Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
-


__ADS_3

Sudah sebulan lebih Aldo bekerja sebagai Dosen dimana Davina kuliah, akhir - akhir ini Aldo sering memberikan tugas untuk Davina, mulai dari mengumpulkan tugas kuliah teman - teman sekelasnya, dan kadang mengajak Davina sekedar makan siang di Kantin atau makan siang di luar.


Davina sering menolak, kedua sahabatnya Suci dan Tina tau akan hal itu, mereka tau Davina sering menolak permintaan Dosen tersebut.


Siang ini, Aldo tidak masuk karna ada urusan mendadak, Aldo sedang duduk di sebuah restoran mewah, Aldo memesan Jus kesukaannya, Aldo meraih ponselnya dan menghubungi Davina.


"Selamat Siang Pak". Ucap Davina.


"Siang Davina, Apa Semua tugas sudah di kumpulkan". Tanya Aldo.


"Sudah Pak, ini saya mau nganterin ke ruangan Bapak". Jawab Vina.


"Jangan ke ruangan saya, ruangan saya di kunci, kebetulan saya ada di Restoran A, kamu antarin kesini saja ya". Ucap Aldo.


"Baik Pak". Ucap Vina merasa tidak enak menolak.


Davina memesan Taxi online menuju restoran tersebut, tidak butuh waktu lama menuju tujuannya akhirnya tiba.


Davina masuk kedalam restoran tersebut, karna pengunjung sangat rame Davina kebingungan mencari Dosennya tersebut.


Aldo melihat Davina yang sedang bingung menacarinya, Aldo melambaikan tangannya ke arah Davina, dan Davina melihat ke arah Aldo.

__ADS_1


Davina menuju meja Dosennya tersebut dan menyerahkan tugas teman - temannya tersebut.


"Selamat Siang Pak, semua tugas anak - anak sudah". Ucap Davina sopan menyerahkan tumpukan kertas tersebut ke Dosennya.


"Ok, terimakasih sudah capek mengantarkannya kesini, silahkan duduk". Ucap Aldo meletakkan tumpukan kertas tugas mahasiswanya tersebut lalu memanggil seorang pelayan restoran dan memesan makanan untuk mereka.


"Maaf Pak, saya segera pulang karna masih ada tugas kuliah lainya". Ucap Davina pamit dan sopan.


"Makanlah dulu, sudah saya pesankan, mubajir dong kalau tidak di makan". Ucap Aldo.


Karna merasa tidak enak menolak, akhirnya Davina duduk di bangku yang berada persis di hadapan Aldo, setelah pesanannya datang merekapun mulai makan. Terlihat Davina merasa tidak nyaman, namun Aldo tidak peduli, Karna bisa makan siang berdua dengan Davina saat ini butuh perjuangan, Davina pasti selalu pasti menolaknya.


Cris terus melihat Istrinya menghampiri seseorang di restoran tersebut. Cris mengepalkan sebelah tangannya menahan Amarah. Rekan bisnisnya yang melihat perubahan raut wajahnya sedikit bingung.


"Sial". Ucap Cris dalam hati.


"Maaf Pak" bisik Toni di telinga Cris agar fokus, karna tiba - tiba Toni melihat wajah Bosnya beruba dingin dan tidak fokus.


Cris tersadar dan melanjutkan obrolannya dengan beberapa rekan bisninya.


Hingga sore harinya setelah selesai Cris langsung buru - buru pulang, Toni bingung melihat perubahan Bosnya tersebut.

__ADS_1


Cris tiba di rumah lalu masuk ke kamar, disana sudah ada Istrinya duduk di sofa melanjutkan tugas - tugas kuliahnya.


Davina melihat suaminya datang dan langsung menghampirinya, dan memeluk Cris dengan manja.


"Mas sudah pulang" Tanya Davina manja.


Cris hanya mengangguk dan melonggarkan Dasinya.


"Aku mandi dulu". Ucap Cris datar.


Davina pun mengangguk dan mempersiapkan kaos dan sebuah celana pendek untuk suaminya dan kembali melanjutkan tugas - tugas kuliahnya.


Cris keluar dari kamar mandi kemudian memakai kaos dan celana pendek yang sudah disiapkan Istrinya. Sekilas Cris melihat wajah Davina sangat pucat dan terlihat sangat tidak sehat.


"Kamu sudah makan". Tanya Cris lalu menyimpan handuknya.


"Sudah mas". Ucap Vina lembut dan kembali fokus dengan tugas kuliahnya.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Maaf kalau ada salah tulis.

__ADS_1


__ADS_2