
Ini adalah hari terakhir Davina Ujian Akhir Semester, hari ini Davina pulang cepat Karna sudah selesai Ujian. Dia ingin cepat - cepat pulang ke rumah memasak untuk suaminya.
Sebelum pulang Davina belanja dulu ke pasar tradisional dekat kampusnya, Ia ingin memasak makanan kesukaan suaminya yaitu Gurame di goreng lalu di kasih sambal kecap.
Setelah belanja, Davina pulang ke rumah. Buru - buru mengganti bajunya lalu masak makan malam untuk suaminya. Ia mulai membersihkan ikan, lalu memotong - motong sayuran. Setelah satu jam lebih akhirnya Davina selessi Memasak makan malam untuk suaminya, Lalu Davina naik ke atas untuk mandi lalu mengganti pakaiannya.
Davina melihat jam sudah pukul 20.00 WIB, Davina turun ke bawah menunggu Suaminya pulang, Davina duduk di meja makan sampai akhirnya tertidur.
Pukul satu Dini hari Cris baru pulang ke rumah, Cris langsung naik menuju kamarnya. Sebelum menaiki anak tangga Cris sangat kaget melihat istrinya tertidur di meja makan, Lalu memindahkannya ke kamar . Cris membuka kemejanya dan melemparkannya sembarangan, Criss mencium kening istrinya lalu terlelap.
Keesokan paginya Davina bangun, Davina bingung, perasaan semalam ia di meja makan menunggu Suaminya, Davina melihat kesebelahnya Sudah kosong. Ia turun dari tempat tidur lalu merapikannya memungut semua baju - baju kotor suaminya. Saat memungut kemeja putih suaminya, Davina kaget lalu menjatuhkan kemeja tersebut. Kemudian mengambilnya lagi dan melihatnya. Air mata Davina mengalir begitu saja, Davina melihat bekas lipstrik wanita di kemeja suaminya.
Sebenarnya kemaren Helena ke kantor Cris,7 dengan alasan minta maaf, sebulan terakhir ini Helena menyelidiki diam - diam siapa istri dari Andrew Cristian Wijaya. Ternyata hanya seorang bocah ingusan menurut Helena.
Helena mencoba meminta maaf dan menyesali segala perbuatannya, Cris muak dengan perlakuan Helena dan ingin pergi dari ruangannya. Cris hendak pergi namun di tahan oleh Helena, Helena memeluk Cris dari belakang dengan sengaja mencium punggung Cris dan meninggalkan bekas lipstiknya di sana.
Sementara Davina di rumah sangat sedih memikirkan nasibnya, Dia berpikiran Cris akan segera menceraikannya. Dia bingung harus bagaimana sementara dia sudah meninggalkan pekerjaannya yang dulu. Hatinya berkecambuk pikirannya ke mana - mana.
Davina berinisiatif datang ke kantor Siaminya, ia ingin menanyakan langsung ke suaminya. Davina mandi lalu memakai dress putih selutut tanpa lengan, Davina sampai lupa sarapan dari pagi karna kepikiran suaminya.
Davina memesan taxi online lalu memberi alamat yang di berikan Tina sahabatnya barusan kepada supir taxin.
Setelah setengah jam Davina langsung masuk kemudian menghampiri recepsionist.
Toni yang baru tiba dari lapangan melihat Davina lalu memanggilnya.
"Ibu Davina" Panggil Cris.
"Eh Toni" Jawab Davina.
"Mau ke ruangan Bapak ya" Yanya Toni.
Lalu Davina menggangguk. mereka berjalan menuju Lift pribadi Cris menuju lantai 33.
Setelah pintu lift terbuka, Toni dan Davina keluar berjalan menuju ke arah Ruangan Cris.
Toni menunjukkan Ruangan Bosnya tersebut.
"Silahkan, ini ruangan Bapak" Ucap Toni.
__ADS_1
" terima kasih Ton" Ucap davina.
"Maaf Bu, saya tidak bisa ikut masuk karna harus kembali lagi ke bawah" Ucap Toni.
"Ia gpp Ton, Makasih sudah mengantar saya sampai kesini" Ucap Davina.
Toni undur diri pergi menuju lift, sementara Davina ke ruangan suaminya. Davina langsung masuk tanpa mengetuk dulu.
cekle
Pintu kebuka, Betapa kagetnya Davina melihat suaminya dan Helena, Helena sedang memeluk Cris sambil menangis.
Begitu juga dengan Cris sangat kaget melihat tiba - tiba istrinya masuk. Cris langsung melepas paksa pelukan Helena namun di tahan Helena.
"Mas" Ucap Davina mematung.
"Davina, dengarkan penjelasanku" Cris memohon sambil melepas paksa tangan Helena.
Davina melangkah mundur berderai air mata, tangannya satu menutup air matanya, lalu melangkah keluar. Dia melihat pintu tangga darurat lalu masuk dan turun ke bawah melalu tangga darurat.
Cris berusaha melepaskan pelukan Helena. Setelah terlepas Cris membentak Helena.
"Maafkan aku Cris.. kumohon" Helena memohon.
Tapi Cris tidak peduli, Dia mengambil kunci mobilnya, berlali kuar mencari istrinya. Cris menuju lift pribadinya lalu menekan tombol angka satu. Didalam lift Cris gelisah mengingat istrinya, Cris mengutuk dirinya sendiri, Selama satu minggu dia sibuk sampai mengabaikan istrinya, Cris menyesali sikapnya terhadap istrinya.
Di tangga darurat, Davina menuruni anak tangga satu demi satu, Davina tidak tau sudah berada di lantai berapa, air matanya terus mengalir. Davina ngos - ngosan dan terus menuruni anak tangga. Merasa sudak capek Davina Duduk sebentar, kedua tangannya menutup mulutnya agar suaranya tidak keluar, air matanya terus keluar.
"Hiks hiks hiks"
Setelah cukup dirasa, Davina menuruni anak tangga lagi.
Sementara Cris sudah sampai di lantai satu loby utama perusahannya, Dia menghanpiri Recepsionistnya.
"Apa kalian melihat gadis keluar dari lift". Tanya cris Gelisah.
" tidak ada Pak". Jawab Recepsionist tersebut.
Cris mencari ponselnya, lalu mencari nama istrinya dan langsung melakukan panggilan.
__ADS_1
"Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan".
Cris mengusap wajahnya Kasar. Cris menuju parkiran khusus mobilnya, melajukan mobilnya pulang kerumah, Hatinya kacau tidak menemukan istrinya, Lalu mencoba menghubungi Bi Murti.
"Halo Bi, Davina ada di sana" Tanya Cris.
"Tidak nak, biasanya Vina nelp Bibi dulu kalau mau pulang kesini". Jawab Bi Murti.
"Ok Bi Makasih, Nanti Kalau Istriku kesana segera hubungi saya Bi". Ucap Cris.
Setelah menghunungi Bi Murti, Cris mencoba menghubungi Adiknya Tina.
"Halo Tina, Ini kaka" Ucap Cris.
"Tumben, kenapa kak". Tanya Tina.
"Apa Davina menghubungimu" Tanya Cris.
"Tidak, kenapa Kak" Tanya Tina bingung.
"Nanti Kalau Istriku kesana, srgera hubungi aku, Oh iya.. Tolong Kaka kali ini, coba kamu hubungi Suci, tanyakan Davina di sana ada atau tidak" Ucap Cris.
"Ada apa ceh kak". Tanya Tina penasaran.
"Nanti kaka cerita kekamu, udah ya kakak kerumah dulu". Lalu Cris menutuskan panggilannya.
Cris melajukan mobilnya secepat mungkin menuju rumahnya, setelah tiba di depan rumahnya Cris keluar dari mobil mencari keberadaan Istrinya di rumah.
Cris mencari Di kamar, kamar mandi sampai keliling rumah, tapi tidak menemukannya. Cris kembali ke kamarnya, lalu melihat semua isi lemari Davina masih rapi, baju dan barang - barang semua masih utuh. Kemudian Cris duduk di Sofa, bersandar lalu memejamkan matanya. Lalu tiba - tiba mengingat CCTV kantornya.
Cris berhambur keluar rumah lalu melajukan mobilnya sekencang mungkin menuju perusahaannya.
Sementara itu Davina masih terus menuruni anak tangga, keringatnya bercucuran, Bibirnya kering dan mukanya Pucat.
Akhirnya Davina tiba di lantai satu dengan kondisi sangat mengkhawatirkan. Davina berjalan, tatapannya kosong terus menatap lurus kedepan,Tangan kirinya memegangi perutnya yang sangat sakit.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Maaf kalau ada kata - kata salah tulis.
__ADS_1