
"Mau sarapan apa". Tanya Cris mengedipkan matanya.
"Vina pengen roti lagi mas". Ucap Davina dengan wajah sendu.
"Lagi". Ucap Cris memgerutkan keningnya.
Davina hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk kekamar mandi.
"Aneh, biasanya nggak mau roti, kok sudah dua hari ini makan roti terus". Gumam Cris dalam hati lalu ke dapur membuatkan sarapan untuk Dia dan Istrinya.
Cris duduk bersebelahan dengan Davina, Cris memakan nasi goreng buatannya, sementara Davina hanya makan roti.
"Jangan makan roti terus, setidaknya makan nasi dikit". Ucap Cris menyuapkan nasi terakhirnya lalu mengunyahnya.
"Tapi Vina pengen roti aja mas, nggak mau nasi". Ucap Vina melahap roti di tangannya.
"Ia aku tau, kalau nanti Asam lambung mu kumat gimana". Ucap Cris.
"Pokoknya Vina mau roti, nggak mau nasi". Ucap Vina tiba - tiba menangis sedih.
Cris kaget melihat perubahan Istrinya tiba - tiba menangis.
"Ya udah, nggak apa - apa, iaa ia ia makan roti" Ucap Cris membujuk Istrinya.
Davina kemudian tersenyum melanjutkan. sarapannya.
Cris hanya tersenyum dan merasa aneh dengan peruban sikap Istrinya 2 hari ini.
Setelah selesai sarapan Cris duduk di sofa ruang keluarga menonton Televisi, sementara Davina membersihkan piring kotor dan meja.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan piring kotor, Davina duduk di sebelah Suaminya.
"Udah selesai". Tanya Cris.
Davina hanya mengangguk.
"Mas nggak ke kentor?" tanya Davina.
"Nggak, aku mau menemani kamu di rumah". Ucap Cris fokus melihat berita di TV.
"Vina nggak apa - apa Mas,, Vina baik- baik aja, lagian Vina kan nanti ada kuliah Mas". Ucap Vina.
"Nggak boleh kemana - mana, kamu masih pucat, klo kamu kenapa - kenapa di kampus gimana". Ucap Cris melihat Istrinya.
"Vina baik - baik aja ko Mas, Lihat nih" Ucap Vina berdiri sambil memutar - mutarkan badannya di hadapan suaminya.
"Mas kok gitu". Ucap Vina sewot hendak pergi ke kamarnya.
Tiba - tiba Cris menarik tangan Davina dan membawanya ke pangkuannya.
Davina kaget dan malu.
"Maas apaan ceh". Pekik Davina
"Kenapa". Tanya Cris mesum.
"Malu, nanti di lihatin Bi Sum". Protes Davina.
"Biarin". Ucap Cris lalu ******* bibis Istrinya lembut.
__ADS_1
"Mas". ucap Davina disela - sela ciuman Suaminya sambil mendorong tubuh suaminya.
Cris akhirnya melepaskan ciumannya, Davina ngos - ngosan, Cris tersenyum melihat Istrinya hampir kehabisan Nafas.
"Mas nyebelin". Ucap Vina masih di pangkuan suaminya.
"Sekali lagi kamu bilang gitu, nanti terima hukumanmu". Ucap Cris tersenyum menggoda Istrinya lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah istrinya.
"Nyebelin" Ucap Davina berdiri dari pangkusn suaminya.
Cris kembali mencium Davina semakin dalam, mengabsen setiap rongga mulut Istrinya, semakin lama semakin panas, hingga membuat gairahnya naik. Davina berusah mendorong tubuh suaminya yang jauh lebih besar dari tenaganya namun percuma.
Cris menggendong tubuh kecil Istrinya ke kamar, hasratnya sudah tidak terbendung lagi dan harus di lepaskan.
Davina pasrah, karna percuma nenolak karna mata suaminya sudah di penuhi hasrat.
Kamar mereka penuh dengan desahan mereka berdua. Cris entah sudah berapa kali menunggangi istrinya sampai kelelahan. Entah karna faktor usinya, hasrat Suaminya benar - benar membuat Davina kewalahan.
Sudah pukul 14.54 WIB, Davina baru saja tertidur pulas setelah berusaha memohon agar suaminya berhenti.
Cris melihat Istrinya istrinya sudah tidur tenang karna dari pagi sampai siang Davina benar - benar di tungganginya berulang kali.
"Semoga disini segera tumbuh kehidupan baru yaitu Junior Cristian Wijaya". Ucap Cris mencium perut davina kemudian mencium kening Davina.
Cris kemudian mandi membersihkan tubuhnya, kemudian mengambil laptopnya dan duduk di sofa memeriksa beberapa laporan yang di kirim Toni melalui Email
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Maaf kalau ada salah tulis
__ADS_1