dan berdiri menghampiri Davina.


Dari mana saja Kamu ha, sudah tengah malam baru pulang. Istri macam apa Kamu, jam segini baru pulang, mau jadi wanita murahan kamu Ha.. sambil nelemparkan remot ke lantai dan pecah.


Davina kaget bukan main melihat suaminya marah, Dafina menutup Matanya dan memegang ujung Tasnya ketakutan. Baru kali ini dia melihat suaminya semarah ini.


Kamu maunya apa seh? Kamu pikir aku bahagia dengan pernikahan ini ha, Aku sudah berusaha untuk diam kamu melakukan apa saja. Pulang malam dan tidak ada apapun di meja makan, Suami pulang duluan, sementara istrinya keluyuran diluar. Kamu mau jadi wanita murahan?


Sini..Aku harus menghukummu.


Cris menarik tangan Davina dengan kencang, memegang pergelangan tangan Davina sekuat tenaga, Davina kesakitan dan berusaha berontak, Percuma berontak Tenaga Criss terlalu kuat.


sakit


sakit mas l


epas mas


Cris tidak peduli Davina kesakitan dan menarik paksa Davina, Cris membuka pintu kamar Davina dan melemparka Davina dengan Kasar ke kasur. Davina tersungkur kesakitan, air matanya jatuh begitu saja, Cris membuka bajunya, dan menindih paksa tubuh Davina. Cris mencium paksa bibir Davina, Davina berontak dan terus melawan, Tangan kiri Cris memegang kedua tangan Davina sekuat tenaga dan mnahannya di atas kepala davina, bibirnya terus mencium bibir Davina dengan paksa, tangannya kanannya masuk kedalam kemeja Davina. Divana terus berontak dan menangis, Hingga Davina lelah dan akhirnya Diam pasrah.


Melihat Davina Diam, Cris pun berhenti melakukan aksinya. Cris melihat wajah Davina basah penuh air mata dan keringat, Bibirnya berdarah. Cris terkejut, tangan kirinya melepasan kedua tangan Davina, Cris sontak menarik tangan kanannya dari dalam baju Davina. Cris berdiri mengambil kaosnya di lantai dan keluar dari kamar Davina dan membanting Pintu dengan Keras.


Davina kaget mendengar suara pintu kamarnya di banting kuat. Davina syok dan menutup kupingnya dengan kedua tangannya. Davina tangis sesenggukan, nafasnya sunggu berat, Air matanya terus keluar.


hiks hiks hiks hiks


Terdengar suar Davina Sesenggukan. Hingga malam Pukul 01.00. Davina masih menangis, matanya terpejam, badannya meringkuk di atas kasurnya, Badannya menggigil Kakinya di tekut sampai ke perut.


Cris baru bangun tidur, Tenggorokannya kering, Cris Keluar dari kamarnya menuju kulkas, Cris minum air dingin melegakan tenggorokannya. Cris kembali kekamarnya, sebelum menaiki anak tangga Cris melihat kamar Davina. Cris nengingat apa yang dilakukannya tadi. Ada sedikit penyesalan dalam hatinya. Cris berjalan ke arah kamar Davina, Dengan sangat pelan ia membuka pintu kamar davina. Cris kaget merlihat Davina menggigil. Cris berlari menghapiri Davina di Kasurnya, Memegang Kening Davina, Betapa kagetnya Cris ternyata Davina Demam.


Buru - buru Cris mengambil Air untuk mengompres Davina. Cris membetulkan posisi tidur Davina, memakaikan selimimut. Cris mengompres Kening Daviba, Tidak sengaja Cris melihat tangan Davina Biru - biru akibat cengkramannya tadi, Cris menarik nafas berat dan berdiri mencari salep dan mengoleskannya ke tangan Davina.

__ADS_1


Cris sadar kelakuannya keterlaluan terhadap Davina, Cris merawat Davina dan memanggil Dokter kerumahnya. Dokter pun memeriksa Davina dan Memberikan Obat untuk Davina.


Maaf kalau ada salah Tulis.


__ADS_2