Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Lagi


__ADS_3

Cris naik ke atas menyusul Istrinya ke kamar, Setelah masuk Cris melihat Istrinya sedang duduk di sofa, lalu Cris duduk di sampingnya memeluk pinggang istrinya.


"Mas ngapain" Tanya Davina bingung.


"Meluk kamu" Jawab Cris lalu mecium Pipi dan kepala Davina.


Pipi Davina panas dan merah, jantungnya berdetak kencang Cris kemudian meneluk Davina.


"ini terakhir kalinya nginap di Rumah Sakit ya, jangan pernah lagi" Ucap Cris.


Davina hanya mengangguk lalu membalas pelukas suaminya. Cris tersenyum Nakal, ingin rasanta menggoda istrinya.


"Mas kok senyum?". Tanya Davina.


"Salah" Jawab Cris melihat muka istrinya lalu mendekap wajah istrinya, Cris mencium bibir Davina lembut.


cup


"Aku rindu bibir ini". Ucap Cris melepas ciumannya.


Pipi Davina memerah menahan malu, Cris tertawa melihat muka istrinya merah menahan malu.


Cris mencium kembali bibir istrinya, Membawa Davina ke panggkuannya, Davina membalas ciuman Suaminya. Semakin lama semakin dalam, khirnya menjadi ciuman panas.


Ciuman cris turun kel leher putih mulus istrinya, Davina menggit bibir bawahnya menahan rasa geli dan nikmat, Jantung Davina berdetak kencang begitu juga jantung Cris. Cris melepaskan ciumannya, tangannya meraih tangan davina lalu membawanya ke dadanya, Davina merasakan Jantung Suaminya betdetak kencang.


"Kamu merasakannya" Tanya Cris.


Davina menggangguk, Cris mencium Istrinya Kembali, Kali ini sangat lembut. Menjelahahi rongga mukut Istrinya, Davina menikmatinya dan membalas setiap ciuman Suaminya.


Tiba - tiba Cris berhenti.


"Boleh aku melakukannya lagi" Tanya Cris.


Davina mengangguk, Cris memawa istrinya untuk berdiri lalu mencium istrinya hingga turun ke leher, Tangannya mencoba masuk kedalam baju davina dan meraba bagian dadanya, Desahan Davina lolos begitu saja, untung kamar mereka kedap suara. Lalu tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamar mereka.


tok tok tok


Cris menghentikan aksinya, Cris merapikan baju Istrinya, Davina duduk kembali ke Sofa, Sambil berjalan ke arah pintu Cris merapikan baju dan rambutnya lalu membuka pintu.


"Ada apa Bi" Tanya Cris dengan muka kesal.


"Anu Tuan, makan siangnya sudah siap" jawab Bi Sum.


" Ya sudah, kita ke bawah" Jawab Cris lalu menutup pintunya.


Cris kembali masuk dan mendekat ke arah istrinya.


"Ayo, makan dulu" Ucap Cris sambil menarik tanggannya davina.


Davina mengguk berdiri mengikuti suaminya, mereka turun ke bawah makan siang bersama.

__ADS_1


Cris duduk, Davina mengambil nasi untuk suaminya, lalu memberikannya, Cris menerima piringnya dan meletakkannya di depanya.. Davina mengambil nasi untuk dirinya dan meletakknya di meja. Kemudian Davina mengisi air ke gelas suaminya dan gelasnya, lalu duduk di samping suaminya.


Cris mulai mengisi sayur dan ikan ke piringnya, kemudian mengisi piring istrinya. Mereka memulai makan siang mereka.


"Makan yang banyak, biar tenaganya kuat" Ucap Cris sambil memasukkan nasi kemulutnya.


Davina kesedak mendengar ucapannya suaminya.


"uhuk uhuk uhuk ".


Cris memberikan minumnya untuk istrinya, Davina menerima lalu meminumnya hingga setengah gelas.


"Makannya pelan- pelan" Ucap Cris sambil menerima gelas bekas Istrinya lalu meminumnya juga, kemudian meletakkannya di meja.


Mereka melanjutkan makan hingga selesai. Setelah itu Davina membereskan piring - piting kotor ke tempat cuci piring, lalu membersihkan meja, Cris berdiri menghampiri istrinya.


"Biar bibi yang beresin, Ayok". Cris membawa Davina ke ruang keluarga lalu menyalakan TV.


Cris dan Davina duduk bersebelahan, lalu Bi Sum datang membawa buah yang sudah di potong - potong.


"Nyonya, ini buahnya, silahkan" Ucap bibi lalu memberikan buah tersebut ke Davina.


Davina meletakkannya di meja, Cris lalu mengambil buah tersebut lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, lalu ke mulut istrinya.


"Buka" Ucap Cris menyodorkan buah sambil memegangi garpu.


"Nggak mau mas, nggak suka". Jawab Davina menutup mulut dengan sebelah tangannya.


Akhirnya Davina membuka mulutnya, Cris memasukkan buah kemulut istrinya.


"Enak". Tanya Cris.


Davina mengangguk, Lalu cris memberikan garpu dan semua buah tersebut ke istrinya.


"Habisin, Aku mau kamu makan buah yang banyak, minum susu dan makan makanan sehat, biar kondisi badanmu sehat dan bisa cepat hamil". Ucap Cris mengelus perut Istrinya.


Belum Davina memasukkan buah ke mulutnya, badannya suda mematung mendengar ucapan suaminya.


"Kenapa" tanya Cris.


Davina hanya menggeleng dan tersenyum.


"buruan habisin" Ucap Cris.


Davina menggangguk sambil memakan buahnya sepotong demi sepotong.


Setelah habis, Davina menyimpan tempatnya ke tempat pencucian piring, lalu kembali duduk di sebelah suaminya. Mereka menonton Acara Komedi sambil sesekali tertawa. Cris memperhatikan tawa istrinya.


"Cantik" Ucap Cris. Lalu cris melihat jam di dingding ruang keluarganya.


"Naik yuk" Ucap Cris meraih tangan istrinya, Davina hanya menurut, Berdiri lalu berjalan mengikuti suaminya naik ke atas kamar, tangannya masih di genggam suaminya sampai masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Mas lepas" Ucap Davina pelan.


"Kenapa". tanya cris lalu mengunci kamarnya.


Cris menggendong Davina ke atas Kasur, lalu menindihnya, Davina kaget melihat suaminya ada di atas badannya.


"Mas, mau ngapain" Tanya Davina panik.


"Melanjutkan dan menuntaskaan yang tadi" Ucap Cris lalu mencium bibir Davina.


Cris terus mencium Davina lalu membuka baju istrinya satu- persatu hingga tidak tersisa satu helai benang, Cris kemudian melepaskan bajunya lalu kembali menindih istrinya.


"Mas, pelan aku takut". Ucap Davina ketakutan.


"Tidak akan sakit lagi, nikmatilah" Ucap cris dengan wajah yang sudah di penuhi birahi.


Alhirnya mereka melakukannya hingga berulang kali, Satamina Cris membuat Davina kewalahan sampai tidak bisa berdiri. Setelah Capek Cris merebahkan tubuhnyanya di samping Istrinya. Menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka sampai keleher. Cris membawa istrinya kedalam pelukannya.


"Terimakasih". Ucap Cris mencium kening Istrinya. Lalu mereka tidur sampai sore.


Jam menunjukan pukul 19: 20 WIB, Davina bangun, dilihatnya dada suaminya telanjang Dada, Davina meluruskan otot- ototnya, melepaskan pelukan suaminya. Badannya sakit dan remuk semua, sampai ke pangkal pahanya sakit, seluruh tubuhnya di penuhi tato bekas ciuman suaminya.


Davina mencoba bangun.


"Ah.... "Davina meringis.


Cris bangun mendengar suara istrinya bangun.


Cris bangun lalu berdiri tanpa sehelai baju pun, membuat Davina Kaget malu lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, Cris lalu nemakai celananya.


"Bukalah" Ucap Cris.


"Vina malu mas" Ucap Vina.


"malu kenapa, Udah lihat semuanya juga" Ucap Cris membuat Davina menggeleng gelengkan kepalanya. Cris pun tersenyum melihat istrinya seperti itu.


"Udah, lihatlah" Ucap Cris.


"Pake dulu celananya" Jawab Davina.


"Udah" Jawab Cris.


Davina membuka wajahnya dan melihat ke arah suaminya.


"Ayo Mandi, Aku gendong". Ucap Cris lalu menggendong istrinya membawanya ke kamar madi.


"Mas jangan lagi ya, Davina capek". Ucap Davina polos.


Cris hanya tertawa lalu masuk ke kamar mandi, lalu mengunci pintu kamar mandi.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘

__ADS_1


Maaf kalau ada salah tulis.


__ADS_2