Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Rencana Cris


__ADS_3

Mobil Cris berhenti didepan rumahnya, Cris turun membukakan Gerbang rumahnya. Lalu kembali masuk kedalam mobil, kemudian memarkirkannya mobilnya ke dalam garasi. Turun dan menutup kembali Gerbang rumahnya.


Cris membuka pintu mobil samping Davina duduk, lalu menundukkan kepalanya mendekatkan wajahnya ke kuping istrinya, mencoba membangunkan Davina, Ia sengaja tidak menggendong Davina karnah baru pulang dari Rumah sakit harus mandi dulu baru tidur lagi.


"Vina, Ssssssttt, Bangun". Bisik Cris mengelus - elus pipi Davina, Tapi tidak kunjung bangun.


"Davina... cup cup cup cup". Cris menciumi Bibir istrinya ber ulang - ulang agar davina bangun.


Cris memandangi wajah istrinya, Menurutnya istrinya itu lucu membuat cris merasa gemas. Cris tiba-tiba tersenyum licik, Cris memcium dan ******* Bibir Davina dengan Lembut, Davina merasa bibirnya basah langsung membuka matanya pelan-pelan. Sontak Davina mendorong Suaminya kaget.


"dug". Bunyi kepala Cris kejeduk kemobil saat Davina mendorongnya.


"au" ucap cris meringis memegangi kepala bagian belakangnya lalu keluar dari dalam mobil.


"Mas, maaf Vina tidak sengaja". Ucap Vina merasa bersalah.


Vina segera keluar melihat suaminya yang kesakitan, tangannya memegangi kepala bagian belalangnya.


"Sakit Ya Mas" Tanya vina merasa bersalah.


Cris terus memegangi kepalanya terus pura -pura kesakitan. Padahal Cris sengaja Ingin menggoda suaminya.


"Mas, sini Vina lihat" Ucap vina kasihan.


Cris mendekatkan wajahnya ke arah Davina, Cris sekuat tenaga Menahan tawanya. Cris sedikit membungkkukan kepalanya mendekat ke wajah davina, Cris meraih tangan davina dan menaruh di kepalanya. Jantung Davina berdegub kencang melihat wajah suaminya sedekat ini. Davina tegang seketika membuat Cris tidak kuat menahawan tawanya, Lalu..


"Ha ha ha ha ha ha ha " Tawa Cris seketika pecah membuat Davina kesal.

__ADS_1


"Mas ih" Davina teriak kesal lalu berlari sekencang mungkin ke dalam rumah lalu naik ke atas menuju Kamar mereka.


Cris masih terus tertawa, melihat Davina berlari masuk ke dalam rumah, Cris mengejar Istrinya sampai ke dalam kamar. Davina berbalik kaget melihat suaminya sudah ada di belakangnya. Cris mengunci pintu dan meraik tangan davina. Posisi Davina sekarang bersandar di pintu di dalam kamar mereka.


Cris berdiri di depannya, masih memegang tangan Davina. Cris maju semakin mendekat, sementara davina tidak bisa lari, Jantung Davina berdegub kencang, Cris dapat merasakan jantung Davina berdegub kencang, Wajah Cris perlahan turun ke wajah Davina lalu menciumnya sekilas.


Cup


" Haaa" Davina kaget sehingga mulutnya terbuka sedikit.


Melihat mulut istrinya terbuka Cris menciumi Davina dengan lembut, Cris meraih tangan Istrinya lalu mengalungkannya di lehernya. Lama kelamaan Davina hanyut dalam buaian suaminya, Cris terus menjelajahi rongga mulut Istrinya lagi dan lagi, lama kelamaan Davina membalas ciuman Suaminya. Cris merasakan istrinya membalas ciumannya, lalu cris tersenyum dan melanjutkannya.


Ciuman mereka semakin lama semakin panas, Cris membalikan badan Davina perlahan mundur menuju Ranjang tanpa melepas ciumannya. Tapi tiba - tiba Davina mendorong suaminya sekuat tenaga, Cris sedikit kesal melihat sikap Davina.


"Davina mau mandi mas" Ucap Davina malu.


Pagi harinya, Matahari sudah naik memancarkan sinarnya, Davina bangun merasakan hembusan nafas suaminya di kepalanya, tangan suaminya mendekap memeluk tubuh mungilnya. Davina bergerak melepaskan tanggan suaminya pelan - pelan.


Meraba - raba ponselnya di atas meja samping ranjangnya, Davina melihat jam di ponselnya betapa kagetnya Dia melihat sudah jam 11: 00 WIB, sementara Davina ada kuliah jam 9 pagi.


"Mas, Vina kesiangan" Teriak Davina Lalu bangkit turun dari tempat tidurnya.


Saat hendak berdiri Davina merasa kesakitan, sesuatu sangat perih dirasakannya di bawah sana.


"Ah" Pekik Davina lalu jongkok di lantai menahan sakit.


Cris yang mendengarnya langsung bangun mendekati istrinya.

__ADS_1


"masih sakit" tanya Cris kwatir.


Davina hanya manggangguk, Dia tidak menyangka bakal seperih ini.


Cris bangun tanpa sehelai benangpun, lalu meraih celana boksernya dan memakainya. Davina menperhatikannya malu dan mengalihkah wajahnya. Cris mendekat ke arah Davina.


"Kenapa" Tanya Cris menggoda.


"Gpp" Ucap davina malu.


Cris tiba-tiba menggendong tubuh istrinya, dan membawanya ke dalam kamar mandi. Cris membersihkan tubuhnya lalu membersihkan tubuh Davina. Cris merasa kasihan melihat istrinya, Semalam Davina benar - benar kesakitan karna ulahnya, Davina berulang kali minta berhenti tapi Cris tidak peduli karna hasratnya sudah menenuhi otaknya, Meskipun begitu Cris tetap melakukannya pelan.


Setelah memandikan Istrinya, Cris memakai handuk. Kemudian mengeringkan seluruh tububuh Davina lalu menggendongnya keluar kamar mandi menuju Kasur.


Cris pergi ke ruangan tempat dimana baju mereka disimpan lalu memakai baju dan celana pendek. Setelah rapi Cris membuka lemari Davina mengambil Kaos warna putih dan celana pendek di atas lutut, tidak lupa dengan dalamannya.


Cris membantu Davina Memakaikan bajunya.


"Vina bisa sendiri mas" Ucap Davina.


Cris tidak peduli dan tetap memakaikannya hingga rapi. Cris menyisir rambutnya lalu membawa Davina duduk di bangku meja riasnya lalu menyisir rambut istrinya.


"Tunggu Disini" Ucap Davina.


Davina menggangguk, Cris menuju kembali keruangan baju mereka, lalu membuka lemari yang ada di sebelah lemari Davina dan menggambil Seprei disana. Lalu kembali ke kasur mengganti Seprei mereka yang terkena noda darah perawan Davina. Cris tersenyum bahagia melihat Noda Darah itu. Ternyata Aku yang pertama Gumam Cris dalam hati.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


Maaf kalau ada salah - salah Tulis.


__ADS_2