
Cris duduk di sebelah istrinya diam - diam mengirim pesan ke Toni asistennya.
š© Cris : Tolong selidiki Pria yang bernama Aldo.
šØ Toni : Siap Pak.
Setelah mengirimkan pesan ke Asistennya, Cris meletakkan Ponselnya di meja dan memperhatikan Istrinya.
"Jangan sampai larut malam belajarnya, istirahat nanti kamu sakit". Ucap Cris.
"Nggak kok mas, ini sedikit lagi kok". Ucap Davina fokus mengerjakan tugas kuliahnya.
Cris terus memperhatikan Istrinya, sebenarnya Dia sedikit marah karna kejadian tadi siang yang melihat Istrinya dan Aldo makan siang berdua di restoran, namun di urungkannya karna Cris sudah berjanji dalam hatinya tidak akan pernah membentak Davina dan akan selalu menyayanginya.
"Tadi selesai kuliah kemana, aku menghubungi Bi Sum kamu belum pulang". Tanya Cris.
"Tadi Vina nganterin dulu tugas teman - teman satu kelas Mas, ". Jawab Vina.
"Kemana" Tanya Cris dengan muka serius.
"Ke Restoran A mas, tadinya Dosen Vina nggak masuk, terus kita satu kekas di kasih tugas dan Vina yang di suruh ngumpulin semua tuga, Terus Vina di suruh nganterin ke Restoran A". Ucap Vina menjelaskan dan melanjutkan tugas kuliahnya kembali.
"Terus". Tanya Cris lagi.
"Maksudnya Mas". Tanya Vina mengerutkan keningnya bingung.
"Terus ngapain lagi". Tanya Cris.
"Vina di ajak makan siang". Jawab Vina.
__ADS_1
"Terus Kamu mau". Tanya Cris sedikit kesal.
"Awalnya Vina nolak Mas, tapi Dosen Vina udah keburu pesan makan, Vina nggak enak nolak". Jawab Vina jujur.
"Oh". Ucak Cris datar.
"Kenapa Mas, kok tanya nanya Vina gitu". Tanya Vina balik.
"Nggak apa - apa". Jawab Cris.
"Mas Cemburu". Tanya Vina polos.
"Nggak, siapa yang cemburu?, buruan selesaikan tugas kuliahmu sudah larut". Ucap Cris melihat Jam di ponselnya lalu berlalu ke kamar mandi mengganti baju tidurnya dan duluan naik ke atas kasur merebahkan tubuhnya hingga akhirnya ketiduran.
Davina masih terus sibuk dengan tugas - tugas kuliahnya, Davina sangat senang belajar, itulah sebabnya dia bisa mendapatkan beasiswa dan selalu meraih IPK kumulaut tertinggi di kampusnya.
Cris tiba - tiba bangun dari tidurnya, melihat ke sebelahnya tidak menemukan istrinya di sana. Cris lalu berbalik dan melihat Davina ketiduran di Sofa, Cris bangun dan berjalan pelan ke arah Istrinya.
"Selalu begini". Ucap Cris dalam hati dan tersenyum lembut menahan kantuknya.
Cris meraih Buku dan stabilo dari tangan Istrinya dan meletakannya pelan di atas meja. Karna terlalu lelah belajar Davina tidak merasakan apa - apa hingga Cris menggendongnya ke atas Kasur milik mereka, Cris menutup tubuh Davina dengan selimut dan mencium keningnya, kemudian kembali tidur di sebelah Istrinya.
Keesokan paginya, Cris duluan bangun dan langsung mandi, kemudian memakai pakaian kantornya.
Cris mencium kening Istrinya dan membangukannya.
"Sayang, Bangun". Ucap Cris mengelus pipi Davina.
Davina masih nyenyak dan tidak merasakan apa- apa.
__ADS_1
Cris duduk di tepi ranjang di samping istrinya, memperhatikan wajah Istrinya.
"Wajahmu pucat Sekali". Ucap Cris sedikit Kuatir, sudah 3 hari ini Cris memperhatikan wajah Davina terlihat Pucat.
"Vina, Davina". Ucap Cris sedikit menggoyangkan tubuh Istrinya.
Davina bergerak dan perlahan membuka matanya.
"Mas sudah bangun". Tanya Vina lemas, kepalanya sedikit pusing, wajahnya terlihat sangat pucat, namun di tahannya agar suamianya tidak kuwatir.
"Kamu sakit". Tanya Cris kwatir.
"Nggak kok Mas, Vina baik - baik aja". Jawab Vina tersenyum lembut.
"Tapi wajahmu pucat". Ucap Cris.
"Semalam Vina ketiduran di Sofa ya, Maaf". Ucap Vina mengalihkan suaminya.
"Hari ini jangan kuliah dulu, kita ke Dokter". Ucap Cris lalu bangkit berdiri.
Davina tiba - tiba menarik tangan suaminya pelan.
"Vina nggak apa - apa Mas, Vina mungkin kurang tidur makanya seperti ini, akhir - akhir ini tugas kuliah Vina banyak banget". Ucap Vina meyakinkan Suaminya.
Cris kembali duduk di tepi ranjang sebelah Istrinya.
š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„š„
Maaf kalau ada salah tulus
__ADS_1