Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Cincin


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senin, biasanya jalan sangat macet. Davina bangun langsung cuci muka. Buru - buru dia turun ke dapur, disana sudah ada Bibi memasak.


"Bi, sini biar vina bantu". Ucap vina


" Nggak usah Nyonya, biar saya saja".


Mendengar ucapan Bibinya, Davina membuat Kopi untuk Suaminya, lalu naik ke atas membangunkan suaminya.


***mas, bangun.


Mas bangun***.


Akhirnya Cris bangun, lalu memcium bibir davina.


"Appan ceh mas" muka kesal.


cium doang, salah?. tanya Cris.


Davina menggelengkan kepalanya. Cris bangun lalu mandi, sementara Davina merapikan Kamarnya dan menyiapkan baju kantor suaminya.


Cris keluar dari kamar mandi gantian mandi dengan Davina, Tidak butuh waktu lama Davina sudak rapi lalu turun ke bawah, suaminya sudah duluan ke bawah. Lalu mereka sarapan.


"Mas, Kapan motorku di ambil dari rumah Nenek" tanya Vina.


"nanti aku suruh orang ngambil" Jawab Cris


"Kuliah jam berapa?" tannya Cris lagi.


"Jam 8 Mas" jawab Davina.


"Hmm.. hari ini aku antar" Jawab Cris.


Cris sudah mengambil alih kemudi mobilnya, sementara Davina masih memakai sepatu putihnya, penampilan Davina masih seperti anak SMA, Dengan badannya yang kecil orang tidak ada yang menyangka dia sudah menikah.


Cris menunggu dengan sabar di dalam mobil sambil nemperharikan istrinya yang Cantik memakai sepatunya, Davina tidak menyadarinya. Setelah selesai memakai sepatunya Davina langsung masuk ke mobil lalu memasang sabuk pengamannya. Merekapun berangkat, untuk pertama kalinya Cris mengantarkan Istrinya Kekampus, di dalam mobil Davina membuka buka bukunya lalu membacanya. Cris memperhatikannya.


"Ujian?" tanya Cris.


Davina hanya nengangguk. Setelah memakan waktu 35 menit kemudian mereka tiba di Kampus Davina, Davina Mencium tangan suaminya,


" Aku kuliah dulu ya Mas" ucap Vina


"tunggu" Cris meraih dompetnya lalu memberikan 3 lembar seratusan untuk istrinya. "Untuk 3 hari". lalu memberinya ke Davina.


Davina lalu menerimanya, ' ini kebanyakan Mas" Jawab Davina. " Udah pegang saja" Ucap Cris. Davina hendak turun.


"Tunggu" Ucap Kris lagi


Davina menoleh Suaminya, lalu cris menciun Bibir Davina dengan lembut, Davina Kaget bukan main.


"Mas ini kampus, gimana klo ada yang lihat". Protes Davina.


"Biarin, turun sana. Kuliah yan benar" Kata Cris.


Devina mengangguk, Lalu turun da melambaikan tangannya ke suaminya, Suaminya pun mengangguk.


Davina berjalan menuju gerbang kampusnya. Disana ada Mahasiswa laki-laki menghampiri Davina, Itu adalah Josua, Kakak tingkat Davina Yang sudah lama suka sama Davina, tapi Davina tidak pernah menanggapinya. karna Dia cuma fokus belajar dan kerja, apalagi sekarang ada Suaminya.


Cris yang melihat itu bertanya dalam hati


"Siapa Laki-laku itu". Gumam cris dalam hati. Lalu melajukan Mobilnya ke arah kantornya yang tidak jauh dari kampus Istrinya.


Dikantor Cris mulai sibuk dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk, Banyak laporan yang harua di cek dengan teliti. Tiba -tiba Toni sang Asisten Masuk.


"Jam 10 ada Rapat dengan Juna Group" Ucap Toni.


"Ok, persiapkan semua bahannya" Jawab cris.


Toni pun menunduk lalu keluar dari ruangan Cris kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Sementara di Kampus, Tina, Suci dan Davina makan di kantin, mereka sudah sangat lapar. Disela - sela makan mereka tiba-tiba Suci membuka suara.


"Vin, udah malam pertama Belum, gimana rasanya" Tanya Suci.


Tinapun kepo lalu mendekatkan muka mereka ke Davina, muka davina merah menahan malu mendengar pertanyaan konyol sahabatnya itu. Lalu Davina pun ikut - ikutan mendekatkan wajanya ke arah kedua sahabatnya itu seolah - olah mau membisikkan sesuatu. Lalu....


"Rahasia" Ucap Davina lalu kembali duduk lalu tertawa melihat kedua sahabatnya tersebut. Sementara Tina dan Suci memasang muka kesal melihat Davina yang tertawa puas.


Setelah selesai makan, Davina pamit duluan, soalnya dia harus kerja.


"Kok masih kerja?" Tanya tina.


Davina hanya tersenyum lalu melambaikan tanganya dan beranjak pergi.


Malam harinya, Jam sudah menujukan 19.30 WIB, Davina mengganti seragamnya siap - siap pulang. Setelah Absen pulang Davina langsung keluar. Tiba - tiba Hp nya bunyi.


"Halo mas" Jawab Davina


"Dimana" tanya Cris


"baru keluar mini market". jawab Vina


"Tunggu disitu" lalu Cris memutuskan sambungan telepnya lalu melaju ke mini market tempat istrinya bekerja.


Vina menunggu Suaminya datang, Tiba-tiba seseorang menyapanya.


"Vina" .Tanya Josua.


"Kak Jos" Vina kaget.


"Biasa aja dong mukanya, lagi nunggu jemputan ya" Goda Jos.


"He he he.. Ia Kak, ini lg nunggu sodara jemput" Jawab Vina. Dia tidak berani jujur, nggak tega lihat Josua Kecewa.


Sambil menunggu Suaminya, Mereka duduk di Bangku depan minimarket tersebut Makan cemilan, sambil bercanda dan tertawa. Seperti itulah mereka kalau sudah bertemu. Davina sudah mengganggap Josua Seperti Kakaknya.


"Siapa laki-laki itu" Ucap Cris, lalu meraih Handphonenya mencari nama istrinya, Panggilan pun tersambung.


"di depan, buruan" Ucap Cris, lalu memutuskan sambungan telpnya. Muka Cris sedikit kesal melihat Istrinya sedekat itu dengan pria lain. Setelah Davina menerima telp dari suaminya, Davina berdiri lalu pamit pulang kepada Josua, Davina berlari melewati Parkiran, Dia melihat Mobil suaminya lalu bergegas masuk kedalam. Josua sengaja membutntuti Davina. Ia melihat Davina masuk ke dalam mobil maha yang harganya selangit.


Cris melajukan mobilnya, sedikit macet membuat mereka terlambat tiba di rumah.


"siapa" Tanya Cris.


"Oh, teman, kakak tingkat" Jawab Davina.


Cris terus melajukan mobilnya, akhirnya tiba di rumah, Davina mendorong Gerbang rumah mereka yang tinggi. Setelah Mobil criss masuk Davina menutup dan menguncinya kembali. Cris masih memarkirkan mobilnya di garasi, Davina langsung masuk kerumah, naik ke kamar lalu mandi. Cris masuk ke kamar melihat istrinya sedang sisiran. Lalu meletakkan Tas dan handphonnya di meja, lalu melonggarkan dasinya. Kemudian Cris mandi.


Davina menunggu Suaminya kelar mandi, Cris keluar dari kamar mandi, lalu menuju ruangan pakaian di ikuti Davina. Davina membuka lemari memilih kaos dan celana pendek untuk suaminya, lalu memberikannya ke Suaminya.


"nggak sekalian dipakein" cris menggoda.


Mendengar itu Davina langsung buru-buru memberikan Baju tadi ke suaminya, lalu keluar kabur dan menungu suaminya duduk di sofa dalam Kamar.


Tak butuh lama, Cris sudah rapi dan membiarkan rambutnya berantakan. merekapun rurun untuk makan malam. Setelah makan malam Davina dan Cris masuk ke kamar mereka, Davina mengerjakan tugas kuliahnya, Cris duduk disamping davina sambil memegang Handphonya membalas Email satu - satu. tangannya sengaja melingkar di pinggang Davina.


Malam sudah larut, Davina baru kelar dengan tugas kuliahnya, beberapaka kali dia sudah menguap. Cris memperhatikan itu merasa kasihan.


"Langsung tidur" Perintah Cris.


Davina mengangguk lalu merapikan tugasnya, cuci muka sikat gigi, ganti baju lalu tidur. Cris yang sudah duluan rebahan memeluk Davina, Mencium kening Davina, Sementara tangannya yang satu masih sibuk dengan Handphone.


Tak butuh waktu lama, Davina Pules, Cris yang melihatnya Pun tersenyum. Cris meletakkan Handphonnya lalu menarik selimut dan Tidur.


Keesokan paginya, Davina kesiangan. Sambil menggedor - gedor Kamar mandi.


"Mas buruan" teriak davina.


"Bentar" Jawab Cris keluar dari kamar mandi. mukanya kesal melihat istrinya.

__ADS_1


"Maaf,aku kesiangan" Jawab Davina buru-buru masuk lalu mandi.


Cris menakai baju dan jasnya, Ia turun duluan untuk sarapan, pasti Davina bakal heboh klo sudah seperti ini. 3 bulan pernikan mereka suasana seperti ini sudah sering terjadi. Sebelum Davina turun, Bibi sudah memasukkan Bekal sarapan Davina untuk makan di mobil atas permintaan Tuannya.


Cris menuju Garasi, membukankan Gerbang lalu masuk ke mobil.


Davina masuk ke mobil, Cris langsung melajukan mobilnya. Di dalam mobil.


"makan" menyerahkan bekal Davina.


"Makasih Mas" Jawab Davina.


Davina memakan sarapannya, Sampai habis.


"Pulang jam berapa" Tanya Cris.


"Jam 8" Jawab Davina.


"Hmm.. Aku jemput' Ucap cris.


Setibanya di kampus, seperti bisa, Ciuman dulu, Salim suami baru di ijinin turun dari mobil. Davina melambaikan tangannya, Cris menggangguk dan memperhatikan Davina sampe ke gerbang kampus. Lagi -lagi Dia melihat laki-laki itu, Cris sedikit penasaran dan terganggu lalu melajukan mobilnya ke kantor.


Setibanya di kantor, Cris mulai dengan berkas- berkasnya. Dia mengingat sesuatu. Dia tidak sempat membeli cincin perkawinan. Cris berenca siang ini ia akan membelikannya. Malam harinya di mini market, Cris sengaja mermarkirkan mobilnya di Parkiran mini market tersebut. Setelah parkir Cris tidak keluar dia duduk meperhatikan Sekitar, lagi dan lagi laki - laki itu. Ucap Cris dalam hati. Davina keluar dari mini market, Josua menyapanya, Davina membalasnya dengan senyum. Cris melihatnya sangat keasal lalu turun menghampiri mereka.


"Klo sudah, Pulang" Tegor Cris. lalu kembali ke Mobil.


Davina kaget melihat suaminya, lalu buru-buru pamit pulang.


"Kak, duluan ya" ucap vina pamit.


"Ok, hati-hati di jalan". Balas Josua.


Vina masuk ke mobil, lalu memasang sabuk pengaman. Cris melajukan Mobilnya. Di dalam Mobil Cris mencoba bertanya ada hubungan Apa Istrinya dengan laki - laki tadi.


" Siapa" tanya Cris.


"Teman mas, Kaka tingkat". Jawab Davina.


"Dekat ya" tanya Cris lagi dengan muka datarnya.


"Biasa aja mas, kebetulan aja dia belanja kesitu". Jawab Vina.


"Hmm.." Jawab Cris masih melajukan mobilnya.


Sesampainya di rumah, Davina masuk lalu mandi, Cris juga seperti itu. Saat ini merka makan malam berdua. Dari tadi dia memperhatikan Tangan dan Jari Istrinya. Tiba - tiba Cris membuka suara.


"Sini tangan mu" Ucap Cris.


"buat Apa Mas' tanya Davina.


"nggak usah nanya, sini buruan" Ucap cris lagi.


Davina pun mengalah, dia malas berdebat dengan suaminya. Tangan Kirinya meraih tangan kanan Davina, Tangan kanannya meraih sesuatu dari saku celananya, Cris memakaikan cincin di jari Manis Davina. Davina kaget dan bingung.


"Jangan pernah di lepas" ucap Cris Sambil menunjukan jari kanannya juga. Cris memakai cincin yang sama dengannya.


Davina pun mengerti dan tersenyum.


"Kemaren aku tidak sempat membelinya, tadi aku membelinya, Kau adalah Istriku jadi aku harap kamu paham dan tau batas untuk dekat dengan laki-laki lain" Ucap Cris tegas dan terkesan dingin.


"maksud mas Ka Josua" tanya davina.


"tidak, siapapun" Ucap Cris.


Davina paham maksud dari perkataan Suaminya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau ada salah tulis.

__ADS_1


__ADS_2