Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku

Ketika Cintaku Korban Sahabat Baikku
BAB 1


__ADS_3

Senja mulai menampakkan diri, terlihat cela-cela sinar matahari menembus awan, memantulkan sinar cahaya sore dikaca Kantor. Kantor yang sangat sederhana, tempat Ika bekerja, sudah cukup lama Ika bekerja dikantor tersebut. Jam sudah menunjukkan pukul 16:00 sudah waktunya jam kerja pulang, Ika bergegas membereskan semua berkas yang ada diruangannya. setelah dicek beberapa kali dan yakin sudah rapi, Ika bergegas keluar kantor untuk pulang. sesampainya dipintu kantor utama, Rina sahabat baik Ika sudah menunggunya.


"Udah beres Ka?" tanya Rina pada Ika.


"Sudah, yuk kita pulang Rin" jawabnya sambil jalan menuju halte.


tak berapa lama mengobrol, sebuah bus umum jalur rumah mereka telah tiba, mereka berdua langsung bergegas naik, Lalu bus tersebut pergi membawa mereka.


"Sebelum sampai rumah kita berhenti ditoko sembako dulu ya" tanyanya pada Rina.


"Mau ngapain?" balas Rina.

__ADS_1


"Besokkan libur kerja, aku pengen buat cemilan untuk besok, kamu mau ikut bantuin gak?"


Rina tak menjawab hanya menganggukkan kepala.


"Tujuan Bangun Jaya sudah sampai di halte" teriak kernet bus pada penumpang.


bergegas penumpang turun tak terkecuali Ika dan Rina, mereka langsung bergegas ke toko sembako yang masih buka


Setelah mendapatkan semua barang, mereka keluar dari toko dan bergegas kembali kerumah, dijalan mereka tertawa riang sampai rumah, jarak antara toko sembako, halte dan rumah tak terlalu jauh.


"Bu, Kami sudah pulang!!" Ika menghampiri Ibunya yang membersihkan halaman rumah

__ADS_1


"Langsung mandi sana sebentar lagi magrib, eh ada Nak Rina" sapa Ibu Ika


"Hehe iya Bu, oh iya Rina balik kerumah dulu ya Bu, mau mandi gerah nih Bu.." jawab Rina


"Oh iyaudah Nak, Ibu juga mau selesaikan pekerjaan Ibu", Ibu Ika langsung membereskan semua pekerjaannya dan masuk kerumah.


Magrib telah tiba, Ika bergegas mengambil Wudhu dan sembahyang, tak lupa setelah shalat Ika membaca Al-Qur'an seperti biasa, setelah selesai Ika langsung berberes dan keluar untuk makan malam


Setelah selesai, Ika mengobrol sebentar pada kedua orang tuanya sebelum tidur, adik lelakinya, Firman sudah masuk kekamar untuk belajar, diakui Ika kalau adiknya adalah seorang siswa berprestasi, sangat tekun belajar, setiap pembagian rapot ia selalu menjadi juara 1, tidak hanya juara dikelas tetapi juara 1 untuk disekolahnya bahkan adiknya acap kali selalu diajak oleh gurunya untuk mengikuti Olimpiade tingkat provinsi dan selalu menang.


Ika ingat cita-cita adiknya ingin menjadi seorang Dokter Bedah, dengan cita-cita itulah Ika selalu bersemangat untuk bekerja menabung membantu Ibu untuk biaya kuliah Firman kelak, ia yakin kalau adiknya akan menjadi orang sukses kelak, Ika sangat menyayangi adiknya.

__ADS_1


Ika adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarganya, ia memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk dibangku SMA, mereka hidup sederhana. Ayahnya hanya seorang pengantar paket sementara Ibunya seorang Ibu Rumah Tangga, Sementara Rina adalah anak satu-satunya Ayahnya seorang Guru PNS disebuah Sekolah Negeri dan Ibunya seorang Pemilik Butik di persimpangan jalan.


Dari Ika dan Rina kecil kedua keluarga ini sudah saling dekat layaknya saudara kandung, saling membantu dikala susah. Ika sudah menganggap Orang Tua Rina seperti Orang Tua sendiri begitu sebaliknya. Mereka hidup rukun dan damai.


__ADS_2