
Kesokan paginya Davina bangun duluan, langsung cuci muka, sikat gigi dan langsung membuatkan sarapan untuk Suaminya.
Sementara Cris bangun, dilihatnya istrinya sudah tidak ada di sampingnya, Cris langsung beranjak mandi siap - siap ke kantor.
Setelah selesai membuat sarapan, Davina langsung naik ke kamar buru - buru mandi, karna hari ini Davina ada mata kuliah jam 08:00 WIB.
Davina masuk ke kamar bersamaan dengan Cris keluar dari kamar mandi. Davina meraih handuk dan bajunya langsung buru - buru mandi.
Cris dan Davina langsung berangkat setelah sarapan, Cris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Nanti Aku jemput". Ucap Cris.
"Jangan Mas, nanti Vina bisa di jemput supir". Jawab Davina takut mengganggu pekerjaan suaminya.
"Tidak ada penolakan". Ucap Cris tegas.
Davina pun mengalah dan menggangguk setuju di jemput Suaminya, Karna melawanpun percuma, karna dia tau suaminya tidak bisa di bantah.
Mereka akhirnya tiba di kampus Davina, Davina mencium tangan Suaminya, Cris mencium kening Davina dan mencium bibir mungil istrinya sekilas, membuat Davina malu.
"Kuliah yang benar". Ucap Cris.
__ADS_1
Davina hanya mengangguk, dan turun dari mobil. Davina melambaikan tangannya dan berlalu, Sementara Cris membalasnya dengan senyum sambil memandangi Istrinya sampai menghilang di gerbang kampus.
Cris menyalakan mobilnya, tiba - tiba sebuah mobil berhenti di depan mobilnya, Cris memperhatikan seorang pria yang tidak jauh beda tingginya dengan pria tersebut.
Muka Cris tiba - tiba merah menahan amarah, sebelah tangannya di kepal menahan emosi.
"Sial". Teriak Cris memukul setirnya.
Pria itu Adalah Revaldo, dulu merupakan teman kuliah Cris dan sahabat baiknya juga Namun kenyataan pahit membuat hubungan persabatan mereke renggang. Aldo diam - diam menyukai kekasih Cris yang bernama Sinta. Dan tanpa sepengatuan Cris diam - diam Selingku dengan Sinta di, hingga suatu hari tanpa sengaja Ketahuan oleh Cris. Itulah yang membuat Cris sampai detik ini benci terhadap Aldo, dan cukup kecewa terhadap Sinta. Sinta dan Cris sudah saling kenal dari sejak Sekolah Dasar, itulah mengapa Cris tidak membenci Sinta.
Cris tiba di kantor dengan mukanya yang dingin, beberapa karyawan yang melihat Cris datang ketakutan dan menundukkan kepala. Mereka tau bahwa suasana Hati Bos mereka sedang tidak baik.
Cris langsung masuk ke dalam lift khususnya, dan menekan angka 33 ruangannya. Cris langsung masuk kedalam ruangannya, duduk di sofa. Cris bersandar dan memejamkan matanya sejenak, mengingat semua kejadian beberapa tahun silam antara Aldo dan Sinta.
"Rrrrraaaaaaaaaa, Sialan". Teriak Cris.
Toni Berhamburan ke luar ruangannya, Toni melihat Sekretaris Cris sudah berdiri bingung apa yang terjadi di ruangan Bosnya tersebut.
Mereka berdua bersamaan menuju ruangan Cris.
"Apa yang terjadi Pak". Tanya Toni.
__ADS_1
Cris hanya diam, tangannya berlumuran darah karna tergores pecahan kaca, darahnya mengalir begitu.
"Tolong panggilan Ob, berskan ini semua". Ucap Toni kepada sekretaris Bosnya tersebut.
Toni berlari meraih tisu di meja kerja Cris, dan menghentikan Luka di tangan Bosnya tersebut, Kemudian mengambil alat P3K untuk mengobati luka Cris.
Toni sudah lama tidak melihat Bosnya semarah ini, terakhir sebelum menikah dengan Istrinya beberapa bulan yang lalu. Itu pun gara - gara mau di nikahkan dengan Davina, Meskipun akhirnya Rumah tangga mereka baik - baik saja.
Sementara di Kampus.
"Davina". Teriak Dosen Aldo
"Hadir Pak". Jawab Davina.
"Suci". Panggilnya Dosen Aldo kembali Hingga Mahasiswa terakhir.
Setelah mengisi Absen kehadiran mahasiswanya, Aldo lamgsung keluar dan sekilas melihat Davina yang merapikan tas dan buku kuliahnya.
"Cantik". Gumam Aldo dalam hati.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1
Maaf kalau ada salah tulis