Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Berita Duka


__ADS_3

"Bi Murti Baik - baik saja tapi harus Di Isolasi, Nenek juga, Nenek hanya sesak nafas dan perlu penanganan Khusus". Ucap Cris.


"hiks hiks hiks hiks"


Davina menangis, Hatinya serasa tersayat - sayat.


"Nenek...hiks hiks hiks hiks".


Cris langsung memeluk tubuh Davina dengan erat, Ia tahu Istrinya pati sangat terpukul saat ini.


"Jangan menangis" Ucap Cris.


"hiks hiks hiks", Isak tangis Davina.


"Doain Nenek tetap kuat melawan Virusnya, Nenek pasti sembuh, Kamu harus dukung nenek". Ucap Cris.


"Vina pengen lihat Nenek, hiks hiks hiks ".


"Untuk saat ini Nenek tidak bisa di jenguk oleh siapapun, termasuk Bi Murti". Ucap Cris.


Hiksa hiks hiks hiks hiks


Tangis Davina semakin pecah, Cris memeluk Davina semakin erat, tangannya Mengelus punggung Davina, mencium ubun- ubun Davina.


Sebenarnya Cris lebih sakit Melihat istrinya seperti ini, Hatinya benar- benar seperti di tusuk - tusuk pisau melihat Davina nangis seperti ini, Sebisa mungkin Cris menguatkan Davina.


Cris menggendong Davina, lalu mengakat nya ke atas kasur, Cris merebahkan dan membawa Davina ke dalam peluknnannya. Tangannya tidak berhenti mengelus rambut istrinya, sementara kepala Cris ada di atas kepala Davina. Cris tidak henti - hentinya mencium ubun - ubun Istinya.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya hembusan nafas davina mulai teratur, Davina tertidur di dalam pelukan suaminya, sesekali masih terdenggar sesenggukanya.


Cris pelan - pelan melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya, lalu turun keluar dari kamar dan masuk ke dalam ruangan kerjanya. Cris mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, mencari nama Mamahnya lalu melakukan panggilan.


"Halo Mah" Ucap Cris.


"Halo sayang, kenapa Nak" Tanya Yanti


"Nenek dan Bi Murti Positive Corona, saat in sudah di Isolasi di Rumah Sakit Umum Medika". Ucap Cris.


"Kok bisa" tanya Yanti kaget.


"Kita juga nggak tau mah, mendadak sekali dan tiba - tiba, Aku harap Mama jaga Papa, tetap di rumah dan jangan ke mana - mana". Ucap Cris.


"Terus menantu mama gimana" Tanya Yanti.


"Davina sangat terpukul, Saat ini Davina sedang istirahat, Sementara jangan bertanya langsung ke Davina perhal ini, cukup kasih Davina semangat aja". Ucap Cris.


"Tolong kamu jaga Davina ya Nak" Ucap Yanti.


"Pasti Mah, Sudah ya Mah, Aku matikan dulu takut Davina Bangun". Ucap Cris.


Sambungan telphone pun terputus, Cris kembali ke kamarnya dan duduk di Sofa. Cris mengusap wajahnya Kasar lalu menghampiri istrinya, Cris duduk di tepi ranjang disebelah istrinya.


"Apapun akan Ku lakukan, asal kau kembali tersenyum". Ucap Cris mengelus pipi istrinya lalu mencium keningnuya.

__ADS_1


Cris turun ke bawah untuk makan siang, perutnya lapar karna tadi di restoran hanya minum kopi dan makan sepotong roti.


Cris mulai makan sendiri di meja makan, Bi Sum melayani Majikannya, Sambil makan Cris terus memirkan Davina. Hingga akhirnya Cris mendengar suara Isakan Tangis Davina Pecah di kamar memanggil - manggil Nenek dan Bibinya.


Cris minum air dari gelasnya dan langsung berdiri, berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Ceklek


Alangkah kagetnya Cris melihat Davina duduk di lantai bersandar di tepi kasur memeluk Photo kedua orang Tuanya.


"Hiks hiks hiks.. Nenek" Isak Davina.


Cris berlari menghampiri Davina dan langsung Memeluknya. Menghapus air mata davina dengan tangannya.


"Nenek Mas, Huuuu.. hiks hiks hiks" Tangis pilu Davina pecah di pelukan Suaminya.


Cris sekuat tenaga menenangkan Davina, Air mata Davina terus membasahi kaosnya.


"Mau lihat Nenek" Tanya Cris.


Davina mengangguk.


"hiks hiks hiks".


"Ok, Sekarang berhenti menangis, jangan tunjukan air mata ini di hadapan Nenek". Ucap Cris.


Divina menghapus air matanya, cris mengambil bingkai photo dari tangan istrinnya lalu meletakkan di atas meja. Cris kembali duduk di sebelah Davina lalu merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.


Cris mencari No Ariani, lalu melakukan panggilan.


"Halo,gimana kondisi Nenek" Tanya Cris.


"Untuk saat ini kondisi Nenek tidak baik". Ucap Perawat.


"Boleh saya melakukan panggilan Video" Tanya Cris.


"Boleh Pak, Silahkan". Ucap Cris.


Crispun melakukan panghulan Video untuk melihat kondisi Neneknya.


"Halo Nek" Tanya Cris.


"Halo Nak" Ucap Nenek menarik nafasnya perlahan.


Davina tiba - tiba merebut Ponsel Suaminya.


"Halo Nek" Ucap Davina.


"Halo Cucu Nenek" Ucap Nenek Murti pelan lalu menarik kembali nafasnya.


"Nek.. Harus Kuat Ya, Harus nurut apa kata Dokter". Ucap Davina sekuat tenaga agar tidak menangis.


"Davina, Baik - Baik ya Nak". Ucap Nenek Murti.

__ADS_1


"Nenek Jangan bica gitu". Ucap Davina memaksakan senyumnya, Sementara sebelah tangannya mencengkram tangan suaminya menahan air matanya agar tidak Jauh. Sementara Cris hanya Diam lalu mencium kepala Istrinya.


" Tolong kasih ponselnya pada suamimu" Ucap nenek.


Davina membrikan ponselnya ke suaminya, Davina menutup Mulutnya dengan kedua mulutnya, Air matanya jatuh begitu saja.


"Halo Nek" Ucap Cris tersenyum.


"Nak, Tolong jaga Davina. Peluklah dia di saat Hatinya sedih, Titip Davina, tolong jaga Davina untuk nenek". Ucap Nenek terputus - putus, lalu menarik nafasnya kembali.


"Nenek jangan ngomong gitu, Davina Istri Ku Nek, Aku akan menjaganya". Ucap Cris.


Tiba - tiba serorang perawat meraih ponsel dari tangan Nenek.


"Pak, Maaf Pasien harus istirahat, Karna nafasnya semakin sesak. Ucap perawat tersebut.


"Baik Suster, tolong hubungi saya kalau terjadi sesuatu". Ucap Cris mengakhiri Panggilannya.


Cris meletakkan ponselnya di atas kasur, lalu memeluk Istrinya.


"hik hiks hiks hiks hiks hiks".


Cris kembali menenangkan Istrinya.


"Doakan yang terbaik Untuk Nenek". Ucap Cris.


"Hiks hiks hiks hiks hiks".


"Tenanglah, Nenek pasti sembuh". Ucap Cris.


Satu hari ini sangat berat di lalui Davina, mendengar Neneknya Positf Corona rasanya hilang separuh semangatnya.


Cris terus berada di samping Istrinya, Memberi semangat, Memeluk Davina saat menangis, melakukan apa yang semestinya di lakukan sebagai seorang Suami.


Hingga tiga hari berlalu, Davina terus komunikasi dengan Bibi dan Neneknya melalu panggilan Video.


Selama tiga hari ini juga Cris bekerja dari rumah, Asisten Toni bolak balik ke rumah Bosnya sekedar mengantar beberapa laporan dan membawa berkas - berkas penting Kliennya.


Entah kenapa Davina hari ini sangan lemas, wajahnya terlihat pucat, Davina sibuk dengan ponselnya.


Sedikit rasa Kuwatir melihat kondisi istrinya.


Tiba - tiba Ponsel Cris bergetar, Cris mengangkat panggalan tersebut


"Ya Halo" Ucap Cris.


"Selamat pagi Pak, Hanya untuk menyampaikan bahwa Nyonya Hasanah telah di panggil yang kuasa tepat pukul 9:20 WIB". Ucap Perawat tersebut.


"Ok. Terima kasih atas Infonya". Ucap Cris.


Cris meletakkan ponselnya di meja sofa, Cris melihat Wajah Istrinya, cris bingung bagaiman caranya memberitahu Istrinya tersebut bahwa nenek sudah di panggil Tuhan.


"Davina". Ucap Cris lalu memeluk Davina.

__ADS_1


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


__ADS_2