
Cris melihat ponselnya dan menacari lokasi Davina saat ini. Cris pernah memasang GPS di kalung dan cincin Davina untuk jaga - jaga.
"Jalan Mawar, rumah nenek". Gumam Cris mengerutkan keningnya.
Cris berdiri dan langsung berlari tergesa - gesa turun kebawah sambil memasukkan Ponselnya kedalam saku celananya.
"Tolong Kalian di rumah saja, aku sudah menemukan Istriku, tolong tetap disini". Ucap Cris tergesa - gesa lalu berlari masuk ke dalam Mobilnya.
Cris melajukan mobilnya dengan sangat kencang, di sepanjang jalan Cris menyadari kecerobohannyanya.
"harusnya aku sudah melupakan mu sinta, kebodohanku hampir membuat ku melakukan kesalahan yang bisa menyakiti istri ku". Ucap Cris memukul setirnya.
Akhirnya tiba setelah menempuh perjalanan menuju rumah Nenek, Cris membuka pagar rumah Nenek Davina, dan memakirkan mobilnya di halaman rumah tersebut Lalu mengunci kembali pagar rumah.
Cris masuk kembali ke dalam mobil, mencari kunci cadangan rumah nenek, Ya Cris sekali seminggu menyuruh anak buahnya membersihkan rumah ini. Karna ini harta satu - satunya yang di tinggalkan nenek untuk Davina.
Cris membuka pintu rumah Nenek dengan kunci dintangannya, lalu masuk dalam rumah, kemudian mengunci pintu kembali dari dalam. Cris naik perlahan bejalan menaiki anak tangga menuju kamar Davina.
Sayup - sayup terdengar isak tangis Davina.
Sebenarnya Davina sudah tau Sinta adalah mantan pacar Suaminya, tdak sengaja menemukan photo Sinta di sebuah buku saat Davina mencari buku di perpustakaan mini Cris di dalam ruang kerja.
Awalnya Davina hanya merasa itu cuma masa lalu suaminya, tapi tidak sengaja melihat Cris dan Sinta hari ini makan di sebuah restoran dengan sangat bahagianya.
__ADS_1
Cris membuka pintu kamar Davina, Cris melihat Davina sesenggukan duduk di lanti.
"Sayang". Ucap Cris.
Ini pertamanya Cris memanggil Davina dengan Sayang.
Davina terus sesunggukan.
Hiks hiks hiks hiks
Cris menghampiri Davina dan langsung memeluknya. Mata Davina terlihat sangat bengkak dan badannya sedikit demam karna kelamaan duduk di lantai.
"Hei, Ssssssttttt". ucap cris memeluk Davina
"Lepasin". Ucap Vina dengan suara khas baru nangis
"hiks hiks hiks lepasin Vina". ucap Vina teriak lemas.
Cris terus memeluk Istrinya, Dia sadar seharusnya tidak mengikuti kemauan mantan kekasihnya.
"hiks hiks hiks, Vina tau hubungan kita sampai enam bulan doang, nggak seharusnya Vina seperti ini". Ucap Vina terisak - isak.
"Jangan pernah bilang aku akan menceraikanmu, karna itu tidak akan pernah terjadi". Ucap Cris tegas.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks". Isak Davina.
"Kau adalah istriku, tidak akan pernah ada pernikahan ke dua di hidupku, Yang kamu lihat tadi itu hanya makan siang biasa, Jujur dia mantan kekasih ku, tidak lebih, karna aku sudah memiliki mu, tidak seharusnya aku tadi mengiyakan ajakannya, Maafkan aku". Cris menjelaskan agar Istrinya tenang.
Cukup lama Cris memeluk Davina sampai tenang, Akhirnya Davina tenang juga.
"Sekarang kita pulang,". Bisik Cris di kuping istrinya.
Davina hanya diam, Lalu Cris menggendong Davina ke mobil, lalu mengunci semua rumah dan pagar rumah nenek, Cris tidak membawa istrinya pulang ke rumah melainkan ke sebuah hotel milik keluarga wijaya yang tidak jauh dari rumah mereka.
Cris memarkirkan mobil di parkiran khusus mobilnya.
Cris membuka sabuk pengamannya dan melihat istrinya sudah tertidur pulas.
Cris membuka sabuk pengaman istrinya pelan dan menggendongnya keluar dari mobil.
Beberapa pegawai hotel ikut membantu Bosnya tersebut membuka pintu mobil dan menutupnya kembali.
Cris masuk ke dalam hotel, lalu masuk dalam lift pribadinya menuju kamarnya, Karna di hotel ini satu lantai khusus di buatkan ruangan pribadi untuknya seperti rumah kedua baginya.
Setelah tiba di lantai sembilan, seorang pegawai membukakan pintu khamarnya.
Cris masuk ke dalam khamar dan membaringkan Istrinya di atas kasur.
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Maaf kalau ada salah tulis.