
"Davina". Cris memanggil Istrinya.
Cris menangkap wajahnya dengan kedua tangannya, Lalu mencium Kening Istrinya cukup Lama.
Davina menutup kedua matanya dan diam.
"Davina, Harus kuat ya" Bisik Cris lalu memeluk istrinya.
Davina hanya mengangguk dan tidak mengerti maksud dari kata - kata suaminy.
"Nenek Sudah pergi". Ucap Cris pelan.
Davina hampir jatuh, kakinya tidak kuat berdiri, Cris menahan tubuh Davina dan langsung membawanya kedalam pelukannya.
"Hiks hiks hiks hiks hiks".
Cris terus memeluk Tubuh istrinya, Davina menundukkan kepalanya.
Cris melihat ke langit - langit kamarnya, kemudian menutup matanya. Cris menarik nafasnya dalam- dalam dan menghembuskannya pelan, Hatinya sakit melihat Davina sesenggukan, Cris menahan air matanya agar tidak kekuar.
Cris memeluk Davina sangat Erat, tiba - tiba tangisnya pecah menenuhi Kamar mereka.
"Nenek nggak sayang Vina" Teriak Davina.
Davina tiba - tiba mendorong tubuh Cris, berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Davina, dengarkan aku". Ucap Cris mendekap tubuh istrinya kembali.
"hiks hiks hiks, lepasin Vina". Ucap Vina sesenggukan.
"Kalau kamu terus begini, nenenk tidak akan tenang". Ucap Cris mengelus rambut Davina.
"Semua sudah di atur sama Tuhan, Kita harus menerimanya". Ucap Cris.
"hiks hiks hiks, Vina pengen lihat Nenek". Ucap Vina.
__ADS_1
"Dengarkan aku, siapapun tidak boleh melihatnya, termasuk keluarga, Dan bahkan kita tidak bisa melihat Nenek untuk yang terakhir kalinya, Nenek akan di makamkan siang ini, kita hanya bisa melihat dari jauh". Cris menjelaskan pelan agar istrinya tidak kaget.
"Hiks hiks hiks hiks".
"Sssssstttt". Cris mencium ubun- ubun Vina.
Setelah Davina tenang, Cris membawanya duduk di tepi ranjang. Kemudian Cris menuang segelas untuk DaVina Istrinya.
"Minum dulu". Ucap Cris lembut.
Davina menum air tersebut lalu memberikannya kembali ke suaminya, Cris menerimanya dan meletakkannya di meja.
Cris duduk di sebelah istrinya lalu menghubungi Toni Asistenya.
"Atur semua pemakanannya". Ucap cris lalu memutuskan panggilannya.
"Kamu ikut ke pemakaman nenek" Tanya Cris.
Davina menggangguk pelan.
"Ok, ganti bajumu, kita berangkat". Ucap Cris.
"Ganti baju dulu". Ucap Cris.
Cris membantu Davina berdiri, Cris melepas baju Davina satu - satu lalu memakaikan dress hitamnya.
Davina hanya diam mematung.
"Udah, ayo". Ucap Cris.
Davina mengikuti Suaminy.
Setengah jam kemudian mobil mereka sudah tiba di pemakaman, Cris turun dan membantu istrinya keluar dari mobil. Tina dan Suci sudah tiba duluan, Mereka melihat dari kejauhan beberapa orang mengangkat sebuah peti jenazah, lengkap memakai APD.
Cris terus memeluk Istrinya, Davina hanya Diam melihat prosesi pemakaman neneknya sampai selessi.
__ADS_1
Tiba - tiba Davina menangis.
"Nenek. hiks hiks hiks". isak Davina.
"Davina, lihat aku". ucap Cris mengkat kedua wajah istrinya.
Davina menggeleng, isakannya sungguh sakit, nafasnya sangat berat menahan menahan sakit atas kepergian Neneknya.
"Lihat Aku" Ucap Cris.
Davina hanyut dalam tangisnya, Hingga tiba - tiba pingsang dan tidak sadarkan diri.
Cris menahahan tubuh istrinya, Menepuk pipi Davina pepan.
"Davina, bangun". ucap Cris.
Davina di gendong masuk ke dalam mobil dan membawanya pulang.
Sampai di Rumah, Davina belum sadarkan diri, Cris duduk di tepi ranjang lalu menghubungi Dr. Bobi sahabatnya.
"Bob, tolong ke rumah Ku sekarang.
Cris menutuskan panggilannya, Kemudian menyimpan ponselnya di atas nakas.
Tak butuh waktu lama Bobi tiba di rumah Cris.
Bobi langsung masuk setelah di prsilahkan Bibi.
Bobi masuk ke kamar Cris dan Davina, kemudian memeriksa Davina.
"Hanya kurang istirahat saja". Ucab Bobi menyimpan peralatannya ke dalam tas.
"Ok, Terima kasih". Ucap Cris.
"Ini ada Vitamin, tolong di minum sebelum tidur". Ucap Cris lalu menyerahkan obat tersebut.
__ADS_1
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Maaf kalau ada salah tulis.