Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Rumah Sakit


__ADS_3

Suasana Kampus hari ini seperti biasa, Davina, Suci dan Cristina sehabis mata kuliah mereka langsung ke kantin. itu sudah jadi kebiasaan mereka bertiga, semenjak Davina tidak bisa makan telat, Suci dan Tina juga demikian mengikuti kebiasaan Davina makan dengan teratur. Suasana Kantin lumayan rame, Tiba - tiba beberapa mahasiswa ngos-ngosan kayak habis maraton, salah satu Mahasiswa bertanya kenapa mereka.


Mahasiswa : Habis ngapain keringatan gitu. Dah kyk habis lomba lari aja.


Kami habis ngantar Pak Dekan ke Mobil, Beliau tiba-tiba ngeluh sakit sambil megang dadanya, Kebetulan kita lagi lewat depan ruangan Beliau, asisten beliau minta tolong. Jadi kita gotong bareng-bareng ke Mobil, Menurut waktu seharusnya sudah tiba di Rumah sakit. Cristina yang mendengarpun wajahnya berubah pucat dan panik.


Tina : Papa Ku kena serangan jantung.


Davina dan suci ikut panik.


Davina : Gimana ini? (panik)


Suci : Vin.. aku minjam kunci motor mu ya. Gpp kan!


Davina: iya Gpp.


Suci : Ayo Tin, aku antar kamu ke RS, klo pake mobil macet. Buruan....


Suci langsung meraih tas kuliah dan Hpnya, Sementara Tina msh bengong, bingung harus ngapain. Davina meraih tas kuliah Tina dan menyerahkan nya ke Suci, buru-buru suci menarik tangan Tina yang masih bengong dan syokkcc. Davina menyusul nengikuti mereka menuju parkiran motor. Setibanya di parkiran motor Kampus, suci mengeluarkan motor Davina dengan di bantu security


Suci : Ayo Tina, buruan naik.


Davina membantu Tina naik kemotor, karna Syock Tina bingung harus bagaimana. Setelah Tina naik, Suci langsung melajukan motornya dengan kencang bgt menuju Rumah sakit. Dipikirannya hanya ada satu, Bagaimana caranya cepat tiba di Rumah Sakit.


Setibanya di Parkiran Rumah sakit, Tina langsung ke Bagian informasi menanyakan ruangan Ayahnya. Setelah mendapatkan ruangan Ayahnya, Tina langsung bergegas ke Ruangan tersebut. Sementara Suci memarkirkan Motornya di parkiran Khusus Motor Ruma Sakit dan segera menyusul ke Dalam ruangan Ayah sahabatnya tersebut, Sebelumnya Tina suda memberitahukan ruangannya melalu WA.


Masih Di kampus,


Davina kembali ke kelas karna masih ada mata kuliah satu lagi. Setelah 2 jam berlalu, akhirnya Davina Keluar dari kelas. Dengan buru-buru Davina keluar gerbang Kampus dan memesan Ojek Online menuju Mini market tempatnya Bekerja. Jam menunjukan Pukul 19.30. Davina siap-siap menuju restoran untuk belanja bahan-bahan yang di butuhkan restoran ke Pasar, Sebelum ke Restoran Davina Menelp Tina.


Tina : Halo Vin


Davina : Bagaimana kondisi Papa mu, Semua baik -baik saja kan.


Tina : Ayah ku masih belum sadarkan diri Vin, Doain yang terbaik untuk Ayah ku. ( sambil sesenggukan nenangis)


Davina: Aku pastikan Ayahmu pasti sembuh. Kita berdoa sama - sama buat kesembuhan Ayahmu ya. Tetep semangat ya. Aku dan Suci selalu ada buat mu. Maaf aku belum bisa Jenguk Papamu di RS. Aku masih harus kerja. Sampaikan salamku Buat Ibu dan Bapak ya.

__ADS_1


Tina : Makasih Vin.


Setelah Davina menelep Tiba- tiba dia melihat jam tangannya. Ya Ampun udah jam segini gumam Davina dalam hati. Buru-buru Ia memesan Ojek Online menuju restoran.


Ke esokan Harinya, di Rumah sakit. Keluarga Wijaya berkumpul di ruangan VVIP Rumah sakit tersebut, Kacuali Cristian yang masih sibuk. Nenek Mirna dan Cristina sudah tiba dari kemarin. Ruangan tersebut seperti Apartemen dengab 2 kamar lengkap dengan ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Sementara Bapak Wijaya masih tidak sadakan diri sejak kemaren dibawa ke rumah sakit. Yanti Wijaya masih setia mendapingi Suaminya. Tina sedang tertidur di Sofa ruangan tersebut, semalam dia berjaga menunggu Papanya Sadarkan diri. Ibunya menyuruh Tina istirahat di kamar, tapi Tina tidak mau, Ia ingin tetep menjaga Ayahnya dan akhirnya tertidur di Sofa.


Sementara Cristian baru tiba di RS, Cristian baru saja tiba dari perjalanan bisnisnya. Setelah dia dapat khabar bahwa Papanya masuk RS buru-buru Cristian membereskan urusannya. Setibanya di RS cristian menuju ruangan Papanya. Cristian membuka pintu pelan-pelan agar tidak mengganggu Tina dan Neneknya yang sedang tertidur.


Cristian : Mah, bagaimana keadaan Papa? Sambil melihat Papanya tergeletak lemah di ranjang RS.


Mamah : Belum ada perubahan,masih seperti kemaren. Yanti Wijaya memberitahu sambil menangis memeluk Cristian. Cristian meneluk Mamahnya berusaha menenangkan Mamahnya.


Cristian : Mamah istirahat ya, Cris udah ada disini. Biar Cris yang jaga Papa.


Yanti Wijaya Menggeleng sambil berurai air mata melihat keadaan suaminya.


Cristian : Klo mamah nggak Istirahat, nanti mama sakit, siapa yang ngurus Papa nanti. Nenek juga ada disini, Tina juga. Mamah istirahat ya. (Sambil memegang keua bahu mamahnya).


Akhirnya Yanti wijaya istirahat, tertidur di sofa di samping Tina, Yanti tidak mau jauh-jauh dari suaminya. Cristian yang melihatnya pun hanya menarik nafasnya perlahan. Cristian terlihat sangat lelah, Tapi dia berusaha kuat demi Orang tua dan adiknya. Cristian terus menatap wajah ayahnya dengan lekat. Ada sedikit kesedihan terlihat di sana, Cristian menggenggam tangan ayahnya perlahan.


Criss menahan air matanya agar tidak jatuh.


Tiba-tiba tangan Cristofer Wijaya merespon menggerakkan jarinya. Buru-buru Criss menanggil Dokter. Dokter pun segera memeriksa keadaan Bapak Wijaya.


Criss : Bagaimana keadaan Papa saya Dok


Dokter : Untuk saat ini cukup stabil. biarkan istirahat dulu. Boleh Ikut saya keruangan.


Criss : Baiklah Dok.


Dokterpun keluar dari ruangan Wijaya, Crisstian mengikuti Dokter tersebut dari belakang. Setibanya di ruangan Dokter Sunandar.


Dokter : Anda anak dari Bapak Wijaya?


Criss : Ia Dok, Betul.


Dokter : Begini Pak, keadaan Bapak wijaya untuk saat ini masih Baik. Tapi saya sarankan Bapak Wijaya untuk melakukan pemasangan ring di jantungnya. Pemasangan ring jantung biasanya dilakukan pada penderita penyakit jantung koroner atau orang yang mengalami penyumbatan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Umumnya penumpukan plak di pembuluh darah disebabkan oleh kolesterol atau zat-zat lain di yang menempel di dinding pembuluh darah. Dalam melakukan pemasangan ring jantung, awalnya dokter akan melakukan pemasangan kateter pada jantung. Kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah dari pangkal paha atau lengan. Setelah kateter masuk, sebuah kabel penuntun kemudian dimasukkan untuk menuntun balon dan ring ke daerah yang bermasalah. Balon dalam keadaan kempis diletakkan di bagian luar kabel penuntun dan di lapisan terluar akan diletakkan ring atau stent. Setelah berada di dalam, balon dikembangkan, sehingga ring juga ikut mengembang. Dengan demikian, rongga arteri yang sebelumnya tersumbat akibat penumpukan plak menjadi lebih lebar. Setelah ring terpasang, balon dikempiskan lagi dan dikeluarkan. Pada umumnya, proses pemasangan ring jantung hanya memakan waktu 1-3 jam. Namun, selama proses persiapan dan pemulihan, pasien perlu menjalani rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit.

__ADS_1


Criss dengan serius mendengarkan penjelasan Dokter tersebut. Setelah paham apa yang di maksud dokter tersebut. Criss kuar dari ruangan dokter tadi menuju ruangan Ayahnya, Criss membuka pintu kamar ayahnya.


Ceklekkk


Semua mata tertuju pada Criss, Dia melihat Papanya sudah sadar, Nenek yang yang baru selesai rapi - rapi langsung memeluk Criss penuh sayang.


Nenek Mirna : Kamu anak nakal kemana aja. Nenek Kangen.


Criss : Nenek Kok makin cantik ceh? tanya criss dengan mata menggoda. Criss seakan sudah tau pertanyaan berikutnya. Criss sengaja mengalihkan neneknya.


Nenek Cris : Nggak usah ngalihin Nenek, Kapan kamu nikah, ingat umur kamu. Ayahmu juga sedang sakit. mumpung nenek masih ada, cepatlah menikah, kita tidak tau hari Esok. Nenek Mirna membawa criss duduk di sofa. Semua mata melihat mereka berdua.


Criss : Ia nek, criss akan bawa calon istri Criss nanti. Nunggu Papa sehat dulu ya. ucap Criss meyakinkan neneknya.


Wijaya yang mendengarkan Pembicaraan Cris dengan Ibu yang sudah melahirkanya, Tiba-tiba Wijaya memanggil Cris. Criss pun menghampirinya dan mendekat ke Papanya. Wijaya memegang tangan Criss.


Wijaya : Criss menikahlah dengan Anak teman Papa.


Criss : Papa sembuh dulu ya, baru kita nanti bicarakan masalah ini nanti.


Wijaya : Nenek mu sudah Tua, Papa juga sudah sakit. Kita tidak tau hari esok. Papa harap kamu mau menerima Anak dari teman Papa.


Criss : Tapi Pa...


Wijaya : Papa udah nggak kuat Nak, Menikahlah, usiamu sudah cukup untuk menikah. Ini permintaan Papa sebelum Papa menutup Mata.


Yanti wijaya dan anak perempuannya menangis sesenggukan mendengar kalimat terakhir Cristofer Wijaya. Crisstian yang melihat suasana ini pun tidak sanggup mendengar tangisan mereka. Criss memandang wajah Papanya yang terlihat pucat dan Memikirkan semua perkataan ayahnya.


Criss : Baiklah, aku akan menikah dengan anak Teman Papa. Tapi ada syaratnya.


Wijaya : Apa itu Nak?


Criss : Papa harus mau pasang Ring di jantung Papa.


Mendengar Syarat Criss, Papanya pun tersenyum bahagia, Wijaya menyetujui untuk pasang Ring. Nenek pun sampai menangis mendengar cucu kesayangannya akhirnya akan menikah. Yanti wijaya pun tersenyum Melihat Suaminya tersenyum Bahagia. Ada semangat untuk suaminya sembuh.


Maafkan saya klo ada penulisan kalimat yang Salah 😊😊

__ADS_1


__ADS_2