Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
CORONA 1


__ADS_3

Cris keluar dari kamar mandi menggunakan handuk putihnya, rambutnya masih basah jatuh mengalir ke sela - sela otot perutnya yang menambah kesan seksinya. Cris memakai stelan jasnya, Pagi ini Cris akan mengadakan rapat dengan Kliennya di sebuah restoran berbintang yang lumayan dekat dengan perusahaanya.


Sementara Davina mash tidur terlelap, badannya di tutupi selimut putih tebal. Cris menghampirinya dan duduk di tepi ranjang.


"Davina, Bangun". Ucap Cris.


Namun Davina masih pules dan tidak bergerak sama sekali.


"Hei.. Bangun, Aku mau jalan". Ucap Cris lembut lalu mencium keningnya.


Davina mulai menggerakkan badannya, lalu meregangkan otot - ototnya. Badannya remuk semua akibat perbuatan suaminya semalam. Cris menghabisinya sampe 5 ronde, Kalau Davina tidak menghentikannya mungkin Davina hari ini tidak akan bisa jalan seperti waktu kemaren.


"Kenapa Mas" Ucap Davina dengan suara seraknya baru bangun tidur.


"Aku berangkat dulu". Ucap Cris lembut.


Davina mengangguk. Davina langsung duduk memegangi selimut menutupi Dadanya.


"Hari ini tetap dirumah, nggak boleh kemana-mana". Ucap Cris tegas.


Davina menarik nafasnya kasar.


"Jangan lupa sarapan" Ucap Cris.


Lalu cris keluar dari kamarnya.


Setelah kepergian cris bekerja, Davina berdiri perlahan lalu berjalan terseok - seok ke kamar mandinya. Meskipun Sudah sering melakukannya Davina masih suka merasa perih.


Setelah Davina mandi, Davina turun ke bawah lalu sarapan. Entah kenapa tiba - tiba perasaannya tidak Enak, Davina kepikiran Neneknya.


Setelah sarapan Davina naik ke atas, lalu mencari Ponselnya, setelah Davina menemukan ponselnya, Davina melakukan panggilan ke rumah neneknya. Namun tidak ada yang mengangkat.


Kemudian mencoba menghubungi Bi Murti namun Sama sekali tidak di angkat.


Di Restoran.


Cris baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan Kliennya, Cris dan Toni duduk saling berhadapan. Tiba - tiba ponselnya bergetar, Bi Murti menghubunginya.


"Halo Bi". Ucap Cris.


"Halo Nak, Bibi sedang di Rumah sakit, Nenek tiba - tiba sesak nafas". Ucap Bi Murti.


"RS Mana Bi" Tanya Cris dengan panik.


"RS Umum Medika" Jawa Bi Murti.


"OK, Bi saya kesana Sekarang.


Cris berdiri lalu di ikuti Toni.


"Ton kita harus ke RSU Medika sekarang, Nenek Davina tiba- tiba sesak nafas". Ucap Cris panik.


Mereka berdua langsung berlari menuju mobil, Toni mengambil alih kemudi mobil dan Cris duduk di sebelahnya.


Sepanjang perjalanan Cris mengirimkan pesan ke Istrinya.

__ADS_1


πŸ“¨Cris : Jangan ke mana - mana tetap diam di rumah.


πŸ“© Davina : Ok Mas.


Setelah Cris mengirim pesan ke Istrinya, Cris menghubungi Bi Sum ke No Pribadi Bi Sum. Ponsel cris tersambung ke Bi Sum.


"Halo Bi Sum, Tolong jaga Istriku, jangan biarkan Dia keluar rumah, Tolong siapapun yang bertamu ke rumah, untuk sementara jangan di terima dulu ya Bi". Ucap Cris panjang lebar.


"Siap Tuan" Ucap Bi Sum mengerti.


"Tolong sekalian sampaikan ke Security ya Bi". Ucap Cris.


"Siap Tuan" Ucap Bi Sum.


Cris memutuskan Sambungan telephonnya.


Bi Sum langsung ke luar menuju pos security rumah Tuannya. Memberi tahu pesan Tuannya tadi.


Sebelum tiba di Rumah Sakit, Toni dan Cris berhenti di Apotik pinggir jalan. Mereka membeli masker dan beberapa botol Hand Sanitizer dan anti septik. Lalu mereka melanjutkan berjalan menuju Rumah Sakit.


Mobil Cris akhirnya tiba di Rumah Sakit, Toni memarkirkan mobil.


Sebelum mereka turun, Cris dan Toni memakai masker dulu. Baru mereka masuk ke dalam rumah sakit.


Mereka menuju ke bagian Informsasi, menanyakan Ruangan Nenek Davina.


"Maaf Pak, pasien atas nama Nyonya Hasana dan Murti sunarsih untuk saat ini sedang di isolasi, karna di Curigai terpapar Covid 19". Ucap petugas informasi tersebut.


Bagai di sambar petir, Cris seketika lemas, Toni yang melihat keadaan Bosnya tersebut langsung menopangnya dan memapah Cris duduk di bangku yang sudah tersedia.


Cris duduk bingung dan terus berpikir, Bagaimana caranya memberitahukan Istrinya.


"Bagaimana cara kami komunikasi dengan pasien" Tanya Cris.


"Oh, untuk masalah itu Bapak bisa melakukan komunikasi dengan pasien denga panggilan Video ata panggilan suara". Ucap Petugas tersebut.


"Kondisi pasien bagaimana dok" Tanya Cris.


"Untuk saat ini datanya kami belum mendapatkannya, kara petugas belum memberikannya kepada kami". Ucap petugas tersebut.


Cris kembali menghampiri Cris lalu duduk di sebelahnya.


"Sebaiknya kita mobil" Ucap Cris.


Cris hanya mengangguk lalu berdiri, mereka berjalan menuju keparkiran.


Di dalam mobil, Cris mencoba menghubungi Nenek Dafina.


"Halo selamat siang" Ucap seseorang di sana.


"Halo, Ini siapa? apa saya bisa bicara dengan nenek Hasana". Jawab Cris.


"Saya perawat yang mengawasi dan menjaga Nyonya Hasana, sebentar saya akan memberikan ponselnya". Ucap perawat tersebut.


"Halo, ini siapa" Ucap Nenek memakai alat bantu pernapasan.

__ADS_1


"Nek ini Cris, Nenek Gimana kondisinya, apa yang sakit nek". Tanya Cris kuwatir.


"Nenek susah bernapas" Ucap Nenek sambil menarik nafasnya.


"Nek ponselnya tolong berikan ke perawat tadi". Ucap Cris.


Tidak lama seorang perawat berbicara.


"Halo, saya suster Arini, ada yang bisa saya bantu" Ucap perawat tersebut.


"Halo suster, Saya Andrew Cristian Wijaya, Kalau sesuatu terjadi dengan Pasien Atas nama Hasanah dan Murti, tolong segera hubungi saya sus, Saya keluarganya pasien". Ucap cris.


"Baik pak". Ucap perawat.


"Ini no pribadi saya, segera hubungi saya kalau terjadi sesuatu" Ucap Cris.


"Baik Pak" ucap perawat tersebut.


Cris memutuskan panggilannya, bersandar dan memejamkan matanya.


"Antar saya pulang" Ucap Cris.


Toni segera melajukan mobilnya mengantar Cris pulang.


Setibanya di Kediaman Cris.


"Ton tolong gantikan Aku hari ini" Ucap Cris.


"Baik Pak". Ucap Toni membungkukan badannya.


Setelah kepergian Toni, Cris masuk ke rumahnya. Davina duduk di Ruang keluarga terus - terusan memandangi ponselnya.


"Lagi apa" Tanya Cris.


Davina kaget, lalu berdiri.


"Jangan peluk aku sebelum aku mandi, Ucap Cris.


Davina menggangguk, Cris naik ke kamar untuk mandi, Davina mengikutinya.


Davina menyiapkan baju suaminya lalu duduk di tepi ranjang memandangi ponselnya.


Tidak lama kemudian Cris keluar dari kamar mandi, lalu memakai Kaos dan celana pendeknya. Cris duduk di tepi ranjang di sebelah istrinya.


"Mas, Kok Vina kepikiran Nenek Ya, dari tadi Vina telp nggak di angkat, Bi Murti juga". Ucap Vina kuwatir.


"Mas mau ngomong". Ucap Cris.


Davina mendekat ke suaminya, Cris memegang kedua tangan istrinya seolah - olah ingin memberi kekuatan.


"Mau ngong apa mas, buruan" Ucap Davina".


"Sebenarnya Nenek dan Bi Murti di Rumah Sakit". Ucap Cris hati - hati agar istrinya tidak kaget.


"Nggak mungkin" Ucap Davina, mukannnya tiba - tiba pucet.

__ADS_1


"Bi Murti Baik - baik saja tapi harus Di Isolasi, Nenek Juga juga, Nenek sesak nafas dan perlu penan Khusus".


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


__ADS_2