Kesungguhan Cinta

Kesungguhan Cinta
Pucat 2


__ADS_3

Aldo mulai mengajar di kelas Davina, sesekali melirik Davina.


Tujuan utama Aldo kembali ke kota ini adalah ingin menjemput Sinta Istinya, karna pertengkeran mereka membuat Sinta kabur dari rumah. Tapi semenjak Aldo menjadi Dosen sementara di kampus Davina, tujuannya berubah. Entah kenapa pertama kali bertemu dengan Davina hatinya berdegub kencang melihat wajah manis Davina.


Sementara Sinta selalu menghindari Aldo, sifat Keras kepalanya membuat Aldo semakin jenuh melihat Sikap Istrinya. Dan sudah tidak tahan dengan kelakuan Sinta yang selalu membawa - bawa nama Cris dalam rumah tangga mereka.


Sementara Aldo tidak mengetehai bahwa Davina Istri dari seorang Andrew Ctistian Wijaya. Yang merupakan sahabatnya dulu, hubungan mereka renggang disebakan oleh Sinta dan Aldo menjalin hubungan diam- diam di belakang Cris Hingga ketahuan.


Sinta dan Aldo berusaha minta maaf, namun Cris tidak menghiraukannya, hatinya cukup sakit karna di hianati Sahabat dan kekasihnya sendiri.


Semenjak itu Cris selalu bersikap dingin dan gampang Emosi pada siapapun, padahal dulunya Cris merupakan pribadi yang sangat ramah dan suka bercanda membuat orang - orang di sekitarnya selu tertawa.


Davina memasukkan buku kuliahnya kedalam tas, Suci dan Tina mengajak Davina ke kantin. Wajah Davina masih tetap pucat, dan kepalanya sedikit pusing. Namun dengan sangat baik Davina menutupinya agar kedua sahabatnya tidak kuwatir.


Setibanya di kantin, mereka memesan makanan.


"Kamu nggak makan". Tanya tina ke Davina.


"Ia neh... aku pesanin ya". Ucap Suci.


"Nggak ah, aku pengen roti tawar di olesi selai aja". Ucap Vina.


"Mana ada disini, Aneh". Ucap Suci.


"Ya sudah, aku pesan roti apa saja, yang penting roti". jawab Vina.


Suci mengangguk, Kedua sahabatnya pergi memesan bakso, jus dan roti permintaan Davina.

__ADS_1


Setela pesanan mereka datang, mereka mulai makan sambil tertawa dan bercanda.


Tiba - tiba ponsel Davina berbunyi, Davina melihat panggilan dari suaminya dan menerima panggilan tersebut


"Halo Mas". Ucap Davina.


"Kamu di mana". Tanya Cris.


"Dikantin Mas". Jawab Davina.


Cris langsung mematikan panggilannya.


"Aneh" ucap Davina dalam hati. kemudian menyimpan ponselnya ke dalam tas.


"Siapa" Tanya Tina mengunyah baksonya.


"Mas Cris, cuma nanya di mana, terus langsung dimatikan telpnya". Ucap Davina jengkel. Karna suaminya selalu begitu, suka banget mutusin panggilan sepihak.


Sementara Davina dan kedua sahabatnya masih makan, Davina hanya memakan roti dan sebotol air mineral.


Beberapa mahasiswa histeris melihat kedatangan Cris yang tiba - tiba datang ke kantin kampus mereka, Davina dan kedua sahabatnya tidak menyadari kedatangan Cris.


"Kaka". Ucap Tina yg melihat duluan kakanya datang.


Davina dan Suci melihat ke arah Cris.


"Mas" Ucap Davina.

__ADS_1


"Kak Cris". Ucap Suci.


Tanpa aba - aba Cris duduk di sebelah Davina.


"Kamu makan roti lagi". Tanya Cris mengerutkan keningnya ke arah Davina.


Davina mengganggukan kepalanya.


Cris hanya diam dengan muka datarnya.


"Kalau sudah, pulang". Ucap Cris lalu berdiri.


Davina hanya kaget melihat suaminya yang tiba - tiba berdiri dan buru - buru mengunyah rotinya.


" Aku tunggu di mobil". Ucap Cris datar dan langsung pergi ke parkiran mobilnya.


"Aku duluan ya". Ucap Vina setelah menghabiskan rotinya.


Davina lansung berdiri, tiba - tiba kepalanya pusing dan memegangi bangku agar tidak jatuh.


"Kamu nggak apa- apa kan". Tanya Tina langsung menghampiri Davina, begitu juga suci. Mereka panik melihat tiba - tiba Davina hampir jatuh.


"Aku nggak apa - apa kok". Jawab Davina berusaha menutupi rasa pusingnya dari kefua sahabatnya.


"Aku antar sampai mobil kakak". Ucap Tina.


"Aku tidak apa- apa". Jawab Vina tersenyum meyakinkan kedua sahabatnya.

__ADS_1


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Maaf kalau ada salah tulis


__ADS_2