
Cup
Cris mencium Davina lembut, Davina kaget diam mematung, Cris tersenyum melihat Davina mematung dan melanjutkan Ciumannya. Cris paham, karna dirinya laki - laki pertama yang mencium davina, Ia belum pernah pacaran sama sekali karna sibuk Kuliah dan bekerja.
Cris masih terus mencium Istrinya, memperdalam setiap ciumannya, Davina lama kelamaan membalas ciuman Suaminya, Davina mengalungkan tangannya di leher suaminya. Sampai akhirnya Cris melepaskan ciumannya, Davina ngos-ngosan lalu menghirup udara sebanyak-banyaknya. Cris tersenyum lalu memeluk Davina Erat dan mencium keningnya.
Meskipun Cris tidak mengungkapkan perasaanya, tapi Cris ingin menjadi suami yang Baik untuk Davina dan membahagiakan Davina. Dia akan melakukan yang terbaik untuk Davina termasuk melindungi Davina.
"Kamu istirahat" Ucap Cris.
Davina mengangguk lalu naik ke atas kasurnya, Kasur Davina hanya muat untuk 2 orang saja. Davina menarik selimutnya, Cris ikut berbaring di sampingnya lalu membawa Davina ke dalam pelukannya. Tidak butuh waktu lama Davina sudah tertidur, Cris perlahan-lahan turun dari tempat tidur lalu Membuka lemari Istrinya, mencari handuk lalu pergi ke kamar mandi, Dia ingin mendinginkan badannya menidurkan si otong yang dari tadi meronta - ronta didalam.
Setelah selesai dengan urusannya, Cris keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa kecil milik Istrinya, meraih Handphonenya dan memeriksa setiap Email yang masuk.
Hari sudah sore, Davina masih tidur, Cris dari tadi mengobrol dengan Bi murti dan Nenek di bawah. Karna sudah sore Cris pamit ke kamar membangunkan Istrinya, Cris membuka Pintu kamar dengan pelan. Di lihatnya istrinya masih tidur, Lalu membangunkanya.
"Vin..., Bangun". Ucap cris berbisik ditelinga Davina lalu menggoyangkan badan vina pelan.
Vina pun bangun karna merasa ada yang membangunkannya.
"Hm.. Mas" Ucap Vina, suaranya serak baru bangun.
__ADS_1
"Bangun, Kita pulang". Ucap Cris.
Vina mengangguk, lalu bangun dan cuci muka. Cris mengambil Handphoenya yang sedang di Cas di atas meja dan turun duluan ke bawah. Vina keluar dari kamar mandi, mengambil tas dan handphonya dan menyusul suaminya ke Bawa.
Mereka Pamit dan bersalaman dengan Nenek dan Bi Murti, Cris duluan masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin Mobil, tidak butuh menunggu lama , Vina pun masuk, Cris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah Mobil Cris hilang Nenek dan Bi Murti masuk kedalam rumah.
Jalanan sudah mulai macet, karna jam pulang kerja, Di dalam mobil Cris dan Davina tidak banyak bicara.
"Mas" Ucap Davina.
"Hmmm" Ucap Cris bergumam fokus nyetir.
"Nggak boleh" Ucap Cris tegas tanpa melihat ke arah istrinya.
Lalu Vina diam melihat ke luar jendela. Sementra cris fokus menyetir mobilnya. Sampai akhirnya mereka sampai di rumah.
Bi Sum membuka gerbang rumah, mobil Cris masuk lalu Bi sum kembali menutup gerbang. Vina turun duluan dari mobil dan langsung masuk nenuju Kamarnya.
Cris melihat vina berlalu masuk lalu menggelengkan kepalanya.
Vina langsung mandi, mebawa handuk dan bajunya kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Cris masuk ke dalam kamar dan duduk bersandar sejenak di sofa lalu memejamkan matanya, jalanan yang macet membuatnya lelah.
Vina keluar dari kamar mandi, lalu ke meja rias merapikan rambutnya yang panjang. Cris memperhatikannya sesat lalu pergi mandi.
Davina langsung mengambil tas kuliahnya, nengerjakan tugas kuliahnya. Cris keluar dari kamar mandi menggunakan handuk, Davina pura -pura tidak melihat. Cris merasa dirinya di cueki Davina, Cris pergi ke ruangan pakaian dan memakai bajunya. Cris kembali ke Kamar dan duduk di sebelah davina yang sedang merapikan buku-bukunya ke dalam tas kuliahnya.
Cris meraih Handphone nya, lalu memeriksa email yang masuk. Davina naik ke atas tempat tidur, menarik selimut. Cris melihatnya dan naik memeluk Davina dari belakang.
"Besok perginya sama mas". Ucap Davina.
Davina berbalik lalu melihat Ke arah Cris. Cris memeluk Davina.
" Pasti besok pria itu disana, Mas nggak mau kamu pergi sendiri, mas nggak mau kamu dekat- dekat Pria itu" Ucap Cris Tegas. Kemudian Cris mencium kening Davina lalu mereka tidur.
Davina pun mengangguk dan mengerti, Ia tau Suaminya cemburu, Tapi tidak mau mengakuinya.
š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·š·
Minta saran dan Kritiknya.
Maaf kalau ada penulisan yang salah.
__ADS_1