
"Ika!" panggil Rina
Segera Ika menoleh ke asal suara
"Hah apa?" tanya Ika terkejut, yang masih duduk di kursi mejanya
Rina langsung menghampiri Ika sambil celingak-celinguk memperhatikan suasana
"Sibuk gak?"
"Enggak terlalu, ada apa?" tanyanya
"Nanti sore bisa gak temankan aku ke toko sebelah?"
"Ngapain?" tanyanya lagi
"Lusa Toni ulang tahun, aku ingin beliin dia kado, mau gak nemenin?" memastikan
"Hemm, okedeh"
"Oh iya, kalau gak sibuk banget yuk ke kantin" ajak Rina
Ika meraih jam ditangannya, karena dirasa sebentar lagi jam makan siang, Ia pun bergegas membereskan berkasnya
"Sebentar ya, aku ke ruangan Pak Surya dulu" sambil menunjukkan berkas yang Ia pegang
"Oke"
Ika pun berlalu dan masuk keruangan Pak Surya
"Permisi Pak, maaf ini berkas yang Bapak minta kemarin sudah selesai"
"Oh.. bawa kemari Ika" masih sibuk dengan beberapa berkas yang dimejanya
Ika berjalan menghampiri Pak Surya dan memberikan berkasnya, setelah memberikan berkasnya Ia juga izin keluar kantor
"Maaf Pak, saya izin keluar Pak" mohonnya
Pak Surya yang sibuk dengan urusannya tadi mendongak langsung menatap Ika
"Kemana?"
"Sebentar lagi jam makan siang Pak, saya izin lebih cepat bisa Pak?" pintanya
"Hemm, baiklah, nanti setelah selesai makan siang kamu keruangan saya lagi" jawabnya
"Baik Pak" patuhnya
"Oh iya, tolong bilang sama Pak Yono, antarkan makan siang saya diruangan ya Ika"
__ADS_1
"Baik Pak, saya permisi pak" tunduknya
Pak Surya langsung beralih sibuk dengan berkas yang ditangannya, ada yang beberapa harus mendapatkan cap stempel persetujuan olehnya
*******
Sampailah Ryan di bandara Z, dimana adiknya akan segera mendarat, Ia menunggu dengan ditemani Sekretaris Zack yang setia bersamanya
"Ahhh sampai juga" setelah mendapatkan kopernya "Oh iya, dimana kakak, apa dia menjemput ku? Papa bilang dia akan menjemput ku" meraih ponsel sambil celingak-celinguk memandangi semua yang ada dibandara, sambil berjalan Ia mencoba menghubungi Kakaknya
"Halo kak, Kakak menjemputku kan?" manjanya
"Iya, kakak berada diruang tunggu" jawabnya
"Baiklah, aku kesana"
Setelah selesai, Clara bergegas berjalan menuju ruang tunggu dimana kakaknya berada disana
"Kak....." hamburnya memeluk kakaknya "Aku rindu" manjanya
"Haha kakak juga rindu sama adik kakak yang manja ini" peluknya pada adiknya
Ryan sangat menyayangi adiknya sepenuh jiwa dan raganya, apapun keinginan Clara selalu di wujudkannya, setelah ibu mereka meninggal Ryan semakin menyayangi Clara karena baginya Clara juga penting dalam hidupnya
Setelah usai, mereka pun berjalan menuju mobil dan meninggalkan Bandara, Clara berjalan bersejajar dengan Ryan sementara Sekertaris Zack berada dibelakang mereka dengan membawa koper milik Clara
Sekertaris Zack tau, Tuannya sangat menyayangi adiknya, dulu sebelum adiknya pergi melanjutkan studinya, Ryan selalu menghabiskan waktu bersama Clara bahkan dari Clara, Ryan bertemu dengan wanita murahan itu, tapi sayang semua tak diduga olehnya, Wanita itu berani mempermainkan hati Tuannya tapi Clara tak mengetahui, karena kejadian itu terjadi setelah Clara pergi ke luar negeri
"Pulang"
"Yah.. padahal aku ingin makan di Restaurant Z, sudah lama gak makan disana" rengeknya
Restaurant yang dimaksud adalah Restaurant milik Ryan
"Baiklah, kita kesana. Sekertaris Zack" panggilnya
"Siap Tuan"
Sekertaris Zack langsung membelok ke arah jalan restauran tersebut, tak nunggu berapa lama mereka pun sampai
"Sekertaris Zack.. mari makan bersama" ucap Clara
Sekertaris Zack menundukkan kepala dan meraih kursi
Lalu mereka memesan menu makanan pilihan mereka, tak berapa lama makanan mereka pun sampai dan langsung menyantapnya
Setelah selesai makan, Clara bicara pada Ryan
"Kak!" panggilnya
__ADS_1
"Iya Clara" jawabnya lembut
"Bagaimana hubungan kakak dengan Kak Melina?" tanyanya penasaran
Ryan hanya terdiam mendengar pertanyaan adiknya, mengetahui itu Sekretaris Zack buru-buru mengakhiri obrolan mereka
"Maaf Nona, sebaiknya anda jangan bicara itu lagi" ucapnya
Clara langsung menoleh ke arah Sekertaris Zack, penasaran mengapa kakaknya dan Sekertaris Zack melarangnya menanyakan wanita itu
"Kak ada apa?" tanyanya penasaran
Ryan langsung bergegas berdiri merapikan dasinya
"Clara, mari kita pulang, Kakak masih ada urusan lain"
Mengetahui tak mendapatkan jawaban, Clara langsung menuruti perintah kakaknya, Ia tau pasti ada sesuatu yang disembunyikan mereka
Sekertaris Zack melajukan mobilnya arah pulang kerumah, sepanjang perjalanan mereka diam membisu tak ada yang memberikan kata-kata, tapi Clara hatinya tak tenang, Ia belum mendapatkan jawaban
Aku harus cari tahu masalah dan penyebabnya apa, kan sebelum aku pergi mereka terlihat sangat harmonis kenapa sekarang kakak diam tak bergeming dan sikapnya juga acuh tak acuh. batin Clara
Setelah sampai rumah, Clara langsung menuju kamarnya untuk mandi dan istirahat, tak memperdulikan Kepala Pelayan yang menatapnya, sementara Ryan langsung menuju ruang bacanya
"Bawa barang Nona ke kamarnya" perintah Sekertaris Zack
Lalu Sekertaris Zack menghampiri Ryan di ruang baca
"Maaf Tuan"
Sekertaris Zack tau apa yang dipikirkan oleh Tuannya
"Tuan, sebaiknya anda jangan mengingat perkataan Nona Clara tadi"
"Aku tak mengingatnya, tapi harus bagaimana aku menjelaskan pada Clara wanita seperti apa Melina itu" jawabnya
"Apa perlu saya yang menjelaskan pada Nona?" menawarkan diri
"Tak akan semudah itu, Zack"
Sekertaris Zack tahu, tak akan mudah begitu saja Clara percaya sebelum Clara sendiri yang membuktikannya
"Nanti akan saya cari cara untuk membuktikan semua kejahatan wanita itu di hadapan Nona Clara, Tuan"
"Baiklah"
Memikirkan caranya saja Sekertaris Zack sebenarnya sudah muak, tapi untuk kebaikan Tuan apapun dia akan lakukan walau cara menjijikan sekalipun
Mengingat hal itu, betapa kesalnya Sekertaris Zack dengan wanita itu, sampai kapan pun Sekertaris Zack masih mengingat kejadiannya maka Sekertaris Zack sangat melindungi Tuannya agar tak terpengaruh lagi oleh wanita itu
__ADS_1
*******