
Cris kembali kekamarnya menemani Istrinya. Cris duduk di tepi ranjang sebelah istrinya yang sedang tidur.
"makan dulu ya". Ucap Cris mengelus pipi Istrinya.
Davina membuka matanya pelan dan menggelengkan kepalanya.
"Ini sudah larut, kamu belum makan dari tadi, dikit aja ya". Bujuk Cris.
"Tapi Vina pengen roti mas". Ucap Vina lemas.
"Ya udah nggak apa - apa, kamu tunggu disini ya, biar aku ambil rotinya". Ucap Cris kemudian mencium kening Davina.
Cris kemudian ke dapur melihat masih ada roti dan selai di atas meja makan, Cris dengan telaten mengolesi selai ke roti tersebut kemudian membawanya ke kamar.
"Ayoo duduk. Makan dulu". Ucap Cris.
Cris meletakkan roti di meja nakas dan nembantu Davina duduk.
Kemudian Cris duduk di tepi ranjang dan menyuapi Davina. Setelah selesai Cris memberi Davina obat dan Vitamin yang di berikan Dokter, avina pun minum obat tersebut.
"Sekarang kamu tidur ya". Ucap Cris mengambil gelas dan piring kotor bekas Davina makan lalu membawanya ke dapur.
Cris kembali ke kamar untuk menemani istrinya, Cris membuka pintu kamar dan melihat istrinya belum tidur lalu menghampirinya.
"Kok belum tidur". Ucap Cris merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya.
Davina hanya menggelengkan kepalanya.
Cris nembawa Davina kedalam pelukannya, kemudian membelai rambut panjang istrinya, Bibirnya menempel di kening Davina.
__ADS_1
Davina merasakan setiap hembusan nafas dan sentuhan tangan Suaminya yang membelai rambutnya, kemudian memejanmkan matanya.
"Maafkan aku". Ucap Cris pelan.
Davina hanya diam dan tidak menjawab.
"Sekali lagi maafkan aku, Emosiku yang menguasai pikiranku hingga membuatmu begini. Maaf ". Ucap Cris mencium ubun - ubun Davina, namun tidak ada jawaban dari Davina.
Cris merasakan hembusan nafas Davina mulai teratur, Cris melihat ke arah Davina. Cris hanya tersenyum melihat Istrinya sudah tidur terlelap di dada bidangnya, Cris hanya bisa tersenyum.
Cris mencium Kening Istrinya, kemudian ubun - ubun kepala Davina, lalu menarik nafasnya dalam - dalam.
"Selamat malam Istriku" ucap Cris lembut.
Karna sudah larut malam, Cris pun ikut terlelap karna terlalu lelah sambil memeluk Davina istrinya.
Davina merasakan bibir lembut suaminya di keningnya dan hembusan hangat nafas suaminya, Davina membuka matanya kemudian melihat ke arah suaminya.
"Selamat pagi". Ucap Cris mencium kening Istrinya lagi lalu tersenyum.
Davina hanya diam dan terus memandang wajah suaminya, lalu menyentuh pipi Suaminya dengan pelan, menikmati setiap sudut wajah suaminya, Tiba - tiba air mata Davina jatuh begitu saja lalu sesenggukan membuat Cris bingung.
Cris yang melihat Istrinya tiba - tiba nangis langsung mengeratkan pelukannya.
"Sssst, jangan nangis". Ucap Cris menghapus air mata Davina.
"Maafin Vina Mas". Isak Vina.
"jangan minta maaf, Aku yang seharusnya minta maaf". Ucap Cris menghapus air mata Istrinya.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks hiks ". Isak Davina.
"Jangan nangis lagi" Ucap Cris memeluk Davina.
"Klo Mas cerai in Vina, hiks hiks hiks, Vina nggak punya siapa-siapa lagi hiks hiks hiks Yang punya Vina cuma Mas hiks hiks hiks". Ucap Vina di sela sela tangisnya.
Cris merasa tersentuh mendengar ucapan Istrinya, Cris merasa Davina hancur untuk kesekian kalinya akibat ulahnya, Cris merasa menyesal telah membentak Istrinya dan menurunkannya di tengah jalan.
"Mas kan nggak bilang mau ceraiin kamu, yang bilang cerai siapa". Ucap Cris melapaskan pelukannya. Cris menangkup wajah Istrinya lembut lalu nenghapus air mata Davina.
"Jangan nangis lagi, Emang kamu mau cerai". Tanya Cris.
Davina hanya menggelengkan kepalanya sambil menangis, Cris kembali meneluk Istrinya, mencium ubun - ubun Davina berulang kali sampai Davina sampai akhirnya tenang.
"Sekarang Mandi yuk, biar sarapan". Ucap Cris.
Davina hanya mengangguk lalu beranjak ke kamar mandi, tiba - tiba tangannya di tarik suaminya.
"Mau kemana". Tanya Cris tersenyum mesum.
"Kan mau mandi mas". Ucap Davina bingung.
"Mau sarapan apa". Tanya Cris mengedipkan matanya.
"Vina pengen roti lagi mas". Ucap Davina dengan wajah sendu.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Maaf kalau ada salah tulis
__ADS_1